
Suara angin yang menggerakkan dedaunan yang bergerak hingga terdengar nyaman di telinga siapapun yang mendengarkan. Apa lagi hembusan angin sepoi-sepoi yang menyambar begitu menyejukkan, sungguh membuat nyaman.
"Oioi.. Seharusnya kalian juga membantu. Dasar wanita.." Rinto mengeluh kepada 3 orang kesatria suci yang merupakan wanita di antara mereka.
"uuwweeeekk." Rebecca mengejek Rinto.
"Cih.."
"Jika Elizabeth mendengar hal itu dari mulutmu, pasti dia akan kecewa." Kata Diana sambil menatap cuek ke arah Rinto.
Sekilas Rinto langsung mengingat istrinya.. Putri kerajaan Inggram. Rinto langsung diam dan kalem begitu Diana mengatakan tentang Elizabeth.
"Suami-suami takut istri." Ledek Arthur.
"Sialan.. Woi Arthur kenapa kau malah ikut-ikutan.." Rinto berteriak sambil mengenakan zirah baja miliknya.
"Hehe.. Bercanda. Sudah sudah.. Hehe." kata Arthur tertawa ringan sambil menggaruk punggungnya.
Di tengah candaan mereka.. Seorang kesatria kerajaan Inggram mendekat. "Tuan-tuan.. Sepertinya kita sudah bisa berangkat."
"Oh.. Baiklah.. Saatnya kita melanjutkan perjalanan." Kata Arthur.
Mereka semua lalu menaiki kuda sedangkan para wanita menaiki kereta kuda yang di kendalikan oleh Gildarts bersama dengan salah satu kesatria kerajaan Inggram.
Sementara itu..
Ditempat tujuan mereka..
Ibu kota kerajaan Celestial..
Di dalam istana kerajaan Celestial, di suatu ruangan. Ruangan itu agak gelap karena pencahayaan yang kurang, satu-satunya cahaya yang terlihat adalah cahaya yang memproyeksikan peta daratan Neverland..
Itu adalah sihir visual dari salah satu penyihir kuat kerajaan bernama.. Edgard Yugdrsil Penyihir muda yang telah mendapatkan keanggotaan dari konsulat sihir lockdown. Ia berhasil menjadi anggota konsulat sihir di usia 22 tahun.
Menjadi anggota konsulat artinya sama saja dengan mendapatkan pengakuan seluruh daratan Neverland sebagai penyihir kuat dengan kekuatan di atas rata-rata penyihir biasa.
Di ruangan itu juga terlihat raja dari kerajaan Celestial. Sebastian William Copenhart beserta menteri dan para kesatria besar.
Mereka sedang mengawasi peta visual yang terbuat dari sihir cahaya itu. Di peta itu menggambarkan daerah mana saja yang saat ini sedang berperang dan bertahan melawan klan Iblis.
"Tuanku.. Sepertinya klan iblis mulai serius!" Salah satu kesatria besar berbicara.
__ADS_1
"Iya.. Ini akan jadi masalah." Gumam Wiliam.
"Jika sudah seperti ini, kita harus mempersiapkan para kesatria suci." Salah satu kesatria yang lain juga berbicara.
"Itu sudah pasti,.." Balas Wiliam sambil meletakkan kedua tangannya di dagu tampak sedang berpikir.
"Mawr, apakah sudah ada kabar dari para kesatria suci?" William lalu bertanya kepada salah satu kesatrianya.
"Siap.. Belum ada tanda-tanda tentang kedatangan mereka tuan." Balas kesatria itu sembari hormat kepada sang raja.
Saat ini, sementara raja William sedang berdiskusi dengan para kesatria dan menteri kerajaan.. Para kesatria suci sedang mengendarai kuda dan mengarah ke kerajaan Celestial, mereka masih sangat jauh dari ibu kota kerajaan.
Di tengah perbincangan serius, seorang kesatria biasa masuk ke dalam ruangan. Kesatria itu tunduk dan berlutut. "Maaf mengganggu Tuan."
"Ada apa?" Tanya Wiliam.
"Baru saja ada pesan dari kerajaan Nusantara yang di kirim menggunakan burung elang."
"Apa isi pesannya?"
Kesatria itu lalu membacakan pesan itu di depan raja dan seluruh orang yang ada dalam ruangan.
Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui jika.. Pasukan bantuan aliansi meja bundar yang dikirim untuk membebaskan pulau irian malah dikalahkan dengan mudah.. Dan yang paling membuat mereka syok adalah ketika mendengar nama Lucifer sang dosa kesombongan.
"Sialan, mereka benar-benar sudah bergerak."
"Sial.. Sial.."
Semua orang dalam ruangan bereaksi.
"Begitu rupanya." Kata Raja Wiliam mencoba tenang.
"Tuanku.. Sesuai pergerakan yang telah kita prediksi sebelumnya. Sekarang 6 dosa besar sudah ikut campur kembali, sama seperti sebelumnya.. Yang pertama saat di dalam labirin, Rever Block menyerang para kesatria suci dan mengakibatkan kesatria Ignis harus mati.. Kedua insiden di wilayah lain, ketiga penyerangan para kesatria di arah selatan daratan lalu sekarang.. Di wilayah kerajaan Nusantara." Seorang kesatria besar menjelaskan situasi genting saat ini.
"Ya.. Memang benar.. Ini adalah saatnya.. Sama seperti sebelumnya. Kita harus menggunakan kesatria suci." William berdiri dari kursinya.
"Maaf Tuan.. Masih ada pesan selanjutnya dari raja Jolang." Kesatria yang berlutut tersebut kembali mengingatkan.
"Lanjutkan.." Kata Wiliam menyuruh kesatria itu untuk menyelesaikan isi dari pesan yang diberikan oleh kerajaan Nusantara.
"Siap.. Selanjutnya.. Raja Jolang mengatur strategi untuk mempertahankan pulau cebes yang akan di serang hari ini oleh klan iblis. Pasukan itu berjumlah 100.000 pasukan.. Yang akan langsung di kirim ke pulau cebes dan yang memimpin pasukan itu adalah.. Komandan tertinggi pasukan kerajaan Nusantara Rein Wijaya. " Jelas kesatria yang berlutut itu.
__ADS_1
"Apa!?" William menggebrak meja.
Semua orang terkejut melihat ekspresi Wiliam.
"Sialan.. Jolang, kau terlalu terburu-buru." kata Wiliam.
"Tuanku.." Seorang kesatria berziarah emas mendekat.
"Iya.. Aku tau." Wiliam seolah mengerti apa yang dimaksud dari kesatria itu.
Ada kekhawatiran yang mengganggu Wiliam saat ia mendengar keputusan Raja Jolang.
"Tuanku.. Selanjutnya. Raja Jolang meminta agar konferensi meja bundar harus segera dilakukan, guna membahas masalah yang saat ini menimpa kerajaannya." Kata kesatria yang berlutut tersebut masih membaca pesan dari raja Jolang.
"Tch.. Jika sudah begini, konferensi meja bundar memang harus dilakukan." Wiliam sambil menatap tajam ke arah depan memikirkan sesuatu.
"Apa yang kau pikirkan Jolang.. Dengan mengirim pasukan sebanyak itu ke pulau cebes dan memperlemah pertahanan di ibu kota kerajaanmu.. Apa lagi kau juga mengirim kesatria tangan kananmu sebagai pemimpin pasukan yang menuju ke pulau cebes.. Saat ini istana kerajaan menjadi sasaran empuk untuk di serang oleh para iblis itu. Sial.."
William mengumpat dalam hatinya.
Bukan tanpa alasan kenapa raja Wiliam tampak risau karena keputusan yang di ambil oleh raja Jolang. Menurut raja Wiliam keputusan itu sangat beresiko mengingat pertahanan ibu kota kerajaan saat ini harus diperketat karena jika ibu kota berhasil di rebut maka kerajaan sudah pasti runtuh.
Yang paling fatal menurut Wiliam adalah mengirimkan kesatria agung atau tangan kanan langsung sang raja yang merupakan kesatuan terkuat kerajaan menuju garis depan. Saat ini.. Ibu kota kerajaan Nusantara benar-benar dalam pertahanan terlemahnya.
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
Visual look seragam/zirah kesatria biasa kerajaan Celestial dalam cerita..
__ADS_1