The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 103 - Budak Kecil Itu, Bernama...


__ADS_3

Setelah menemukan sebuah buku informasi tentang iblis, Richard kini kembali menemukan sebuah buku menarik sekaligus merupakan sebuah petunjuk tentang keberadaan ras Dewa.


Dengan seksama ia kembali membaca, ia terus menghabiskan waktu dengan membaca tapi baru kali ini dia merasa jika telah menemukan informasi berharga. Apa lagi tujuan awalnya memang bertemu dengan penduduk langit yang mengetahui tentangku sihir langit yang membawa ia ke dunia ini.


Ia membaca dengan cepat, bahkan saking cepatnya ia bisa menamatkan buki yang ia baca sampai selesai hanya dalam waktu 2 jam saja. Hal itu bisa ia lakukan karena indera penglihatannya sudah jauh berkembang semenjak ia terjebak di labirin dan bertahan hidup sampai mengkonsumsi bangkai monster yang ia hadapi.


"Tanah Gres.. Gunung Olimpik tempat tinggal para dewa." Ucapnya saat membaca buku yang ia pegang.


Berada di atas permukaan..


Tempat dimana seorang wanita dan pria ras Shed sedang melakukan pembicaraan tentang dirinya.


"Siapa kau? Dan kenapa kau begitu penasaran dengan Richard?" Pria serigala itu terlihat serius kali ini.


"Aku hanya seorang wanita yang punya urusan dengan Richard kesatria suci."


"Apa kau tidak mendengar tentang kematian kesatria Richard?"


"Aku sudah tahu jika setahun yang lalu ia dikabarkan mati, tapi seseorang berkata padaku jika Richard masih hidup.." Oana menjawab bertanya Pria serigala itu.


"Masih hidup? Apa kau yakin.." Pria serigala itu tertegun kala mendengar tentang perkataan Oana.


"Aku tidak yakin tapi orang yang mengatakan hal itu padaku adalah seseorang yang hebat. Aku yakin orang itu tidak akan bohong padaku." Oana menerangkan jika Parthe, penyihir suci tidak mungkin mengada-ada tentang kondisi Richard yang masih hidup.


"Oh yah!! Benarkah... Wkwkwkwkw. Aku jadi lega mendengar hal itu." pria serigala yang tadi serius kini malah tersenyum lebar. Ia menjadi riang saat mengetahui jika Richard masih hidup meski itu adalah informasi dari wanita yang sama sekali tidak ia kenal.


"Bagaimana denganmu.. Ada hubungan apa kau dengan Richard?"


"Aku... Wkwkwkw.. Tuan Richard orang yang aku kagumi.. Dia adalah tuanku!" Tegas Pria serigala itu.


"Kagumi? Tuan mu?" maksudmu?" Oana bingung.


"Dia adalah orang baik yang pernah menolongku, wkwkwkw."


"Orang baik? Hm.. Aku tidak menyangka jika pria mesum itu bisa membuat orang sepertimu berhutang jasa."


Ekspresi wajah Pria serigala itu berubah begitu Oana tanpa sengaja menyinggung tentang rumor buruk tentang Richard. Ia mengeram dan memperlihatkan taringnya, ia juga mengepalkan kedua pergelangan tangannya. Ia dalam keadaan marah saat ini, oa marah karena ia terus mendengar rumor buruk itu meski itu benar terjadi tapi pria serigala itu tidak ingin percaya jika Richard adalah laki-laki buruk yang akan melakukan hal seperti itu pada seorang wanita.


"Tarik.. Tarik kembali ucapan mu itu!"


Oana merasakan sebuah aura mengerikan yang keluar dari pria serigala itu. Oana tak gentar karena pad dasarnya ia yakin bisa mengalahkan pria serigala itu jika mereka bertarung saat ini.


"Tarik kembali ucapan mu itu!!" Pria serigala itu berteriak.


"Baiklah tapi... Jelaskan padaku terlebih dahulu, siapa kau sebenarnya? Apa hubunganmu dengan Richard? Dan kenapa kau bisa sangat peduli jika ada orang lain yang mengejek dirinya?" Oana memanfaatkan situasi untuk menggali informasi, apa lagi pra serigala itu mengatakan jika ia pernah memiliki hubungan di masa lalu dengan Richard. Bisa saja dari obrolan mereka saat ini, Oana akan mendapatkan informasi penting tentang keberadaan Richard.


Pria serigala itu menenangkan dirinya, setelahnya cukup tenang ia melompat ke atas sebuah batu besar yang ada di sebelah kiri Oana. Ia duduk dan berpikir di atas batu itu. "Hm.. Aku bingung darimana mau memulainya.." Pria itu memegang kepalanya, ia bertingkah seperti seorang anak kecil.


"Cukup ceritakan padaku, awal pertama kau mengenal dan bertempat dengan Richard!" Sahut Oana.


"Ah.. Betul juga. Baiklah.. Itu dimulai satu tahun yang lalu." Ucap Pria serigala itu.


*1 tahun yang lalu.


Di sebuah desa yang tak jauh dari ibu kota kerajaan Inggram. Pria serigala itu adalah seorang budak, budak dari ras shed yang berhasil di tangkap oleh pemburu budak, ia tertangkap di sebuah lembah yang jauh dari kerajaan Inggram.


Setelah di tangkap pria serigala itu lalu di jual kepada seorang pedagang dari kerajaan Inggram. Singkat cerita, pria serigala itu menjadi budak tapi karena kondisinya yang lemah dan kurus serta sering melakukan kesalahan, ia di buang oleh majikannya. Ia tidak di jual tapi ia dibuang begitu saja, hingga akhirnya ia tertangkap karena mencoba mencuri makanan di sebuah kedai.


Ia disiksa atas hal itu, terus disiksa.. Ia sudah terbiasa di siksa karena majikan sebelumnya juga sangat sering menyiksa dirinya. Di cambuk bahkan sampai di lempar batu oleh anak-anak dari majikan sebelumnya.

__ADS_1


Tidak ada orang yang peduli padanya, ia hanyalah seorang anak manusia serigala kecil yang tidak berdaya. Akibat dari siksaan yang ia terima sejak menjadi budak, ia kehilangan emosinya dan tatapan matanya menjadi kosong.


Di kedai tempat ia mencuri makanan, ia terus disiksa karena ia tak mau mengatakan siapa majikannya. Bukan tak mau mengatakan tapi memang ia tak tahu siapa majikannya sejak ia ditinggalkan di desa ini. Ia di cambuk sampai berdarah, hingga pemilik kedai mengancam akan menjualnya kembali ke penada budak.


Siksaan itu berhenti saat seorang pria mendekat ke arah mereka berdua.


"E.. Permisi tuan.. Kenapa anak kecil ini anda siksa?"


Pemilik budak tersebut melihat Seseorang mendekat.


"Budak sialan ini telah mencuri makanan di kedaiku. Aku tak tahu siapa pemiliknya." ucapnya kesal.


Pria serigala yang masih kecil itu terlihat lusuh dengan pakaian kotor yang sudah tak layak pakai. Orang asing yang mendekat itu adalah Richard yang akhirnya memberikan uang kepada pemilik kedai itu untuk mengganti kerugian miliknya.


"Apakah kau pemilik budak ini?" tanya Pemilik kedai setelah menerima beberapa kepingan emas.


"Bukan, aku hanya kebetulan lewat saja."


"Kalau begitu budak ini aku ambil saja dan aku jual kembali."


"Hei tuan, sebaiknya kau kembalikan dia kepada pemiliknya."


"Saya sudah seharian berteriak ke sana kemari tapi tak ada yang mau mengakui budak kotor ini." ucapnya merendahkan anak kecil tersebut.


"Kalau begitu dia milikku karena aku sudah membayar mu dengan koin emas." klaim Richard.


"Apa kau bercanda.. Harga budak dipasaran dua kali lipat dibanding ini."


Tanpa pikir panjang Richard mengeluarkan semua kepingan emas yang saat ini dia miliki untuk menebus anak kecil tersebut. Pemilik kedai yang memeriksa dan puas dengan jumlahnya lalu menyeret anak kecil itu di hadapan Richard.


"hei adik kecil, apa kau baik-baik saja?" Richard mendekat perlahan dan mengelus kepala anak kecil tersebut.


Awalnya budak itu menolak karena tidak etis baginya duduk di bangku yang sama dengan majikan tapi kebaikan Richard meluluhkan prinsip budak yang tertanam dalam benaknya setelah dua tahun ia menjadi budak. Untuk pertama kalinya budak itu tersenyum dan menyantap makanannya dengan lahap.


Melihat budak itu tersenyum suasana hati Richard yang tadinya gundah kini kembali tenang. Dia berpikir hal kecil seperti ini bisa membawa perubahan besar pada dunia yang saat ini tempatnya berada. Meski mentalnya lemah, tapi rasa simpati dan empati Richard sangat besar.


"Tuanku.. Kenapa anda tidak makan?" Tanya pria serigala yang masih menjadi budak kecil tiba-tiba.


Richard terkejut saat budak itu bertanya dengan suara lugunya. "Eh.. Hehe, aku tidak lapar." Richard membalas sambil tersenyum, menahan lapar sambil memegang perutnya yang keroncongan


Richard bukannya tidak lapar tapi ia telah menghabiskan semua uangnya untuk menebus anak serigala kecil itu pada pemilik kedai yang menyiksanya terus menerus.


Setelahnya kejadian itu.. Pria serigala yang masih kecil menilai jika Richard adalah orang baik san pahlawan baginya. Meski hanya bertemu dan bersama seharian tapi hal itu cukup menyimpan membuat ia senang dan mengingat kebaikan Richard sampai saat ini.


Setelah seharian bersama, Richard meninggalkan anak manusia serigala itu dan memberikan ia kemerdekaan. Hal yang membuat anak itu tidak lagi menjadi budak.


Richard berpisah, karena ia harus mengemban tugasnya sebagai kesatria suci. Apa lagi ia akan melakukan latihan di sebuah labirin berbahaya, ia tak mungkin membawa anak kecil masuk ke dalam labirin dan saat Richard masuk ke dalam labirin, ia tak pernah lagi kembali. Itu adalah hari dimana Richard dianggap mati oleh semua orang.


Anak kecil yang ditinggalkan oleh Richard adalah seorang shed yang memiliki gen serigala bukan gen kucing seperti yang Richard kira saat ia pertama kali melihat anak kecil itu.


Saat anak kecil itu di tinggal pergi oleh Richard, anak kecil itu belum mengetahui nama dan latar belakang Richard, pun sebaliknya.. Richard belum bertanya dan mengetahui nama dari anak kecil ras shed bergen serigala itu.


*Saat ini.


"Aku sedih.. Sekaligus senang telah bertemu dengan orang baik seperti Richard. Walaupun pada akhirnya dia tidak sempat mengetahui siapa namaku tapi aku masih menganggap bahwa dia adalah taunku!!" Tegas pria serigala itu yang bercerita panjang lebar tentang hubungannya dengan Richard.


Setelah satu tahu berlalu, ternyata anak kecil tang sudah remaja itu tetapi mengingat dan menganggap jika Richard adalah tuannya bahkan setelah Richard memerdekakan dirinya.


Ras shed memiliki struktur perkembangan tubuh yang berbeda dengan ras manusia. Ras shed umumnya sama seperti hewan, dimana mereka tidak membutuhkan waktu bertahun-tahun agar tubuh mereka tumbuh menjadi dewasa.

__ADS_1


Sama seperti hewan, para ras shed tidak memerlukan waktu lama agar tubuh mereka bisa tumbuh. Rata-rata di usia 7 tahun, ras shed sudah tumbuh menjadi remaja berbeda dengan manusia yang masih tergolong anak-anak di usia seperti itu.


Dan hal itulah yang terjadi dalam kasus pria serigala, hanya dalam setahun tubuhnya telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Setahun yang lalu ia masih anak-anak dan saat ini ia sudah menjadi remaja bahkan terlihat seperti pria dewasa dimata Oana.


Hal itu karena selama ini, pria serigala itu telah hidup keras di jalanan dan seiring tubuhnya yang bertambah, potensi kekuatan dalam dirinya juga mulai muncul. Untuk hidup di jalanan ia biasanya mencuri makanan dan membagikan makanan itu pada anak jalanan yang ia temui.


"Ohh.. Begitu rupanya. Lalu bagaimana kau mengetahui jika orang yang menolong mu itu adalah Richard?" Tanya Oana.


"Sebelum itu.. Perkenalkan, aku Woli." Pria serigala itu tersenyum.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


__________________


Ayo siapa yang masih ingat sama budak kecil yang dibeli sama Richard. Hehe.


Pertemuan Richard dan budak kecil itu pertama kali terjadi di Chapter 9. Saya kasih ingat lagi, siapa tahu lupa. Hehe.


__________________


Hai pembaca budiman.. Terima kasih atas supportnya. Maaf kalau ceritanya berantakan dan tidak menarik karena saya memang masih amatir dalam merangkai sebuah cerita.


Saya menulis cerita ini hanya karena hobi, jika kalian suka tolong support saya dengan meninggalkan jejak setelah membaca, like atau komen.. Jika berkenan bisa juga vote cerita ini..


Sedikit dukungan kalian bisa membuat saya semangat untuk melanjutkan imajinasi dari cerita ini...


Dan mungkin setelah ini update cerita akan sedikit lambat dari biasanya karena saya juga memiliki kesibukan yang lain, tapi akan tetap saya usahakan agar cerita ini bisa saya tamatkan


Terima kasih!!

__ADS_1


__ADS_2