
Igor terlempar cukup jauh akibat serangan sihir yang di terimanya. Dia menghantam pohon dan membuat pohon itu tumbang seketika.
"Cuh.." Igor meludah, bukan lendir yang keluar tapi darah.
Di tempat Astharot terluka. Meski tubuhnya luka parah tapi dia tetap terlihat santai. Aura membunuh terpancar darinya, sepertinya ia cukup marah akibat di hajar babak belur oleh Igor.
"Refectionem.." Balphegor mengeluarkan sihir ke arah Astharot.
Tubuh Astharot yang tadinya terluka parah kini pulih seketika, bahkan tangan kirinya yang buntung kembali beregenerasi.
"Kali ini lakukan tugasmu dengan benar, berhenti bermain-main." Kata Balphegor
Seusai menyembuhkan Astharot, Balphegor lalu terbang ke langit. "Sebelum matahari terbit, semuanya harus beras.. Itu perintah dari Tuan Lucifer." Kata Balphegor kepada Astharot
Setelah itu, Balphegor menghilang di langit.
"Baiklah kalau begitu, saatnya balas dendam."
Di sisi gerbang timur, Sebastian dengan firasat anehnya melihat sesuatu yang muncul tiba-tiba dari dalam hutan.
"Itu.. Itu adalah iblis, bentuk Tiropus."
Tiropus iblis raksasa bermata 3 dengan daya hancur luar biasa.
"Dan lagi, mereka ada 5." Sambung Sebastian dengan mata melotot.
Selain Tiropus, pasukan iblis juga bertambah banyak. Mereka mengirimkan monster dan iblis yang lebih kuat lagi untuk menyerang benteng. Begitupula di gerbang bagian barat..
"Tuan Pistris, musuh menyerang dari dalam hutan. Mereka tambah banyak." Teriak salah satu kesatria.
"Ha!! Mustahil.. Bagaimana mungkin." Pistris mulai frustasi.
Di atas langit, tepat di atas benteng ampt. Balphegor mengawasi peperangan yang terjadi. "Perang baru saja dimulai.. Makhluk-makhluk sampahh.." Katanya sambil tertawa.
Kembali ke sisi Selatan gerbang depan benteng ampt.
Ilume terlihat merawat Lutor yang saat ini tak bisa bergerak akibat efek racun. "Lutor.. Bertahanlah.."
Wajah Lutor mulai pucat, garis hitam dimatanya tampak jelas. Saat ini Lutor dalam kondisi kritis.
Di tengah ketegangan, pasukan iblis yang baru muncul dan menyerang mereka
"Eh!! Bohong.. Itu.. Bohong kan!?" Ilume terkejut melihat musuh baru yang menyerang.
Para kesatria yang masih bertarung ikut terkejut dengan musuh baru yang telah muncul dan menyerang benteng ampt.
"Tidak mungkin."
__ADS_1
"Habislah, sudah tidak ada harapan."
Para kesatria tertekan dan mental mereka rusak melihat monster dan iblis berdatangan.
"AAAAAAAAHHHHHH.." Lutor bangkit dari tampatnya duduk saat ini.
"Lutor.. Kau tidak boleh bergerak, aku.. Aku harus merawatmu." Ilume mencoba kembali membuat Lutor duduk.
"Tidak,.." Dengan nafas yang berat dan pandangan yang mulai gelap Lutor memaksakan diri untuk bangkit.
"Lutor.. Tolonglah.." Ilume memegang tangan Lutor.
"Kau pikir aku tidak tau,.. Ilume, kau memang bisa menyembuhkan luka dengan sihirmu tapi kau tidak bisa mengobati racun dalam tubuhku."
Mendengar hal itu Ilume meneteskan air mata.
"Sebelum aku mati, seb-sebaiknya aku membantai para monster dan iblis itu." Tagas Lutor.
Ilume menangis karena kenyataannya dia memang tidak bisa berbuat apa-apa pada racun yang saat ini menyerang tubuh Lutor.
"Dasar wanita cengeng.., sebaiknya kau pulang saja." Lutor tersenyum mengejek Ilume yang bersedih untuknya.
"Tidak.. Aku akan bertarung." Tegas Ilume menghapus air matanya.
"Terserah kau saja.. He.."
Di luar benteng, dalam hutan tempat dimana Astharot sedang memulihkan sihirnya. Tiba-tiba Igor muncul di depan Astharot, yang saat ini mengeluarkan aura jahat yang sangat besar.
"Oi.. Kau sudah sembuh rupanya." Kata Igor melihat Astharot.
Astharot membuka mata.. "Kau? Siapa namamu?"
"Namaku? Kau ingin tau namaku? Percuma karena sebantar lagi kau akan mati dasar iblis jelek." Igor membentak.
"Aku terlalu meremehkanmu.. Sekarang aku akan serius. Bersiaplah manusia.. Ingat baik-baik.. Namaku adalah Astharot..." sesaat setelah mengucapkan namanya, aura mematikan membuat bulu kuduk Igor berdiri.
"Tch.." Tubuh Igor kembali mengeluarkan listrik. Dengan kecepatan kilat dia menyerang langsung ke arah Astharot.
Serangan tersebut berhasil di tepis. "Dia cepat juga." Benaknya saat Astharot menepis serangannya.
Pertarungan sangat sengit.. Saling serang terjadi begitu cepat. Keduanya tak mau kalah.. Tampak tubrukan imperium yang sangat dahsyat terjadi dan menghempaskan pohon-pohon yang ada di sekitar mereka.
Igor terlempar ke belakang, tapi masih bisa menjaga keseimbangan. "Høy fart." Ucap Igor.
Tubuh Igor semakin berotot, kecepatan dirinya semakin meningkat. Pertarungan kembali berlanjut.. Jual beli serangan terjadi, tubrukan imperium lagi-lagi membuat keadaan sekitar menjadi kacau.
Astharot menyerang mengeluarkan bisa dari ekor ularnya, Igor menghindar dan melayangkan pukulan di wajah Astharot..
__ADS_1
Astharot terlempar.. Dia bangkit dan mengarahkan kedua tangannya pada Igor. "Nigrum ulae." Teriaknya.
Dengan sigap Igor menangkis serangan itu menggunakan kapaknya. Dia bertahan dan masih berusaha menangkis serangan berat itu.
"Eerrrrrggggg.. Aaahhhh." Igor berteriak, otot tangannya terlihat jelas.
Akhirnya dia menepis serangan itu hingga meledakkan pohon yang ada di samping kirinya.
"Hebat juga kau iblis." Kata Igor.
"Sudah cukup main-mainya manusia... Spiritus suavitatis" Ucapnya sambil menjulurkan ekor ularnya yang mengeluarkan nafas.
Igor terlihat waspada dengan nafas yang saat ini berbaur dengan udara tersebut. Astharot mendekat dan menyerang dengan cakarnya, tapi di tepis oleh Igor.
Pertarungan sengit kembali terjadi.. Jual beli serangan terlihat lagi.. Mereka berdua tak ingin mengalah, Igor dengan kapak besarnya terus melayangkan serangan.
Saat ini zirah dan pakaian Igor sudah terlihat compang camping. Tubuhnya sudah penuh dengan luka dan darah. Astharot yang sudah memulihkan diri juga kembali terluka, tapi pertarungan masih berlangsung.
Igor yang saat ini memegang kapak besarnya dengan kedua tangan, memusatkan imperium pada satu serangan.. Tapi..Pandangan Igor tiba-tiba kabur dan dia sedikit pusing lalu kemudian terjatuh karena keseimbangannya terganggu.
"Hahahah.. Sepertinya racun yang ku sebar di udara telah bereaksi dalam tubuhmu." Kata Astharot melihat Igor goyah.
Nafas Igor terasa berat, tapi dia mencoba untuk fokus... Hanya saja tubuhnya tidak bisa berbohong. Dia berlutut karena racun sudah mulai menggrogotinya.
"Spiritus suavitatis adalah sihir yang mengubah nafas beracun ular menjadi udara.. Dan sejak tadi kau telah menghirup banyak sekali udara di sekitar tempat ini. Hahahahahah.. Aku yang menang manusia.." Kata Astharot mendekati Igor yang mulai kehilangan kesadarannya.
Nafasnya semakin berat saja... Di tengah kegelisahan hatinya. Igor mengingat masa lalunya..
Igor Snopka, lahir dari keluarga biasa, Ayah dan Ibunya mati di bunuh oleh iblis saat dia masih berusia 10 tahun. Sejak saat itu Igor hidup di gereja bersama dengan anak yatim lain, dia menjadi terobsesi untuk balas dendam dan memutuskan untuk menjadi kesatria.
Latihan keras dia jalani bersama dengan dua orang anak yang lain. Awalnya di remehkan karena berasal dari rakyat jelata tapi kekuatan besarnya meningkat karena latihan keras yang dia jalani.. Hingga akhirnya dia berhasil menjadi kesatria dan menorehkan prestasi di berbagai peperangan melawan klan Iblis.
Puncaknya adalah saat dia berusia 27 tahun.. Perang Mempertahankan wilayah Norhen di bagian barat Kerajaan Norway. Igor berhasil membunuh salah satu iblis kuat yang memimpin klan Iblis saat itu. Karena prestasi tersebut, dia dijukuki sebagai pahlawan..
Ingatan tentang dirinya muncul, meski tubuhnya mulai lemas tapi ekspresinya berubah. Seketika Lengan kanan Astharot yang mendekat ke arahnya putus dan mengeluarkan banyak darah.
Astharot terkejut.. "SSSAAMMMPAAAHHHHH." Ucapnya sangat marah.
Sementara itu pandangan Igor mulai gelap. Meski berhasil melancarkan serangan, sepertinya itu adalah serangan terakhir Igor karena saat ini dia sudah tidak bisa merasakan tubuhnya lagi.
"Sampai disini kahh." Benaknya.
Dengan pandangan yang mulai tak jelas, dia melihat Astharot sedang mengayungkan cakar dari jari-jarinya yang sangat tajam.
"Mati kau manusia.." Astharot mengayungkan cakar tajam itu ke leher Igor dan... Kepala Igor melayang di udara.
Darah tersembur dari lehernya.. Tubuh tanpa kepala itu terjatuh ke tahan bersamaan dengan kepalanya.
__ADS_1
-Bersambung-