The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 91 - Kian VS Lucifer


__ADS_3

*Beberapa saat setalah ledakan menghancurkan istana kerajaan.


Wilayah paling belakang istana, kastil sihir.


Mbah Raka terpuruk melihat istana kerajaan hancur, ia bahkan tak bisa melakukan apa-apa. Mbah Raka terus menyalahkan dirinya sendiri atas lalainya ia menyelamatkan keluarga raja sebelum terjadinya ledakan dahsyat itu.


Di tengah penyesalannya, ia terkejut dengan aura kuat yang tiba-tiba terpancar dari arah reruntuhan kastil dimana Ihsan berada. Saking kuatnya aura itu membuat ia bangkit dari sujud dan bergerak menuju dimana aura itu berada.


Saat tiba, ia melihat Ihsan bangkit dari tempatnya tersungkur. Luka tusuk di tubuh Ihsan bahkan kembali menutup dan sembuh, Ihsan berdiri sambil menatap tangannya.


Ihsan sempat melirik Mbah Raka tapi ia tak mengatakan sepatah katapun. Ia hanya menatap sesaat lalu dengan cepat ia melompat tinggi dan dengan imperium angin ia bergerak menuju arah istana.


"Hah! Ihsan? Tidak.. Siapa itu.. Itu bukan Ihsan. Kekuatan luar biasa itu, dari mana asalnya!" Mbah Raka terkejut sesaat, lalu ia juga terbang dengan sihirnya, mengikuti Ihsan yang berada di depannya.


Linda.. Ia tak bergerak sama sekali. Ia masih menatap istana yang hancur dengan kucuran air mata.


*Saat ini.


Mbah Raka yang berada di dekat raja Jolang berusaha mengobati raja Jolang dengan sihirnya tapi ia sadar bahwa sihir penyembuhan bukanlah keahliannya. Semua ahli sihir penyembuhan yang ada di kastil sihir sudah terbunuh oleh Linda yang berubah menjadi iblis.


Saat mengarahkan sihir, Mbah Raka terus berkonsentrasi sambil melirik pertarungan yang terjadi antara Lucifer melawan Ihsan yang sebenarnya adalah Kian.


"Ayahanda.. Ayahanda.. Maafkan aku!" Gayatri belum berhenti histeris, ia masih memegang erat ayahnya.


"Mbah Raka.. Tolong.. Tolong ayahku." Ucapnya pada Mbah Raka.


"Tuan putri.. Tenanglah. Aku sedang berusaha."


Tak jauh dari tempat mereka berdua, Gayatri melirik ke arah Ibunya yang sudah tak bernyawa ia mendekati Ibunya perlahan, semakin ia mendekat maka semakin ia mengeluarkan emosi sedihnya dengan air mata. Ia memegang mulutnya yang berteriak histeris melihat jasad Ibunya dari dekat.


Sementara itu.. Kedua sosok yang melayang kesana dan kemari itu bertarung dengan sengit.


Pukulan keras yang mengarah pada Ihsan alias Kian berhasil ia hindari, meski terdesak tapi ia berhasil menghindar dengan sempurna dan sesekali membalas dengan menyerang balik. Lucifer juga berhasil menghindar dengan sempurna, saat ini kedua sosok itu bertarung secara seimbang. Hal yang membuat Mbah Raka menganga dan sangat terkejut dengan kekuatan Ihsan yang tiba-tiba bisa mengimbangi Lucifer.


"Dari mana.. Dari mana datangnya kekuatan itu?" Mbah Raka melirik sambil terus mengalirkan sihir penyembuhan pada raja Jolang.


Sementara disebelah kiri mereka, Samhong masih menjerit karena terluka akibat di serang oleh Ihsan alias Kian.


Kembali ke pertarungan Lucifer melawan Ihsan alias Kian. Pertarungan yang terjadi sejak pertama Ihsan alias Kian datang ketempat ini semakin membuat Mbah Raka takjub, pasalnya kecepatan pertarungan mereka berdua sangat luar biasa.


Lucifer mundur sejenak, ia mengarahkan jari telunjuknya pada Ihsan alias Kian tapi Ihsan alias Kian mendekat sebelum laser mematikan itu keluar dari jari telunjuk Lucifer. Dengan sigap, Ihsan alias Kian memegang pergelangan tangan Lucifer dan mengarahkan serangan laser itu ke langit agar tak mengenai dirinya dan orang yang berada di bawahnya.


Lalu dengan tangan kiri, ia mengalirkan angin memenuhi tangannya dan memukul Lucifer tepat di perut hingga Lucifer terdorong sedikit kebelakang. Saat Lucifer kehilangan keseimbangan, Ihsan alias Kian mendekat lagi, kali ini ia menendang dengan kaki kiri dan mengincar leher Lucifer tapi Lucifer menangis dengan tangan kanannya.


Saat Lucifer menangkis tendangan kaki kiri Ihsan alias Kian, ia memegang kaki itu lalu melemparkan Kian dengan keras ke arah puing-puing yang berada di belakangnya.


Duarrrr.. Dengan suara hantaman keras. Ihsan alias Kian terhempas akibat lemparan itu dan membuat puing-puing yang ia hantam bergemuruh. Lucifer turun secara perlahan, ia mendekat ke arah Ihsan yang belum bangkit setelah dihempaskan begitu saja.


Di sisi lain..


"Ibunda.. Maafkan aku. Ibunda bangun.. Bangun." Gayatri yang masih histeris terus menggoyangkan jasad Ibunya.


Lalu, Samhong yang sudah tersadar melihat momen itu, ia menghampiri Gayatri dengan raut wajah geramnya. Ia berjalan dengan tangan kanannya yang masih mengeluarkan darah akibat telah terlepas akibat serangan Ihsan alias Kian.


"Sialan.. Sialan.. Kau akan mati." Samhong semakin dekat ke arah Gayatri.


Sementara Mbah Raka yang melihat hal itu hanya bisa berteriak. "Putri Gayatri.. Putri.." Teriaknya, Ia tak bisa bergerak sama sekali dan harus fokus pada luka yang diderita oleh raja Jolang.


Mbah Raka tahu, jika saat ini ia menghentikan aliran sihir maka tidak ada kesempatan lagi untuk menyelamatkan raja Jolang yang telah terluka parah.


"Ra... Rakha. To.. Holng Gaya." Ucap raja Jolang terbatah-batah.


Gayatri yang masih melihat ke arah Ibunya berbalik dan berteriak saat Samhong mengarahkan sihir padanya dan....


"Aahhrrrhhhhhh." Gayatri berteriak, sesaat kemudian ia membuka mata. Ia melihat seorang pria yang menangkis serangan sihir itu.


"Wira..." Ucapnya melihat pundak pria itu.


"Putri.. Kau baik-baik saja?" Tanya Wira yang terlihat berlinang keringat.


"I-iya.. Aku baik-baik saja."


Wira, ia datang bak pahlawan untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya. Kaki kirinya yang terluka sekaligus kaki yang tak bisa bergerak karena ketakutan terlihat berdarah, ada bekas guresan pedang di paha sebelah kirinya.


Bukan karena terkena sihir tapi Wira menyayat pahanya itu agar kakinya berhenti gemetar dan bisa bergerak untuk menyelamatkan Gayatri. Ia melakukan itu karena sejak tadi kaki kirinya gemetar dan hal itu membuat ia susah mengontrol kakinya untuk bergerak.


"Huh, syukurlah masih ada kesatria yang hidup." Ucap Mbah Raka yang melihat hal itu.


Lalu, Samhong kembali menyerang. "Sampah sepertimu tidak sebanding denganku." Umpatnya.


Serangan itu kembali di mentalkan oleh Wira dengan imperium yang ia memiliki menggunakan pedang pemberian Galang. Dengan percaya diri Galang berlari ke arah Samhong dan menebas tapi Samhong berhasil menghindar dan mundur ke belalang.


Samhong adalah iblis terlemah dari kelima iblis yang bernaung dibawah Lucifer. Satu-satunya keahlian Samhong adalah membuat rencana licik seperti saat ia merencanakan tentang penyerangan Ibu kota kerajaan ini. Di tambah lagi Samhong telah terluka parah akibat lengan Kanannya yang teropong serta wajahnya yang dibuat babak belur karena tamparan keras Ihsan alias Kian membuat Samhong menjadi goyah dan tidak bisa mengeluarkan sihir terbaiknya.


Karena itu, Wira bisa mengimbangi pergerakan Samhong dan bertarung bahkan mendesak Samhong menjauh dari Gayatri. Dengan pedang pemberian Galang, Wira terus menyerang dan pertarungan mereka berlangsung cukup menegangkan.

__ADS_1


"Wira.." Gumam Gayatri yang terisak.


Duarrrrrr.. Suara gaduh terdengar keras. Itu karena Ihsan alias Kian kembali menghantam tembok setelah terkena pukulan keras dari Lucifer.


"Kau.. Manusia rendahan. Tidak akan mungkin mengalahkan ku." Teriak Lucifer melesat cepat ke arah Ihsan alias Kian.


Ihsan alias Kian yang masih tersungkur di reruntuhan kembali mendapatkan pukulan keras sehingga reruntuhan itu semakin hancur terkena pukulan. Meski hancur tapi ternyata Ihsan alias Kian berhasil menangkis pukulan itu dengan kedua tangannya dan memukul wajah Lucifer dengan keras hingga kali ini Lucifer yang terhempas.


Kian bangkit, ia melesat dengan imperium angin yang ia warisi dari Ibunya. Lalu menendang dagu Lucifer hingga ia terhempas ke atas atap, Kian kembali melesat mendekat dan mengarahkan kedau tangannya ke atas untuk menghantam punggung Lucifer ke bawah.


Bangggg.. Hantaman itu berhasil membuat Lucifer melesat jauh kebawah hingga membuat lubang besar di lantai istana yang telah porak-poranda.


Getaran yang terjadi akibat hantaman itu membuat Gayatri, Wira dan Mbah Raka terkejut.


"Luar biasa.. Ihsan.., Rein sialan, dia tidak pernah mengatakan jika anaknya memiliki kekuatan seperti ini." Gumam Mbah Raka.


Sesaat kemudian, Lucifer kembali bangkit. Kali ini dia terlihat berbeda dan sekali kepakan sayap semua puing-puing terhempas saking kuatnya. Gayatri yang berada di dekatku Ibunya juga terhempas karena dorongan hentakkan sayap itu.


Wira dan Samhong pun terhempas kehilangan keseimbangan. Bahkan puing-puing yang membuat ruangan tahta terlihat sempit kini menjadi lebih luas hanya karena terkena hempasan dari hentakkan sayap Lucifer.


"Manusia....!" Mata Lucifer tertuju pada Kian.


Dan banggg... Ledakan energi memenuhi ruangan, Wira dan Samhong yang bertarung satu lawan satu terpana dengan pertarungan yang terjadi antara Kian dan Lucifer.


Tinju mereka berdua bertemu tapi Lucifer dengan kekuatannya mampu membuat Kian terdorong. Lagi.. Pukulan ke bawah yang membuat Kian menghantam lantai hingga roboh.


"Tempat ini akan runtuh karena pertarungan mereka, kita harus pergi dari sini." Gumam Mbah Raka sekali lagi.


Di arah Gayatri, Wira dan Samhong masih bertarung satu sama lain. Meski Wira terluka tapi ia masih bisa bertarung dengan menggerakkan pedangnya.


Di arah kiri Gayatri, T'roy yang tadinya pingsan karena serangan kejutan Mbah Raka kembali bangkit. Ia menyerang langsung ke arah Gayatri, Mbah Raka yang melihat hal itu berteriak pada Wira.


Wira merespon, ia berbalik dan mengalihkan perhatiannya pada T'roy sehingga serangan sihir Samhong berhasil melukai punggung Wira tapi Wira tak berhenti sampai ia berhasil menangkis serangan tombak dari T'roy.


"Huh.. Huh.. Aku tepat waktu." Ujarnya kelelahan.


"Wira.. Punggungmu." Gayatri melihat punggung Wira yang penuh darah akibat terkena serangan dari Samhong.


Kini Wira dan Gayatri terdesak karena di arah kanan dan kiri mereka ada dua iblis yang siap untuk menyerang.


Dan Bangggg... Kembali terjadi, ledakan aura antara Lucifer dan Kian.


Setelah beberapa kali terkena serangan, tubuh Ihsan alias Kian kini telah terluka. Sedikit darah yang keluar dari mulutnya menjadi tanda jika saat ini ia sedang terdesak.


Di saat ia berusaha bangkit.. Lucifer mengambil kesempatan itu untuk mengeluarkan sihirnya. Hanya dengan jari telunjuk, sebuah laser hitam berhasil ia arahkan sebanyak 3 kali. Ihsan alias Kian yang menerima serangan itu berhasil menghindar 2 kali dan terkena serangan itu sekali tepat di bahu yang kemudian membuat ia sedikit bungkuk karena kesakitan.


Aksi nekatnya itu tentu membuat dia terluka parah, darah di sekujur tubuhnya mengalir dan terus membahasi lantai yang penuh dengan debu reruntuhan bangunan.


Raja Jolang menggenggam tangan Mbah Raka. "Kau, to.. Tolhong mereka." Ucapnya


"Baginda, sebentar lagi, jika aku melepas sihir ini maka anda tidak bisa tertolong."


"RAKAAAAA.. Jika aku hidup karena kau berhasil menyembuhkan luka ku ini. Maka aku akan mengeksekusi mati dirimu.. Karena kau telah membiarkan anakku, Gayatri mati." Raja Jolang berteriak hingga suaranya di dengar oleh Gayatri.


"Ayahanda.." Gayatri berteriak.


"Ta.. Tapi." Mbah Raka masih ragu apakah melepaskan sihir penyembuhan atau terus menyembuhkan sang raja karena kesempatannya hanya sekali ini saja.


Tubuh bagian dalam raja Jolang sudah hancur, jika tidak segera di sembuhkan total maka tubuh bagian dalamnya akan membuat ia terbunuh.


"RAKHAAA.... Ini perintah!!" Tegas raja Jolang sekali lagi. Raja Jolang menatap dalam mata Mbah Raka, sebuah tatapan tajam yang menggambarkan tekad seorang lelaki.


Sementara Wira yang mulai terkatung-katung masih mencoba bertahan. "Aku.. Aku harus melindungi Gayatri. Meski aku harus mati ditempat ini, Gayatri iya benar... Aku harus melindungi putri raja, tidak... Bukan, aku harus melindungi wanita yang aku cintai." Benaknya.


Wira berteriak keras.. "Arrggggg." Ia menyerang Samhong.


Samhong yang melihat Wira mendekat lalu menyerang dengan sihir tapi berhasil di tangkis oleh Wira dengan pedang dan dengan cepat Wira menunduk untuk mengincar bahu sebelas kiri dari Samhong dan.. Slasssssshh....


Meski bukan bahu yang tergores pedang tapi sayatan yang cukup dalam itu sudah bisa membuat tangan kiri Samhong tak bisa bergerak lagi. "Aaaaarre.. Sialan. Manusia sampah!" Samhong kembali mengeram kesakitan.


"Wira!!!" Gayatri berteriak, rupanya Wira lengah dan membiarkan Gayatri berdiri bebas tanpa perlindungan hingga ia menjadi sasaran empuk dari T'roy.


Sesaat kemudian tombak hitam pekat itu menembus...


"Magicae creaturae: clypeus est dulcis."


Tombak itu menembus sebuah perisai yang terbuat dari akar tanaman. Perisai yang melindungi Gayatri, sebuah sihir yang dibuat oleh Mbah Raka.


"Tch." T'roy mengumpat.


"Magicae creaturae: Petra saxa" Mbah Raka kembali menyerang dengan sihir, kali ini sebuah sihir tanah yang membuat T'roy terhempas menjauh dari Gayatri.


"Tuan putri." Kata Mbah Raka.


"Ayahku.. Bagaimana keadaannya?" Gayatri melihat Mbah Raka penuh dengan harapan.

__ADS_1


"Maaf, maafkan aku tuan putri. Sepertinya aku tidak bisa menghentikan pendarahan yang ada di dalam tubuhnya." Jelas Mbah Raka.


"Tidak.. Tidak. Kau harus menyelamatkannya.. Kau adalah penyihir hebat. Selamatkan dia.."


"Maafkan aku, aku sempat percaya diri dapat menyelamatkan Baginda tapi nyatanya aku tidak bisa. Bahkan setelah semua proses aliran sihir telah aku lakukan.. Aku.. Aku tidak cukup hebat dalam hal penyembuhan." Mbah Raka tertunduk.


Gayatri berlari mendekati ayahnya. Terlihat jika kondisi ayahnya sudah membaik dari sebelumnya, tapi itu hanya tampak luarnya saja. Luka luarnya memang sudah menutup dan wajahnya sudah tidak babak belur, tapi organ dalamnya tidak pulih sama sekali, Mbah Raka terlalu naif dengan menganggap bahwa jika ia terus melakukan aliran sihir maka raja Jolang akan sembuh tapi aliran sihir itu tidak menjangkau organ dalam raja Jolang yang telah rusak.


"Ayanda.. Ayahanda!!" Gayatri mendekat dan memeluk ayahnya yang masih terbaring.


"Anakku.. Anakku.. Tenanglah. Dengar.. Bagaimanapun kau harus hidup. Keturunan Ingalaga tidak boleh berakhir sampai di sini." Raja Jolang menggenggam tangan anaknya erat.


Gayatri menangis, ia seperti mendengar pesan terakhir dari ayahnya. Ia menyesal telah berharap agar pesta pernikahan hari ini dibatalkan, karena harapan bodoh itu pesta pernikahan memang batal tapi ia harus membayar harapan itu dengan kehilangan Ibu dan sebenar lagi Ayahnya.


"Gayatri.. Maafkan ayah, uhukk.. A-ayah telah memaksakan kehendak padamu." Raja Jolang muntah darah.


"Tidak.. Tidak Ayahanda." Suaranya terdengar lirih.


"Raka.. Ini perintah terakhirku. Bawa pergi Gayatri hidup-hidup dari tempat ini. Kalian harus bertemu dengan Rein di pulau Cebes."


"Siap Baginda!!"


"Tidak, tidak.. Aku tidak akan pergi tanpa Ayahanda.."


"Gayatri.. Dengar, lihat, lihat ayah.. Ayah sudah tidak ada harapan untuk bertahan lagi. Bahkan jika ayah pergi bersamamu, Ayah tetap akan mati dan yang lebih parahnya ayah akan menyusahkan pelarian kalian. Kalian harus pergi.. Cepat.. Pergi.."


Di tengah kejadian itu,


"Mors undam." serangan sihir dahsyat dari Lucifer membuat Kian terlempar dan menghantam lantai dengan keras jauh di sebelah kiri Gayatri dan Ayahnya saat ini berada.


Hantaman itu membuat mereka bertiga melihat ke arah Kian, Kian masih bangkit meski terluka parah. Zirah yang ia kenakan sudah hancur dan kini ia terlihat hanya mengenakan pakaian biasa yang telah sobek dan penuh dengan luka akibat pertarungan dengan Lucifer.


Bukan hanya Kian yang terluka, Lucifer juga terluka di beberapa bagian tubuhnya tapi luka yang ia terima tidaklah sebanyak luka yang Ihsan alias Kian terima.


Kian tampak berusaha berdiri meski mengalami kesulitan, ia juga telah terlihat lelah karena sedari tadi harus mengeluarkan imperium besar untuk mengimbangi Lucifer.


"Huahahahaha.. Baru kali ini ada yang bisa membuat aku serius. Kau.. Hebat juga manusia." Lucifer berkata dari atas, ia masih dalam kondisi melayang.


Sementara Kian yang berada dibawahnya menatap ke atas dengan nafas yang sudah mulai terengah-engah akibat lelah dan luka yang ia derita.


"Kesatria Besar Ihsan..." Raja Jolang berteriak dengan sisa kekuatannya.


Kian merespon, ia berbalik melihat raja Jolang yang berada di pangkuan Gayatri saat ini.


"Itu.. Gunakan itu. Senjata langka.. Pusaka kerajaan Nusantara." Raja Jolang menunjuk keris yang ada di bawah lantai dekat kaki kanan Ihsan alias Kian berdiri saat ini.


"Hah.. Itu adalah pusaka para raja!" Ujar Mbah Raka.


"Gunakan senjata itu untuk membunuh iblis brengsek itu." Raja Jolang kembali berteriak. "


Ihsan alias Kian melirik sebuah belati yang meliuk-liuk di bawah kakinya. Tanpa pikir panjang ia mengambil keris itu dan keris itu bereaksi diluar dugaan raja Jolang


Keris itu mengeluarkan aura yang sangat kuat, sangat berbeda dengan aura yang keluar saat raja Jolang yang menggunakan keris itu.


Hal yang cukup membuat Lucifer tercengang karena saat ini dengan menggunakan keris itu. Ihsan alias Kian berhasil menebas sayap Lucifer hingga teropong bersimbah darah. Lucifer terjatuh ke bawah akibat kehilangan keseimbangan dan di momen itu, Ihsan alias Kian kembali menyerang dengan keris itu dan kali ini ia berhasil menusuk salah satu mata dari Lucifer.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2