
"Chichichichi... Menarik sekali." Bellzebub menyeringai sambil tertunduk memegang lengannya yang penuh dengan darah.
Sebuah goresan panjang menebas lengan kirinya, kulit kerasnya yang di lindungi oleh cangkang besi berhasil di tembus dengan serangan balik yang tak sempat ia hentikan. Richard menyerang menggunakan belati panasnya, Serangan balik itu tidak sempat dihindari oleh Bellzebub karena dengan kelincahan yang Richard miliki, ia mampu menghindar dari serangan awal Bellzebub sambil menyerang balik Bellzebub yang lengah.
"Kurang ajar.. Manusia..." Crokus menjadi marah melihat darah yang mengalir dari lengan tuannya. Ia mengepalkan tangan sambil mengeluarkan aura kuatnya sambil mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
"Tenanglah Crokus.. Aku tidak apa-apa chichichi.." Ucap Bellzebub. "Aku hanya ingin mengukur kekuatan manusia ini dan sekarang.. Aku jadi semakin ingin menjadikannya makan malam.. Tentu saja manusia ini akan menjadi yang makan malam mewah untuk ku." Bellzebub berbalik menatap Richard dengan aura penuh, hal yang membuat Richard sedikit merinding karenanya.
Richard memutuskan mundur beberapa langkah karena merasakan ancaman berbahaya dari aura Bellzebub, ia tahu jika luka yang ia berikan kepada Bellzebub tidak ada apa-apanya. "Iblis ini.. Dia seperti Rever." Benak Richard saat merasakan aura yang keluar dari Bellzebub.
Saat ini di hadapan Richard, berdiri 3 iblis level atas. Ia tak lari dan tak segan dengan apa yang ia hadapi karena ia tahu jika ia lari, para iblis itu tetap akan mengejarnya. Apa lagi Richard harus memberikan waktu yang lebih banyak agar rombongan Kakek Dwarf bisa kabur lebih jauh dari tempat ini berbahaya ini.
Tempat ini masih sangat kacau, karena serangan memang belum berakhir malam ini. Di tengah-tengah kekacauan, sepertinya pertarungan hebat akan terjadi.
"Tuan.. Biar aku yang menghidangkannya untukmu!?" Crokus menunduk di samping Bellzebub dengan penuh amarah sambil menatap Richard.
"Lemaskan dirimu Crokus.. Aku sendiri yang akan menghidangkan makan malamku.. Chichichi." Jawab Bellzebub yang menjilat darah dari lengannya.
Di saat yang bersamaan, tepat di tengah-tengah mereka. Seorang pria terhempas akibat serangan kuat dari arah kiri, hempasan itu menghancurkan beberapa bangunan yang telah hancur sebelumnya. Richard dan para Iblis berbalik melihat hal gaduh itu dan perhatian mereka tertuju pada iblis lain yang hadir tiba-tiba dari arah kiri dan langsung menunduk di hadapan Bellzebub. "Tuanku.. Maaf, aku tidak mengira anda bisa berada di tempat hina ini." Ucap iblis berbadan kekar itu.
"Gorgeus... Chichichi, sepertinya kau sedang berenang-senang!" Balas Bellzebub.
"Huh.. Pria itu." Richard melihat ke arah hempasan, tepat di reruntuhan bangunan sebelah kanan. "Pege kah!" Lanjutnya kala ia melihat pria lain dengan zirah dan pedang besar yang mencoba bangkit.
Sementara itu, Bellzebub langsung mengalihkan pandangannya kepada Pege yang masih tersungkur disebelah kanan, tepat di reruntuhan bangunan. "Aura ini.. Aku sangat mengenalnya.. Chichichi.. Menarik, sangat menarik.. Kesatria suci rupanya.. Chichichi." Ucapnya tertawa kegirangan.
Para iblis bawahannya pun terkejut atas apa yang dikatakan oleh Bellzebub, karena pada dasarnya mereka tidak bisa mengenali Pege sebagai kesatria suci. Bellzebub yang sudah sering bertarung dengan kesatria suci di masa lalu sangat mengenal aura khas mereka, sehingga ia dapat dengan mudah mengenali aura dari kesatria suci.
Berbeda dengan Pege, meski telah mengukur kemampuan Richard sebelumnya tapi Bellzebub tidak bisa mengidentifikasi identitas Richard yang juga merupakan seorang kesatria suci, mungkin karena aura Richard yang sudah tercampur dengan aura monster dan aura lain dari kekuatan yang telah ia dapatkan selama berada di dalam labirin.
Lalu tak lama setelah bangkit Pege mulai memperbaiki posturnya, ia memegang kembali pedang besarnya yang ikut terhempas dengannya. "Huh..." Ia melirik keempat iblis yang saat ini berada di sebelah kanannya, sementara Richard berada di sebelah kirinya.
Pege sejak tadi terlibat pertarungan hebat dengan salah satu Iblis tangan kanan Bellzebub bernama Goergeus. Pertarungan mereka sangat sengit dan terlihat seimbang, hanya saja Pege yang mulai kelelahan berhasil dihempaskan cukup jauh hingga sampai berada di tempat ini.
"Ceroboh.." Ucap Pege ketika bangkit sambil menampar pipinya.
"Ah, dia bisa bicara." Kata Richard dalam hati, pasalnya baru kali ini dia mendengar suara Pege, bahkan saat mereka masih latihan bersama di istana kerajaan Inggram.
Dan sesaat kemudian..
Ledakan aura terjadi, aura hitam pekat dari Pege memenuhi tempat ia berdiri. Dengan tatapan tajamnya, ia menggenggam pedang besar dengan dua tangan dan langsung menerjang ke arah 4 iblis yang berada di sebelah kanannya.
Sebuah tebasan menyamping langsung menyasar ke empat iblis itu, sesaat kemudian serangan beratnya di tahan menggunakan tangan oleh Crokus. "Apa yang kau lakukan hah!? Kesatria suci!??? Kekuatan mu ini masih jauh dari kata cukup bahkan untuk mengalahkan cecunguk seperti Mosqito." Ucapnya sambil menghantam dengan tinju berat ke perut Pege yang kemudian terhempas kebelakang.
"Huh... Apa yang kau katakan Crokus.." Sambil mengatakan hal itu Mosqito langsung menyerang dengan serangan jarak jauh yang membuat Pege kembali terhempas, tapi ia dengan gesit menghindari serangan itu meski ia terkena dan terluka.
Pege dibuat tak berkutik dengan serangan combo dari dua iblis tangan kanan Bellzebub.
"Oi oi, kalian berdua.. Orang itu, kesatria suci atau bukan. Dia tetaplah mangsaku.." Ucap Gorgeus yang sejak tadi terlibat pertikaian dengan Pege.
Pege kembali berdiri, ia tetap bisa bertahan meski ia terkena serangan yang cukup kuat dari Mosqito dan Crokus.
"Huhh.. Hei, katakan padaku! Apakah kesatria suci yang lain juga berada di tempat ini. Jika iya maka aku beruntung.. Chichichi. Aku bisa mengambil alih tugas Rever untuk mengurus kalian semua.. Chichichi.." Ucap Bellzebub merendahkan Pege yang terlihat kewalahan hanya dengan dua serangan.
Dengan cepat Bellzebub menghilang, kini ia telah berada di depan Pege yang bahkan tidak siap dengan datangnya serangan. Pege pun mendapatkan tendangan tepat di dagu dan membuat dia terhempas ke atas, tak sampai di situ Bellzebub memegang kaki kanan Pege dan melempar Pege ke arah Richard yang masih berdiri.
Richard tidak bergeming, dengan tenang ia menahan tubuh Pege yang mengarah padanya. Dan seketika Richard terhempas ke tanah hingga retak dan meninggalkan lubang cukup besar.
Richard terhempas bukan karena Pege tapi karena Richard terkena serangan pukulan dari Crokus yang menerjang dari atas saat perhatiannya teralihkan.
Sekarang Gorgeus ikut menyerang, sasarannya dari awal tidak lain adalah Pege yang masih sempoyongan. Meski begitu Pege berhasil mengembalikan keseimbangan dan mampu bertahan dan memberikan perlawanan atas serangan Gorgeus. Hal itu membuat mereka bertarung dan saling menyerang dan bertahan.
Di sisi lain, Richard yang tergeletak di seret ke atas langit oleh Crokus. Saat tersadar dari hal itu, Bellzebub telah menantinya di atas dan sambil tersenyum. "Ini adalah balasan atas luka yang aku terima.... Magica mori: mors ictu."
Kepalan tangan Bellzebub bercahaya dan ia langsung melayangkan pukulan itu ke arah Richard yang terhempas ke arahnya. "Gawat!!" Kata Richard yang terdesak.
"Mati kau!! Chichichi..."
Sementara itu, beberapa saat sebelum hantaman itu terjadi. Di arah bawah, Pege yang terus bertahan mendapatkan serangkaian luka dari serangan jarak pendek Georgeus dan serangan jarak jauh Mosqito. Ia bertahan dengan kekuatan fisiknya, lalu saat ia memejamkan mata.
"Surge .. reos equites Romanos in tenebris." Seusai mengatakan hal itu, Aura Pege meningkat drastis dari sebelumnya.
Sontak saja para iblis terkejut, pun dengan Bellzebub yang akhirnya sedikit lengah. Hal itu memberikan Richard momentum untuk melakukan manuver dan menghindari pukulan Bellzebub.
Pukulan yang mengarah ke wajah Richard berhasil ia hindari akibat ledakan aura Pege dari bawah.
Lalu, setelah mengeluarkan aura hebat. Pege bergerak cepat ke arah Mosqito yang menyerangnya dari jarak jauh. Hanya dengan lengan besarnya Pege mampu meremas wajah Mosqito dan menghempaskan Mosqito ke tanah dengan cukup keras.
"Sejak kapan dia..!?" Ucap Georgeus yang terkejut. Dan sesaat kemudian, Pege sudah berada di depannya sambil melayangkan pukulan yang mampu di tangkis dengan kedua tangan oleh Georgeus, pukulan itu membuat ia mundur beberapa meter.
__ADS_1
Sementara itu Richard yang berhasil menghindar dari pukulan Bellzebub mencoba menjaga jarak dan mengawasi Pege dari atas, ia melayang dengan kekuatan apinya.
"Chichichichi... Luar biasa. Ternyata sudah sejauh ini perkembangan kesatria suci." Ucap Bellzebub kala merasakan aura Pege yang menggebu-gebu.
Secara perlahan Bellzebub yang melayang mulai turun dan pandangannya beralih ke arah Pege, ia tak lagi melirik Richard.
"Chichichi.. Menaklukkan kota Lockdown dan membunuh kesatria suci.. Sungguh hadiah luar biasa untuk raja iblis.." Bellzebub berteriak sambil mengangkat kedua tangannya.
Dengan kekuatannya, Pege menerjang ke arah Bellzebub tapi belum sampai ia ke depan Bellzebub. Georgeus malah menghentikan Pege dari depan sambil menggenggam kedua bahu Pege. "Ini belum berakhir.." Ucap Georgeus tersenyum.
Mereka berdua terlihat saling dorong bagaikan atlet sumo yang sedang bertanding, mereka sama-sama mengerahkan kekuatan terbaik mereka saat ini. Tapi sayang, Pege kembali mendapatkan gangguan dari iblis yang sesaat tadi berhasil ia hempaskan.
Adalah Mosqito yang bangkit dengan luka lecet diwajahnya. "Aarrggg... Manusia..." Ucapnya sambil terbang ke arah Pege menukik tajam.
"Acus veneno Forum." Ucapnya sembari menyerang dengan sengat yang ada di lengannya.
Pege tak bisa bergerak karena genggaman kuat dari Georgeus dan sesaat kemudian ia membanting Georgeus ke tanah dan meraih lengan Mosqito, setelah itu Pege menghantam kembali Mosqito dengan tinju yang telah dia aliri kekuatan kegelapan miliknya. Pukulan itu menghancurkan kepala Mosqito dan Mosqito tewas dengan kepala yang hancur hanya dengan sekali pukulan keras.
"Succendam in exitium." Ucap Pege setelah mengeluarkan pukulan kuat itu.
Sementara itu, Georgeus terlihat tak sadarkan diri setelah dibanting dengan kekuatan penuh Oleh Pege.
"Chichichi... Chichichi.. Hebat.. Sangat hebat." Bellzebub terlihat sangat puas atas apa yang ia lihat.
"Ahh.." Richard yang masih menjaga jarak juga tersenyum. "Sial, sejauh mana mereka berkembang." Ucapnya sambil menyinggung para kesatria suci yang lain kala melihat peningkatan kekuatan Pege di depan matanya.
Tak berselang lama setelah kematian Mosqito, dari arah depan Crokus menerjang dengan kekuatan penuh ke arah Pege.
Pege yang masih berdiri kemudian mencoba menahan serangan tiba-tiba itu dan gagal karena serangan itu lebih cepat dari yang dia duga. Sebuah pukulan yang membuat zirah besinya pecah dan terlepas dari tubuh Pege, pukulan itu memberikan damage yang sangat besar untuk tubuh Pege sehingga ia terhempas kebelakang dengan cepat, tapi belum sempat ia terdorong. Crokus sudah beralih kebelakang dan kembali menyerang Pege dengan pukulan yang sama kuatnya. Pege muntah darah dan tersungkur sambil memegang punggungnya yang terluka.
Masih belum selesai dengan serangan itu, Crokus yang merupakan iblis terkuat tangan kanan dari Bellzebub kembali menyerang, sebuah serangan membabi buta membuat Pege kewalahan, ia bahkan tidak bisa bergerak dan mengelak.
Tak tinggal diam, Richard yang melihat hal itu langsung bergerak dengan niat membantu Pege tapi entah karena hal apa ia tak bisa bergerak dari tempatnya berada sekarang
Saat melihat ke bawah, Richard tersadar jika ia telah masuk dalam perangkap. "Jiahhhahaha.. Kau lengah!" Ucap iblis yang muncul tiba-tiba.
Iblis itu bernama Spred, salah satu Iblis tangan kanan Bellzebub yang mempunyai kemampuan bersembunyi dan menyerang saat Richard lengah dan fokusnya teralihkan ke hal lain.
"Sial.. Apa ini!?" Kata Richard telah terjerat oleh serat putih lengket yang sangat sulit dilepaskan.
"Aku adalah Spred, salah satu tangan kanan tuan Bellzebub.. Kau akan ma..."
Tepat sebelum Spred menyelesaikan apa yang ingin dia katakan, saat itu juga Richard dengan aura panasnya melelehkan benang serat dan langsung menerjang Spred dengan kecepatan roket miliknya.
Sementara itu..
Di sisi lain, Crokus yang terus mengamuk masih saja memojokkan Pege yang staminanya telah terkuras cukup banyak sejak tadi. Pukulan demi pukulan tak mampu Pege blok hingga tubuhnya penuh luka dan semua zirah besinya kini telah lepas dari tubuhnya.
Di saat bersamaan "Chichichi.." Bellzebub berjalan mendekati salah satu tangan kanannya yang telah mati di bunuh oleh Pege. Saat tiba di depan mayat tangan kanannya itu, tiba-tiba saja mulutnya terbuka cukup lebar hingga ia mampu menelan bulat-bulat mayat Mosqito dengan sekali santapan.
"Hm.. Lumayan untuk iblis tidak berguna." Jelas Bellzebub yang memegang dagu dan menerka rasa mayat dari tangan kanannya itu. "Setidaknya kau bisa berguna untuk dimakan Mosqito." Lanjut Bellzebub.
Saking rakusnya, Bellzebub juga menyantap iblis lain untuk memuaskan nafsunya. Apa lagi saat selesai makan kekuatannya juga akan meningkat, semakin kuat santapannya maka semakin kuat pula peningkatan kekuatan Bellzebub.
Sesaat setelah selesai menyantap Mosqito, Bellzebub menoleh ke arah kiri dan tepat di depannya Richard melayangkan pukulan yang berhasil membuat Bellzebub tertunduk, tak sampai di situ.
Tendangan ke atas membuat Bellzebub melayang di udara. Richard melompat dan mengambil ancang-ancang dengan kedua tangan lalu menghantam Bellzebub ke bawah dengan dua tangan yang ia kepal dengan kuat.
Bellzebub meluncur ke bawah, tapi berhasil memperbaiki postur tubuhnya sehingga dia mendarat dengan mulus sambil mengepakkan sayap untuk menghentikan daya dorong udara dari hantaman keras Richard.
"Ah.. Aku hampir lupa tentang dirimu." Kata Bellzebub yang tetap tentang setelah dia berhasil di buat terpojok. "Spred.. Ah bodoh! Aku merasa konyol sekarang karena memiliki tangan kanan yang tidak berguna." Umpat Bellzebub begitu melihat tubuh Spred yang terbelah menjadi dua.
"Ya.. Dan sebentar lagi adalah giliranmu!" Ucap Richard penuh percaya diri.
Dari arah kiri, Crokus muncul dengan tendangan menyamping yang hampir saja membuat Richard terhempas jika saja tidak sempat menghindar dengan refleks tubuhnya.
"Tuanku.. Maaf aku terlalu berenang-senang dengan kesatria suci itu." Ucap Crokus menghadang Richard.
Sementara di arah lain, Pege yang tak bisa bangkit tersungkur di tanah dengan darah dan luka memar di tubuhnya. Ia di buat tak berkutik oleh Crokus sejak tadi, mungkin jika dia hanya manusia biasa maka dia sudah mati sejak tadi.
"Wah wah.. Crokus, kau memang paling bisa diandalkan. Kau telah membuat makan malam pertamaku terlihat cukup lezat!" Ucap Bellzebub kala melirik Pege dengan penuh luka dibelakangnya.
"Coba saja.. Tidak akan ku biarkan!" Tegas Richard yang kembali menyerang Bellzebub tapi di hentikan lagi oleh Crokus.
"Percuma saja manusia.. Crokus adalah satu-satunya tangan kananku.. Chichichi.. Iblis lain yang telah mati hanyalah iblis bodoh yang tidak aku akui keberadaannya.. Hanya Crokuslah tangan kananku sesungguhnya." Tegas Bellzebub pada Richard yang terlibat pertarungan sengit dengan Crokus.
Dan setelah perkataan itu pertarungan hebat terjadi antara Richard dan Crokus.
Richard yang terbang menggunakan teknik apinya sementara Crokus menggunakan sayap hitamnya. Sebuah pertarungan udara yang terlihat sangat epik karena mereka berdua saling menyerang dan bertahan dengan cepat, mata dari orang biasa mungkin tidak akan bisa mengikuti pergerakan mereka berdua.
__ADS_1
Pukulan demi pukulan yang dilayangkan oleh keduanya berhasil dihindari dan di tangkis dengan sempurna. Sejauh ini tidak ada yang terkena serangan karena mereka berdua terlihat imbang dalam bertarung.
Selain adu fisik, ledakan aura dari pertarungan mereka juga memenuhi tempat itu. Membuat hentakan angin yang menerbangkan debu dan daun kering di sekeliling mereka.
"Magicae nigrae, pugnus mortis lactaberis." Setelah Richard mundur ke belakang untuk menjaga jarak, Crokus mengeluarkan sihir yang mempu menarik Richard hingga ia terhisap ke depan.
"Apa ini! Sial.." Ucapnya kala terhisap tepat ke arah pukulan Crokus. Dengan mengeluarkan Api dari kaki kanan dan memadatkan api tersebut, Richard berhasil bermanuver ke arah kiri dan mengeluarkan belati atau pisau miliknya. Ia melihat satu kesempatan dan tentu dengan cepat tak melewatkan kesempatan itu.
Richard berhasil melukai Crokus tepat di pergelangan tangan kirinya. Tak berhenti sampai di situ, ia kembali menyerang Crokus tapi kali ini Crokus yang malah melihat kesempatan dan menerjang Richard dengan tendangan yang berhasil dia tangkis dengan tangan kanannya.
Richard meluncur ke bawah karena tendangan Crokus cukup keras, meski begitu Richard berhasil mendarat meninggalkan bekas kala kakinya menyentuh tanah.
"Aarrgggg..." Satu kepakan sayap Crokus meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah Richard dan hal tak terduga pun terjadi.
"Mors calcitrant." Ucap Crokus sambil tersenyum.
Serangan sihir itu membuat Richard terhempas dan menghantam bangunan yang telah runtuh penuh api, bangunan itu sekarang tampak lebih berantakan saat Richard terhempas ke arahnya. Richard terkubur dalam puing-puing bangunan kayu yang terbakar.
Sebenarnya Richard bisa saja menghindar atau bahkan membalas serangan Crokus tapi ia dibuat tak bisa bergerak akibat di cengkram oleh Georgeus dari belakang hingga ia tak sempat menghindari serangan kuat dari Crokus.
Richard dan Georgeus terhempas bersama-sama dan menghantam bangunan puing yang sama.
"Chichichi.. Bagus sekali Georgeus." Ucap Bellzebub yang menyaksikan hal itu. "Hmm sepertinya aku harus membalas perbuatan manusia itu padaku.." Kata Bellzebub tersenyum.
"Sihir kematian : Hukuman bentuk ketiga.. super inspiratione." Ucap Bellzebub mengarahkan telapak tangannya ke arah reruntuhan Richard berada dan sebuah bola hitam yang menerjang dengan kuat ke arah reruntuhan itu.
Sesaat kemudian, ledakan kuat terjadi..
Ledakan itu memicu shock wave yang menumbangkan bangunan utuh dan pohon yang berada pada radius 200 meter dari lokasi ledakan terjadi. Reruntuhan itu pun hancur tak tersisa, tak terlihat tanda-tanda keberadaan Richard apa lagi Georgeus yang mengorbankan nyawanya untuk menahan pergerakan Richard. Ledakan itu pun meninggalkan bekas seperti bekas jatuhnya meteor yang membuat tanah berlubang cukup dalam.
"Crokus!" Bellzebub terkejut kala melihat Richard dari arah atas meluncur ke bawah, ia memperingati Crokus yang terlihat lengah.
Crokus yang mengira Richard telah mati tak sempat bereaksi saat Richard melemparkan belati atau pisau miliknya sehingga pisau itu menembus mata kanannya. Crokus berteriak keras pada Richard yang saat ini ada di depannya dengan mencoba menahan serangan lanjutan Richard tapi pergerakan Richard yang lincah membuat Crokus tak bisa berbuat banyak. Di tambah luka yang ia derita di mata, membuat pergerakannya sedikit melambat hingga ia terkena pukulan telak. Sekali di perut, dan sekali di wajahnya.
Crokus terdesak sementara Richard masih menyerang sambil menghindari pukulan tak terkontrol dari Crokus. Pukulan atas dan bawah membuat Crokus semakin terdesak hingga ia mengepakkan sayap untuk mundur tapi belum ia melangkah jauh, Richard menggenggam lengan kirinya dan menarik Crokus ke arahnya sambil menekan pisau yang ia tancapkan ke mata Crokus hingga pisau itu menancap semakin dalam.
Richard menggenggam pisau miliknya dan mencabut pisau itu hingga darah terciprat dari mata Crokus yang telah rusak dan tak bisa melihat lagi. Ia cukup kesakitan akan hal itu, tak berhenti sampai di situ. Setelah Richard memegang pisau atau belatinya ia merobek salah satu sayap Crokus dan tak melepaskan Crokus saat Crokus mencoba mundur dengan kepakan sayap.
"Chiiiii.. Cukup!" Hanya dengan satu tendangan, Richard terdorong jauh ke belakang.
Bellzebub berhasil menjauhkan Richard dari Crokus yang sudah terluka parah. Bellzebub melirik tangan kanannya yang penuh luka itu, lalu mengalihkan pandangan ke arah Richard. Kali ini dia terlihat benar-benar marah dan aura yang sesungguhnya muncul dari iblis level dosa besar.
"Ini yang aku tunggu.." Insting bertarung Richard membuat ia tersenyum kala merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari Bellzebub.
Dan kemudian.. "Huh!" Richard tertegun karena tak menemukan Bellzebub di depannya.
"Zorre." Ucap Bellzebub yang kini ada di depan Richard.
Hal itu membuat Richard terhempas meski mampu menahan serangan Bellzebub dan sekali lagi Bellzebub bergerak mendekat lalu Richard terhempas kembali, setelah itu siklus penyerangan Bellzebub berulang.
Richard terhempas terus menerus karena hal itu, meski ia berhasil menahan serangan tapi entah kenapa ia tak bisa berhenti terhempas kesana dan kesini.
Sampai akhirnya ia melompat untuk menghindari serangan yang sama itu menggunakan lompatan api yang keluar dari kakinya. Bellzebub yang telah mengetahui gerakan Richard telah menunggu di atas dan dengan pukulan kuat Richard terhempas kembali ke bawah, kali ini ia tak berhasil menangkis sehingga ia terluka karena pukulan kuat itu.
"Manusia.. Kau adalah ancaman. Kau harus mati!" Ucap Bellzebub yang masih melayang. "Sihir kematian : Hukuman bentuk kedua.. frumenti pulvis." Dengan mengarahkan kedua tangannya ke arah Richard, sebuah lingkaran sihir tercipta dan ribuan bola-bola cahaya yang berukuran kecil menerjang Richard.
Richard mengelak tapi serangan itu ikut berbelok ke arah Richard sehingga ia terdesak dan terkena serangan itu. Serangan itu meledak sangat kuat saat menyentuh tubuh Richard, bukan hanya satu tapi ribuan bahkan jutaan bola-bola kecil itu menerjang dan meledak. Richard bagaikan berada di tengah lautan ranjau yang meledak satu persatu, ia tak sempat mengelak atau menangkis serangan kuat itu. Bahkan saat ia tersungkur pun, Bellzebub masih menyerang terus menerus dengan serangan kuatnya itu.
Serangan itu seperti hujan yang terus jatuh ketubuh Richard, hujan yang meledak begitu menyentuh tubuh dan tanah tempat Richard tersungkur tak berdaya.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-