
Di sebuah pulau paling timur dalam daratan Neverland, masuk dalam wilayah kerajaan Nusantara. Terlihat sebuah benteng besar yang berdiri kokoh di tengah sebuah pemukiman padat penduduk.
Daerah tersebut bernama Irian, benteng terakhir dari kerajaan Nusantara yang masih bertahan dari gempuran klan iblis dan menjadi satu-satunya wilayah di bagian timur kerajaan Nusantara yang belum hancur dikuasai oleh klan Iblis.
Benteng tersebut bediri di sebuah tebing, dimana tepat di belakang benteng tersebut, terdapat laut dan juga benteng tersembunyi dalam perairan laut dalam.
Meski kelihatan sudah malam tapi para prajurit masih sibuk lalu lalang, terlihat barisan-barisan prajurit dan para kesatria berzirah sambil memegang obor dan senjata. Suasana cukup gaduh di salah satu ruangan dalam benteng itu.
Beberapa orang terlihat melihat sebuah meja, di atas meja terdapat sebuah peta yang menggambarkan letak pulau Irian.
Seorang di antara mereka meletakkan sebuah bendera kecil warna hitam di beberapa wilayah pulau dan hanya satu wilayah yang nampak diberikan bendera kecil kerajaan Nusantara di atas peta tersebut.
Salah seorang di antara mereka tampak frustrasi dengan keadaan yang dilihatnya. Dia menggebrak meja hingga bendera-bendera kecil tersebut terjatuh dari tempatnya.
"Tuan Pistris, tenanglah." salah seorang lagi mencoba mendekat dan memegang punggung orang yang menggebrak meja tersebut.
Orang itu adalah Pistris Umisea, salah satu kesatria kerajaan Nusantara sekaligus pemimpin yang memimpin pasukan untuk bertahan melawan klan Iblis di pulau Irian.
Wujudnya tidak biasa karena dileher kanan dan kirinya terdapat insang layaknya ikan. Giginya tajam dam tersusun cukup banyak, matanya pun tampak hitam pekat.
Terdapat selaput di sela-sela jari tangan dan jari kakinya. Serta sisik yang bercampur kulit manusia di tubuhnya. Hal itu karena kesatria Pistris adalah ras Atlantian atau manusia menyebut mereka sebagai siluman laut.
Ras Atlantian adalah salah satu ras yang hidup dan mengabdi untuk kerajaan Nusantara. Meski mereka berbeda dengan manusia tapi mereka disambut baik oleh rakyat kerajaan ini. Tidak ada diskriminasi yang mereka dapatkan sejak mereka hidup dan menetap di kerajaan Nusantara.
Tapi lain cerita jika mereka terlihat oleh rakyat kerajaan lain. Mungkin mereka akan dihina bahkan di jual di pasar budak, sudah lebih dari 1000 tahun ras Atlantian hidup dan mengapdi pada kerajaan Nusantara, di saat mereka menerima diskriminasi disetiap tempat di daratan Neverland. Hanya kerajaan Nusantara lah yang membuka pintu kepada ras siluman laut untuk dapat hidup damai dan bersama.
Meski ras Atlantian bisa hidup dan bernafas dalam air tapi mereka tetap membutuhkan daratan dan cahaya matahari di kehidupan mereka. Hal itulah yang menyebabkan mereka tak dapat membuat kerajaan bawah laut mereka sendiri.
Di tengah kebingungan, seorang prajurit tergesa-gesa membuka pintu ruangan dan masuk menghadap kepada kesatria Pistris.
"Lapor tuan Pistris.. Rombongan bantuan dari Istana pusat sepertinya tidak akan sampai tepat waktu." ucapnya sambil berlutut.
"Apa!! Bagaimana mungkin?" Kekalahan demi kekalahan sudah membuat kesatria Pistris pusing dibuatnya, ditambah lagi masalah baru yang muncul saat ini.
__ADS_1
Seharusnya bala bantuan prajurit dan para kesatria besar harus sudah tiba esok siang untuk mempertahankan benteng terakhir dari pulau Irian karena jika mereka tidak tiba tepat waktu maka kita akan kalah oleh gempuran klan iblis
"Kapal perang yang mereka gunakan di serang oleh monster laut." lanjut si pembawa pesan tersebut.
"Sial.. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tenang tuan Pistris."
Kesatria Pistris berbalik dan melihat ke arah kesatria besar dari kerajaan Celestial yang bernama Sebastian Austin.
"Tuan Sebastian.." Kata kesatria Pistris.
"Kita harus memikirkan sebuah strategi terbaik agar dapat menahan gempuran klan Iblis sampai bala bantuan datang." Ucapnya.
"Bagaimana dengan bantuan dari konferensi meja bundar?" tanya kesatria Pistris.
"Seharusnya mereka ikut dalam rombongan kapal perang yang dikirim oleh Istana pusat kerajaan Nusantara."
Saat ini perang melawan klan Iblis terjadi dimana-mana. Kesatria gabungan yang dibentuk oleh konferensi meja bundar telah tersebar ke berbagai wilayah yang sedang mempertahankan diri dari gempuran klan Iblis. Tak heran jika salah satu kesatria besar dari kerajaan Celestial ikut membantu dalam peperangan yanh telah terjadi di pulau Irian.
"Tuan Igor, bagaimana dengan luka anda?" Kesatria Sebastian mendekati seorang pria dengan rambut acak-acakan dan badan kekar yang penuh luka sedang duduk sambil memegang tangan kananya.
"Cih.. Apa kau sedang menghinaku?" kesatria yang berasal dari kerajaan Norway tersebut terlihat kesal dengan pertanyaan Sebastian padanya.
"Kalian orang-orang barbar bahkan menganggap pertanyaan seperti itu dengan hinaan! Cobalah mengerti tuan-tuan.." Tegas Sebastian.
Kerajaan Norway adalah kerajaan yang hanya mengenal bertarung, mereka terkenal sebagai bangsa barbar dam sangat menyukai pertarungan sampai mati. Karakter mereka juga cukup keras kepala dan tak bisa di ajak kompromi bahkan untuk sekedar pesta teh di dalam istana.
"Jaga bicaramu pria brengsek.. Atau ku penggal kepalamu." salah seorang dari kesatria Norway berdiri dan membalas ucapan dari Sebastian.
"Lutor.. Cukup." ucap Igor menenangkan temannya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Pistris yang merupakan pemimpin dalam benteng terlihat sangat panik.
__ADS_1
Sementara itu.. Tak jauh dari benteng tersebut. Sebuah desa yang letaknya 5 km dari benteng, terlihat cukup banyak kesatria dan prajurit yang berjaga dan siaga dari serangan klan iblis.
Mereka menggunakan zirah lengkap dengan senjata siap tempur, tugas mereka menjaga para penduduk desa yang saat ini berada di dalam rumah.
Penduduk desa sudah diberikan instruksi untuk meninggalkan desa pagi-pagi buta saat matahari akan terbit dan masuk ke dalam benteng. Mengingat saat ini pasukan kerajaan sedang terpojok menghadapi klan Iblis.
Garis depan peperangan bahkan hanya berjarak 15 km dari desa tersebut.
Dalam sebuah gubuk kecil yang berada di desa tersebut. Sebuah keluarga kecil terlihat duduk dalam satu meja dengan sajian makanan sederhana. Sepertinya mereka sedang menyantap makan malam bersama.
Seorang Ayah dan Ibu, juga terlihat dua orang perempuan muda yang sepertinya merupakan anak mereka. Satunya berusia 18 tahun dan yang kedua berusia 15 tahun. Layakanya sebuah keluarga, mereka menyantap makan malam dengan lahap dan sesekali terlihat bersenda gurau.
"Papa.. Apakah kita akan meninggalkan desa ini?" seorang anak mereka bertanya.
"Iya. Besak pagi kita akan masuk ke dalam benteng. Di dalam sana lebih aman dari pada di desa kita saat ini."
"Tapi, bukankah banyak kesatria yang menjaga desa?"
"Justru karena itu, kita harus masuk ke dalam benteng agar kita tidak membebani kesatria melawan monster jahat yang akan menyerang desa."
Layaknya seorang Ayah.. Pria tersebut mencoba menangkan keluarganya yg sedikit ketakutan atas perang yang saat ini terjadi. Perang memang sangat menakutkan apa lagi jika sampai keluarga menjadi korban.
Tentu sudah banyak korban yang jatuh akibat gempuran klan Iblis. Tanah yang di injak oleh iblis hanya akan membawa kehancuran. Seperti itulah tumor yang tersebar ke seluruh daratan Neverland.
"Papa dengar, kesatria suci sudah muncul. Jadi kalian tidak usah khawatir." kata Ayah tersebut.
Kesatria suci memang menjadi satu-satunya harapan bagi semua penduduk daratan Neverland. Karena sejak mereka hadir, kekuatan tempur para kesatria meningkat. Terlebih lagi, kesatria suci adalah wujud manifestasi dari Dewi yang telah mengorbankan nyawa demi melindungi daratan Neverland.
Mendengar tentang kesatria suci, sudah cukup membuat keluarga kecil itu kembali tegar dan menikmati makan malamnya.
Sampai.. Pintu gubuk mereka hancur. Suara gebrakan seketika menarik perhatian keluarga kecil itu. Saat melihat ke arah pintu gubuk, mereka semua menjerit ketakutan, karena saat ini di depan mereka.. Terlihat rombongan monster goblin berwarna hijau yang memegang senjata.
-Bersambung-
__ADS_1