
Pertarungan kembali berlanjut di atas atap kastil antara Richard dengan Eros, pertarungan yang terjadi sedikit menyudutkan Richard karena sambil terus menghindar dari serangan Eros, Richard juga menggendong dua orang sehingga pergerakannya menjadi lebih lambat dari biasanya.
"Tuan, turunkan saya." Irish yang masih sadar mengetahui bagaimana Richard terdesak.
"Apa kau bercanda, jika aku menurunkan mu disini maka orang itu bisa saja membunuhmu!" Tegas Richard yang melompat ke belakang menghindari tebasan Eros.
Sementara itu di bawah, taman bagian depan kastil.
"Pegang iblis itu baik-baik, dia tidak memiliki kekuatan sama sekali!" Kane memerintahkan prajuritnya untuk memegang Inggrid yang ia lihat sebagai iblis. Begitu pula para prajurit saat ini, mereka semua telah jatuh pada pengaruh sihir manipulasi pikiran yang dimiliki oleh Luca Crollo.
"Tuan Kane.. Sebaiknya anda bunuh iblis itu!" Igena yang di kawal oleh beberapa kesatria berteriak lantang agar Kane segera membunuh Inggrid, Ingena khawatir jika sihir manipulasi pikirannya menghilang maka penyamarannya terbongkar, apa lagi setelah ia melihat Richard.
"Aku tidak akan membunuh iblis lemah seperti itu, iblis itu bahkan tidak punya niat untuk bertarung." Tegas Kane yang telah membuat iblis alias Inggrid terluka karena satu pukulan keras yang ia sasar kebagian perutnya. Entah mengapa, Kane merasa ada hal yang menghalanginya untuk membunuh iblis itu. Apa lagi saat ini ada iblis kuat lain yang lebih menarik perhatiannya dan iblis itu telah terlibat pertarungan dengan Eros di atas atap kastil.
Sepertinya Luca Crollo telah memperluas jangkauan sihirnya dan membuat Richard serta Woli dan Irish terlihat seperti iblis dihadapan Kane, apa lagi aura kuat Richard semakin membuat Kane yakin jika iblis yang harusnya lebih diwaspadai adalah iblis yang bertarung dengan Eros.
Kane yang tertarik dengan Richard melompat dengan dorongan imperium angin dan mendarat tepat di belakang Richard yang tersudut oleh Eros. "Aaaa.. Ini akan tambah merepotkan." Umpatnya kala mengetahui jika Kane ikut dalam pertarungan ini.
"Maafkan aku tuan Eros, aku ikut campur dalam pertarungan mu."
"Tuan Kane, maafkan aku seperti aku merepotkan mu!" Kata Eros.
Di atas atap kastil Richard harus menghadapi 2 orang kesatria besar yang merupakan tangan kanan kesatria agung sekaligus. Di depannya ada Eros Lopnika dan di belakangnya ada Kane Lancester, dua orang kuat yang melihat Richard sebagai ancaman.
Sementara itu, saat mata semua prajurit dan kesatria melihat ke atas atap kastil. Luca Crollo malah menatap Inggrid dan mencari kesempatan untuk membunuhnya sebelum situasi semakin kacau. Ia telah meminta kesatria untuk membunuh Inggrid tapi para kesatria menolak karena mereka lebih memilih untuk mengikuti perintah Kane Lancester dari pada dirinya bahkan prajurit yang mengabdi untuk keluarga Snifooler tidak bisa berbuat apa-apa. "Aku harus membunuh wanita brengsek itu!" Gumamnya.
"Lepaskan aku.. Lepaskan. Aku adalah Lady Inggrid, istri dari Gorgon Snifooler.. Cepat lepaskan aku!" Inggrid meronta dan terus mengatakan hal yang sama. Perkataan itu sangat membingungkan para prajurit dan kesatria karena baru kali ini mereka menemukan iblis lemah yang terus mengaku sebagai Inggrid walaupun sebenarnya dia adalah Inggrid. Meski kesakitan tapi Inggrid mencoba untuk menjelaskan sesuatu kepada mereka semua tapi tidak ada yan peduli karena Inggrid saat ini terlihat seperti iblis di mata mereka.
Sihir Luca Crollo memang kuat, dengan sihir itu ia bisa mengelabui kesatria besar bahkan sampai kesatria agung. Itu wajar karena ia termasuk dalam jajaran iblis yang bernaung dalam iblis bergelar 6 dosa besar.
Manipulasi adalah keahliannya, jangankan hanya melakukan ini pada keluarga Snifooler bahkan ia bisa menghancurkan suatu kerajaan dengan menebar fitnah dan merusak hati serta pikiran para pemimpin hingga mengakibatkan perang saudara. Seperti ia merusak pikiran dan hati Grobogan Snifooler.
Dengan kemampuan hebat seperti itu seharusnya Luca Crollo tidak perlu khawatir dan tergesa-gesa untuk membunuh Inggrid karena semua kesatria dan prajurit sudah jatuh dalam sihir kelas atasnya. Tapi ada hal yang mengguncang keyakinannya, hingga ia resah dan merasa harus membunuh Inggrid sebelum semua terlambat.
Ia gusar karena satu orang terus menatapnya dengan tatapan dingin, orang yang dari tadi membuat dia merinding adalah Richard. "Orang itu! Dia berbahaya. Dari mana datangnya orang itu. Dia bahkan bisa mengenaliku sebagai iblis sejak pertama bertemu di lantai dua kastil!" Luca Crollo tidak tenang, meski saat ini Richard terdesak karena di serangan dengan serangan combo di atas atap kastil.
Luca Crollo mulai berkeringat. "Sialan.. Meski hanya sekilas aku bisa merasakan imperium besar dalam diri orang itu, bahkan setara dengan tuan Rever dan Lucifer,.. Ah tidak.. Imperiumnya melebihi para iblis 6 dosa besar. Gawat!! Orang itu adalah ancaman." ia merasa jika Richard akan menjadi ancaman besar bagi klan iblis jika terus dibiarkan.
Lalu di atas atap kastil, Richard yang masih menggendong Woli yang pingsan dan Irish terus menghindar lalu mencoba kabur tapi ia sangat kesulitan dengan pergerakan 2 kesatria besar yang menghadangnya dengan kekuatan penuh. "Tuan Eros.. Dari mana munculnya iblis ini?"
"Iblis??" Eros termenung, pasalnya ia melihat Richard sebagaimana bentuk aslinya karena ia belum terkena sihir dari Luca Crollo.
"Ahh.. Sialan. Aku lupa!!" Luca Crollo panik kala menyadari jika Eros sama sekali belum terkenal sihir manipulasinya, jika sekali saja Eros menengok ke bawah dan melihat Inggrid maka selesai sudah sandiwaranya.
"Tuan Kane.. Aku tahu pria bermata merek itu memang hebat tapi dia bukan iblis." Jelas Eros yang fokus melihat Richard.
Kane memiringkan kepalanya, ia tak mengerti kenapa Eros mengatakan hal itu sementara di penglihatannya saat ini Richard adalah sosok iblis yang memegang 2 iblis kecil. "Apa maksudmu tuan Eros? Tidak kah mereka terlihat seperti iblis?" Kane menunjuk Richard yang diam dan bingung dengan perdebatan mereka berdua.
"Aneh!! Apa yang mereka bicarakan?" Gumam Richard.
"Huh.. Tuan Kane, orang itu adalah rekan dar manusia serigala dan lihat saja.. Dia menggendong manusia serigala dan gading kelinci yang ingin dia bawa kabur." Tegas Eros yang bingung, bagaimana tidak. Meski menghadapi orang yang sama tapi mereka berdua melihat Richard sebagai sosok yang berbeda.
"Lihat lah.. Tuan Kane, orang itu juga yang memukul tuan Grobogan!!" Eros bersikeras.
"Ada apa ini??" Kane memegang kepalanya, pandangannya terganggu dan penglihatan kembali normal sesaat tapi ia belum menyadari apa yang terjadi itu karena sihir Luca Crollo masih bekerja.
"Tuan Kane.. Ada apa denganmu?" Eros melihat Kane yang goyah memegang kepalanya.
Sementara itu, Luca Crollo melihat dari bawah panik. Ia pun kembali mengeluarkan sihir manipulasinya agar ia juga bisa memanipulasi Eros.
Richard melirik sekilas. "Kau penyebabnya.." Ujarnya kala melihat Luca Crollo yang masih berwujud manusia bernama Igena. Richard bergerak dan melompat ke udara dengan maksud menyerang Luca Crollo yang akan mengeluarkan sihir.
Sayangnya dia langsung di hentikan oleh Eros, pun dengan Kane yang fokusnya telah kembali setelah sempat mengambil nyeri pada kepalanya. Mereka berdua fokus menyerang Richard dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Eros melihat Richard dengan sosok aslinya, sedangkan Kane yang masih dalam pengaruh sihir melihat Richard sebagai iblis.
"Bodoh.. Apa yan mereka lakukan." Richard tambak kesal karena kedua kesatria besar yang menyerangnya belum sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Ayo tuan Kane.."
"Hem.." Tegas Kane.
"Bayangan tidak terlihat, serangan mematikan : Nigri slashes." Kane Lancester menebas dengan berat pedangnya sambil memegang dengan kedua tangan. Sebuah serangan berat yang tepat mengarah ke arah Richard. Richard yang masih berada di atas atap dengan kuat melompat ke atas untuk menghindar, ternyata di atas saat ia melompat telah di nanti oleh Eros yang tersenyum. " Gawat!" Richard terdesak.
"Verrat slashes!" Tebasan kuat yang bercahaya mengarah tepat ke leher Richard, ia tak bisa bergerak dan menangkis dengan tangan karena kedua tangannya sedang menggendong Irish dan Woli. "Tch!!"
"Huh! Api!" Eros terkejut melihat Richard berputar seperti roda api, itu adalah gerakan akrobatik dari dorongan api yang keluar dari ujung sepatu. Setelah gerakan itu Richard terlihat menjauh, ia bahkan melayang di saat Eros yang telah mendarat kembali di atas atap kastil.
"Aku baru lihat.. Iblis melayang seperti itu tanpa menggunakan sayap!" Ucap Kane. Ia melihat Richard melayang dengan dorongan api yang keluar dari telapak sepatunya.
Richard yang melayang tersenyum karena ia bisa mengeluarkan kemampuannya tanpa merusak pakaian yang ia kenakan. " Hebat juga setelan yang Ifrit berikan ini. Hahahah, aku bisa mengeluarkan api tanpa merusak sepatu dan setelah jubah ini." Kata Richard yang masih melayang.
"Aku pusing!" Irish muntah akibat dampak dari gerakan akrobatik yang baru saja dilakukan oleh Richard.
"Woi.. Kau mengotori pakaianku.." Richard terlihat kesal. "Huh.. Aku harus pergi dari sini, tapi... Iblis sialan itu." Richard melihat Igena yang dilindungi oleh kesatria dan prajurit sementara ia juga melihat Inggrid malah di tangkap oleh mereka.
Richard semakin kesal kala melihat semua kesatria di permainan oleh Igena alias Luca Crollo.
"Sial.. Kita tidak bisa mendekat ke arah orang itu jika dia terus melayang di tas langit." Eros mengumpat melihat Richard, perhatiannya terus tertuju pada Richard sampai-sampai ia tidak sasar jika Inggrid sedari tadi mengumpat dan meminta agar prajurit melepaskan dirinya.
"Bagus sekali.. Mereka memberiku waktu yang cukup untuk mengeluarkan sihir ku.. Sihir manipulasi absolut. khikhikhi.." Igena alias Luca Crollo mengericit melihat siasatnya belum terbongkar.
Dengan saat semua prajurit dan kesatria terpukau melihat pertarungan yang terjadi di atap, Igena menampakkan wujud aslinya karena hanya dengan berubah ke wujud aslinya lah ia bisa mengeluarkan kekuatan iblisnya.
Richard melihat kesempatan itu, seketika melesat menuju Luca Crollo yang bersiap mengeluarkan sihir dengan dorongan api di kedua telapak kaki yang menembus sepatu yang ia kenakan. Sepatu khusus yang membuat Richard bisa mengeluarkan semua potensi kekuatannya.
Dengan cepat ia melesat bak roket sambil memegang Irish dan Woli.
Eros melihat Richard melesat tak bisa berbuat banyak karena ia tak bisa menggunakan imperium untuk terbang, pun dengan Kane.. Mata mereka mengikuti ke arah mana Richard melesat.
Sesaat sebelum Luca Crollo mengeluarkan mantra dan lingkaran sihir terbentuk.. Ia terkejut melihat Richard datang ke arahnya dengan cepat.. "Ahhh...!!"
"Iiibbbbblllissssssss...." Richard tak tahu menyerang dengan apa, karena kedua tangannya fokus menggendong Woli dan Irish yang sejak tadi merasa mual karena gerakan cepat Richard.
"Huh!!!" Kane terkejut, seketika sihir manipulasi yang menguasainya menghilang, pun dengan kesatria dan prajurit lain. Kini mereka semua bisa melihat sosok Luca Crollo sebagai iblis botak bertemu buah pendek, sedangkan melihat Richard sebagai pria yan mengenakan jubah hitam.
"Nyonya Inggrid!!" Eros yang menoleh ke bawah akhirnya tersadar.
Luca Crollo yang terkena sundulan keras dari kepala Richard terpental ke belakang dan menumbangkan setidaknya 2 batang pohon.
Richard berdiri, ia menapak ke tanah dan memihak Inggrid yang di pegang oleh kesatria. Semua kesatria langsung sadar jika orang yang mereka pegang adalah Inggrid, mereka langsung panik dan melepas Inggrid dan berlutut meminta maaf pada Inggrid di saat yang sama.
Inggrid yang sempoyongan karena luka yang ia derita sesaat kemudian hampir saja terjatuh jika bukan karena gerakan cepat dari Eros yang langsung memopang tubuhnya. "Nyonya Inggrid.. Maafkan aku, aku tidak melihatmu." Ucapnya kala memegang tubuh Inggrid yang lemas tak berdaya.
"Nyonya.. Nyonya Inggrid.. Maafkan aku!" Kane Lancester tunduk sambil berlutut di hadapan Inggrid karena ia langsung sadar dan mengetahui tetap setelah sihir manipulasi Luca Crollo hilang. Kane tahu jika iblis yang ia pukul sesaat yang lalu adalah Inggrid.
"Maafkan kami Nyonya!!!" Serentak prajurit tunduk dan berlutut kecuali Eros yang masih memopang Inggrid.
Inggrid tidak mengatakan apa-apa, ia melihat ke arahnya depan. Ia melihat Richard yang berdiri dengan gagah menatap langit dengan mata merahnya. "Kau... Terima kasih!" Ucapnya lirih pada Richard.
Mendengar ucapan itu, tentu saja Eros dan Kane langsung berbalik melihat Richard. Mereka terkejut kala Inggrid mengatakan itu pada pria yang sejak tadi mereka anggap sebagai ancaman.
"Sial.. Sial..bagaimana mungkin aku bisa terpedaya oleh iblis!" Kane menyesali dirinya.
"Baiklah Nyonya.. Aku pamit dulu!" Ucap Richard, sesaat sebelum ia pergi. Kane malah menghentikannya. "Tunggu sebentar! Kau tidak bisa pergi begitu saja.. Jika aku tidak salah dengar, kau adalah orang yang membantu manusia serigala itu dan membuat pasukan tuan Eros babak belur."
"Lantas!!"
"Kau.. Kau tetap bersalah, kami harus menangkap mu!" Kane dengan harga dirinya yang tinggi menutup mata dan tetap ingin menangkap Richard atas kesalahan yang telah ia perbuat.
"Kane.... Berani sekali kau mengatakan hal itu pada orang yang telah menyelamatkan aku?" Inggrid geram, ia mencoba mendekat tapi tak bisa.
"Maaf Nyonya Inggrid, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu.. Aku telah melakukan kesalahan besar dengan memukulmu karena mengira jika kau adalah iblis. Tapi membiarkan seorang buronan kerajaan pergi begitu saja juga merupakan aib bagi kesatria, orang ini harus tetap di tangkap." Tegas Kane.
Tak lama kemudian.. "Nyonya.. Nyonya Inggrid, aku menemukan tuan Grobogan." Serang prajurit yang tergesa-gesa mendekat.
__ADS_1
"Tuan Grobogan.. Tuan Grobogan telah mati, dia telah mati..." Prajurit itu berlutut sambil mengatakan berita mengejutkan jika Grobogan telah mati.
Itu wajar karena pukulan keras yang dilayangkan dengan sekuat tenaga itu adalah pukulan amarah dari pemandangan keji yang dilihat oleh Richard kala berada di ruang penyiksaan. Richard membunuh bangsawan kerajaan yang artinya dia telah resmi menjadi penjahat yang harus di tangkap dan dijatuhi hukuman mati.
"Huh.. Maaf Nyonya Inggrid, pria yang kau anggap penyelamat itu telah melakukan pembunuh terhadap keluarga bangsawan.. Dia harus di tangkap!" Eros yang sejak tadi bimbang kembali menegaskan tekadnya kala ia mengetahui jika Grobogan tewas karena ia lihatlah sendiri bagaimana Richard memukul Grobogan, meski hanya dengan satu pukulan.
"Bodoh!! Kalian semua bodoh!!!" Inggird menjauh, dengan tubuh lesunya ia berjalan ke depan lalu membentangkan tangan di hadapan para kesatria dan prajurit yang siap untuk menangkap Richard. "Siapapun yang mencoba untuk menangkapnya, akan berhadapan denganku!" Tegas Inggird.
Semua prajurit dan kesatria menjadi bimbang.
"Nyonya Inggird.. Dia telah membunuh anakmu?" Eros berteriak.
"Aku tidak peduli...!!!" Kali ini Inggird berderai air mata. "Grobogan.. Bukan lagi anak ku." Tegasnya.
Semua prajurit dan kesatria heran melihat tingkah Inggird, Richard yang berada di belakangnya hanya diam.
"Kalian semua bahkan tidak tahu penderitaan yanh aku alami selama lebih dari 5 tahun...!!" Inggird menahan kesedihan hati sambil berteriak mengatakan semua hal yang telah terjadi.
"Nyo.. Nyonya." Eros bergeming, pun dengan Kane yang teguh dengan prinsip kesatrianya.
Bersamaan dengan air mata yang tumpah, ia berlutut dan tersungkur kala mengatakan semua penderitaan yang telah dia lalui selama 5 tahun.. Ia mengungkap semua sandiwara dan permainan Luca Crollo yang mereka kenal sebagai Igena... Penderitaan itu ia lalui tanpa disadari oleh semua pihak bahkan kesatria kerajaan sekalipun.
Semua tertunduk kesal, mereka mengeram marah pada diri sendiri. Ada yang menangis karena tak tahu jika tuan yang mereka lindungi selama ini malah menjadi korban sandiwara iblis yang memimpin mereka di balik bayangan. Apa lagi setelah mengetahui jika Grobogan tuan mereka telah jatuh ke dalam pengaruh iblis selama ini.
"Tch... Sialan." Kane, ia kesal dengan dirinya sendiri.
"Bahkan kalian semua menganggap ku sebagai iblis dan tidak mau mendengarkan perkataan ku.." Lanjut Inggird yang lirih menceritakan kisah pahitnya di depan semua prajurit dan kesatria.
"Kalian semua tidak berguna!! Jika bukan karena orang itu. Jika bukan karena dia kalian masih akan terjebak dalam sandiwara iblis yang telah membunuh tuan kalian.. Gorgon Snifooler." Inggird menunjuk Richard, lalu ia melanjutkan. "Dan sekarang.. Kalian mau menutup mata dan menangkap orang yang telah membebaskan aku dan membuka kedok sandiwara iblis.. Hah!!! Apa kalian bodoh!???? Sampah!!" Inggird mengumpat, ia benar-benar mengeluarkan semua emosinya selama ini.
Semua prajurit dan kesatria tertunduk, tak ada yang berani mengangkat wajah melihat air mata Inggird.
"Itukah yang kalian sebut kebanggaan kesatria.. Cuih!!! Seharusnya kalian malu, kalian tidak pantas mendapatkan gelar kesatria..."
"Orang yang pantas di juluki sebagaimana kesatria sejati adalah orang yang kalian anggap sebagai penjahat dan buronan itu..." Inggird kembali menuju Richard, ia lalu berdiri sempoyongan.
"Aku.. Aku tidak akan ada di sini jika bukan karena orang itu!!! Sekarang.. Siapa yang ingin menangkapnya ayo maju.. Maju lawan aku sialan!!!!" Umpatnya.
Malam menjadi hening, tidak ada kesatria yang berani berkata apapun setelah mereka mendengar dan mengetahui kebenaran tentang Igena yang merupakan Luca Crollo. Awalnya mereka semua mengira jika iblis Luca Crollo baru akan menyerang dan mengancam keluar Snifooler ternyata tanpa mereka ketahui Luca Crollo telah masuk ke keluarga Snifooler saat 15 tahun yang lalu dan telah memanipulasi semua orang di keluar Snifooler selama lebih dari 5 tahun sampai hari ini.
Malam ini.. Semua kesatria tertunduk malu terutama Eros dan Kane sebagai kesatria besar, tangan kanan kesatria agung.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-