The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 82 - Pesta Pernikahan Bag. 3


__ADS_3

Seorang prajurit tampak lari terkatung-katung setelah Ihsan memberi perintah agar dia melaporkan kemunculan iblis di halaman belakang istana kerajaan, tepatnya di kastil sihir tempat dimana saat ini terjadi pertarungan antara Diablo dan para penyihir.


Cukup jauh dia berlari, apa lagi jarak antara kastil dan istana utama memang cukup jauh. Bahkan jika menaiki kereta kuda jarak yang di tempuh membutuhkan waktu 15 menit apa lagi cuma berlari tanpa menunggangi kuda, pasti membutuhkan waktu lebih dari pada itu.


Sebelum kesatria itu sampai ke istana dan melapor, tidak ada orang yang menyadari akan munculnya iblis dengan aura pekat di sekitar istana. Bahkan, suara gemuruh dan riuh pertarungan yang terjadi antara penyihir dan Diablo tidak terdengar sama sekali di telinga seluruh rakyat yang berkumpul di halaman depan istana kerajaan.


Mereka semua saat ini terlihat sangat menikmati pesta, makanan, minuman, musik dan wanita yang menari lebih menarik bagi rakyat dari pada suara gaduh yang samar tapi terdengar di telinga mereka. Perhatian mereka hanya tertuju pada pesta dan bersenang-senang, kapan lagi mereka bisa menikmati hidup selain hari ini.


Jika di hari biasa mereka cuma makan seadanya maka hari ini mereka semua bisa makan sepuasnya, jika hari biasa mereka tidak mampu membeli tuak (Minuman beralkohol) maka hari ini mereka semua bisa menikmati tuak sepuasnya, jika hari biasa mereka sibuk dan lelah akibat bekerja maka hari ini mereka bisa puas bersenang-senang melepas penat di kehidupan mereka.


Hari ini mereka semua berpesta, mulai anak-anak hingga pria dewasa. Hari ini adalah hari yang telah mereka nanti-nanti sejak putri pertama kerajaan meninggal hingga rencana pernikahan gagal, yang mana membuat mereka semua sedih dan kecewa. Hari ini.. Hari ini adalah hari yang telah dinanti-nanti oleh mereka semua... Penduduk ibu kota kerajaan Nusantara.


Jika di luar saja bisa merasakan euforia pernikahan, apa lagi di dalan istana. Di ruangan sakral tempat pernikahan sedang berlangsung dengan berbagai ornamen dan hiasan bunga.


Di ruangan itu, semua tamu adalah bangsawan. Mereka terlihat lebih tenang dari pada pesta yang ada di halaman depan kerajaan. Ada yang duduk sambil berbincang, ada pula yang berdiri sambil menyantap makanan yang tersedia di meja-meja dengan hiasan taplak meja berwarna putih.


Beberapa ada yang membicarakan tentang perang yang terjadi di pulau Cebes, mereka cukup yakin dengan Rein dan 100.000 pasukan yang mereka kirim untuk merebut kembali pulau Irian. Bahkan, di antara mereka ada yang sudah merencanakan pembagian wilayah di pulau Irian karena para bangsawan yang mendiami pulau Irian tidak ada yang bisa selamat akibat serbuan dari Lucifer dan pasukannya.


Ada pula percakapan tentang pesta pernikahan kerajaan yang akhirnya terlaksana setelah putri pertama yang pesta pernikahannya dinanti namun batal terlaksana akibat dari aksi nekatnya kabur meninggalkan kerajaan untuk berkelana dan akhirnya meninggal secara mengenaskan.


Kebersamaan mereka di dalam pasta mengalir begitu saja, tidak ada rasa khawatir tentang ancaman perang yang terjadi di pulau Cebes atau invasi yang telah merajalela di daratan ini.


Begitu percaya dirinya mereka semua, hingga tidak ada satupun yang khawatir tentang serangan klan Iblis. Satu-satunya yang tampak gelisah saat ini adalah Raja Jolang yang duduk di atas tahtanya.


Ia gelisah karena tidak mendapatkan kabar dari pasukan aliansi yang seharusnya sudah tiba di istana untuk mengamankan pertahanan ibu kota kerajaan. Hal yang tidak diketahui olehnya adalah, pasukan yang telah berkumpul itu telah dibantai oleh iblis.


"Suamiku.. Tenanglah. Ini adalah pernikahan putrimu." Permaisuri yang ada di samping memegang tangannya, sentuhan lembut istrinya membuat Jolang kembali menekan rasa gelisah yang ada di dalam dirinya.


Di tengah hiruk pikuk obrolan mereka semua.. Pintu besar yang ada di ruangan itu terbuka. Pintu yang berada tak jauh dari tahta raja dimana Jolang sedang duduk.


Begitu pintu terbuka, rombongan kesatria yang mengenakan zirah lengkap dengan pedang berbaris rapi di pinggir karpet merah yang membentang dari arah pintu terbuka hingga ke depan raja Jolang dan permaisurinya. Para kesatria itu adalah kesatria besar yang dikerahkan untuk mengawali pernikahan hari ini, mereka semua berkumpul di ruangan ini dan tak ada yang berjaga.


"Putra dari bangsawan Hugeng Lingga, penguasa tanah Kuta, kesatria besar kerajaan Nusantara.. Galang Lingga memasuki ruangan." Salah satu kesatria berteriak dengan lantang.


Tak lama setelah teriakan itu. Galang Lingga melangkah masuk dengan gagah. Ia berjalan perlahan di atas karpet merah diiringi dengan suara musik dan tepuk tangan para bangsawan yang melihatnya.


Hal yang membuat para pesaingnya merasa iri karena Galang lah yang terpilih untuk menikahi Gayatri. Setelah sebelumnya Galang menjadi salah satu dari 5 orang kandidat yang harus di pilih oleh Gayatri sebagai calon suaminya.


Galang terpilih karena Raja Jolang yang memilih setelah Gayatri menolak untuk memilih karena ngotot tidak ingin menikah dan memilih kabur keluar istana.


Setelah Galang sampai di hadapan raja, dia berlutut. Raja Jolang berdiri dari tahtanya dan mendekati Galang. Ia memberikan berkat pada Galang dengan air suci dari sumur tua yang telah ada sejak pertama kali kerajaan ini berdiri. Itu adalah bentuk restu dari sang raja untuk Galang yang akan segera menjadi anggota resmi keluarga kerajaan setelah menikahi Gayatri.


Setelah prosesi itu, Jolang memegang pundak Galang dan memeluk Galang. Suatu tepukan tangan dari para tamu menambah kemeriahan proses pernikahan yang saat ini tengah berlangsung.


"Putri kedua raja Jolang Ingalaga.. Putri yang terkenal dengan paras cantik seantero maritim.. Gayatri Ingalaga memasuki ruangan.." kesatria yang berada dekat dengan pintu masuk kembali berteriak dengan keras.


Lalu tak lama Gayatri melangkah masuk dengan anggun, melenggak lenggok layaknya seorang wanita bangsawan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Perhiasan dan mahkota kecil di atas kepalanya semakin mempertegas status dirinya jika dia adalah seorang putri kerajaan.


Para wanita muda yang seumuran dengan dirinya bahkan merasa iri dengan penampilan anggun dan cantik yang terpancar dari diri Gayatri. Wanita saja bisa merasa seperti itu apa lagi dengan para pria yang juga melihat Gayatri tanpa berkedip saling kagumnya. Mereka semua terpesona, pun dengan pria yang saat ini menatap Gayatri mendekat padanya.


Galang.. Ia tak mampu menyembunyikan rasa kagum yang tergambar di wajahnya kala melihat Gayatri mendekati padanya perlahan.


"Bagaimana menurutmu?" Raja Jolang yang melihat putrinya bertanya pada Galang.


"Dengan jujur Baginda, saya harus mengakui jika putri anda adalah perempuan tercantik yang pernah saya lihat selama saya hidup." Tegasnya dengan wajah berseri-seri.


"Yaa.. Sebentar lagi perempuan cantik itu akan menjadi istrimu."


Dari arah samping dimana para bangsawan berada. Sepasang suami dan istri yang juga terlihat kagum dengan Gayatri sangat bahagia, pasalnya Gayatri akan menikah dengan putra mereka. Pasangan itu adalah bangsawan dari Kuta salah satu daerah yang ada di pulau Jatra, Huggeng Lingga dan sang istri.

__ADS_1


Prosesi pernikahan itu akan segera berlanjut.. Sebentar lagi mereka akan mengucap janji suci yang mengikat mereka menjadi sepasang suami dan istri. Ucapan itu akan dipimpin oleh Jolang sendiri selaku Ayah dari Gayatri.


Sementara itu.. Di bagian luar istana. Halaman depan yang masih sesak dan penuh dengan rakyat yang sedang berenang-senang. Bergoyang dengan alunan musik tanpa memperhatikan sekitar.. Tanpa mendengar peringatan seorang prajurit yang sedari tadi berteriak dan berusaha untuk melewati rombongan rakyat yang sedang berpesta.


Prajurit yang di perintahkan oleh Ihsan sudah sampai di halaman depan, ia terpaksa pergi ke halaman depan karena gerbang masuk ke dalam istana di pintu belakang tidak terbuka sama sekali dan tak ada yang menjaga. Prajurit itu kesulitan karena sedari tadi dia tidak menemukan prajurit atau kesatria.


Prajurit itu tidak menyadari jika di tengah rombongan rakyat yang berpesta. Para prajurit dan kesatria juga sedang asyik berpesta dan menikmati tuak sepuasnya.


"Awasss.. Beri jalan. Minggir.. Minggir." Prajurit itu berusaha keras untuk melewati rombongan pesta yang berdempet-dempetan.


Sesekali ia berteriak jika ada iblis yang menyerang tapi tidak ada satupun yang merespon bahkan prajurit lain yang mendengar hal itu hanya mengira jika prajurit yang berteriak itu sedang dalam pengaruh tuak alias mabok.


Tidak ada siapapun di ibu kota.. Saat ini hanya ada tiga konsentrasi kerumunan. Pertama di dalam istana, Ruangan pusat pernikahan yang dipenuhi oleh para bangsawan, kesatria besar dan anggota keluarga raja, kedua halaman depan istana yang penuh dengan rakyat, prajurit juga kesatria biasa dan yang ketiga.. Kastil sihir yang berada cukup jauh di belakang istana kerajaan.


Di tempat itu saat ini sedang berlangsung pertarungan sengit..


"Magicae creaturae: et ascendens coturnix." Serangan sihir yang di buat oleh Mbah Raka membuat Diablo melayang sesaat lalu terhempaskan ke tanah oleh angin yang sangat kencang.


Pertarungan yang berlangsung sejak tadi ini, sudah membuat 4 orang penyihir tak sadarkan diri dan sisinya terluka termasuk salah satu kesatria yang saat ini membantu Mbah Raka.


Ihsan, dia sudah terlihat ngos-ngosan, nafasnya yang berat menandakan jika pertarungan ini adalah pertarungan yang berat. Tubuhnya bahkan sudah terluka, bisa dilihat dari bekas darah di beberapa bagian tubuhnya.


Sedangkan Diablo sudah terlihat sangat kacau, tidak ada satupun bagian tubuhnya yang tidak terluka. Ia seperti mandi darah saat ini setelah beberapa kali mendapatkan serangan fatal dari Ihsan dan juga Mbah Raka. Hanya saja Diablo yang tidak lagi memiliki kesadaran terus saja bisa bangkit meski telah tumbang beberapa kali.


Seperti saat ini..


"Hah! Serius!? Daya tahan yang luar bisa." Mbah Raka yang masih belum mengalami luka berarti terkesan dengan daya tahan tubuh dari Diablo.


Meski mengalami lecet pada tangan kirinya, tapi itu tidak memberikan dampak apa-apa pada performa Mbah Raka. Sebagai penyihir terkuat dan salah satu generasi emas kerajaan Nusantara, iblis level Diablo masih belum bisa memojokkan dirinya.


Diablo adalah iblis kuat, tentu saja.. Itu tidak terelakkan tapi kali ini Diablo melawan bukan hanya satu orang saja tapi beberapa orang yang juga cukup kuat. Apa lagi Mbah Raka dan Ihsan yang sedari tadi membuat Diablo terluka.


Kekuatan Diablo terlihat kala ia terus bangkit meski berkali-kali tumbang hingga membuat imperium Ihsan terkuras meski dengan tubuh babak belur dan penuh dengan darah.


Mbah Raka dengan imperium angin masih melayang di udara. Sementara Ihsan yang berada di bawahnya terlihat waspada bersama dengan 3 orang penyihir lain yang masih bertahan.


"Aneh.. Kenapa aku tidak merasakan keberadaan yang lain di dalam kastil." Gumam Mbah Raka.


Yang ia pertanyakan saat ini adalah para penyihir, prajurit dan kesatria yang tadi dibawa masuk ke dalam kastil untuk diberikan perawatan.


Diablo kembali menyerang.. Kali ini dia menyerang Ihsan. Ia berlari dan setiap dia menghentakkan kakinya maka tanah akan bergetar saking beratnya langkah kaki Diablo saat ini.


Mbah Raka yang melihat hal itu langsung bereaksi, sebuah sihir dari imperium tanaman yang membuat Diablo tak bisa bergerak dengan akar berduri tajam yang muncul dari tanah menusuk Diablo dan melilit dirinya dengan sangat kuat.


Diablo berontak, ia mengeluarkan tenaga lebih untuk bisa bergerak tapi semakin ia bergerak maka semakin kencang pula akar berduri itu melilit tubuh, kaki dan tangannya.


"Ihsan.. Sebaiknya kau mengeluarkan semua tenaga mu." Mbah Raka yang terlihat kesulitan menahan Diablo berteriak ke bawah.


Ihsan yang mendengar hal itu langsung merespon. Dengan bantuan imperium angin, ia melesat mendekati Diablo dan kali ini Ihsan tidak ingin menebas melainkan dia hanya menusuk Diablo tetap di dadanya.. Dimana jantung Diablo berada.


Dan... Tsskkkkkk


Darah yang tersembur akibat tusukan itu mengenai wajah Ihsan.


"Sudah berakhir." Ucap Ihsan sambil menarik pedang dari tubuh Diablo.


Mbah Raka yang yang sedari tadi melayang kembali menginjak tanah dan menghampiri Ihsan.


"Yuga, coba kau masuk ke dalam kastil. Pastikan jika tidak terjadi apa-apa!" Mbah Raka memerintahkan salah satu penyihir yang masih bisa bergerak masuk kembali ke dalam kastil.

__ADS_1


Ihsan memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung pedang yang ada di pinggang sebelah kirinya.


"Aku baru tahu jika iblis bisa sekuat ini."


"Ya.. Dan iblis ini masih belum ada apa-apanya dibandingkan 6 dosa besar."


Ihsan sendiri belum pernah menghadapi iblis 6 dosa besar atau bawahannya. Pertarungan dengan Diablo adalah pertarungan pertamanya melawan iblis level atas yang di naungi oleh 6 dosa besar.


"Kau cukup babak belur.. Hahahaha." Mbah Raka melihat Ihsan yang cukup penuh dengan luka.


"Mau bagaimana lagi, sepertinya aku harus kembali meningkatkan level bertarung ku." Tegasnya mengangkat bahu sambil tersenyum.


Penyihir yang tersisa, kemudian mencoba menyembuhkan rekan mereka yang masih tergeletak tak sadarkan diri.


Lalu.. Di saat mereka merasa sudah mengalahkan Diablo.


"Mbambambamba.." Diablo tertawa.


Sontak mereka semua berbalik dan memasang posisi untuk menyerang.


"Bagaimana mungkin dia belum mati saat aku sudah menikam jantungnya." Gumam Ihsan.


"Ihsan.. Tenanglah. Iblis itu sudah tidak bisa melawan. Aku sama sekali tidak merasakan aura pekat lagi darinya." Kata Mbah Raka yang mendekat ke arah Diablo.


Diablo kembali ke bentuk aslinya. Kini ia telah sadar kembali tapi kondisinya sangat kritis dan mungkin sebentar lagi akan mati kehabisan darah.


"Mbambamba.. Jantung iblis ada dua. Seharusnya kau menikam keduanya." Jelas Diablo.


"Tanpa di bunuh pun kau akan mati sebentar lagi. Kau sudah kalah, apa pun rencana mu.. Dengan kau mati di sini maka rencana yang kau siapkan tidak akan pernah terjadi." Mbah Raka mendekat perlahan, ia jelas melihat pandangan Diablo yang sudah sekarat.


"kalah!? Mbamba.. Jangan bercanda.. Aku telah melakukan tugasku dengan baik." Ucap Diablo, ia tersenyum seakan-akan telah menang.


Ihsan mengerutkan dahi, lalu tiba-tiba saja sebuah portal terbuka tepat di belakang Diablo yang saat ini tersungkur tak berdaya.


"Hah!?"


"Tidak mungkin.. Bagaimana bisa!?"


Sontak saja hal itu membuat Ihsan dan Mbah Raka panik bukan kepalang. Sebuah portal terbuka di dalam wilayah ibu kota, hal yang tidak mungkin terjadi selama batu akik masih bersinar di ruangan bawah tanah kastil sihir.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


'


-Bersambung-


__ADS_2