
*Flashback 26 tahun yang lalu.
Kian Wijaya dan Ihsan Wijaya adalah anak kembar yang lahir 23 tahun yang lalu. Mereka adalah anak dari pasangan Rein Wijaya dan Asih Sianturi, kesatria hebat yang tergabung dalam generasi emas kerajaan Nusantara.
Mereka bertemu pertama kali saat Asih Sianturi bersama dengan kesatria suci lain dipanggil ke dunia ini. Benar, Asih Sianturi adalah salah satu kesatria suci yang hampir saja memenangkan perang besar yang terjadi 15 tahun lalu. Asih Sianturi adalah kesatria suci bergelar Ventum dengan imperium angin, bisa dibilang Asih adalah kesatria suci pendahulu sebelum Ivylian Barjus yang memegang gelar Ventum saat ini.
Asih bersama dengan Iuron yang merupakan pemimpin dari para kesatria terdahulu telah mencapai puncak tertinggi kekuatan kesatria suci sehingga mereka hampir saja mengalahkan pasukan iblis 15 tahun yang lalu. Kemenangan mereka sirna akibat dari pengkhianatan kesatria ignis yang membunuh Iuron. Saat itu terjadi, pasukan aliansi malah kehilangan formasi dan mulai kocar kacir saat 6 dosa besar dan pemimpin mereka menyerang balik memanfaatkan perselisihan yang terjadi dalam kubu kesatria suci.
Akhirnya mereka kalah dan para kesatria suci harus mengorbankan diri mereka untuk kembali memperkuat segel dimensi yang memisahkan Neverland dan Darksideland.
Sebelum perang besar yang berujung kekalahan itu terjadi, para kesatria suci di panggil ke dunia ini 26 tahun yang lalu. Hanya dengan waktu 2 tahun, Iuron yang memimpin para kesatria suci untuk berkelana dan berpetualang ke penjuru daratan Neverland berhasil meningkatkan kekuatan mereka ke level yang tidak pernah di capai oleh para kesatria suci sebelum mereka semua.
Lalu saat 24 tahun yang lalu, saat dimana kesatria suci terbagi ke seluruh penjuru daratan untuk membantu pasukan kerajaan yang terdesak oleh pasukan iblis, Asih Sianturi mendapatkan tugas untuk membantu para kesatria yang berada di wilayah kerajaan Nusantara.
Untuk kedua kalinya mereka bertemu lagi, Rein bertemu dengan Asih saat ia terdesak di peperangan. Rein yang kala itu masih bergelar kesatria besar jatuh cinta pada kesatria suci Asih Sianturi, ia sudah jatuh cinta saat pertama kali Asih dipanggil ke dunia ini dan dipertemukan mereka yang kedua. Rein memberikan diri untuk mendekati Asih lebih jauh lagi.
24 tahun yang lalu.. Kesepuluh kesatria suci telah mencapai puncak tertinggi kekuatan mereka sehingga mereka semua menyebar ke berbagai kerajaan. Secara sederhana, satu orang kesatria suci menetap dan bertarung bersama kesatria kerajaan tempat dimana mereka menetap cukup lama.
Dan Asih Sianturi, mendapatkan tugas agar menetap dan membantu para kesatria kerajaan Nusantara yang waktu itu cukup direpotkan oleh pasukan iblis. Dari situlah kedekatan mereka berdua. Hingga akhirnya dengan kekuatan Asih beserta 19 kesatria besar lainnya, mereka dapat memulihkan pulau Jatra yang pada saat itu di serang dari berbagai arah oleh pasukan iblis karena banyaknya portal yang terbuka.
Sejak kemenangan itu, Asih dan para kesatria besar yang berjumlah 19 orang termasuk di dalamnya Rein, Siska dan Tomo mendapatkan gelar dari sang raja. Mereka semua di juluki generasi emas kesatria kerajaan Nusantara. Asih Sianturi lalu mendapatkan gelar kehormatan lainnya atas prestasi yang di torehkan, gelar itu adalah 'Sri'. Sebuah gelar kehormatan untuk wanita menurut kepercayaan adat kerajaan Nusantara.
Sejak saat itu Asih mendapatkan gelarnya dan menjadi bagian dari kerajaan Nusantara. Ia disebut sebagai 'Sri Asih', kesatria suci yang menjadi wanita terhormat di kerajaan Nusantara.
24 tahun yang lalu juga Asih dan Rein menikah, sebuah pernikahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bagaimana tidak, baru kali itu seorang kesatria suci yang di panggil ke dunia lain menikah dengan orang pribumi penduduk asli Neverland. Sontak berita itu menjadi gempar dan sempat tidak di setujui oleh mayoritas pemimpin kerah tapi Iuron pemimpin para kesatria suci yang sangat disegani kala itu mendukung pernikahan Asih dan Rein. Hingga pernikahan itu pun berlangsung dan satu tahun kemudian Asih melahirkan dua anak kembar.
Anak pertama pasangan itu bernama Kian Wijaya dan satu menit kemudian anak kedua mereka lahir lalu diberi nama Ihsan Wijaya. Kedua anak itu memakai nama belakang ayah mereka, yaitu Wijaya.
Beberapa bulan setelah kedua anak mereka lahir, terjadi suatu insiden yang membuat kesehatan anak pertama mereka memburuk. Kian, tubuh bayi mungil itu tak bisa menahan kekuatan besar yang mengalir di jiwanya hingga saat Kian berusia 1 tahun, bayi itu meninggal dunia.
Setidaknya itu yang Rein dan Asih pikirkan tapi saat Ihsan menginjak usia 5 tahun. Pada satu momen, Ihsan yang bermain dengan Rein dikejutkan oleh ledakan aura luar bisa dar Ihsan yang tiba-tiba menyerang dirinya. Jika Asih tidak menahan serangan itu maka bisa-bisa Rein akan terluka parah.
Ihsan yang kala itu menyerang Rein juga tidak sadarkan diri. Ia seperti orang lain, ia hanya menatap tajam dan tak mengenali kedua orang tuanya. Hingga Asih menyadari jika saat itu dia berhadapan dengan anak pertamanya.
Asih mengetahui betul aura Kian saat ia pertama kali lahir ke dunia, ia juga tahu tatapan mata Kian dan instingnya sebagai seorang Ibu semakin membuat dia yakin jika saat ini yang ada di hadapannya bukanlah Ihsan tapi Kian, kakak kembar Ihsan, sekaligus anak pertama yang mewarisi semua kemampuan Asih.
Iya.. Benar saja. Kian adalah anak yang mewarisi kekuatan kesatria suci dari Ibunya meski tak sekuat Ibunya tapi kekuatan yang ia warisi itu bukanlah kekuatan sembarangan.
Saking kuatnya Kian, meski tubuhnya telah mati tapi jiwanya masih hidup dan jiwanya itulah yang bersemayam di tubuh adiknya, Ihsan. Bisa di bilang Ihsan Wijaya sejak saat itu memiliki 2 kepribadian berbeda, pertama kepribadian Ihsan dan yang kedua kepribadian Kian.
Tapi sejak saat itu, Kian yang berada di tubuh Ihsan tak pernah lagi menampakkan dirinya. Sampai saat terjadinya kekalahan besar yang diderita oleh pasukan aliansi dan kesatria suci. 15 tahun yang lalu, dimana saat itu Asih harus mengorbankan dirinya agar segel kembali kuat dan kembali membatasi gerakan pasukan iblis.
__ADS_1
Saat Ihsan mengetahui jika Ibunya mati, di usianya yang menginjak 8 tahun. Ia marah dan tak terima dengan keputusan itu, keputusan yang mengharuskan agar Ibunya berkorban demi kelangsungan hidup semua ras yang ada di daratan Neverland. Ia mengamuk dan pada akhirnya ia kehilangan kesadaran hingga tubuhnya kembali diambil alih oleh Kian, untuk yang kedua kalinya Kian mengambil alih tubuh Ihsan.
Kian mengamuk tapi beruntung saat itu mereka tidak sedang berada di daerah pemukiman atau di Ibu kota kerajaan. Mereka sedang berada di hutan sehingga insiden amukan dari Kian tidak ada yang mengetahuinya. Yang tahu akan hal itu hanya Rein dan Tomo, pada insiden itu meski susah payah dan terluka Rein dan Tomo berhasil membuat Ihsan tenang hingga ia kembali sadar dan membuat Jiwa kian tertidur kembali.
Lalu saat Ihsan berusia 15 tahun, dimana ketika itu Rein berniat untuk melatih Ihsan kembali dikejutkan. Di tengah sesi latihan tarung, Kian kembali muncul dan mengambil alih tubuh Ihsan. Ia menyerang Rein dengan kejutan penuh, hingga membuat Rein terluka parah dan harus kelihatan salah satu ginjalnya.
Yang membuat Rein khawatir terhadap hal itu karena setiap Kian muncul, ia tak bisa mengendalikan dirinya. Kian tak bisa di ajak berbicara, begitupun dengan Ihsan yang kehilangan kesadaran. Jika Kian muncul, dia hanya akan mengamuk dan menyerang segala sesuatu di depannya.
Keberadaan Kian di dalam tubuh Ihsan tak ubahnya sama seperti seorang manusia menyimpan monster di dalam tubuhnya. Kekhawatiran Rein berkurang saat kemunculan keempat Kian di usia Ihsan yang ke 18 tahun. Saat itu Kian sudah bisa mengenali Rein sebagai Ayahnya. Ia bahkan berbicara meski terbata-bata dan memanggil Rein dengan sebutan Ayah. Sontak saja Rein langsung memeluk Kian dan pada saat itu pula Kian meneteskan air mata.
Selama Ihsan hidup, kakak kembarnya telah muncul sebanyak 4 kali dan Ihsan tidak mengetahui tentang hal itu. Rein juga tidak pernah mengatakan apapun pada Ihsan tentang jiwa kakak kembarnya. Rein khawatir jika Ihsan mengetahui hal ini maka hanya akan membuat Ihsan tak bisa menerima dirinya sendiri.
Sampai saat ini, yang tahu tentang kondisi Ihsan hanya ada 3 orang. Pertama Ibunya yang telah meninggal, kedua ayahnya dan yang ketiga sahabat dari Rein yaitu Suhtomo Reider.
Dan setelah Rein mengatakan hal ini pada Siska, maka yang mengetahui kondisi Ihsan saat ini bertambah 1 orang dan kini yang mengetahui rahasia itu menjadi 4 orang.
*Saat ini.
"Aku mengerti, tidak heran kau bisa terluka seperti itu." Siska kembali memegang bekas luka Rein.
"Lalu.. Bagaimana jika saat ini Kian kembali mengambil alih tubuh adiknya. Apakah dia akan mengamuk?" Siska lanjut bertanya.
Rein berbalik melihat wajah Sika yang sangat dekat dengannya. "Tidak, Kian sudah bisa mengontrol dirinya. Meski tidak banyak bicara tapi dia sudah bisa membedakan yang mana kawan atau lawan. Bagaimanapun, darah dan kekuatan yang mengalir dalam jiwanya adalah peninggalan Ibunya yang merupakan seorang kesatria suci. Aku yakin dia pasti bisa membedakan teman dan musuh. " Tegas Rein melepas tangan Siska yang memeluknya dari belakang.
Rein yang telah selesai membersihkan badannya dengan kain basah kembali memakai baju. Sesaat kemudian ia mendengar suara rusuh yang berada di luar tenda.
"Rein!!" Kata Siska yang ikut merasakan kegaduhan.
Tak lama seorang kesatria ras atlantian masuk ke dalam tenda untuk memberikan laporan.
"Tuan Rein.."
"Aldmur.. Apa yang terjadi?" Tanya Rein pada kesatria itu.
"Sepertinya sebuah portal besar terbuka di depan gerbang kota Kander, Tuan Depone dan Tuan Tomo telah mempersiapkan pasukan."
Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba saja tanah bergetar hebat. Terjadi gempa yang membuat keseimbangan mereka oleng, lalu suara panik dari prajurit makin terdengar semakin gaduh.
Rein yang terganggu dengan kegaduhan itu keluar bersama dengan Siska dan Aldmur. Hanya dari depan tendanya saja Rein sudah melihat portal besar yang terbuka jauh di depan gerbang kota Kander.
Saking besarnya portal itu, diameternya mampu menyentuh tanah hingga langit. Sesaat kemudian, sosok monster raksasa keluar dari portal itu bersamaan dengan aura besar yang membuat pasukan Rein merinding.
__ADS_1
Bahkan saking besarnya aura itu, Rein sebagai kesatria agung ikut merinding dibuatnya. Saat mereka melihat raksasa itu telah keluar dan menampakkan dirinya secara sempurna depan seluruh pasukan Rein. Mereka semua histeris dan menjerit, ada yang hanya diam tak percaya, ada yang berlutut dan ada yang gemetar sampai senjata yang mereka pegang terjatuh.
Semua pasukan menjadi gentar padahal dihadapan pasukan iblis dengan jumlah berkali lipat dari mereka semua, para pasukan tak gentar dan menghadang pasukan iblis itu dengan gagah berani, tapi hanya dengan satu sosok raksasa merekam semua menjadi gemetar dan kehilangan harapan.
Rein, Siska, Aldmur serta Depone dan Tomo yang berada di garis depan melongo kala melihat sosok itu.
"Ini.. Tidak mungkin." Aldmur yang mengenal sosok itu tidak percaya dengan penglihatannya.
"Rein... Itu." Siska menatap Rein dengan penuh khawatir.
"Sialan.. Ya, makhluk raksasa itu. Iblis terkuat yang pernah kita lawan 15 tahun yang lalu.. Raja Iblis, Leviathan Serphen." Wajah cemas Rein menggambarkan bagaimana mengerikannya sosok yang saat ini muncul dihadapan mereka.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-