The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 12 - Kematian Ignis


__ADS_3

*Masa kini


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kesatria suci Ignis bisa mati secepat ini. Padahal monster yang kalian lawan hanya satu, sedangkan kalian semua bersepuluh. Belum lagi kesatria besar kerajaan Inggram dan prajuritnya ikut mendampingi."


"Tidak usah menghakimi seperti itu wahai raja Shemai, insiden kali ini memang diluar dugaan."


"Tuan Charles.. Anda harus bertanggung jawab sebagai raja dari kerajaan Inggram. Anda telah gagal menjamin keselamatan para kesatria suci. Sekarang kita telah kehilangan kekuatan dengan matinya kesatria Ignis." Raja Shemai dari kerajaan Thesh terus menyalahkan raja Charles yang lalai dalam menjaga keselamatan kesatria suci.


Saat ini, konferensi meja bundar sedang berulangsung di kerajaan Inggram setelah salah satu kesatria suci dinyatakan gugur dalam agenda latihan di dalam labirin seminggu yanh lalu, tak ayal berita ini sangat menggemparkan para raja yang lain.


Meski beberapa kerajaan tidak hadir tapi konferensi tetap dilakukan untuk membahas masalah genting yang terjadi. Dengan meninggalnya kesatria Ignis, maka berkurang pula kekuatan tempur kesatria suci untuk bertarung melawan klan Iblis.


Bersama dengan para raja, terlihat juga kesatria besar Eros Lopnika sebagai kesatria yang bertanggung jawab dalam latihan para kesatria suci dan perwakilan kesatria suci yaitu Arthur bersama dengan Gildarts dan Leo.


Konferensi kali ini terlihat tegang dari biasanya. Sudah seminggu berlalu sejak insiden yang menghilangkan nyawa kesatria Ignis dalam labirin. Konferensi baru dilaksanakan hari ini karena jarak antara Kerajaan yang cukup jauh. Itu pun yang membuat raja yang hadir kali ini hanya sebagian saja.


"Saya ingin bertanya satu hal Tuan Charles. Apakah benar kejadian ini tidak disengaja?" Salah satu raja bertanya dengan tatapan tajam ke arah raja Charles.


"Apa maksud anda Tuan Sambash, Apa anda ingin memgatakan kesatria saya sengaja membunuh kesatria suci?" Raja Charles bertanya kembali dengan sinis.


"Cukup.. Hentikan saling curiga kalian manusia." Raja Reynhard kembali mengambil perannya.


"he... Dari awal aku sudah katakan kepada kalian. Seharusnya kesatria suci berlatih di kerajaan Skandia. Itu adalah tempat yang paling aman di daratan Neverland."


Kerajaan Skandia yang dipimpin oleh Bordex Axikel berada di tengah-tengah daratan Neverland dan satu-satunya kerajaan yang wilayah kekuasaannya belum di duduki oleh klan Iblis. Bukan karena kesatria dan prajurit mereka kuat tapi karena letaknya yang di apit oleh kerajaan-kerajaan lain. Sehingga klan Iblis harus menaklukkan kerajaan lain terlebih dahulu agar bisa menyerang langsung kerajaan Skandia.


Kerajaan Skandia adalah kerajaan dengan hasil bumi yang luar biasa. Diapit oleh beberapa Gunung dan sumber mata air yang sangat banyak membuat kerajaan ini sangat subur sehingga kerajaan ini menjadi salah satu penghasil pangan terbesar di daratan Neverland.


Di kerajaan Skandia terdapat 3 ras yang merupakan warga kerajaan tersebut. Mereka adalah para Manusia, Shed dan Dryud. Meski menjadi salah satu ras yang berada di kerajaan itu, tapi para Dryud jarang memperlihatkan diri mereka secara terang-terangan.


Perdebatan kembali terjadi, beberapa raja menyalahkan kerajaan Inggram yang telah lalai melaksanakan tugas untuk melatih kesatria suci. Hal ini memang bukan perkara mudah mengingat bahwa kesatria suci adalah harapan daratan Neverland saat ini.


"Tanpa mengurangi rasa hormat.. Wahai raja sekalian, saya tidak sedang membela kerajaan Inggram. Apa yang terjadi memang sesuai dengan laporan yang di sampaikan tuan Eros. Saat itu kami memang di serang oleh salah satu klan Iblis dan.. Saya harus mengakuinya, kami memang belum cukup kuat menghadapi Iblis tersebut." Arthur mencoba menenangkan kegaduhan.


"Tidak mungkin.. Bagaimana bisa klan Iblis masuk ke dalam labirin." Raja Tolkien cukup terkejut atas ucapan Arthur.

__ADS_1


"Saya sudah mengatakannya pada kalian dari tadi." Sambung Raja Charles.


"Wahai kesatria Lux.. Siapa nama Iblis yang menyerang kalian?" Raja Sambash bertanya menghadap ke arah Arthur.


"Rever Blockk." kata Arthur singkat.


Mendengar nama itu sudah cukup membuat kesatria yang berada dalam pertemuan itu menelan ludah karena ketakutan. Sedangkan para raja yang ikut terkejut juga tak percaya atas apa yang mereka dengarkan.


"Eros.. Apakah benar?" Raja Charles bertanya kepada Eros untuk mempertegas.


"Iya.. Benar yang mulia." sahutnya.


"Tidak mungkin.." kata Raja Bordex.


Sementara konferensi masih berlanjut, ditempat lain di dalam Istana kerajaan Inggram. Tepatnya di salah satu ruangan, terlihat para wanita yang merupakan kesatria suci.


Ivy salah satu kesatria suci terlihat tidur dalam kasur di ruangan itu, sementara Diana duduk sambil mengompres kepala Ivy dengan kain basah untuk meringankan demam yang saat ini di deritanya.


"Ne.. Diana, apakah Ivy baik-baik saja?" Rebecca yang dahinya mengerut terlihat khawatir dengan kondisi Ivy.


Sejak mereka kembali dari labirin, kondisi Ivy menurun drastis. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Richard. Karena pikiran bersalah itu membebani pikirannya, akhirnya kondisi kesehatannya juga ikut menurun hingga membuat dia demam.


Ivy sering mengigau menyebut nama Richard dalam tidurnya. Hal itu juga merupakan bentuk penyesalan diri Ivy yang membiarkan Richard terjatuh dan tidak menolongnya kala itu. Padahal Richard sudah mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya saat ia terancam.


Belum lagi sikapnya yang acuh kala Richard dirundung masalah tuduhan pemerkosaan, semakin membuat Ivy dihantui rasa bersalah.


Ditengah kekhawatiran Diana dan Rebecca. Pintu ruangan tersebut lalu terbuka, mereka berdua berbalik dan melihat seseorang yang masuk ke dalam ruangan.


"Bagaimana kondisinya saat ini?" Tanya wanita itu.


"Demamnya sudah membaik."


"Jadi, apakah Nona Ivy masih mengigau?" Wanita itu masih bertanya kepada Diana.


"Iya.. Dia masih menyebut nama teman kami."

__ADS_1


"Saya mengerti.. Tolong berikan ramuan ini kepadanya jika Nona Ivy sudah bangun." Wanita itu lalu memberikan sesuatu kepada Diana dan keluar dari ruangan itu.


Bersamaan dengan keluarnya Wanita itu, masuklah Arthur. Sama seperti Diana dan Rebecca, Arthur juga sangat khawatir dengan kondisi Ivy saat ini.


"Arthur.." Kata Diana melihat Arthur.


"Eh.. Kenapa kesini?" Tanya Rebecca.


"Konferensi sudah selesai.."


"Begitu rupanya."


"Apa yang dibicarakan saat konferensi?" Diana terlihat penasaran atas keputusan yang diambil oleh para raja kali ini.


"Seperti kesimpulan awal, para raja sudah menyepakati kematian Richard... Dan tidak akan mengirim tim pencari dalam labirin." ucap Arthur.


"hah! Kenapa? Mungkin saja Richard saat ini membutuhkan bantuan kita." Diana berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar hal itu.


"Ne.. Arthur, Kenapa?" Rebecca ikut mempertanyakan.


"para raja takut, jika Rever Blockk kembali lagi."


"Tapi kan.. Kita kesatria suci, pasti kita bisa mengalahkan Iblis itu." Rebecca mencoba meyakinkan Arthur.


"Rebecca... Kita masih lemah. Kita harus akui itu.. Kita harus bertambah kuat lagi.. Agar kita bisa melindungi teman dan daratan ini." Tegas Arthur terlihat mengepalkan telapak tangannya.


"Tapi Arthur.. Ivy." Diana masih ragu dengan keputusan tersebut.


"Aku tahu, Ivy mengalahkan dirinya sendiri tapi.. Kenyataan tidak bisa diubah.. Richard sudah mati.." Tegas Arthur.


-Bersambung-


------------------------------------------


Visual look Eros Lopnika, kesatria besar kerajaan Inggram dalam cerita.

__ADS_1



__ADS_2