The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 35 - Adat Kerajaan Nusantara


__ADS_3

Kerajaan Nusantara menjadi salah satu kerajaan besar yang menjadi pendiri dari aliansi meja bundar. Diantara kerajaan-kerajaan yang lain, kerajaan inilah yang paling merasakan dampak dari invasi klan Iblis.


Terlebih setelah wilayah paling timur dari kerajaan, yaitu pulau irian berhasil ditaklukkan sepenuhnya oleh klan iblis.


Selain pulau irian, kerajaan Nusantara yang merupakan kerajaan yang terdiri dari berbagai pulau tentu saja memiliki banyak pulau. Dan beberapa pulau-pulau kecil juga sudah di kuasai oleh klan iblis.


Ada 3 pulau besar yang merupakan daratan luas dari kerajaan Nusantara yaitu pulau Irian yang telah dikuasai oleh klan iblis, pulau Cebes, dan Pulau Jatra dimana ibu kota kerajaan Nusantara berada.. Yaitu kota Batav.


Menjadi kerajaan yang terdiri dari pulau-pulau membuat salah satu komoditas yang paling unggul di kerajaan ini adalah hasil laut, hal itulah yang membuat kebanyakan penduduk dari kerajaan Nusantara merupakan nelayan.


Kerajaan Nusantara juga merupakan penghasil emas terbesar di daratan Neverland, tapi sayangnya.. Pulau yang menghasilkan emas tersebut telah di kuasai oleh klan Iblis.


Bertempat di Kota Batav, ibu kota kerajaan Nusantara. Terlihat cukup banyak aktivitas penduduk kota, berbagai macam ras bercampur baur dan bekerja sama.


Kerajaan Nusantara juga terkenal sebagai tempat yang tidak memandang ras dan kasta meski tatanan kerajaan masih diatur oleh para bangsawan, tapi bangsawan di kerajaan ini tidak terlalu mengagungkan dirinya.. Para bangsawan menganggap bahwa mereka sama saja dengan rakyat biasa.


Hal itu membuat di kerajaan ini tidak terjadi kesenjangan sosial berlebihan seperti yang di alami oleh kerajaan lainnya.


Di sebuah jalan utama yang cukup padat dilewati oleh kereta kuda yang membawa berbagai jenis barang.. Seorang prajurit berkuda terlihat meminta jalan untuk lewat karena sedang terburu-buru.


Prajurit yang berteriak itu meminta agar semua yang berada di depannya minggir dan memberikan jalan karena ia adalah pembawa berita penting dari pasukan yang saat ini menyerang ke pulau irian.


Suara tapak kudanya terdengar jelas.. Ia menunggangi kuda tersebut dengan tergesa-gesa. Tak lama kemudian tibalah ia di istana kerajaan yang berada di pusat kota Batav.


Ia memperlihatkan sebuah lencana prajurit kepada penjaga gerbang istana, akhirnya gerbang dibuka dan prajurit itu masuk ke dalam istana.


Sebuah istana yang sangat besar dengan luas keseluruhannya mencapai 4 hektar lebih.


Sementara itu di dalam istana, di sebuah ruangan terlihat ranjang megah yang cukup besar.. Bahkan ranjang itu sangat cukup jika ada 5 orang yang tidur di atasnya.


Setelah dilihat lagi, hanya ada seorang gadis cantik yang baru saja membuka matanya. Gadis itu terlihat menguap sambil mengucek-ucek matanya, mungkin ia baru bangun dari tidurnya.


Ia terlihat mengenakan piama istana, rambut panjang berwarna hitam miliknya terlihat berantakan. Ia merengkangkan tubuhnya sambil mengangkat kedua tangannya, setelah itu ia turun dari ranjang melangkah ke depan cermin yang tak jauh dari ranjang.


Saat ia sedang bercermin, tiba-tiba suara ketukan pintu dari arah kirinya terdengar.


"Iya, silahkan masuk." Ucapnya saat mendengar suara ketukan pintu tersebut.


Seseorangpun masuk.. Seorang perempuan yang membawa nampan berpakaian adat ala kerajaan Nusantara. "Tuan Putri..." Kata perempuan itu sambil membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah gadis yang saat ini masih berada di depan cermin.


"Mbo Ayem, taruh aja di situ." Kata gadis itu menunjuk sebuah meja.


Sebutan 'Mbo' adalah sebutan bagi para pelayan wanita yang melayani bangsawan di kerajaan Nusantara.

__ADS_1


Pelayan itu lalu menata makanan dari nampan yang ia bawa.. Setelah selesai, ia pamit keluar dari ruangan.


"Duhh, ada jerawat lagi. Ishh." Gadis itu mengumpat sambil memencet hidungnya.


Gadis itu bernama Gayatri Ingalaga, putri kerajaan Nusantara sekaligus anak kedua dari raja Jolang Ingalaga dan permaisuri Sri Wisnhuwardani.


Gayatri, seorang putri yang sangat suka keluar dari kawasan istana dan bergaul dengan rakyat biasa. Meski bergelar putri kerajaan tapi sifatnya sangat tomboy dan lebih suka bergaul dengan para lelaki ketimbang harus mengikuti kelas tatakrama para bangsawan wanita.


Rambunya panjang, parasnya cantik dengan kulit sawo matang. Bola matanya kecoklatan dengan lesum pipi di kedua pipinya. Usianya saat ini adalah 18 tahun, usia yang di anggap sudah siap untuk menikah bagi adat kebangsawanan kerajaan Nusantara.


Setelah selesai berkutat dengan wajahnya, Gayatri lalu masuk kesebuah ruangan. Di ruangan itu terlihat sebuah kolam berisikan kembang tujuh rupa. Ia membuka piamanya dan berendam di kolam tersebut.


Berada di tempat lain..


Masih di dalam istana kerajaan Nusantara.


Di sebuah aula tahta kerajaan, tempat biasanya raja duduk menduduki tahtanya sambil menerima laporan atau permintaan dari penduduknya.


Terlihat seseorang duduk di atas singasana berlapiskan emas.. Orang itu adalah Jolang Ingalaga dan di sampingnya adalah permaisuri Sri Wisnhuwardani.


Di hadapannya saat ini, beberapa pria muda yang gagah berlutut menggunakan zirah emas memberikan penghormatan kepada sang raja.


Sementara itu.. Di depan raja juga terlihat banyak sekali orang yang mengenakan pakaian adat dengan perhiasan emas yang menutupi tubuh mereka. Mereka semua adalah bangsawan yang mewakili setiap daerah kerajaan Nusantara yang berkumpul karena hari ini adalah hari spesial.


Umumnya tahta raja akan diberikan kepada anak laki-laki dari raja itu sendiri tapi, kedua anak Jolang Ingalaga adalah perempuan.. Sedangkan anak pertama Jolang telah meninggal setahun yang lalu akibat suatu penyakit. Terlebih, tidak ada tanda-tanda bahwa permaisuri akan mengandung anak lagi mengingat usianya saat ini sudah 40 tahun.


Meski saat ini situasi kerajaan Nusantara sangat genting karena invasi klan Iblis, tapi para bangsawan dan penduduk sangat memegang teguh adat leluhur. Oleh karena itu, acara pertunangan putri kerajaan hari ini harus tetap berlangsung bersamaan dengan ulang tahun putri raja yang ke 18 tahun.


Para pria yang saat ini berada di hadapan sang raja adalah anak para bangsawan dari kerajaan Nusantara. Mereka semua adalah kandidat raja, siapapun yang di pilih oleh putri raja maka dialah yang akan menjadi penerus kerajaan.


"Suamiku.. Bagaimana dengan Putra dari tuan Budi. Dia terlihat sangat gagah. Saya harap Gayatri memilihnya." Permaisuri bebisik kepada raja Jolang.


"Iya, anak itu juga terlihat kuat.. Tapi kita serahkan saja pilihan ini pada putri kita." Balas Jolang sambil berbisik pula.


Tak lama.. Pintu besar yang tak jauh dari tahta Raja Jolang terbuka.. Tepat di depannya..


Bersamaan dengan seorang pelayan pria yang berteriak kepada semua orang di ruangan ini. "Putri Kerajaan memasuki ruangan!" Katanya.


Sesaat kemudian, Gayatri masuk dengan mengenakan gaun putih yang menjuntai memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Semua mata terpesona melihat kecantikan Gayatri, bahkan para pria yang saat ini berada di hadapan raja ketika berbalik dan melihat Gayatri.. Tak ada satupun diantara mereka yang berkedip saking kagumnya.


Gayatri berjalan menuju tahta.. Saat tiba di depan ayahnya.. "Ayahanda.." Ucapnya sambil memberi hormat, pun di depan Ibunya.

__ADS_1


Semua orang mulai risau.. Terlihat dari ekspresi dari para bangsawan yang berada di sekitar ruangan itu.. Juga para kesatria besar yang berada di tempat itu merasa penasaran dengan keputusan apa yang akan dibuat oleh Gayatri.


"Baiklah.. Semuanya tenang.." Kata Jolang menenangkan kegaduhan yang terjadi.


"Anakku.. Di depanmu saat ini sudah berdiri pemuda-pemuda tampan dan kuat. Mereka semua adalah bangsawan sepantaran denganmu. Sekarang pilihlah salah satu di antara mereka yang akan menjadi calon suamimu." Jolang melanjutkan ucapannya sambil berdiri dari tahta melihat ke arah Gayatri.


Semua orang kembali risau, mereka semua yang berada di ruangan itu menunggu dengan wajah cemas.. Menunggu sebuah keputusan besar yang akan mempengaruhi kerajaan nantinya.


Gayatri mengamati satu persatu pria yang berada di depannya, ia mengerutkan dahi dan memegang kepalanya.. Ia tampak bingung..


Semua orang yang melihat masih harap-harap cemas.


"Ayo.. Anakuku pilihlah.." Kata Jolang.


"Hm.." Gayatri cemberut melihat ke arah ayahnya.


Gayatri kembali mengarahkan pandangan pada semua pemuda itu. Lalu..


"Baiklah.. Aku memilih.." Kata Gayatri.


Semua orang yang berada di ruangan matanya melotot dan tak sabar ingin melihat siapa yang Gayatri pilih.


Sesaat kemudian..


"Tidak ada.." Kata Gayatri tersenyum lebar sambil menyilangkan tangannya.


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


-----------------------------------------------


Visual look Raja Jolang Ingalaga..

__ADS_1



__ADS_2