The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 16 - Pengintaian


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya, di garis paling depan pertempuran pulau mempertahankan benteng terakhir di pulau Irian.


Terletak 20 km dari benteng terakhir.. Nampak barisan prajurit yang sedang melakukan patroli di sekitar area tersebut.


Terlihat pula dinding kokoh yang berdiri yang dibuat menggunakan sihir penciptaan dengan imperium bertype tanah. Di sisi lain dinding itu, berdiri tenda-tenda sebagai tempat istirahat bagi para prajurit dan kesatria.


Disisi lain sejauh 2 km dari perkemahan para prajurit dan kesatria, terlihat pasukan klan Iblis sedang mendekat perlahan.


"Titus.. Sepertinya mereka sedang bergerak." Kata seorang kesatria yang saat ini sedang mengintip gerak gerik musuh dari balik semak belukar.


"Kita harus melaporkan hal ini pada markas." Ucap seorang lagi.


"Aku sudah mengirimkan seekor burung elang untuk menyurati tuan Benuwa. Tapi entah kenapa perasaanku tidak enak."


Mereka berdua adalah kesatria yang sedang mengintai pergerakan musuh. Itu artinya mereka berdua berada sangat dekat dengan kematian.


"Titus, perasanku benar-benar tidak enak. Sebaiknya kau kembali ke tenda dan melaporkan pergerakan klan iblis." Kesatria Abumue melihat ke arah Titus sambil memegang pundaknya.


"Bagaimana denganmu?"


"Aku akan berada di sini dan mengintai pergerakan mereka, yang jelas saat ini kita harus memberikan informasi penting ini sebelum terlambat." Jelas Abumue.


Hal yang sangat genting telah terjadi saat ini di depan mata mereka. Terlihat pasukan monster dari klan Iblis telah melakukan persiapan untuk menyerang langsung di malam yang gelap ini.


Tak seperti biasanya, peperangan yang biasa terjadi di pagi atau siang hari. Tapi karena pergerakan aneh dari para monster dari kubu klan iblis membuat kedua kesatria tersebut berasumsi bahwa musuh akan menyerang malam ini.


Di saat mereka sedang terlibat perdebatan dibalik semak belukar.


"Titus... Awas."


Ledakan membuat mereka berdua terhempas dari tempat persembunyian mereka. Beruntung karena Abumue menyadari serangan yang akan datang, hingga mereka berdua dapat menghindari serangan itu.


Mereka terhempas cukup jauh karena efek dari ledakan yang hampir membunuh mereka. "Sepertinya kita ketahuan." Ucap Titus yang mencoba bangkit.


"Titus cepat.. Pergi dari sini. Kau harus menyampaikan pesan kepada tuan Benuwa di perkemahan kita." Kata Abumie panik.

__ADS_1


Setelah serangan tersebut.. Tiba-tiba saja saat ini di sekitar mereka tedapat sebuah tengkorak hidup yang membawa senjata. Mereka adalah pasukan klan iblis dari ras undead berwujud tengkorak.


Ras undead adalah salah satu ras yang melayani klan iblis selain para monster. Undead tengkorak umumnya sangat lemah dan bisa di kalahkan hanya dalam satu serangan.


"Rupanya hanya tengkorak hidup." Ucap Titus mengeluarkan pedangnya.


"Tidak.. Kau harus segera pergi Titus. Bisa saja surat yang telah kita kirim tidak sampai ke perkemahan. Kau harus menyampaikan pergerakan musuh kepada tuan Benuwa, jika tidak... Akan terjadi pembantaian." Jelas Abumue dengan tegang sambil memegang senjatanya.


Saat ini situasi mereka berdua sedang terdesak. Tidak lama setelah ledakan mereka telah terpojok dan dikelilingi oleh para undead tengkorak lengkap dengan persenjataannya.


"Darahku rasanya sedang mendidih." Ucap Titus bersemangat.


Titus mengeluarkan serangan, dia mendekati rombongan tengkorak dan menyerang dengan pedangnya. Cukup satu tebasan kuat beberapa tengkorak hidup hancur di buatnya, Titus kembali mundur kemudian dia mengangkat pedangnya ke langit..


Langit tiba-tiba bergemuruh dan seketika sambaran kilat menyambar dan bersatu dengan pedang yang di pegang oleh Titus. Kini pedang yang dipegang Titus terlihat terang karena dialiri oleh listrik menyambar berwarna biru yang dihasilkan dari kilat yang menyambar pedangnya. Itu adalah hasil perpaduan imperium kilat yang menyatu dengan senjatanya. .


"Saatnya berpesta." Ucap Titus percaya diri.


"Titus jangan gegabah." Abumue yang perasaannya tidak enak sejak tadi mencoba mengingatkan Titus.


"Mati kalian semua.. Aaarrreeeggg."


Titus terlihat sangat berenang-senang.. Ia terus mengayungkan pedang listriknya sambil sesekali melepaskan plasma listrik yang meledak jika musuh terkena serangan itu.


Sementara itu, Abumue dengan pedang raksasa di pundaknya juga membuat para undead tengkorak hancur seketika dengan sekali ayunan.


"Kenapa perasaanku masih saja tidak enak. Ini terlalu mudah.." Benak Abumue.


Tak lama, setengah dari pasukan undead tersebut hancur dan jalan untuk kabur sudah terlihat. Untuk membuka jalan dan meratakan pasuka undead yang mengelilingi mereka.


Abumue mengangkat pedang besarnya dan menghempaskan pedang itu ke tanah hingga membelah tanah dan juga membuat barisan undead hancur seketika.


"Sekarang Titus.. Kita harus pergi." Ucap Abumue berlari ketika melihat celah untuk kedua dari kepungan para tengkorak.


Mereka berdua berlari sekuat tenaga.. Tapi..

__ADS_1


"Titus... Awasss." Abumue mendekat ke arah Titus, dia mendorong Titus menjauh.


Titus terlempar.. Ia melihat dengan kedua matanya sendiri bahwa saat ini Abumue kehilangan tangan kanannya.


Abume terjatuh dan menahan sakit.. Tangan kanannya hancur akibat ledakan yang terjadi. Dia mengeram kesakitan sambil mencoba bangkit.


"Aahhhhrrrgg... Sekarang aku tahu kenapa firasatku buruk sejak tadi." Ucap Abumue melihat sosok yang saat ini menghadang mereka.


"Kurang ajarrr... Yaaaaaerrrggg" Titus berlari ke arah sosok itu sambil mengeluarkan pedangnya.


Dengan sigap, Abumue menghadang Titus dengan menciptakan dinding di hadapan Titus menggunakan sihir tanah.


"Abumue.. Apa yang kau lakukan. Kenapa menghalangiku?"


"Dengar Titus.. Kau bisa menggunakan sihir angin. Kau harus pergi sekarang dengan seluruh kemampuanmu. Gunakanlah kekuatanmu itu untuk kabur.. Bagaimanapun kau harus bisa mencapai markas di depan sana." Ucap Abumue sangat serius.


Titus yang melihat kesungguhan Abumue terkejut, saat ini wajah Abumue memperlihatkan seseorang yang siap untuk mati.


"Kalian manusia tidak pernah belajar.. Dasar sampahh!"


"Kurang ajar..." Titus tersulut emosinya dan terbang melewati dinding tanah yang di buat oleh Abumue. Titus menggunakan dorongan angin untuk melayang sementara di udara, dengan memanfaatkan imperium angin yang dia miliki.


Belum Titus mencapai sosok tersebut.. "Tiiiitttuuusssss" Abume berteriak kepadanya.


Titus berhenti dan melihat ke arah Abumue.


"Kita tidak akan menang melawan makhluk itu.. Di-dia adalah.. Lucifer. Salah satu iblis terkuat yang memimpin klan Iblis." Abumue dengan segala tenaganya menjelaskan sosok yang saat ini menghadang mereka.


"Ap.. A-apa!?" Titus terkejut.. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar. Kini dia tahu sekarang kenapa Abumue begitu terlihat putus asa.


"Kematian kalian sudah jelas.." Ucap Lucifer si iblis sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada Titus.


Belum sempat Titus bereaksi.. Perutnya sudah berlubang akibat serangan dari Lucifer. "Eh.. A-apa.. Ya-yang terjadi." Titus terjatuh.. Dia mengalami luka di bagian perut.


"Tiiittusssss.." Abumue berlari ke arah Titus.

__ADS_1


Tapi.. Baru melangkah sekali tiba-tiba. Kaki kiri Abumue juga bernasib sama dengan tangan kanannya.. Kaki kirinya meledak dan mengeluarkan banyak darah.


-Bersambung-


__ADS_2