The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 65 - Kebenaran Yang di Sembunyikan


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu..


Ketika tiba-tiba Rever Block muncul di hadapan Arthur.. Sontak saja hal itu membuat para kesatria suci yang lain bereaksi cepat kala merasakan ledakan aura kuat dari arah Arthur.


Mereka berenam yang sedang duduk menyantap ikan bakar langsung bergerak cepat menuju ke arah Arthur yang masih terpaku.


Tapi saat dilirik lagi, ternyata bukan berenam tapi hanya berlima. Rinto, Smits, Diana, Gildarts dan Leo bergerak cepat sedangkan Pege.. Ia terlihat menjauh dari teman-temannya.


Saat ini...


Ledakan hantaman imperium membuat retakan di sekitar tanah tempat pertarungan antara Pege dan Rever. Gerakan-gerakan cepat dan serangan kuat Rever bisa di atasi oleh Pege meski ia terlihat sangat kesulitan.


Berapa kali Pege terhempas ke belakang akibat menangkis serangan kuat dari Rever. Bahkan pohon pun ikut tumbang akibat hantaman kuat dari Rever.


Pege tidak sendiri, saat ini ia bertarung bersama dengan Arthur, Rinto dan juga Gildarts. Normalnya pertarungan 4 lawan 1 adalah sebuah keuntungan tapi tidak dalam kasus ini.


Bagaimanapun kekuatan Rever tidak bisa di anggap remeh bahkan serangan demi serangan semakin membuat Rever menjadi kuat.


Tak jauh dari lokasi pertarungan itu, Smits yang terluka di bagian kepala menggendong Leo yang pingsan akibat luka yang ia dapat dari Rever ke arah Diana yang mencoba mengembalikan kesadaran Rebecca.


Benar juga.. Saat ini Rebecca masih belum sadar. Ia masih diam akibat mentalnya terganggu saat Rever tiba-tiba muncul dari langit ke arah mereka.


"Rebecca.. Rebecca.. Sadarlah!!" Ivy yang memegang Rebecca terus saja memanggil namanya.


Sementara Diana mencoba melakukan hal yang bisa ia lakukan dengan sihir penyembuhan air miliknya.


"Diana!!" Smits mendekat.


Ivy yang melihat kemudian bangkit dan mendekati mereka berdua. "Smits!!.. Bagaimana keadaan Leo!?"


Leo pingsan karena memang dialah yang paling babak belur di antara mereka semua.


Tak jauh dari tempat mereka..


"Pege!! Awas.." Arthur berteriak melihat Rever mengeluarkan serangan jarak jauh.


Pege yang menjadi target serangan itu tak gentar malah menangkis dengan pedang besarnya. Serangan itu cukup berat hingga membuat ia terdorong ke belakang tapi pada akhirnya ia bisa mementalkan serangan itu.


Pege berlari ke arah Rever dan mengayunkan pedang besarnya tapi serangan itu masih bisa di hindari. Rever melompat ke langit, Arthur yang melihat celah juga melompat di bantu oleh kekuatan Rinto yang membuat pijakan batu besar ke atas. Rinto melakukan itu dengan imperium tanah miliknya.


Pedang Arthur dan tulang keras yang tajam dari Rever bertemu membuat ledakan imperium besar. Dari bawah Gildarts datang dengan mengayunkan kapak besarnya ke atas tapi lagi-lagi Rever berhasil menghindar.


"Tch.. Kita belum melukainya sama sekali.." Kata Rinto.


"Ch ch ch.. MESKI SUDAH MAIN KEROYOKAN TAPI HANYA SEGINI KEKUATAN KALIAN.." Rever mencoba mengintimidasi.


"Sialan.. Hebat juga Iblis 6 dosa besar itu!!" Arthur kembali bersemangat.


"Arthur.. Kita harus menyerangnya bersama-sama." Gildarts melihat Arthur.


"Iya.. Ayo kita serang.."


Tapi belum mereka bereaksi.. Pege malah menyerang sendiri. Ia berlari sambil menyeret pedang besarnya di tanah dan mengarahkan pedangnya ke arah Rever.


Pedang itu mengeluarkan aura hitam pekat yang kemudian menjadi serangan jarak jauh. Rever yang tak sempat menghindari serangan itu menangkis dengan kedua tangannya.


Serangan itu sangat berat hingga Rever akhirnya terluka tepat di bagian dada dan mengeluarkan darah.


"He-hebat!!" Gildarts tertegun.


"Pege.. Sialan, kau melampaui ku lagi."


Meski pendiam tapi Pege punya kekuatan yang bahkan melampaui Arthur. Awalnya yang memegang gelar terkuat di antara mereka memanglah Arthur dengan imperium cahaya miliknya tapi selama 4 bulan ini, Pege si pemalu malah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari para rekannya yang lain.


Dengan imperium yang berkebalikan dari imperium milik Arthur.. Pege mampu menjadi sosok kuat yang dapat di andalkan pada saat-saat seperti ini.


"Orang itu.. Aku pikir tadi dia lari!!" Rinto bergumam, pasalnya saat Rever muncul. Pege terlihat tidak ikut berlari ke arah Rever melainkan ke arah sebaliknya.


"Kesatria kegelapan!! Hahahaha.." Rever tertawa sesaat setelah terkena serangan.

__ADS_1


"Lumayan juga kau.. Bagaimana kalau kau bergabung dengan kami??"


Pege hanya diam, masih memasang kuda-kuda untuk menyerang.


Rever berdiri setelah ia terluka akibat dari serangan Pege, bersamaan dengan ia yang berdiri juga luka di dadanya sembuh seketika.


"Tapi.. Serangan ini masih belum ada apa-apanya!" Kata Rever.


"Hah!!!"


"Sialan iblis itu."


Arthur dan Rinto bergumam, mereka berdua mengerutkan dahi karena lawan mereka saat ini sangat kuat.


"Bagaimana menurutmu kesatria kegelapan? Bukankah menarik jika kau bergabung dengan kami.. Apa lagi.. Imperium milikmu itu sama persis dengan imperium para iblis." Rever tersenyum.


Itu benar, sebagai kesatria yang memiliki imperium kegelapan. Aura yang terpancar dari rubah Pege terasa seperti iblis, apa lagi jika ia tidak menampakkan diri. Mungkin jika ada merasakan auranya maka ia akan dikira bagian dari klan iblis.


Pege tidak merespon, wajahnya datar.


"Ayolah.." Rever masih mencoba.


Lalu, Pege yang memasang kuda-kuda bertarung tiba-tiba mundur ke belakang. Ia mengarah ke Arthur dan berisik ke telinga Arthur.


Arthur yang bingung memandang Pege dengan tatapan konyol.


"Eeeeeeee... Dia menolakmu!!" Kata Arthur menjawab pertanyaan Rever.


Seperti itulah Pege, bahkan menjawab pertanyaan lawannya saja ia tak bisa dan harus diwakili oleh Arthur.


"Oi serius!!! Begitu saja kau juga harus berbisik pada Arthur!!" Rinto membentak Pege yang melakukan hal konyol di saat-saat genting ini.


Gildarts hanya menatap diam sambil menganga...


"Hahahaha.. Menarik sekali!!" Rever tertawa lagi.


Tiba-tiba..


Rever yang tadi tertawa kembali memasang wajah seriusnya. Tangan Rever membeku saat ia memegang tombak itu. Ia lalu membuang tombak itu ke tanah.


"Smits.." Arthur melihat ke arahnya.


"Apa kalian tidak papa?" Tanya Smits kepada mereka.


"Haaa.. Seperti yang kau lihat."


"Bagaimanapun keadaan Leo?"


"Diana sudah mengobatinya saat ini."


Rever tiba-tiba melayang ke udara.. Ia kembali mengeluarkan aura amarahnya. Kali ini aura itu lebih pekat dari sebelumnya.


"Aku akan memperlihatkan kalian kekuatan dari iblis yang sebenarnya.." Mata Rever menyala.. Langit yang tadi biru menjadi hitam terlihat awan mendung di sekeliling mereka.


"Apa yang dia lakukan?" Arthur melihat Rever melayang.


"Sihir tingkat atas... Hukuman bentuk kedua... Quod poenam." Saat Rever selesai mengucap hal itu.


Dengan kecepatan cahaya, sebuah petir hitam menyambar dari langit. Itu adalah petir berukuran besar.. Petir hitam itu langsung mengarah pada mereka berlima.


"Awassss!!" Mereka belum sempat bereaksi saking cepatnya hingga.. Mereka berlima tersungkur di tanah dalam keadaan zirah yang mereka kenakan pecah.


Setelah serangan itu langit kembali menjadi cerah.


"Hahahaha.. Hanya seperti itu." Kata Rever.


Saat ini para kesatria suci terluka berat karena serangan itu. Bahkan Rinto pingsan dan yang terlihat hanya mata putihnya saja.


"Sial!!" Arthur mencoba bangkit. Zirah yang ia kenakan saat ini tidak lagi berbentuk dan sudah pecah menjadi beberapa bagian. Tubuhnya pun mengalami luka bakar, beberapa terlihat lebam dan menghitam.

__ADS_1


Pege juga belum mau kalah, ia juga bangkit dan berdiri di bantu dengan pedang besarnya.


Gildarts masih tersungkur, meski sadar tapi ia tidak bisa bergerak. Pun dengan Smits yang masih mencoba bangkit dengan sekuat tenaga.


"Aku sebenarnya hanya ingin mengobrol dengan kalian tapi jika sudah sejauh ini lebih baik aku menyingkirkan kalian lebih cepat!" Rever melayang turun ke tanah.


"Jangan bercanda.. Ini belum berakhir!"


"Aaa.. Aku lupa. Aku ingin memberitahukan sesuatu pada kalian. Ini bukan pertama kalinya aku menghadapi kesatria suci.. Selama aku hidup.. Aku sudah menghadapi 20 kesatria suci dari generasi ke generasi dan kalian adalah generasi ke 21." Kaki Rever menyentuh tanah, ia melihat para kesatria suci yang tak berdaya di depannya.


"Kalian juga harus tau bahwa.. Alasan kalian di panggil ke dunia ini sebenarnya adalah.. Untuk menguatkan kembali segel portal dimensi yang menghubungkan daratan ini dengan daratan para iblis."


"Apa yang kau bicarakan sebenarnya?" Arthur bangkit, ia bangkit sambil memegang perisai dan pedangnya.


Di sebelahnya, Pege yang mulai kembali mengangkat pedang tiba-tiba berlari ke arah Rever tapi sayang.. Hanya dengan satu serangan jarak jauh Pege terpental jauh.


"Oi.. Dengarkan lah dulu saat aku sedang berbicara. Jangan terlalu bersemangat seperti itu, serangan mu yang tadi itu hanya kebetulan bisa melukaiku." Kata Rever setelah membuat Pege terlempar tak berdaya.


"Pege!!" Arthur bergumam.


"Huh.." Rever menghela nafas.


"Pasti mereka yang memanggilmu ke dunia ini tidak mengatakan tentang hal ini bukan!?"


"Apa maksudmu?" Arthur bingung.


"Aku sudah katakan tadi.. Bahwa mereka memanggil kalian ke dunia ini untuk menguatkan kembali segel dimensi antara daratan ini dan daratan para iblis.. Dan.. Untuk melakukan itu, caranya sangat mudah." Rever tersenyum.


"Cukup degan kematian kalian." Rever tersenyum lagi.


"Hah!? Apa maksudmu iblis?"


"Dengarkan lah baik-baik bodoh!" Rever bergerak cepat ke arah Arthur lalu memukul wajah Arthur hingga Arthur tersungkur kembali ke tanah.


"Arthur!" Smits yang ingin membantu masih belum bisa bergerak banyak.


Rever mengangkat Arthur dengan mencekik lehernya.


"Kau pikir sudah berapa banyak kesatria suci yang di panggil ke dunia ini? Hah?"


"Mereka semua dipanggil hanya untuk di korbankan.. Karena jika para kesepuluh kesatria suci mati maka sihir kesepuluh kesatria suci akan aktif dan menyegel kembali portal yang menghubungkan daratan ini dengan daratan para iblis."


"Kalian semua telah dibodohi oleh mereka.. Hahahaha. Pada akhirnya, kalian semua akan mati." Perkataan itu cukup membuat syok para kesatria suci yang mendengarnya.


"Sekarang.. Aku akan membunuhmu dahulu!" Rever mengeluarkan tulang tajam dari telapak tangannya.


"K-kau bodoh.. Huh, ji-jika benar yang kau katakan itu, artinya jika kami mati di sini maka k-kau dan para pasukan mu tidak akan lagi bisa memasuki daratan ini." Kata Arthur dengan leher tercekik.


Itu benar, seperti yang dikatakan oleh Rever sendiri. Jika para kesatria suci mati maka sihir segel kesepuluh kesatria iblis akan mati dan secara otomatis kembali membuat portal antara daratan edan daratan Darksideland menipis. Hal ini lah yang membuat klan Iblis belum menguasai daratan Neverland bahkan sejak mereka menyerang ratusan tahun yang lalu.


"Tenang saja.. Kami sudah bisa mengatasi hal itu. Jadi kalian semua bisa mati dengan tenang.. Hahahaha." Kata Rever percaya diri.


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


-Bersambung-


__ADS_2