The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 54 - Suasana Sepi di Kota Kander


__ADS_3

Di ruangan lain..


Sebuah ruangan yang dialiri oleh sihir kuat..


Depone dan Alista berjalan menyusuri lorong ruangan, ruangan itu terlihat kuno karena dindingnya tertutupi oleh akar besar dari tumbuhan liar yang menjalar sejauh mata memandang.


"Ada apa dengan aura ini!?" Gumam Depone.


"Ini adalah aura sihir dari pohon tua yang berada di tengah kota Kander. Akar dari pohon itu menjalar sampai ruangan bawah tanah ini." Judy yang juga ikut bersama mereka menjelaskan situasinya.


"Oh.. Pantas saja rasanya tidak asing."


"Pohon yang ada di tengah kota adalah pohon yang telah hidup selama ratusan tahun. Entah kenapa pohon itu memancarkan sihir yang dapat meringankan luka dan sangat berguna untuk mempercepat proses penyembuhan.. Sampai sekarang aku masih meneliti pohon itu." Alista menjelaskan tentang pohon besar yang ada di tengah kota.


"Jadi.. Mau kemana kita? Apakah Nyonya Linda dirawat di ruang bawah tanah ini?" Depone memperhatikan lorong yang ia lalui dengan seksama.


Mereka berjalan cukup dalam hingga mereka tiba di salah satu ruangan.


"Sebenarnya seberapa luas klinik ini?" Tanya Depone.


"Hehe.. Tenang saja. Klinik ini hanya klinik sihir biasa." Jawab Alista sambil membuka pintu ruangan.


Saat mereka masuk.. Di depan mereka terlihat sebuah tabung kapsul yang terbentuk dari akar pohon. Dalam tabung itu terlihat seorang wanita yang memejamkan mata. Wanita itu terbalut kain putih di sekujur tubuhnya.


"Nyonya Linda!!" Depone bereaksi.


Ia melihat Linda dalam keadaan belum sedarkan diri sejak ia berada di pulau irian.


"Aku sudah berusaha, tapi dengan kejutan dan sumber dayaku di tempat ini.. Aku belum bisa membuat dia sadar. Sepertinya ia terkena sihir kutukan yang cukup kuat." Jelas Alista.


"Nyonya Linda.. Dia terlihat sangat pucat!"


"Itu karena sihir kutukan yang semakin lama semakin menelan jiwanya. Aku benar-benar tidak bisa menetralkan sihir itu, tapi jika Nyonya Linda bisa di bawa ke ibu kota kerajaan. Mungkin dia bisa diselamatkan karena di ibu kota ada banyak penyihir-penyihir hebat. " Alista menatap Linda.


Kondisi Linda saat ini sangat kritis, jika bukan karena aura dari akar pohon yang menyelimuti dirinya, mungkin saja saat ini dia sudah mati. Hal itulah yang membuat ia harus berada di ruangan ini.


"Lalu bagaimana caranya agar kita bisa memindahkan Nyonya Linda?" Depone berbalik melihat Alista sambil memegang akar pohon besar yang ada di ruangan.

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah mengekstrak aura akar pohon menjadi serbuk. Nantinya serbuk ini akan di taburkan ke tubuh Nyonya Linda agar sihir kutukan itu dapat diperlambat meski tubuh Nyonya Linda meninggalkan kapsul ini."


Saat berbicara tentang Linda, entah kenapa wajah Alista lebih serius dari biasanya.


"Nyonya Linda.." Depone melirik lagi ke wajah Linda.


"Aku dengar dia menggunakan sihir ruang untuk membuat portal sehingga bisa tiba di benteng ampt sebelum kalian semua?" Judy bertanya pada Depone.


"Iya, itu benar. Entah apa yang dipikirkan nyonya Linda saat itu tapi bagaimanapun seharusnya dia tidak melakukan hal bodoh itu meski dia sangat kuat sekalipun." Depone menggenggam kuat akar pohon, ia mengingat kembali kekacauan yang terjadi di pulau Irian.


"Yaa... Aku tidak meragukan sekalipun tentang kekuatan nyonya Linda tapi lain ceritanya jika yang dia lawan adalah iblis sekelas 6 dosa besar. Kekuatan mereka sangat menakutkan." Alista menggigit kuku jempolnya sambil berpikir.


"Jujur saja, saat informasi mengenai serangan pasukan iblis yang dipimpin oleh Lucifer merebak, seharusnya aku sudah meninggalkan tempat ini." Lanjut Alista yang melipat kedua lengannya sebagai tanda ragu-ragu dalam mengambil keputusan.


"Jika kau pergi dari tempat ini maka tidak akan ada yang bisa mengobati para prajurit dan kesatria yang tersisa." Tegas Judy.


Itu adalah sebuah fakta, bahwa kota Kander saat ini benar-benar telah sepi berbeda dari biasanya. Kota Kander adalah kota besar yang ramai dan penuh dengan hiburan, selain karena memiliki pelabuhan besar. Kota ini juga adalah pusat perdagangan di bagian timur pulau Cebes.


Sudah berlangsung sejak 2 hari yang lalu.. Para penduduk yang mengetahui serangan yang akan terjadi, banyak diantara mereka yang meninggalkan kota termasuk para penyihir yang membuka klinik seperti Alista.


Sampai sekarang penduduk masih terus keluar dari kota Kander. Bahkan beberapa bangsawan yang ada di kota ini juga hanya kembali dari ibu kota untuk menjemput keluarga dan mengamankan asetnya saja.


Saat ini yang meramaikan kota hanya prajurit dan kesatria saja. Rombongan yang juga datang ke tempat ini adalah para prajurit bantuan dari berbagai wilayah.


Bagaimanapun.. Kota Kander saat ini adalah wilayah yang di prioritaskan untuk pengiriman pasukan bantuan karena lawan mereka adalah pasukan iblis yang sangat kuat.


"Tch.. Aku hanya mendengar rumor tentang kekuatan mengerikan yang dimiliki oleh iblis yang memegang gelar dosa besar itu. Aku pikir mereka yang membicarakan hal itu terlalu membesar-besarkan kekuatan iblis itu, tapi saat aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.. Aku benar-benar gemetar dibuatnya." Depone sampai mengeluarkan keringat saat mengingat kejadian di pulau Irian, saat berada di depan Lucifer.. Saat itu adalah saat paling mencekam dalam hidupnya.


"Tapi tuan Depone.. Aku tak habis pikir. Kenapa para pasukan iblis yang berada di lepas laut sana belum juga menyerang.. Dan yang lebih membuatku bingung adalah.. Aku tidak merasakan aura iblis kuat di antara pasukan iblis yang berada di pasukan iblis itu." Alista melipat kedua lengannya di dada sambil berbalik membelakangi Depone.


"Iya aku tau.. Pasukan pengintai juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Lucifer dan 5 iblis pengikutnya." Depone merespon.


"Apakah para pasukan sihir sudah melapisi kota ini dengan sihir pelindung?"


"Saat ini mereka sedang melakukan itu.." Kata Depone.


Di luar klinik.. Di bagian utara kota Kander terlihat seorang penyihir sedang mengangkat tangan ke arah langit, di kedua tangannya terlihat lingkaran sihir yang bercahaya.

__ADS_1


Bukan hanya di bagian utara, tapi juga di bagian selatan, barat dan timur.. 4 penyihir sedang melakukan sihir yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan sihir itu sepenuhnya.


Itu adalah sihir pelindung 4 penjuru.. Sihir pelindung yang dibuat untuk melindungi kota Kander dari gempuran pasukan iblis. Sihir itu akan menyelimuti kota seperti selaput tipis yang bercahaya.


"Meski tidak cukup efektivitas, setidaknya itu bisa menahan pasukan iblis yang menyerang bersamaan nantinya." Kata Depone.


"Hah ah ahhh.. Huff.. Kenapa sih iblis-iblis menyerang." Alista cemberut sambil mengomel.


"Hentikan sikap bodohmu itu.. Lakukan saja tugasmu." Judy menepuk punggung Alista sangat keras.


"Bibi.. Sakit tau.. Aduh!" Aliasta berteriak kesal.


Karena suasana yang serius itu, sikap Judy yang memukul Alista setidaknya bisa menenangkan Alista yang tadi terlihat tegang dan agak takut.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


-----------------------------------------------------


Visual look ras shed yang memiliki gen rubah ekor sembilan yang ada di dalam cerita..

__ADS_1


Cat. Bentuk ekor dan telinga mereka berbeda tergantung gen hewan yang melekat pada diri mereka.



__ADS_2