The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 123 - Memulihkan Diri


__ADS_3

Malam telah berlalu seiring dengan munculnya matahari yang di tandai dengan langit hitam mulai nampak kebiru-biruan. Bulan sabit yang tadi terlihat di langit kota Lister juga telah hilang dan kicauan burung serta suara ayam berkokok semakin menjadi tanda jika waktu subuh menjelang pagi telah tiba.


Berada di dalam gubuk tua, distrik nol kota Lister. Gubuk yang merupakan tempat tinggal dari Irish, sebuah gubuk yang tak memiliki ruangan lain selain ruang tengah yang sekaligus menjadi ruang makan dan ruang tidurnya.


Gubuk itu berukuran 3x4 meter, ya.. Sangat kecil untuk ditinggali tapi bagi Irish dan adiknya. Gubuk peninggalan orang tuanya itu sudah lebih dari cukup sebagai tempat mereka beristirahat dan berlindung dari panas, hujan dan hawa dingin.


Sudah lebih dari 3 jam sejak mereka tiba di gubuk ini, mereka itu tentu saja Irish, Woli dan juga Richard yang masih dalam kondisi memulihkan tenaga dan luka yang di derita olehnya akibat dari pertarungan malam tadi.


Richard tidak punya pilihan selain beristirahat di gubuk milik Irish, karena dia sendiri tidak punya uang untuk istirahat di sebuah motel sederhana yang ada di kota. Meski mendapat penawaran dari kesatria agung untuk tinggal di kastil, tapi ia menolak karena suatu alasan.. Alasan untuk tidak lagi ikut campur dalam urusan kerajaan Inggram.


Malam tadi pertikaian mereka terselesaikan dengan baik, kesalahpahaman terluruskan setelah para kesatria agung mengetahui cerita yang sebenarnya tentang hal yang menimpa keluarga Snifooler. Perihal Woli yang masih berstatus buronan, untuk saat ini kesatria agung Sir Jean Stephenson memaklumi karena Richard mengaku kepada Sir Jean jika Woli adalah temannya.


Apa yang dilakukan oleh Richard sudah sangat membantu, olehnya itu Sir Jean memberikan kompromi. Apa lagi setelah melihat kemampuan Richard dengan mata kepalanya sendiri, Sir Jean mengakui jika apa yang dikatakan oleh Snijder Stollen tentang potensi Richard benar adanya.. Richard lebih layak dijadikan sekutu ketimbang musuh.


Di dalam Gubuk, Richard duduk menyandar sambil memejamkan mata. Meski Irish memberikan selimut padanya tapi Richard menolak dengan tegas. Bagaimanapun, di malam yang cukup dingin tadi Irish lebih membutuhkan selimut itu ketimbang dirinya yang saat ini sedang fokus memulihkan diri dengan api yang ada di dalam dirinya.


Meski memaksa akhirnya Irish mengalah, ia pun tertidur hingga saat ini dengan selimutnya. Sementara itu Woli.. Manusia serigala yang sangat kagum dengan Richard itu mengikuti gaya dari Richard dengan tidur sambil duduk dan menyandar pada tembok kayu gubuk.


Sejak pertama ia menopang Richard hingga sampai ke gubuk ini, matanya selalu bersinar dan dia sangat senang karena bisa bertemu dengan Richard. Pria yang selama satu tahun ini telah dia jadikan panutan dan tujuan hidupnya.


Luka mereka berdua juga sudah lumayan sembuh karena perawatan dari magister kerajaan Inggram atau ahli sihir pengobatan setelah Sir Jean memerintahkan bawahannya untuk mengobati mereka dan itu sangat membantu mengingat jika saat ini Richard tidak memiliki lagi kristal blue eye sama seperti saat ia masih terjebak di dalam labirin.


Kristal itu telah menipis dan hilang karena terlalu sering digunakan saat Richard masih berjuang di dalam labirin. Meski telah mencapai lantai terbawah, tapi dia tetap tidak menemukan item langka itu karena Ifrit mengatakan jika item langka itu hanya ada 2 di dunia ini. Yang pertama telah digunakan oleh Richard dan yang kedua.. Item itu berada di dalam labirin yang lain.


Meski begitu, magister melakukan tugasnya dengan baik. Ditambah dengan daya tahan tubuh Richard yang kuat, luka yang ia derita dalam waktu beberapa jam saja sudah mulai pulih. Tenaga yang terkuras juga sudah mulai kembali.. Jika terus beristirahat seperti ini maka tengah hari di siang bolong nanti, mungkin saja Richard sudah bisa melanjutkan perjalanannya, perjalanan untuk mencari tempat tinggal para dewa yang berada di atas gunung tertinggi.. Gunung olimpik yang terletak di suatu tempat pada daratan Gres.. Area terluas yang pernah ada di daratan Neverland.


Pada momen yang tenang ini, Richard membuka mata karena tahu jika seseorang sedang berada di depan gubuk. Dengan tatapan tajam ia memandang pintu gubuk dan bersikap waspada meski luka yang ia derita belum sepenuhnya pulih.


Sesaat kemudian pintu itu terbuka.. Cahaya terlihat dan Richard mengarahkan tangannya ke depan untuk menutup cahaya yang menyilaukan matanya. Woli yang tersadar dengan suara pintu terbuka langsung memasang kuda-kuda.. Ia berdiri dan mengerutu, ia siaga dengan orang yang membuka pintu tersebut. "Kau!!!" Ucapnya memanjangkan cakarnya.


"Kak Woli!!!" Suara imut nan lucu terdengar.


Irish yang terbaring membuka mata sambil mengucek mata. "Ada apa pagi-pagi begini?" Ucapnya yang masih mengumpulkan nyawa.


"Kak Irish..." Sontak saja gadis kelinci kecil di gendongan seorang pria berzirah langsung turun dan lari memeluk Irish.


"Ahhh.. Belle!?" Irish cukup terkejut, ia memeluk adiknya dengan haru. Mereka berdua bertemu kembali dan saling memeluk, air mata bahagia terpancar dari wajahnya. Belle menyapa pria yang baru saja menggendongnya lalu mengucapkan terima kasih.. Pria itu adalah Eros Lopnika.


Pantas saja Woli waspada karena tiba-tiba saja, Eros muncul di depan mereka. Bagi Woli.. Eros dan para kesatria masihlah musuh. Namun melihat apa yang terjadi, Woli mengendorkan kewaspadaan dan berjalan menuju Belle. "Belle.. Kau tidak papa kan?" Tanya Woli sambil mengusap kepala Belle.


"Hmm.." Belle mengangguk di pelukan kakaknya. Setelah itu dia kembali menatap Eros. "Paman itu.. Paman itu berjanji akan membawa aku bertemu dengan kak Irish.. Dan dia telah menepati janjinya." Ucapnya tersenyum.


Irish berbalik, ia masih duduk di lantai kayu melihat ke arah Eros yang berdiri di depan pintu. "Te-terima kasih." Ucapnya canggung.


Woli hanya diam, pun dengan Richard yang masih duduk menatap Eros dengan penuh makna.


Eros berdiri mematung, lalu tiba-tiba ia berlutut di depan Irish. "Maafkan aku!" Ucapnya sambil menunduk.

__ADS_1


Irish terkejut, pun dengan Woli yang melihat Eros merendah seperti itu di depan mereka.


"Jika saja aku lebih peka dengan apa yang terjadi, kau tidak akan mengalami penyiksaan seperti itu. Maafkan aku." Ucap Eros pada Irish dengan penuh penyesalan.


"Andai saja aku tahu jika tuan Grobogan berada dalam pengaruh sihir iblis.. Aku benci mengakuinya tapi kami para kesatria memang melakukan kesalahan fatal. Angka kriminalitas yang naik di wilayah Lister sejatinya juga merupakan salah kami sebagai kesatria.. Oleh karena itu, maafkan aku.. "Eros menunduk, ia benar-benar minta maaf dan menyesal.


"Ehh.. Tu-tuan kesatria, tolong jangan lakukan itu berdirilah!" Irish langsung berdiri dan tunduk di depan Eros, ia merasa sungkan karena bagaimanapun yang Irish merasa tidak pantas diperlakukan seperti ini, karena dia hanyalah rakyat jelata.


"Dan..." Eros mengangkat kepalanya, ia menatap Richard.


"Tuan Red.." Ucapnya. "Terima kasih atas apa yang telah kau lakukan.. Kau benar-benar menyelamatkan keluarga Snifooler... Terima kasih!" Ia berlutut sambil menurunkan wajahnya sebagai bentuk rasa terima kasih yang paling dalam.


Richard tak bergeming, ia hanya diam sambil menatap Eros. Sementara Woli dan Irish juga menatap ke arah Richard untuk melihat ekspresinya. Tapi sayang, Richard tak berekspresi apa-apa, wajahnya datar dan seolah tak peduli.


Di tengah permintaan maaf tulusnya, Eros kembali mengingat ucapan Sir Jean dan Snijder saat mereka berdua membiarkan Richard dan Woli pergi begitu saja.


*Sesaat setelah Richard pergi dari kastil.


"Kita harusnya malu Eros... Orang itu telah menyelamatkan Nyonya Inggrid." Kata Sir Jean.


"Aku masih tidak mengerti tuan?" Eros bingung dengan ucapan Sir Jean dan Snijder tentang ramalan dan sandiwara.


Sir Jean lalu menjelaskan kepadanya tentang sikapnya kali ini. Sebelum Sir Jean dan Snijder sampai ke kastil ini, mereka berdua telah bertemu dengan Nyonya Inggrid dan dipertemuan itu Nyonya Inggrid yang ingin kembali ke kastil menceritakan semuanya pada Sir Jean tentang iblis Luca Crollo dan anaknya Grobogan yang telah dimanipulasi oleh iblis tersebut.. Inggrid melanjutkan jika seorang pria dengan mata merah menyelamatkan hidupnya.


Mendengar tentang pria bermata merah, Snijder langsung mengingat sesuatu tentang ramalan yang pernah diucapkan oleh kesatria suci 15 tahun yang lalu, tepat sebelum hari pengorbanan mereka untuk menyegel kembali portal yang memisahkan Neverland dan Darksideland. Sebuah perkamen yang ditemukan oleh kesatria suci terdahulu tentang kisah kesatria terkuat dan kesatria terkuat itu memiliki ciri-ciri fisik persis seperti apa yang Snijder dengarkan dari Inggrid.


Sir Jean masih ingin memastikan satu hal, oleh karena itu mereka berdua melakukan sandiwara dan Sir Jean mencoba untuk bertarung dengan Richard dengan kekuatan penuhnya.. Setelah pertarungan itu, mata mereka terbuka kala melihat Richard mengeluarkan api hitam.. Api yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


Dan karena hal itu jugalah.. Mereka berdua jadi meyakini jika apa yang dikatakan oleh kesatria terdahulu tentang kesatria terkuat benar adanya.. Ciri dan bukit kekuatan Richard telah membuat Sir Jean dan Snijder percaya jika pria bermata merah inilah yang dimaksud oleh kesatria suci terdahulu.. Dimana pria bermata merah akan menjadi pemimpin yang akan membawa perdamaian dengan kekuatan dahsyatnya.


*Saat ini


Masih dengan keadaannya yang berlutut sambil menunduk. Eros memikirkan hal itu, hal yang dikatakan oleh Sir Jean padanya jika pria yang ada di depannya ini akan menjadi seseorang yang sangat penting kelak.


Hanya saja ada hal yang tidak diketahui olehnya, bahkan oleh Sir Jean dan Snijder.. Mereka semua tidak tahu jika pria yang bermata merah itu adalah Richard, sang kesatria suci bergelar Ignis.


"Tuan Red.. Sekali lagi. Terima kasih banyak..." Eros meneguhkan hatinya, ia mengakui jika Pria yang ada di depannya memang pantas mendapatkan penghargaan atas apa yang telah dilakukannya.


Richard hanya diam.. Ia tak berekspresi apapun.


"Yayayayaa.. Hahahaha.. Tuanku memang hebat." Woli tertawa, ia sangat bangga dengan pria yang ia jadikan panutan. "Tuan Ric..."


"Diamlah.." Sahut Richard dengan keras.


Sontak mereka semua melirik Richard yang tiba-tiba berteriak. Sepersekian detik, kesunyian melanda gubuk itu karena ucapan Richard.


"Ahhh.." Eros tak mampu berkata apa-apa.

__ADS_1


"Jika urusanmu susah selesai, pergilah.. Aku ingin istirahat." Kata Richard pada Eros yang masih berlutut.


"Hah.. Ya, iyaa.. Maafkan aku mengganggumu tuan Red. Aku akan pergi.." Erosi berdiri, ia mundur perlahan. "Maafkan aku tapi ada satu hal harus aku sampaikan... Kau, sebaiknya kau pergi dari kota ini karena bagaimanapun kau tetapi melakukan kejahatan dengan mencuri harta para bangsawan.. Jadi sebelum para bangsawan bertindak, sebaiknya kau pergi." Ucapnya pada Woli.


"Hehh... Tch, dasar kesatria bodoh." Woli mengerutu karena kesal.


"Baiklah.. Saya permisi." Eros pamit dan menutup kembali pintu gubuk.


"Sialan kesatria itu.. Dia masih mengancam ku. Tuan Richard bagaimana ini.." Woli menata Richard, tapi tak digubris karena Richard telah memejamkan mata. Richard kembali tertidur pulas.


Di luar gubuk, Eros masih memikirkannya.. Memikirkan perkataan kesatria agung tentang pria bermata merah. Benar.. Dia juga sempat mendengar hal itu, mendengar tentang kesatria terkuat dari mulut para kesatria suci terdahulu.. Para kesatria suci terdahulu mendapatkan perkamen yang berisi tentang cerita kesatria terkuat yang memiliki mata merah darah dengan imperium luar biasa, perkeman itu di dapatkan oleh para kesatria suci saat mereka berada di atas gunung tertinggi Daratan Neverland, gunung Olimpik yang merupakan tanah para dewa.


Benar juga.. Para kesatria terdahulu berhasil menemukan tanah para dewa dalam perjalanan mereka untuk mencapai puncak tertinggi kekuatan sucinya. Di tanah para dewa itulah mereka menemukan perkamen tua yang berisi tentang cerita pria bermata merah darah..


Di waktu yang sama.. Di sebelah timur daratan, di atas laut yang cukup tenang. Terdapat perahu kecil yang terombang ambing di sapu gelombang laut kecil, di atas perahu itu terlihat dua orang yang tengah terbaring dengan pakaian cukup basah. Mereka berdua tidak sadarkan diri, mereka adalah Ihsan Wijaya dan Gayatri Ingalaga.


Mereka berdua tidak sadarkan diri setelah semalaman suntuk berjuang dan bertahan melewati badai laut yang menghujam perahu kecil mereka. Dengan kemampuan Ihsan, mereka berhasil bertahan dan saat ini.. Bersamaan dengan terbitnya matahari, mereka telah sampai di laut kerajaan Skandia.


Lalu tanpa mereka sadari.. Mereka berdua telah dikelilingi oleh kapal besar armada laut kerajaan Skandia.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2