The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 18 - Pembantaian


__ADS_3

Suasana tiba-tiba berubah sangat mencekam.. Kelima kesatria yang saat ini melihat sosok kuat di depan mereka tampak sangat serius, salah satu di antara mereka bahkan gemetar karena merasakan aura membunuh luar biasa dari tubuh Iblis itu.


Meski saat ini mereka sudah memasang kuda-kuda untuk bertarung dan sigap memegang senjata mereka. Tapi tak satupun dari mereka yang bergerak untuk menyerang.. Karena mereka tahu, jika bergerak sedikit saja maka.. Mereka akan mati.


"Sambash.." Benak Simon memegang pedang dengan kedua tangannya.


Lucifer si iblis melayang dari pijakannya.. Dia terlihat santai sambil melirik kelima kesatria yang saat ini mengacungkan senjata padanya.


"ke-kenapa kau ada disini?" Roxy mencoba berbicara dengan nada gemetar.


"He.. Bangsa elf.. Ras yang bisa hidup hingga ratusan tahun." Lucifer membalasa ucapan Roxy dengan menatap dan mengintimidasinya dengan aura membunuh.


Seketika mental Roxy jatuh.. Dia goyah dan gemetar menjatuhkan pedangnya. Dia panik dan coba mengambil pedang itu tapi.. Tangannya tak berhenti gemetar.." Sial.. Sial... Siaalll." Ucapnya sambil mencoba mengambil pedang itu dari tanah.


"Tuan.. Roxy." Ucap Benuwa yang melihat Roxy sudah kehilangan mental bertarung saking takutnya.


"Lucifer.. dia tidak berada di garis depan pertempuran. Seharusnya saat ini dia masih berada di Darksideland.. Kenapa dia menampakkan dirinya sekarang." Benak Simon sambil memusatkan imperium miliknya pada tubuh dan mentalnya.


"Wel wel wel.. Sepertinya tidak ada satupun dari kalian yang bisa menghiburku." Lucifer kembali mengintimidasi dengan aura yang semakin memenuhi tenda tersebut.


Mendapatkan intimidasi menakutkan dari iblis kuat seperti Lucifer.. sudah cukup membuat Roxy kehilangan akal dan bertingkah tidak wajar. Tatapannya kosong dan hidungnya mengeluarkan darah. Roxy sebelumnya tidak mempersiapkan mentalnya untuk berhadapan dengan Lucifer dan hasilnya saat ini.. Dia menjadi gila.


"Hakahkahka. Dasar sampahh.." Ucap Lucifer mencemooh Roxy yang tampak kacau sambil menjambak rambut panjangnya.


Sementara itu.. Terdengar suara gemuruh pertempuran dari luar tenda. Sepertinya telah terjadi peperangan di luar tenda yang melibatkan prajurit dan para kesatria yang berada di garis depan saat ini.


Saat Lucifer muncul tiba-tiba di depan kelima kesatria, serangan tiba-tiba dari pasukan monster klan iblis dan pasukan iblis juga ikut menyerang perkemahan mereka.


Sangat gaduh.. Suara teriakan terdengar dimana-mana.. Para kesatria yang tidak siap bertarung sepertinya kewalahan dan gugur satu persatu. Serangan monster yang sangat beringas benar-benar menghancurkan formasi mereka.

__ADS_1


Sebut saja monster goblin hijau, butayaro, reptile, hingga Bicup menyerang perkemahan mereka dan membuatnya tampak porak poranda.


"Apa yang terjadi di luar." Ucap Benuwa yang mendengar kegaduhan.


"Itu.. Adalah suara pesta." Lucifer merespon sambil tertawa puas.


Salah satu kesatria bernama Ortis bergegas keluar setelah mendengar kegaduhan tapi baru ia berbalik untuk keluar dari tenda.. Kepalanya sudah terputus dari lehernya.


"Ortis.. Kurang ajar..." Petr yang melihat Ortis tersulut amarah lalu tanpa pikir panjang mengayungkan pedangnya ke arah Lucifer yang menyerang Ortis.


Dengan imperium cahaya miliknya.. Petr membuat pandangan Lucifer terganggu karena cahaya terang yang dia hasilkan. Lalu menyerang saat Lucifer tak dapat melihat.. Tapi.. Petr salah perhitungan dan juga.. Salah lawan sebab, sebelum pedang mengenai leher dari Lucifer.. Tubuh Petr sudah terbelah menjadi dua.


Memanfaatkan momen tersebut, Simon memegang Benuwa dan segera keluar dari tenda tersebut.


Ketika keluar dari tenda.. Perkemahan mereka serta dinding tanah yang berdiri sudah rubuh dan berantakan. Mayat para prajurit dan para kesatria sudah menjadi santapan monster dan para Iblis.


Kesatria Benuwa yang melihat para prajurit dan kesatrianya di bantai tak sanggup mengangkat pedangnya.. "Kenapa?" Ucapnya lirih.


"Tuan Benuwa.. Tuan.. Sadarlah, kita harus pergi dari sini. Tuan Benuwa." Simon mencoba menenangkan Benuwa.


"hakhakhaka." Lucifer kembali mendekat sambil tertawa puas.


"Kurang ajar.." Simon menguatkan hatinya.


"Metal bit.." Sambung Simon mengucapkan mantra.


Tubuh Simon lalu mengeras seperti baja, begitupun senjatanya. Kekuatan pedangnya bertambah kuat 2 kali lipat. Hal ini karena Simon menggunakan imperium baja dan memproyeksikan kedalam dirinya sendiri. Ini adalah salah satu sihir penguatan dari mereka yang mempunyai imperiam baja.


"Aku harus kabur dari sini." Benak Simon.

__ADS_1


Sementara itu.. Benuwa yang mentalnya juga sudah jatuh hanya bisa meratapi kekalahan dan kehancuran pasukannya.


Simon menyerang.. Dia berlari ke arah Lucifer. Saat berada selangkah lagi, tiba-tiba tubuhnya terlempar ke belakang dengan sangat kuat.


"Sial.. Iblis itu benar-benar berada dalam level yang berbeda."


Sihir metal bit yang dia gunakan seketika menghilang karena serangan Lucifer. Dia muntah darah.. Dan tubuhnya terasa sakit. Matanya berkunang-kunang.


"Hanya satu serangan." Ucapnya memegang perutnya.


Tiba-tiba di tengah kesakitan, dia mengingat kembali ucapan Sambash padanya dan juga pada kesatria kerajaan Dongion. Sambash yang merupakan raja dari kerajaan Dongion sedang bersama dengan para kesatria kerajaan dalam suatu ruangan.


Di akhir pidatonya untuk melepas kepergian para kesatria itu ke penjuru daratan Neverland untuk bertarung. Sambash berkata.. "Jika kalian bertemu denga Iblis yang telah aku sebutkan.. Maka sebaiknya kalian lari sekuat tenaga."


Kalimat itu tiba-tiba muncul di ingatan Simon.. Salah satu nama yang di sebutkan oleh raja Sambash.. Nama itu adalah Lucifer..


"Sambash.. Sepertinya aku tidak mengikuti saranmu." Ucap Simon yang masih muntah darah.


Pandangannya mulai kabur.. Di depannya saat ini, dia menyaksikan bahwa Lucifer telah menelan jiwa Benuwa hidup-hidup.. Setelah jiwa meninggalkan raga Benuwa terjatuh dan.. Mati.


"Apakah ini akhir dari dunia." Ucap Simon.


Tatapannya mulai berat, dia tak lagi merasakan tubuhnya. Dan... Akhirnya meregang nyawa.


Sementara itu.. Semua kesatria dan prajurit di perkemahan telah di bantai tak tersisa.


"Sepertinya ada sebuah desa di depan sana." Ucap Lucifer sambil tersenyum menyeramkan.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2