The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 58 - Generasi Emas Kerajaan Nusantara


__ADS_3

Di alun-alun kota Kander..


Beberapa rombongan terlihat sedang mempersiapkan barang, juga beberapa kesatria yang terluka dengan di angkat naik ke sebuah kereta kuda yang cukup bedar. Ada sekitar 5 kereta kuda dan beberapa kuda yang siap untuk di tunggangi.


"Tuan Arie.. Terima kasih telah meminjamkan kereta kuda anda." Depone terlihat hormat.


"Sudahlah, kau tidak usah sungkan. Ini semua demi Nyonya Linda..." Kata Arie Latus, kesatria besar yang memimpin pasukan di kota Kander.


Rombongan yang sedang bersiap itu adalah rombongan yang membawa kesatria Lingard, Linda dan beberapa orang yang juga terluka parah menuju kota Upang lalu selanjutnya mereka akan menyeberang menggunakan kapal laut menuju pulau Jatra dimana ibu kota kerajaan berada.


"Hati-hati.. Eehh awas.." Alista memberikan instruksi pada prajurit yang mengangkat sebuah kapsul yang terbuat dari kayu dan dilapisi oleh sihir tanaman. Di dalam kapsul itulah Linda berada dan tengah sekarat.


"Nona Alista.." Seorang kesatria mendekat.


"Oh.. Tuan Mamet."


"Apa Nyonya Linda akan baik-baik saja?"


"Jika perjalanan tidak mengalami kendala dan rombongan ini sampai tepat waktu ke ibu kota kerajaan maka.. Aku yakin para penyihir ahli di sana akan menyelamatkannya." Tegas Alista.


"Aku khawatir jika perjalanan ini mengalami kendala." Mamet melihat ke arah kain saat berbicara dengan Alista, sepertinya ia tidak tenang.


Memat Djikaraya, salah satu kesatria yang selamat dari pasukan yang menyerang pulau Irian.


"Tenang saja.. Aku akan mengawal perjalanan ini." Tiba-tiba saja Suica datang dengan pakaian dan zirah lengkap beserta senjatanya.


"Suica.." Mamet terkejut.


Suica tersenyum menyapa Mamet. "Bagaimana keadaanmu?" Tanya Suica kepada Mamet.


"Ak-aku baik-baik saja. Hehe."


"Adehhh.. Sepertinya ada yang terlihat malu!" Alista menggoda Mamet yang terlihat risau saat melihat Suica.


"Kau bisa menyerahkan pengawalan perjalanan ini padaku.. Tenang saja. Kami pasti sampai dengan selamat di ibu kota kerajaan Nusantara." Tegas Suica dengan tangan yang berada di pinggang, ia sangat percaya diri.


"Aku mengerti.. Jika Suica yang mengawal perjalanan, pasti akan baik-baik saja."


"Adehh.. Hm." Alista menggoda Mamet.


Suica berbalik dan mendekati rombongan kereta kuda tersebut. Mamet yang memakai tongkat untuk berjalan karena cedera di kakinya belum sembuh melihat dengan tersenyum.


Sementara Alista masih menggoda Mamet karena tingkah malunya tadi.


"Ehhhhh.. Nona Alista, apa yang kau lakukan?" Mamet melihat Alista mengendus-endus dirinya.


"Aku mencium benih-benih cinta.." Ucap Alista.


"Heh.. Apa yang kau katakan.. Hentikan.." Memat berbalik dan meninggalkan Alista dengan kesal.


"Ayolah tuan Mamet.. Hehe."


Sementara itu...

__ADS_1


Di laut lepas perairan wilayah kerajaan Nusantara.


Di dalam sebuah kapal, salah satu ruangan.


"Kenapa aku gelisah.. Sepertinya memang benar ada yang tidak beres." Benak Rein.


"Ada apa Rein?" Seorang pria mendekat.


"Oh.. Tomo kah?" Rein melihat orang itu.


Orang itu adalah Suhtomo Raider, salah satu kesatria kuat sekaligus teman dekat Rein Wijaya.


"Kenapa merenung seperti itu?"


"Tidak, tidak papa. Aku hanya memikirkan keadaan ibu kota kerajaan." Bibir Rein mengerucut saat menjawab pertanyaan Tomo.


"Tenang saja.. Di sana ada kesatria muda berbakat."


Rein mengangkat wajahnya, melirik kepada Tomo.


"Bukankah kau sudah menarik kembali anakmu dari wilayahnya.. Mungkin sekarang dia sudah berada di istana raja." Kata Tomo mendekat dan duduk di samping Rein.


"Aku melihat sendiri bagaimana kekuatan anakmu.. Aku bahkan berpikir bahwa, dia lebih kuat darimu saat masih muda." Tomo mengangkat alisnya, ia melirik ke wajah Rein.


"Haahahahaha.. Anak itu butuh waktu 100 tahun lagi untuk mengalahkan ku." Rein tertawa melupakan sejenak perasaan anehnya.


"Haahh.. Tapi kau benar juga. Seharusnya aku memikirkan apa yang yang terjadi di pulau Cebes saat ini." Lanjut Rein.


"Sebaiknya jangan terlalu percaya diri.. Kekuatan para 6 dosa besar di luar nalar. Jika bisa.. Tidak.. Itu adalah keharusan. Kita harus menyerangnya bersama-sama." Rein mengepal kedua tangannya bersama-sama.


Kembali ke dunia arwah, tempat para raja melakukan pertemuan.


Suasana tegang, tentu saja.. Hal itulah yang dapat menggambarkan setiap perdebatan mereka untuk menentukan keputusan.


Mereka telah memutuskan gerakan yang akan di ambil oleh para kesatria suci nantinya. Mereka akan berkelana untuk membebaskan wilayah yang telah di kuasai oleh klan iblis, sekaligus agar para kesatria suci memiliki banyak pengalaman untuk bertarung.


Para raja meyakini bahwa, sihir yang membatasi dimensi daratan Neverland dan Darksideland belum terbuka sepenuhnya, hingga para pasukan iblis tidak akan melakukan serangan besar-besaran sama seperti 15 tahun yang lalu.


Oleh karena itu, sebelum hal itu kembali terjadi maka para kesatria suci harus mendapatkan banyak pengalaman bertarung di berbagai wilayah.. Semakin mereka memiliki pengambilan maka semakin terasa juga kemampuan mereka dan semakin kuat pula imperium mereka.


"Itu sudah cukup untuk sekarang!" Kata raja Reynhard.


"Aku rasa juga begitu!" Raja lain menyahut.


"Raja Jolang.. Kau tidak usah tegang begitu. Meski kesatria suci dikirim untuk berperang melawan Lucifer di wilayahmu.. Mereka semua hanya akan mati sia-sia." Salah satu Raja menasihati.


"Lagi pula kau telah mengirim kesatria agung.. Tangan kananmu sendiri.. Itu bahkan sudah lebih dari cukup. Apa kau lupa bahwa gelar kesatria agung adalah gelar tertinggi untuk para kesatria.. Dan kekuatan mereka setara dengan para 6 dosa besar.. Tidak.. Bahkan tangan kananku.. Kesatria agung di kerajaan ku levelnya berada di atas para iblis 6 dosa besar itu." Raja Axikel terlihat sombong.


Meski terlihat mengada-ada tapi seorang kesatria yang memegang gelar kesatria agung adalah kesatria terkuat pribumi yang kekuatannya memang sangat besar.


Dari setiap kerajaan, hanya ada satu dari banyaknya kesatria besar yang akan diangkat menjadi kesatria agung.. Bahkan di beberapa kerajaan, melakukan pemilihan kesatria agung dengan cara yang berbeda-beda. Sebut saja di kerajaan Norway.. Mereka memilih kesatria terkuat dengan cara turnamen royal rumble.. Bertarung habis-habisan, sampai hanya ada satu yang tersisa.


Gelar kesatria agung memang bukan gelar biasa, bahkan kekuatan kesatria agung.. Rumornya sangat mendekati kekuatan kesatria suci, meski itu hanyalah rumor.

__ADS_1


"Iya itu benar, tapi.. Lain lagi ceritanya jika ada lebih dari 1 dari 6 iblis pemegang gelar 6 dosa besar yang menyerang!" Kata Jolang masih tidak yakin.


"Raja Jolang.. Anda tenang saja. Aku mengenal tuan Rein dengan baik. Apa lagi saat ini aku sangat yakin.. Bahwa dia sedang bersama dengan pasukan dari generasi emas kerajaan Nusantara." Kata Sambash melipat kedua tangannya di depan meja.


Pasukan generasi emas.. Adalah pasukan kesatria muda yang menorehkan beberapa prestasi di usia muda mereka dengan mengalahkan pasukan iblis dan membebaskan beberapa wilayah yang telah dikuasai oleh klan iblis saat itu.


Pasukan kesatria muda itu dipimpin oleh.. Rein Wijaya. Bersama dengan teman-temannya yang lain yaitu Suhtomo Raider, Siska Pradita dan masih banyak lagi. Jumlah mereka kala itu sebanyak 20 orang. Meski dengan jumlah 20 orang saja, tapi mereka berhasil meraih banyak kemenangan.


Dengan jumlah segitu mereka mampu mengalahkan iblis-iblis kuat, meski di beberapa pertempuran mereka juga harus kehilangan beberapa teman mereka. Dan puncaknya.. Meski masih muda, mereka semua ikut berperang dalam perang besar 15 tahun yang lalu.


Perang itu membuat banyak anggota generasi emas terbunuh dan hingga saat ini, yang masih hidup dari kesatria generasi emas berjumlah 5 orang.. Termasuk Rein, Tomo dan Siska.


3 orang teman mereka sebenarnya juga masih hidup saat perang 15 tahun itu telah selesai. Tapi setelah perang.. Satu persatu dari ketiga teman mereka itu meninggal karena penyakit yang menyerang mereka.


Salah satu yang meninggal karena penyakit itu adalah istri dari Rein Wijaya.


Kembali ke lautan lepas, di dalam kapal besar armada kerajaan Nusantara.


"Kau tau.. Aku tidak bohong saat mengatakan bahwa anakmu lebih hebat.." Kata Tomo.


Rein berbalik menatap Tomo..


"Karena matanya sangat tajam.. Saat aku melihat keseriusan dari dalam matanya.. Aku melihat tatapan itu sangat mirip dengan tatapan Asih."


Rein tersenyum mendengar hal itu..


"Anak itu memang lebih mirip dengan ibunya ketimbang denganku." Kata Rein.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-


-------------------------------------------


Visual look kesatria agung kerajaan Nusantara, Rein Wijaya dalam cerita..


__ADS_1


__ADS_2