
Di balkon kamar yang cukup mewah, seorang wanita cantik sedang memandang langit berbintang. Pikirannya saat ini sedang galau jika mengingat kembali apa yang ayahnya katakan.
Wanita yang sedang galau itu adalah Gayatri, putri kerajaan Nusantara.
Yang membuat dia galau saat ini tentu saja pilihan yang di berikan untuknya tentang pertunangan dirinya dengan salah seorang anak bangsawan. Dari 5 orang kandidat, ia harus memilih.. Padahal ia belum punya niat untuk menikah.
Mungkin dia beruntung karena acara adat beberapa hari lalu tidak jadi terlaksana akibat gemparnya berita jika pulau Irian telah di kuasai sepenuhnya oleh klan iblis. Terlebih desakan bangsawan yang terus memaksa ia memilih ketika acara itu kemudian teralihkan dan membuat para bangsawan berfokus dengan berita mengenai rencana penyerangan klan Iblis ke pulau Cebes.
Para bangsawan yang punya banyak kepentingan di pulau Cebes tentu lebih memilih dan lebih memprioritaskan berita invasi klan Iblis itu ketimbang acara adat pertunangan Gayatri. Tentu saja Gayatri senang tapi ayahnya tak tinggal diam.
Meski keputusan tentang pertahanan pulau Cebes lebih penting, tapi ayah Gayatri juga tak mau jika anaknya batal bertunangan di usianya yang sudah menginjak 18 tahun. Oleh karena itu, Ayahnya memberi waktu agar Gayatri berpikir dan segera memutuskan pilihannya.
Batin Gayatri bergejolak.. Ia benar-benar bingung. Ia menatap ke atas, masih melihat langit berbintang, bibirnya mengerucut tampak cemberut. Sampai sebuah suara yang menyapa dirinya dari belakang terdengar.
"Gayatri!" Suara lembut yang hangat memanggilnya.
Gayatri berbalik mendengar suara itu, suara yang tak asing di telinganya.
"Ibunda.." Gayatri menyahut saat ia mendengar suara itu.
Wanita yang baru saja masuk ke kamar Gayatri, tak lain adalah ibunya sendiri.. Permaisuri kerajaan Nusantara, Sri Wishnuwardani.
"Kamu kenapa? Kok mukanya gitu?" Sri mendekati anaknya yang terlihat galau.
"Ibunda.." Gayatri mendekat dan memeluk Ibunya.
Kini mereka berdua berdiri, masih berada di balkon kamar tersebut. Di bawah langit berbintang..
"Ibunda.. Aku belum mau menikah."
Sri merenggangkan pelukannya, lalu menatap mata anaknya. "Ibu tau nak.. Tapi kamu tidak punya pilihan."
Gayatri semakin merajuk.
"Ibu tau.. Kamu ingin menjelajah, kamu ingin bebas. Tapi sayangnya sistem kehidupan kita tidak membolehkan kamu melakukan itu semua. Kamu adalah putri di kerajaan ini.. Ingat itu!"
Benar saja.. Gayatri memang sudah sangat lama ingin menjelajah, ia berkali-kali mengatakan itu kepada Ibunya, terlebih lagi saudara kandungnya.. Satu-satunya kakak yang ia miliki juga pernah berkelana tapi sayang kakaknya itu meninggal karena suatu insiden.
Kakak dari Gayatri tentu tidak mendapatkan persetujuan dari Ayahnya untuk pergi menjelajah daratan Neverland. Apa lagi memang adat kerajaan melarang hal itu namun, Kakaknya kabur dari istana kerajaan dan nekat melakukan hal yang ingin dilakukan kakaknya.
Sejak kakaknya keluar dari kerajaan dan hidup bebas. Ia sering mengirimkan surat kepada Gayatri tentang hal-hal aneh dan baru di setiap petualangannya. Gayatri yang mendapat semua informasi tentang dunia luar, malah semakin tertarik ingin menyusul kakaknya.
Sampai suatu waktu..
Kakaknya pulang ke istana kerajaan..
Pulang dengan keadaan tak bernyawa..
Bahkan tubuhnya penuh luka, diketahui bahwa kakaknya mengalami hal yang sangat mengerikan, hingga kematian kakaknya itu di rahasiakan oleh publik kerajaan bahkan Gayatri sendiri tak tau kenapa kakaknya bisa meninggal.
Sejak saat itulah Raja Jolang, ayahnya mulai membatasi gerakan Gayatri bahkan untuk sekedar bertemu rakyatnya dan berkeliling ibu kota. Tak seperti sebelumnya, hingga saat ini jika Gayatri ingin keluar dari istana maka ia harus di kawal setidaknya dua orang kesatria.
"Ibunda.. Aku merindukan Kakak ku." Gayatri memeluk erat Ibunya.
__ADS_1
"Seandainya saja Kakakmu mendengarkan apa kata Ayahmu. Mungkin dia masih hidup sampai hari ini."
"Tapi Ibunda.. Jika Kakak masih hidup, pasti dia akan hidup dengan penyesalan karena tidak sempat melihat luasnya dunia ini.. Aku yakin Kakak ku meninggal dengan senang dan cukup puas karena sudah melihat berbagai hal baru di luar sana." Gayatri tersenyum, ia mengingat kembali betapa menyenangkannya kegiatan Kakaknya dari surat yang ia baca kala itu.
"Loh.. Ibunda. Kenapa menangis!" Gayatri menengok dan melihat Ibunya mengeluarkan air mata.
"Tidak.. Tidak papa. Ibu hanya mengingat kakakmu saja." Sri menghapus air matanya.
Yang Sri ingat adalah..
Saat ia menyaksikan mayat anak perempuannya... Itu sangat mengerikan hingga membuat ia histeris selama sebulan lebih.
"Oh iya.. Dimana Ayahanda ?"
"Ayahmu sedang melakukan ritual nak.. Dia masih di ruang tahta bersama dengan beberapa kesatria dan penyihir kerajaan."
Yang di maksud oleh Sri adalah ritual sihir untuk mengirim arwah ke dunia arwah. Itu adalah ritual sihir yang dilakukan oleh semua raja dari kerajaan pendiri konferensi meja bundar.
Pertemuan itu memang berlangsung sangat lama, bahkan sampai saat ini.. Saat malam sudah mulai meninggi dan bulan juga sudah berada di puncak tertingginya.
Para raja masih terlibat pembicara panjang tentang keputusan apa saja yang akan mereka simpulkan untuk menghalau dan membebaskan daratan ini dari genggaman klan Iblis yang semakin melancarkan serangannya.
Pertemuan yang masih berlangsung itu.. Saat ini sudah akan berakhir.
"Aku harap setelah ini, pasukan bantuan akan segera di berangkatkan ke wilayah ku!" Jolang terlihat khawatir.
"Tuan Jolang.. Setelah selesai dan kembali ke tubuhku. Aku akan langsung menunjuk kesatria terbaik yang akan memimpin pasukan aliansi ke wilayah mu." Sambash tau betul kegelisahan raja Jolang.
"Aku rasa sudah cukup untuk saat ini.. Kita sudah banyak membahas hal penting di pertemuan kali ini." Raja William melipat kedua tangannya.
Yang paling menyita waktu adalah, saat raja Bordex Axikel dari kerajaan Skandia melaporkan bahwa seluruh wilayah kerajaannya masih aman dari serangan klan Iblis. Tentu hal itu membuat para raja penasaran mengingat bahwa setiap wilayah dari kerajaan-kerajaan lain saat ini berperang melawan invasi klan Iblis.
Apa lagi sebelum perang besar 15 tahun yang lalu.. Wilayah kerajaan Skandia bahkan hampir runtuh akbar di gempur oleh klan iblis dan sebelum itu juga wilayah kerajaan Skandia dipenuhi oleh camp para monster dan pasukan iblis.
Semua berubah setelah perang besar 15 tahun itu, saat raja Bordex Axikel mengambil alih kepemimpinan dari kakaknya yang terbunuh akibat gempuran klan iblis.. Bordex Axikel menorehkan prestasi besar dengan pasukan elit yang ia bentuk dan berhasil membebaskan seluruh wilayahnya dari invasi klan Iblis dan sampai saat ini ia berhasil mempertahankan keamanan wilayahnya.
Mungkin salah satu yang menjadi alasan dari semua itu karena raja Bordex Axikel sangat jarang mengirim pasukannya untuk menjadi pasukan aliansi dan membantu wilayah lain yang terdampak sangat parah dari invasi klan Iblis. Jika ia mengirim pasukan pun, maka yang ia kirim hanya pasukan level rendah dan menyimpan kesatria terkuatnya untuk mengamankan wilayah kerajaannya sendiri.
"Jika saja si hidung besar ini tidak terlalu pelit untuk mengirimkan pasukannya." Raja Tolkien dari kerjaan Naugrim masih kesal dengan sikap pelit reja Bordex Axikel.
"Oi cebol.. Kau masih membahas hal yang sudah selesai."
"Cukup sudah.. Kita juga tidak bisa memaksa tuan Bordex." Raja Reynhard mengambil perannya.
"Aku harap apa yang telah kita putuskan bisa menjadi solusi untuk kekacauan yang terjadi saat ini." Salah satu raja masih ragu.
"Setidaknya untuk saat ini.." Raja William mengangguk.
"Kalau begitu kita sudahi saja pertemuan ini."
"Tidak tunggu sebentar!"
"Ada apa lagi tuan Sambash!?" Raja William melihat Sambash yang tersenyum.
__ADS_1
"Aku masih penasaran akan satu hal.. Ini mengenai para kesatria suci, dimana saat ini salah satu diantara mereka telah mati. Itu adalah sesuatu hal yang sangat merugikan kekuatan tempur kita." Sambash menatap tajam ke arah Raja Charles.
Sambash menyinggung tentang kematian Richard di dalam labirin.
"Apa maksudmu anak muda? Kita sudah membahas hal ini 4 bulan yang lalu." Raja Charles yang merasa terintimidasi membalas ucapan Sambash dengan sinis.
"Tch.. Maaf saja tapi aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk membahas sesuatu yang telah diselesaikan sebelumnya. Kalau begitu aku pamit saja!" Salah satu raja menghilang tiba-tiba.
"Aku juga.. Ini sudah terlalu lama."
"Aku harap kau bisa mempertahankan pulau Cebes tuan Jolang dan merebut kembali pulau Irian."
"Sayang sekali tapi.. Aku harus melakukan perawatan kulit.. Aku juga pamit tuan-tuan." Satu-satunya wanita di antara mereka juga ikut menghilang.
Beberapa raja pun menghilang, hingga Hanya menyisakan setangahnya saja. Karena pada dasarnya agenda pertemuan kali ini memang sudah selesai.
Sementara raja yang masih tersisa cukup penasaran tentang hal yang ingin dikatakan oleh Sambash, raja kerajaan Dongion dan juga merupakan raja termuda di antara mereka.
"Tch.. Kau tidak usah berlama-lama anak muda. Cepat katakan yang ingin kau katakan!" Raja Charles melihat ke arah Sambash.
"Yang ingin ku katakan adalah sesuatu tentang istri anda tuan Charles.. Dan juga tentang penghianatan Ignis." Tegas Sambash tersenyum.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
-Bersambung-
-------------------------------------------------------------------
Halo pembaca yang budiman!!
Jika kalian penasaran dengan cerita selanjutnya.. Jangan lupa dukung author supaya semakin semangat untuk melanjutkan cerita ini.
Karena dukungan kalian itulah yang membuat cerita ini bisa terus berjalan.
Terima kasih!!
__ADS_1
Visual look putri kerajaan Nusantara, Gayatri Ingalaga di dalam cerita..