
Keris Ciung Wanara adalah senjata langka berupa belati yang meliuk-liuk dengan corak khas yang dapat dilihat pada gagangnya. Keris tersebut telah lama dipegang oleh setiap raja kerajaan Nusantara dari generasi ke generasi, bahkan menurut legenda yang tersebar di kalangan bangsawan kerajaan Nusantara. Keris itu adalah senjata terkuat yang pernah digunakan raja terdahulu untuk menguasai hampir semua wilayah daratan Neverland bagian timur.
Cerita tentang kekuatan keris itu terus di turunkan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, legenda tentang keris tersebut kian memudar dan satu-satunya cerita yang masih bertahan tentang keris itu adalah tentang serangan kejut atau shock wave yang dapat dikeluarkan oleh keris tersebut saat keris itu di tancapkan pada tubuh musuh.
Keris itu terakhir digunakan pada saat perang antar kerajaan masih terjadi di daratan ini, atau bisa dibilang keris itu digunakan terakhir kali sejak iblis belum melakukan penyerangan atau invasi ke daratan Neverland.
Sampai pada akhirnya raja Jolang menggunakan keris ciung wanara itu untuk berhadapan dengan Lucifer tapi sayang, kehebatan keris itu tidak terlihat sama sekali. Bahkan raja Jolang hampir mati babak belur dipermainkan oleh Lucifer dan keris itu hanya dianggap sebagai aksesori mainan semata oleh Lucifer.
Setidaknya sampai keris itu berada di tangan yang tepat.
Dan..
Saat ini..
"Hah!! Kekuatan Ihsan.. Meningkat!" Mbah Raka kembali dibuat tercengang saat Ihsan alias Kian memegang keris ciung wanara.
Pun dengan raja Jolang yang saat ini bisa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika kekuatan keris menurut legenda adalah hal yang benar.
Bagaimana tidak.. Saat Ihsan alias Kian pertama kali memegang gagang keris itu, saat itu juga keris itu bercahaya dan mengeluarkan aura yang membuat kekuatan dan imperium milik Kian meningkat 2 kali lipat. Sontak bukan hanya Mbah Raka atau raja Jolang saja yang terkejut, tapi juga Lucifer yang saat ini berada tepat di atas Kian.
"Darimana.. Darimana datangnya kekuatan itu!" Ucap Lucifer.
Lucifer heran, padahal saat raja Jolang menggunakan keris itu tidak terjadi lonjakan kekuatan yang signifikan pada diri raja Jolang.
Itu wajar saja karena ada satu hal yang hilang dalam legenda tentang kehebatan keris itu. Kekuatan sesungguhnya dari keris ciung wanara bukanlah shock wave seperti yang di rumorkan tapi kekuatan yang sebenarnya dari keris itu adalah membuat penggunanya lebih kuat 2 kali lipat dari kekuatan yang sebenarnya.
Peningkatan kekuatan juga terjadi pada saat Jolang memegang keris itu tapi peningkatan kekuatan yang terjadi tidak terlalu signifikan, itu karena raja Jolang tidak memiliki kekuatan seperti Kian saat ini.
Misalnya saja dalam hitungan angka, jika kekuatan raja Jolang adalah 100 maka saat ia memegang keris itu kekuatannya akan meningkat menjadi 200. Tentu itu masih jumlah yang sangat kecil untuk sebuah kekuatan apa lagi dihadapan iblis sekelas Lucifer.
Pada kasus Kian yang memiliki kekuatan 350.000 maka pada saat ia memegang keris itu kekuatannya akan meningkat 2 kali lipat hingga mencapai angka 700.000. Sebuah kekuatan besar yang tentu membuat Lucifer merasakan aura besar pada diri Kian.
Aura yang meledak-ledak itu juga membuat Samhong sedikit gemetar dan sesaat setalah ledakan aura itu.
"Hah! Kemana dia?" Gumam Lucifer melihat Kian menghilang.
Dengan sangat tipis, Lucifer berhasil menghindari serangan yang mengarah pada lehernya dengan bergeser sedikit kebelakang. Bersamaan dengan hal itu, pertarungan sengit terjadi. Untuk melihat gerakan-gerakan pertarungan itu, seseorang harus memiliki mata yang sangat cepat dan jeli karena gerakan mereka berdua tidak bisa dilihat oleh penglihatan biasa.
Lucifer mengepakkan sayap untuk mundur sejenak tapi ia terdesak karena Kian masih bisa mengikuti gerakannya. Kian yang tadi terluka parah kini malah menjadi semakin kuat saat ia memegang keris itu. Ia terus memojokkan Lucifer dengan menyerang menggunakan keris, Lucifer yang telah terpojok melihat sedikit celah dan menggunakan celah itu untuk menyerang dengan sihir.
"Lasr fluctus mortis." Ucapnya, tangannya mengeluarkan bola-bola ledakan yang menyerang Kian secara beruntun.
__ADS_1
Bang bang bang... Beberapa bola ledakan itu mengenai Kian yang berusaha mendekat. Ia kembali terkena luka, kali ini luka bakar tapi ia tak berhenti mendekat hanya karena luka itu. Dengan imperium angin yang ia warisi dari Ibunya, sebuah sayap terbentuk dari punggungnya. Sayap sihir dari imperium angin yang mendorong Kian semakin mendekati Lucifer.
Dengan keris di tangan kanannya ia mengayunkan keris itu untuk memotong leher Lucifer tapi Lucifer mundur dengan kepakan sayap, sekian milimeter lagi keris itu dapat menyayat leher dari Lucifer. Tidak berhenti di situ, dengan sayap anginnya Kian berputar dengan kecepatan cepat dan entah bagaimana ia bisa menyerang sayap sebelah kiri Lucifer dengan keris yang ia pegang.
Lucifer terkejut dengan gerakan manuver cepat dari Kian yang berhasil membuat sayap sebelah kirinya terluka hingga patah. Sebuah serangan yang cukup membuat Lucifer mengeram dan terdesak hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh karena tak bisa mempertahankan ketinggian dengan hanya satu sayapnya.
Ia terjatuh sambil memegang bagian sayapnya yang berdarah. "Siaaaalaaaaaan." Teriaknya sambil melihat Kian tapi Kian yang tadi berada di atasnya kini menghilang dan tiba-tiba saja berada di sampingnya.
"Huh! Sejak kapan?" Ucapnya panik.
Lalu.. Dengan tangan kanan yang kini memegang keris. Kian dengan kencang dan kuat menusuk mata kiri Lucifer menggunakan keris itu hingga menghantam lantai dan membuat ruangan itu bergetar. Lantai tempat dimana Lucifer terjatuh terlihat hancur seperti sebuah bekas hantaman meteor jatuh.
"Luar biasa.. Ihsan.. Anak itu." Gumam Mbah Raka.
"Huh..!!" Raja Jolang masih tak percaya jika Ihsan bisa mengalahkan Lucifer.
"Ayahanda.. Lihat kesatria besar Ihsan berhasil menang. Artinya kita tidak perlu meninggal istana ini." Gayatri tersenyum sambil melihat ayahnya.
Di sisi lain, Samhong yang melihat tuannya di hajar habis-habisan tetap tenang dan tidak terlatih khawatir. Begitu pun T'roy yang mulai bangkit dari tempat ia tersungkur akibat serangan sihir dari Mbah Raka.
Tepat di tempat lantai yang penyok dan hancur itu, debu bertebaran dan menutup penglihatan mereka semua. Debu yang terbang itu terjadi karena hantaman kuat Lucifer yang terjatuh bersama dengan Kian yang menusuk matanya.
Dari debu itu.. Tiba-tiba saja Kian menampakkan diri. Ia terlempar kebelakang dengan kuat hingga kembali menghantam sebuah tiang dengan keras. Kian tersungkur dengan luka bakar cukup serius akibat serangan sihir yang dikeluarkan Lucifer sebelumnya.
"Tidak.. Tidak mungkin.. Bahkan kekuatan Ihsan yang sudah seperti ini belum cukup mengalahkan Lucifer." Kata Mbah Raka.
Tidak heran Mbah Raka mengatakan itu karena saat ini kekuatan Lucifer kembali bertambah.. Auranya semakin pekat dan semakin menakutkan dari sebelumnya.
"Sialan.. Aku terlalu meremehkan mu, kau mengejutkanku." Lucifer melangkah mendekati Ihsan alias Kian.
Lucifer jelas terluka, sayapnya kini tinggal satu dan mata sebelah kirinya kini tak bisa lagi melihat akibat serangan Kian. Ia terluka tapi sesaat sebelum Kian menyerang dirinya dengan serangan terakhir untuk membunuh Lucifer, saat itu juga Lucifer mengeluarkan semua kekuatan yang telah ia serap selama ini.
Seperti sebelumnya.. Jika Rever akan bertambah kuat saat ia marah maka Lucifer bertambah kuat dengan menghisap kekuatan musuhnya. Sesaat yang lalu.. Saat ia hampir di bunuh oleh Kian, Lucifer mengeluarkan semua kekuatan yang pernah ia serap dari lawannya dan kekuatan itu sangat cukup untuk membuat Kian tersungkur seperti saat ini.
"Tch.. Kau mematahkan sayap dan membuat mata sebelah kiriku buta. Kau harus membayar lebih atas perbuatan mu padaku.. Manusia." Ucap Lucifer.
Kian mencoba bangkit di tengah luka seluruh tubuhnya, tidak.. Bukan tubuhnya tapi tubuh adiknya. Benar.. Kian tidak bisa maksimal menyerang dan mengerahkan kekuatan besarnya karena ia tak punya tubuh dan tubuh adiknya Ihsan masih belum terbiasa menggunakan kekuatan besar yang dimiliki oleh Kian. Apa lagi saat kekuatan Kian bertambah 2 kali lipat dengan memegang keris ciung wanara.
Kekuatan Kian terlalu membebani tubuh Ihsan hingga ia merasa lelah, seperti saat ini. Tubuh Ihsan sudah mencapai batas, setiap kali Kian ingin bangkit maka ia kembali terjatuh akibat luka dan beban berat yang dirasakan oleh tubuh Ihsan.
"Kenapa? Apa kau sudah tidak bisa bangkit lagi? Hahahahaha.. Pertarungan kita cukup menyenangkan. Saatnya kau mati... Dan kekuatanmu akan menjadi milikku!" Kata Lucifer berada tepat di depan Ihsan alias Kian.
__ADS_1
Saat Lucifer mencoba menyerap kekuatan dari Kian, tiba-tiba saja sebuah akar tumbuhan menjalar dari lantai dan menyerang Lucifer. Meski menangkis serangan itu tapi cukup membaut Lucifer terdorong ke belakang.
Akar itu lalu meraih Ihsan alias Kian mendekat ke arah Mbah Raka dan raja Jolang. Begitu Mbah Raka melihat Ihsan alias Kian, sepertinya Ihsan sudah tidak sadarkan diri. Kian tidak lagi mengambil alih tubuh Ihsan dan saat ini Ihsan tengah pingsan tak sadarkan diri akibat luka dan beban besar dari kekuatan Kian.
"Ihsan. . Hei.. Ihsan.." Mbah Raka coba membangunkan tapi Ihsan masih tak sadarkan diri.
Saat ini mereka kembali terpojok setelah Ihsan tak sadarkan diri. Gayatri yang tadi merasa akan menang kembali merasa khawatir sebab harapan yang tadi muncul kini kembali sirna.
"Cukup sampai disini.. Aku akan mengakhiri kalian semua." Ucap Lucifer.
Saat ini, raja Jolang, Gayatri, Ihsan yang tak sadarkan diri serta Mbah Raka terpojok. Di depan mereka berempat sosok kuat Lucifer dan dua iblis Samhong dan T'roy mengintimidasi mereka.
"Sial.. Jika hanya 2 iblis itu aku bisa menghadapi mereka tapi.. Lucifer.. Sial. Apakah kami akan mati disini!" Gumam Mbah Raka.
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
-Bersambung-