The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 7 - Insiden


__ADS_3

*Lanjutan flashback


Seperti yang diharapakan dari kesatria suci, cukup beberapa hari latihan menggunakan imperium mereka sudah bisa mengubah imperium tersebut menjadi sihir dan menyatu dalam diri mereka sendiri.


Latihan yang dijalanipun semakin berat mengingat beban mereka yang harus segera mereka laksanakan. Jikat tidak, invasi yang dilakukan oleh klan Iblis akan semakin meluas dan akan semakin banyak korban berjatuhan. Hari ini untuk pertama kalinya mereka masuk ke dalam labirin untuk menghadapi monster, tapi karena persiapan yang matang sebelumnya membuat mereka bisa dengan mudah mengalahkan monster dari labirin kelas bawah yang ada di level 10.


Setiap hari mereka harus latihan dan menghadapi monster secara langsung agar kekuatan mereka semakin meningkat secara signifikan. Seperti halnya hari ini setelah mereka keluar dari labirin tersebut.


Beberapa prajurit kerajaan yang menemani mereka terlihat kewalahan menghadapi monster dalam labirin tapi tidak dengan kesatria suci. Mereka cukup senang bisa bertarung dengan kekuatan penuh melawan para monster tersebut.


Tampak mereka semua keluar dari gerbang labirin setelah berhasil menuntaskan misi latihan mereka hari ini. Bisa dibilang para kesatria suci sudah mulai akrab satu sama lain mengingat mereka adalah tim dan harus bekerja sama untuk bisa mengalahkan klan Iblis. Apa lagi sudah hampir 2 bukan mereka berada di dunia ini.


"Tuan Eros.. Saya ingin bertanya, sejak kapan Labirin ini muncul?"


"hm.. Saya tidak tahu pastinya Tuan Arthur. Sepertinya itu terjadi sudah lebih dari sekitar 800 tahun yang lalu." Jelas Eros Lopnika.


"Labirin muncul bersamaan dengan dimulainya Invasi dari klan Iblis. Tidak ada yang tahu apa hubungan Labirin ini dengan klan Iblis yang pasti semua monster yang berada dalam labirin tak bisa keluar dari labirin itu sendiri karena semacam sihir khusus. Jumlah lantai terbawah dari labirin juga belum diketahui hingga saat ini."


"Oi kutu buku, siapa yang menyuruhmu menjelaskan hal itu.. Cih.." bentak Rinto kepada Richard yang mencoba menjelaskan tentang Labirin kepada Arthur.


"Hebatt.. Bagaimana Kak Richard bisa tahu hal itu?" Rebecca terlihat antusias dengan penjelasan Richard.


"eh.. Hehe, Aku tidak sengaja membaca buku di perpustakaan kerajaan tentang labirin."


Meski dikatakan kesatria terlemah, Richard sangat suka membaca dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama buku diperpustakaan kerajaan ketimbang berlatih bersama yang lain.


Richard berjalan sambil menggaruk kepalanya karena malu atas pujian Rebecca padanya.


"Sebaiknya kau berdiam diri saja dan tidak usah ikut dengan rombongan ini.. Dasar sampah." sekali lagi Rinto kesal dengan prilaku yang ditunjukan oleh Richard.


Mereka semua berjalan kembali menuju Istana kerajaan Inggram. Perjalanan ditempuh setengah hari dengan berjalan kaki dan cukup 5 jam jika mengendarai kuda.


"Ne.. Ne.. .. Tuan Eros, sebaiknya besok kita mengendarai kuda saja." Ivy mengeluh karena kelelahan.


"Tidak, kita akan tetap jalan kaki." Tegas Eros Lopnika.


"hehhh.. Kenapa? Bukankah dengan kuda kita lebih cepat sampai?"


"berjalan kaki seperti ini juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh kalian.. Jadj ini juga termasuk latihan." Tegasnya sekali lagi.


Wajah Rebecca dan Ivy seketika cemberut karena harus berjalan seperti ini tiap hari.


"Jika kau ingin, saya bisa menggendongmu."


"Eh, yang benar Paman?"

__ADS_1


"Iya tentu saja."


Dengan senang hati Rebecca si anak manja naik ke punggung Gree Gildarts salah satu pahlawan suci yang tampangnya seperti om-om yang sudah tua meski usianya masih 27 tahun. Dengan usia tersebut membuat Gildarts sebagai kesatria suci tertua diantara yang lain.


Gree Gildarts di anugrahi dengan gelar 'Ferrum' dengan senjata Kapak besar dan jenis imperium miliknya adalah Logam.


Gree Gildarts dikehidupan sebelumnya adalah seorang binaragawan. Itulah sebabnya dia terlihat kekar dibanding dengan kesatria lainnya. Meski bertubuh besar dan kekar tapi hatinya sangat lembut, dia sangat suka anak kecil terlebih saat adik perempuannya meninggal 5 tahun yang lalu. Gildarts sangat dekat dengan anak-anak, itulah yang menyebabkankan Gildarts sangat perhatian dengan Rebecca yang sangat manja.


"Jahat.. Hanya Rebecca yang digendong. Aku juga mau." cuit Ivy yang terlihat iri dengan Rebecca.


"Maaf yah Ivy, saya hanya punya satu punggung."


Ivy semakin cemberut mendengar hal itu.


"Ivy sudahlah, ayo jalan sebentar lagi juga sampai."


"Ne Arthur.. Gendong aku dong."


"Jangan bercanda, aku juga lelah. Apa lagi harus menggendongmu, kamu pasti berat." balas Arthur mengelak.


"Apa kau bilang? Art... Thurrr.." Ivy tersulut amarahnya saat dikatakan berat oleh Arthur.


"e.. permisi Ivy.." ucap Richard.


"ehh.. E.. Anu.. Aku."


Belum selesai Richard membalas ucapan Ivy, tiba-tiba Smits mendekati Ivy dan menawarkan punggungnya.


"Eh.. Smits.."


"Ayo cepat naik, sebelum aku berubah pikiran." ucap Smits membungkuk dihadapan Ivy.


Ivy tersipu malu, meski canggung tapi dia akhirnya naik ke punggung Smits.


Langit sore terlihat, akhirnya mereka semua sampai di Istana dan mulai beristirahat.


Di dunia ini tidak ada hiburan malam seperti cafe, diskotik atau yang semisal. Mungkin untuk sebagian pria hidung belang tersedia rumah bordil atau tempat prostitusi. Ada juga bar tempat makan dan minum yang menyediakan kamar penginapan.


Sepertinya beberapa kesatria suci malam ini berencana untuk berangkat menuju ke bar untuk minum minuman keras dan makan malam. Hal ini sudah biasa bagi mereka semua mengingat usia mereka sudah diatas rata-rata.


Richard sempat di ajak juga oleh Arthur tapi sepertinya Arthur lebih tertarik menghabiskan malamnya di perpustakaan kerajaan. Sepertinya dia menemukan sebuah buku yang menarik perhatiannya terkait dengan pengetahuan tentang dunia tempatnya saat ini berada.


Sedang asyik-asyiknya membaca buku bercahayakan lilin, dari belakang seseorang menyentuh pundaknya. "Tuan Richard."


Richard berbalik ke sumber suara dan melihat wanita cantik berambut pirang dengan pakaian cukup sexy menggodanya. "Nona Teresia."

__ADS_1


"Hai Tuan Richard, apa yang sedang anda lakukan?"


"ah, ini.. Saya sedang membaca buku." Richard tampak tidak nyaman dengan kedatangan Teresia.


Teresia salah satu pelayan di Istana ini, sudah seminggu ini Teresia berusaha mendekati Richard dan mencoba mengambil perhatiannya.


"Buku apa yang sedang anda baca Tuan?" ucapnya sambil menyentuh pundak dan leher Richard bermaksud menggodanya.


"eh.. I.. Ini buku tentang kristal blueye." Richard menjawab dengan terus berusaha melepaskan tangan Teresia yang masih saja menyentuh lehernya.


Mereka akhirnya terlibat percakapan malam itu, meski awalnya canggung tapi Teresia mampu membuat Richard jadi nyaman dan bercerita banyak tentang dirinya kepada Teresia. Bahkan mereka tampak sangat dekat, lalu mengambil keuntungan dari kedekatan itu Teresia masih mencoba untuk menggoda Richard.


Richard kembali tidak nyaman dengan prilaku Teresia, entah kenapa dia langsung mengatakan. "Maaf Nona Teresia, Saya menyukai seseorang. Saya tidak bisa."


Teresia diam dan menghentikan ulah jahilnya. "Baiklah.."


"Bisakah kau meninggalkan aku sendiri." ucap Richard.


"Tentu saja Tuan.." Teresia berdiri dari tempat duduknya dan perlahan menjauh dari Richard.


Bersamaan dengan perginya Teresia dari hadapan Richard, tiba-tiba pandangan Richard berkunang-kunang. Tubuhnya mulai lemas dan kesadarannya perlahan menghilang, hingga dia terjatuh dari tempat duduknya tak sadarkan diri.


Bunyi cuitan burung yang terbang bebas di sekitar Istana karena Inggram membangunkan Richard yang tertidur dengan pulas. Dia membuka mata, pandangannya masih kabur.. Setelah beberapa saat dia bangkit dari tidurnya dan mulai memperhatikan sekitar ruangan.


Richard tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam dan dia tidak yakin apakah dia masuk kedalam kamar. Ingatannya masih kabur sampai seorang wanita yang tidur disebelahnya bangun dan melihat Richard. Wanita itu histeris karena terkejut melihat Richard yang tidak mengenakan pakaian apa-apa begitupun dengannya.


"ehhhhhhh... Nona Teresia.." ucap Richard terkejut.


"tiidaakkkk.. Apa yang telah anda lakukan padaku Tuan Richard.."


"ha? Tidak. Tidak ini salah paham.. Aku tidak mungkin melakukan ini."


Tersadar akan keadaan Richardpun panik dan berusaha menjelaskan situasi. Kerasnya suara Teresia membuat prajurit yang berjaga di dalam Istana mendengar dan berlari menuju sumber suara. Tak lama pintu kamar tersebut didobrak oleh 2 orang prajurit.


Didalam kamar tersebut kedua prajurit itu terkejut melihat Teresia yang histeris sambil memegang selimut menutupi tubuhnya, di samping Teresia tampak Richard yang masih kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.


"Tooolongggg.. Tolong aku prajurit. Dia.. Dia telah memperkosa diriku." teriak Teresia.


"hah! Tidak.. Tidak. Tidak.. Tidakkk itu tidakk mungkin." Richard berusaha menjelaskan situasi dengan panik sementara Teresia terus menyalahkan Richard.


Di tengah kegaduhan, para kesatria suci yang lain dan beberapa kesatria istana dengan panik mendatangi sumber suara. Dilihatnya Richard salah satu kesatria suci duduk di atas kasur yang sama dengan Teresia yang sedang memegang selimut dan menangis.


Sementara itu Richard yang tak mengenakan apa-apa tambah panik melihat teman-temannya masuk ke dalam kamar dan memergoki dirinya yang telah memperkosa seorang pelayan Istana.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2