
"Baiklah kalau begitu, kita mulai saja pertemuan ini tanpa basa basi lagi!" Raja William mengambil perannya.
Saat ini para raja dari 12 kerajaan pendiri aliansi meja bundar berada dalam satu tempat yang sama di dunia arwah. Pertemuan ini di nilai harus segera terlaksana mengingat kekacauan yang terjadi semakin meluas di berbagai daratan.
"Biarkan aku memulai dengan memohon kepada kalian semua.. Tolong kirimkan bala bantuan tentara ke wilayah ibu kota kerajaan ku." Baru saja dimulai tapi raja Jolang sudah menunduk di hadapan mereka semua. Wajahnya bahkan sangat dekat dari meja yang ada di depannya.
Para raja melihat ke arah Jolang, ada yang menatap biasa dan ada pula yang menatap sinis.
"Raja Jolang.. Aku sudah mengetahui situasinya. Jadi tolong jangan bersikap seperti itu, kita harus membahas hal ini pelan-pelan." Raja Reynhard dari kerajaan Eledherim yang merupakan ras elf memberi nasehat.
"Tch.. Masalah terjadi di semua wilayah, jangan menjadi egois seperti itu." Salah satu raja menatap sinis.
Baru saja dimulai tapi pertemuan langsung berubah menjadi tegang, seperti inilah gambaran dari setiap pertemuan antar kerajaan.
"Aku dengar iblis 6 dosa besar sudah mulai bergerak?"
"Iya itu benar.."
"Yang menyerang wilayah timur kerajaan ku saat ini adalah salah satu dari iblis 6 dosa besar." Jolang menguatkan dugaan.
Beberapa yang baru mengetahui pergerakan iblis 6 dosa besar mulai gusar karena informasi yang mereka dapatkan dalam pertemuan ini.
"Tenang semuanya!! Saat ini kita harus benar-benar membahas hal ini dengan tenang.. Jika tidak maka kita tidak akan bisa berbuat apa-apa." Raja Wiliam mencoba menenangkan keributan kecil yang terjadi di antara mereka.
"Hmm.. Kehilangan pulau irian adalah sebuah kekalahan terbesar yang dialami kerajaanmu.. Jolang!!" Salah satu Raja menatap tajam ke arah Jolang yang menunduk.
"Tidak.. Kekalahan di pulau irian adalah kekalahan untuk pasukan aliansi." Jelas William.
"Ya itu benar, prajurit dan kesatria yang aku kirim ke sana juga menjadi korban." Raja Reynhard mengepalkan kedua tangannya di depan meja.
"Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan?"
Pembicaraan tentang hal itu menjadi cukup alot diantara mereka. Para raja saling balas pendapat dan pandangan mereka tentang kekalahan di pulau irian, apa lagi saat mereka mengetahui jika Jolang sudah mengirimkan 100.000 pasukan terbaiknya untuk langsung menuju ke pulau Cebes dimana para pasukan iblis akan melakukan serangan selanjutnya.
Terdapat pro dan kontra dalam hal mengirimkan bantuan kepada kerajaan Nusantara mengingat hal yang sama juga terjadi di berbagai wilayah dan kerajaan yang lain.
"Tapi Jolang.. Kau benar-benar melakukan hal yang ceroboh dengan mengirim pasukan yang begitu banyak meninggalkan ibu kota kerajaanmu!" Raja William memperlihatkan kekhawatirannya.
"Itu karena kau dan para leluhur pendiri kerajaan terlalu naif.. Meski dipimpin oleh raja, kerajaanmu sebenarnya adalah sebuah produk dari sistem rusak bernama demokrasi. Kau masih mendengar dan mempertimbangkan masukan-masukan dari para bangsawan.. Lihat hasilnya sekarang.. Yang ada mereka mengambil keputusan bersama sesuai dengan kepentingan mereka. " Raja Axikel dari kerajaan Skandia menunjuk ke arah Jolang.
"Hehh.. Dari awal memang bangsa Nusantara seperti itu.. Bahkan mereka melindungi ras atlantian dari perburuan kami." Raja kerajaan Norway juga mulai menjelekkan ideologi dari kerajaan Nusantara.
"Apa maksud kalian berdua menghina bangsa kami!!" Jolang menggebrak meja dengan keras.
"Oioi.. Lihat dirimu Jolang, saat ini situasi di negerimu sangat genting.. Keputusan bantuan datang ke negerimu atau tidak tergantung dari pertemuan ini.. Jika kau ingin hasil positif maka jaga sikapmu!" Raja Axikel tidak terima dengan sikap Jolang.
"Huff.. Dasar pria-pria, selalu saja seperti ini ketika bertemu." Seorang wanita diantara mereka ikut berbicara.
"Tch.. Kau diam saja. Lagi pula seharusnya kau tidak berada di tempat ini!" Axikel membentak wanita itu.
"Haj!! Apa kau lupa aku adalah Ratu dari kerajaan Thesh.." Wanita itu menatap tajam sambil melipat kedua tangannya di bawah dadanya yang cukup besar.
__ADS_1
"Huahhhahahah.. Dia menggodamu Axikel.. Huahaha!"
"Woi.. Cebol!! kau diam saja." Axikel memukul meja ke arah raja kerajaan Naugrim yang merupakan ras dwarf.
"Apa kau bilang!?? Hah?"
Suasana tambah kacau, pembahasan berubah menjadi saling ledek satu sama lain. Hal yang memang sudah biasa terjadi jika ke 12 raja bertemu dalam satu tempat.
"Tuan-tuan.. Ada yang lebih penting dari pertikaian kalian saat ini. Tolong tenanglah!" Raja Reynhard kembali mengambil perannya.
"Cih.. Dasar telinga runcing!" Axikel mengumpat lagi.
Akhirnya suasana dapat kembali tenang dan mereka kembali membahas masalah yang seharusnya mereka bahas. Ini tentang pasukan bantuan yang akan dibuat untuk berangkat menuju kerajaan Nusantara.
Raja Jolang saat ini menjelaskan situasi di ibu kota masih dalam keadaan normal, tapi kepergian 100.000 pasukan benar-benar membuat ibu kota kerajaan menjadi sasaran empuk penyerangan. Jika saja klan Iblis mengetahui hal ini pasti mereka akan mengirim pasukan menuju ibu kota.
"Itu adalah situasi yang berat!" Sambash mengerutkan dahi.
"Iya.. Jika informasi tentang lemahnya ibu kota kerajaan Nusantara sampai bocor maka klan Iblis bisa saja menyerang.. Dan jika kerajaan Nusantara sampai jatuh.. Keseimbangan 12 kerajaan pendiri konferensi meja bundar akan goyah." Raja William menatap mereka semua sambil berbicara serius.
Raja Jolang hanya bisa berharap saat ini bahwa mereka semua memprioritaskan pasukan aliansi menuju kerajaannya.
"Jadi apa pilihan terbaiknya?" Raja William bertanya.
"Aku masih ragu.. Karena perang saat ini sedang pecah dimana-mana.. Jika kita mengirim pasukan ke kerajaan Nusantara bisa jadi wilayah lain juga akan di serang oleh iblis kuat lainnya." Salah satu raja memberikan masukan.
"Baiklah kalau begitu, saya rasa ini sudah terlalu jauh. Lebih baik kita voting saja." Kata Raja Reynhard.
"Aku akan memimpin.." Kata William.
"Siapa yang setuju untuk mengirim pasukan ke wilayah kerajaan Nusantara silahkan angkat tangan kanan dan yang tidak setuju silahkan angkat tangan kiri!" Kata Raja William yang mengangkat tangan kanannya. Sepertinya raja William menjadi orang pertama yang setuju membantu raja Jolang.
Dan hasil dari voting ini menunjukan..
Bahwa mayoritas diantara mereka setuju dengan hal itu..
6 berbanding 5, itu sudah cukup membuat raja Jolang bernafas lega. Total semuanya 11 suara karena dalam hal ini Jolang sebagai raja yang akan di bantu tak memiliki hak untuk bersuara.
"Baiklah.. Pasukan bantuan akan di kumpul setelah pertemuan ini selesai." Kata raja William.
Mayoritas yang membantu raja Jolang tidak berpikir pendek dengan memikirkan jika mereka mengirimkan pasukan bantuan hanya akan menjadi pasukan yang mengamankan ibu kota kerajaan.
Mereka tau betul ancaman dari iblis yang memegang gelar 6 dosa besar. Oleh itu mereka mengirimkan bantuan untuk jaga-jaga jika kemungkinan terburuknya adalah iblis kuat pemegang 6 dosa besar menguasai pulau cebes dan mulai menyerang pulau Jatra dan ibu kota kerajaan Nusantara.
Sementara itu dalam daratan Neverland..
Wilayah kerajaan Inggram..
Di dalam labirin..
"Explosione." Richard melompat sambil mengarahkan serangan ke arah monster yang menyerangnya.
__ADS_1
Serangan berutal itu sudah melukai tubuhnya, ia terlambat menghindar saat monster bertaring besar setinggi 2 meter itu menyerangnya dengan cakar tajam di kuku jarinya.
Richard memegang bahu kirinya yang terluka sambil terus memperhatikan gerak gerak monster itu.
"Sialan.. Monster ini kuat juga." Ucapnya kesakitan.
Sesaat.. Monster itu melompat sambil mengarahkan cakar tajamnya ke arah Richard.
Richard sigap melompat kebelakang, lalu kembali menyerang dengan tangan kanannya. "Explosione." sebuah ledakan mengarah ke monster itu.
Monster itu pun bukan tanpa luka, jika diperhatikan.. Sudah banyak luka bakar dari kulitnya yang melepuh tapi intensitas serangannya belum kendor sama sekali.
"Monster ini punya daya tahan yang sangat kuat.." Gumam Richard.
Monster itu menganga, ia mengeluarkan laser beam yang mengarah ke arah Richard.
Dengan dorongan api di telapak kaki, Richard bergeser cepat dan melompat menyerang dengan pisaunya. "Idestigns." Ucapnya
Serangan itu mengenai tangan monster..
Bukannya kesakitan, monster itu malah tersenyum dengan taring besarnya.. Lalu menyerang Richard kembali dengan pukulan keras hingga membuat Richard terpental ke belakang.
"Arrhhhhgg.. Sial." Richard menghantam dinding batu.
Richard mencoba bangkit, matanya mulai berkunang-kunang. "Aku ingin menusuk wajahnya, tapi monster itu menangkis dengan tangannya.. Pintar juga dia." Kata Richard tersenyum.
"Aauurrreeeeeeeeeeerrrrr..." Monster itu menyerang dengan cepat ke arah Richard.
"Hah!! Sial aku tak bisa menghindar.." Richard mencari celah, tapi saat ia fokus mencari celah.. Monster itu sudah tepat di depannya.
"Adolebitque ea." Kata Richard spontan sambil menjentikkan jarinya
Jentik kan jari itu membuat ledakan yang sangat besar dan ruangan itu di penuhi dengan api yang sangat panas.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-