The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 75 - Kota Kander Dalam Bahaya.


__ADS_3

Nyata atau tidak tapi saat ini tanah bergetar dan sedikit menganggu keseimbangan Richard yang masih melangkah menyusuri ruangan besar yang ia temukan. Meski sudah berjalan sangat jauh dari titik pertama saat ia masuk ke dalam ruangan tapi Richard belum menemukan apapun termasuk monster yang biasanya sudah bisa ia deteksi.


Bukannya monster atau tangga menuju ke bawah yang ia temukan, tapi ia malah merasakan jika ruangan ini sedang bergetar seperti di landa gempa. Semakin ia melangkah maju ke depan maka semakin besar getaran yang bisa dirasakan oleh Richard.


Dung... Dung...


Kini bukan hanya getaran kuat yang membuat dia oleng tapi ia juga mendengar suara hantaman benda keras yang terus berulang. Semakin ia melangkah maju maka semakin besar getaran dan semakin besar pula suara hantaman benda itu.


Hingga sampai lah ia di ujung ruangan, dimana ia melihat makhluk besar yang sedang menghantam tembok besar terus menerus tanpa henti. Kini Richard mengerti kenapa ruangan ini bergetar hebat, pasalnya makhluk besar itu benar-benar menghantam tembok yang ada di depannya dengan sekuat tenaga.


Yang aneh karena tembok besar yang makhluk itu hantam tidak hancur sama sekali. Jangankan hancur, lecet juga tidak sama sekali.


Richard mendekat karena penasaran dengan hal bodoh yang di lakukan monster itu, pikirnya.


Begitu ia mendekat, Richard melihat jelas bahwa Monster itu sedang menghantam atau berusaha mendobrak pintu besar yang menjulang tinggi ke langit ruangan ini.


Dung.. Dung.. Dung..


Suara dobrakan itu kini terdengar sangat nyaring dan getaran ruangan ini sudah setara dengan gempa. Richard mencoba menahan keseimbangannya agar tidak terjatuh akibat getaran tanah.


Tiba-tiba saja.. Getaran itu berhenti.


Bersamaan dengan hal itu, sebuah serangan cepat datang ke arah Richard.. Sebuah batu besar yang dengan tangan kanannya mampu Richard hancurkan menjadi debu.


"Yang benar saja.." Richard terlihat kesal karena monster yang berada di depannya menyerang dia tiba-tiba.


"Manusia?!"


Richard tertegun, yang ia kejutkan karena baru kali ini ia melihat monster berbicara. Sejauh yang Richard tahu, pada dasarnya monster di dunia ini tak ayalnya sama seperti hewan buas, mereka tidak bisa di ajak komunikasi dan hanya mengikuti instingnya saja.


"Siapa kau?" Monster itu bertanya pada Richard.


Entah kenapa, darah Richard memanas kala mendengar pertanyaan dari monster yang ada di depannya.


"Bagaimana bisa manusia berada di tempat ini?" Sekali lagi monster itu bertanya.


"Ah, kau tidak usah tahu namaku. Lagi pula sebentar lagi kau akan jadi makananku." Richard menguap, ia seolah menganggap remeh monster itu.


Dan.. Puncchhhhh.


Meski dapat menangkis dengan tangan kanannya tapi pukulan keras itu berhasil membuat Richard terlempar jauh kebelakang meski Richard tidak terluka parah, setidaknya pukulan itu membuat lengan kanannya lecet.


Monster itu menghantam tanah, retakan tanah mengarah pada Richard. Dengan imperium api miliknya ia berhasil lompat tinggi dan menyerang balik tapi monster itu menangkis cukup mudah serangan Richard.


Terjadilah saling serang dengan pukulan dan tendangan. Richard cukup kewalahan bergerak dengan satu tangan, baru kali ini ia merasa ditekan seperti ini.

__ADS_1


Karena salah prediksi akhir Richard terkena pukulan ke bawah yang membuat kepalanya menghantam tanah rerumputan hingga tanah itu bolong di buatnya. Tak cukup sampai itu, monster besar itu memegang kaki Richard dan menghempaskan Richard hingga menumbangkan satu pilar besar yang berada ruangan itu.


Richard tertimpa pilar dan tampak lesu, ia babak belur hanya dengan satu hingga dua kali serangan kuat. Wajahnya penuh darah tapi Richard malah tersenyum lebar.


Monster itu berbalik karena menilai bahwa Richard sudah mati tapi ia malah merasakan hawa panas yang luar biasa dari Richard.


Monster itu berbalik. "Siapa kau sebenarnya manusia?" Ucapnya.


Suara gaduh dari pilar raksasa yang Richard angkat untuk bangkit terdengar gemuruh. Ia melempar pilar besar itu ke samping layaknya sebuah batang pohon yang tidak berat sama sekali.


"Maafkan aku.. Sepertinya aku meremehkan mu." Kata Richard dengan wajah yang berdarah-darah.


Dan... Richard melesat, ia menggunakan api yang fi fokuskan pada kedua kakinya hingga ia mampu terbang dengan kecepatan roket. Api yang berada di kakinya itu seperti api yang mendorong mesin roket, itu adalah teknik yang ia kembangkan sendiri selama ia berada di dalam labirin ini.


Duuaarrr...


Ledakan aura terjadi.. Tinju kuat Richard di tangkis dengan dua tangan oleh monster besar itu.


"Aaarrgggggg..." Monster besar itu tak mau kalah, ia juga mengeluarkan imperium miliknya dan pertarungan sengit kembali terjadi.


Serangan atas dan bawah berhasil di tangkis, pun dengan serangan monster itu.. Richard berhasil menghindari semuanya. Pertarungan yang besar ini membuat wilayah dimana mereka bertarung menjadi porak poranda.


Tanah yang retak dan hancur seperti telah terjadi gempa terlihat jelas, beberapa tembok mengalami retak dan pilar raksasa yang berada di sekitar juga hampir rubuh semuanya.


Meski terlihat imbang tapi kali ini Richard sedang di atas angin, pukulan yang ia lapisi dengan imperium api berhasil mengenai perut dan pipi kanan monster itu hingga membuat monster itu tersungkur.


"Manusia sampah!! Berani-beraninya kau membuatku seperti ini?" Monster itu bangkit, ia terlihat memasang kuda-kuda dan sebuah lingkaran sihir besar tercipta. Dari lingkaran sihir hitam itu keluar senilai pedang besar.


"Baiklah.. Jadi ronde kedua memakai senjata rupanya." Richard juga mengeluarkan pisau purba miliknya, yang ia asah dari taring monster berbulu biru yang ia kalahkan sebelumnya.


Richard cukup terkejut, pupil matanya membesar karena merasakan aura aneh yang mustahil bagi monster untuk memiliki aura ini. Ini adalah aura yang hampir sama dengan sosok yang pernah membuatnya terjatuh ke dalam labirin. Sosok itu adalah Rever, ia benar juga. Aura pekat seperti ini hanya di miliki oleh iblis.


"Kau telah membuatku marah!" Bersamaan dengan aura besar yang muncul itu, suara monster itu juga terdengar lebih berat dari sebelumnya.


Seolah tak ingin lagi mengganggap enteng, Richard juga mengerahkan aura api miliknya hingga tubuhnya kini memanas dan mengeluarkan uap.


"Kau akan membayar penghinaan ini manusia! Bersiaplah menerima hukuman dariku, dari Drakger iblis di bawah naungan Rever sang dosa kemarahan." Jelasnya sembari menyerang Richard.


Berada jauh di wilayah pertarungan Richard, wilayah yang telah jatuh ke sisi gelap kehancuran dunia. Tepatnya di pulau Irian, di dalam salah satu kastil tempat dimana Lucifer sedang duduk menunggu panggung pembantaian selanjutnya.


"Tuanku.. Sebentar lagi kita bisa melakukan eksekusi. Sebenar lagi tuan, sebentar lagi." Iblis yang menghadap pada Lucifer tersenyum dan terus mengatakan hal itu berulang kali.


Sementara, di sebelah timur pulau Irian yaitu pulau Cebes. Berada di tempat para kesatria membangun pertahanan, pelabuhan kota Kander.


Bola api raksasa menerjang dari atas langit, bukan hanya satu tapi ada tiga tepatnya. Bola api yang sama, bola api yang menerjang benteng ampt di pulau Irian.

__ADS_1


"It-itu!?" Depone yang melihat ke arah langit tak mampu berkata-kata usai hantaman ketiga bola api itu merusak sihir pelindung yang melapisi seluruh kota.


Benar saja, sihir pelindung itu tak cukup kuat untuk menahan sihir api yang berbentuk layaknya meteor menghantam sebanyak tiga kali berturut-turut.


Dari atas langit terlihat sosok iblis, dialah yang mengeluarkan sihir itu. Iblis itu adalah Balphegor.


Benar.. Para iblis mulai menyerang, mereka menyerang langsung dari depan dan berhadapan dengan garda terdepan pasukan kesatria yang di pimpin oleh kesatria besar Arie beserta para prajurit dan kesatrianya.


Bersamaan dengan suara genderang perang yang menggebu-gebu, suara teriakan para monster yang menyerang juga semakin menambah adrenalin para kesatria yang bertahan pasalnya saat ini bantuan 100.000 pasukan pimpinan Rein Wijaya belum tiba dan akan tiba dalam 2 hari lagi.


Hal yang mustahil mereka lakukan mengingat jumlah pasukan monster yang menyerang berkali-kali lipat dibandingkan mereka semua.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2