The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 113 - Keluarga Snifooler


__ADS_3

Kastil keluarga Snifooler yang cukup besar berdiri megah di atas bukit yang ada di distrik pertama kota Lister. Sebagai keluarga bangsawan yang menguasai wilayah Lister, Keluarga Snifooler merupakan bagian dari keluarga kerajaan. Bisa di bilang keluarga Snifooler memiliki hubungan dekat dari keluarga utama yang memimpin kerajaan Inggram.


Seperti itulah sistem yang terbangun dalam kerajaan ini, setiap bangsawan yang memimpin suatu daerah harus memiliki hubungan dekat dengan keluarga utama yang memimpin otoritas seluruh kerajaan.


Keluarga Snifooler sendiri terkenal dengan sikap kedermawanannya, bahkan mereka diakui oleh hampir seluruh rakyat kerajaan Inggram setidaknya sebelum raja Gorgon meninggal karena suatu insiden 5 tahun yang lalu.


Setelah anak kedua Gorgon menggantikan perannya sebagai pemimpin, keluarga Snifooler tidak lagi dianggap sebaik dulu saat Gorgon Snifooler yang memimpin, Jika dulu kastil selalu terbuka untuk siapapun maka sekarang wilayah kastil sepenuhnya tertutup dan setiap bagian kastil di jaga ketat oleh para prajurit yang mengabdi pada keluar Snifooler. Hal ini tak luput dari perintah Grobogan yang membuat haluan dan citra keluarga Snifooler menjadi berbeda dari sebelumnya.


Woli, ia masih mengendap-endap dari para penjaga yang terus saja bolak-balik di taman depan kastil maupun di taman belakang kastil. Sudah setengah jam Woli mencari jalan untuk masuk ke salam kastil tapi ketatnya penjaga dan terangnya pencahayaan membuat ia tak bisa bersembunyi dalam kegelapan terus menerus. Ia tak ingin mengambil resiko dengan langsung menerjang dan menerobos para penjaga karena saat ini dia sadar jika tubuhnya sedang terluka akibat melalui 2 peraturan sekaligus, meski begitu tekad Woli masih kuat apa lagi ia telah melihat Irish dengan mata kepalanya. Ia melihat jika leher, tangan dan kaki Irish telah terbelenggu dengan rantai budak. Melihat pemandangan memilukan itu semakin membuat Woli termotivasi untuk menyelamatkan Irish dari jeratan rantai budak.


Lalu di saat bersamaan, lantai kedua kastil Snifooler. Sebuah ruangan penyiksaan yang terdapat di ruang rahasia kamar dari sang penguasa kota Lister, Grobogan Snifooler.


Di tembok ruangan tersebut Irish masih dalam keadaan berderai air mata dengan mata yang sudah membengkak karena sejak pertama kali ia tertangkap dan di culik, ia sudah menangis meminta tolong.


Saat ini kedua tangannya di ikat membentang dari kiri ke kanan seperti orang yang sedang di salib pada tembok. Di lehernya masih terdapat sebuah belenggu budak yang sewaktu-waktu bisa meledak jika Irish berontak dan memaksa untuk membuka belenggu tersebut.


Kakinya juga terikat sehingga ia tak bisa banyak bergerak, sudah setengah jam ia berada di ruangan yang penuh dengan alat penyiksaan itu. Di samping kirinya terdapat sebuah penjara besi dimana dalam penjara itu terlihat banyak gadis ras shed yang sudah tak sadarkan diri penuh dengan darah dan luka. Para gadis itu bergelantungan dengan tangan yang terikat hingga kaki mereka tak menyentuh lantai sama sekali.


Hal itu membuat Irish semakin histeris kala melihat pemandangan itu, pikirannya kacau karena memikirkan tentang nasibnya yang sebentar lagi akan mengalami hal yang sama dengan apa yang di alami oleh para gadis shed tersebut.


Terdapat belasan gadis shed yang bergelantungan dengan model yang sama di dalam tahanan yang Irish lihat. Semuanya terluka bahkan beberapa masih meneteskan darah segar dari tubuhnya.


Irish menangis, tentu saja.. Bagaimana tidak?, apa yang ia lihat sekarang adalah hal yang akan dia alami sebenar lagi.


"To.. Tolong." Suara samar terdengar dari arah penjara besi itu, rupanya salah satu gadis yang terikat melayang masih sadarkan diri meski ia terlibat sangat kurus dan lusuh.


"Hehhh.. Siapa? Siapa itu?" Irish ketakutan saat mendengar sebuah suara.


Karena pencahayaan yang minim Irish tidak tahu pasti gadis mana yang berbicara padanya saat ini. "Ha-haus." Ucapnya.


Bersamaan dengan hal itu, pintu yang ada di depan Irish terbuka. Irish ketakutan ketika melihat Grobogan masuk ke dalam ruangan tanpa mengenakan apapun alias dalam keadaan tanpa pakaian. "Heh.. Jangan mendekat! Jangan mendekat.." Irish ketakutan setengah mati.


"Oh kelinci manisku... Kau akan melengkapi koleksiku malam ini." Grobogan membawa obor api dan mulai membakar obor yang terpasang di sudut-sudut ruangan. Hal itu membuat pencahayaan menjadi lebih terang dan sekaligus membuat Irish syok kala melihat tubuh naas para gadis shed yang tergantung di dalam tahanan besi.


Semuanya penuh dengan luka, bahkan lebih keji dari apa yang Irish lihat saat ruangan tidak seterang saat ini. Setiap gadis yang Irish lihat rata-rata kehilangan satu bagian tubuhnya, mulai dari mata, telinga, bibir sampai ada yang dikuliti hidup-hidup.


Semua gadis itu merupakan ras shed dari berbagai gen. Ada yang memiliki gen, anjing, kucing, singa, rusa dan lain sebagainya. "Unch unch.. Manisnya.. Khekhekhe." Grobogan terlihat menikmati pemandangan mengerikan itu dengan wajah penuh nafsunya.


"Tidak.. Tidak.. Jangan mendekat. Tolong.. Tolong!" Irish berteriak sekuat tenaga, ia memalingkan wajahnya karena tak kuat menatap Grobogan dengan mata aneh dan raut mengerikan.


"Ahhhaa ayolah.. Manis ku jangan berisik aku tidak suka dengan keributan." Grobogan mendekat ke arah Irish yang terikat di tembok.

__ADS_1


"To-tolong." Mendengar salah satu gadis meminta tolong dengan lesu, Grobogan menghentikan langkah. Ia menoleh dan melihat gadis rusa yang terlihat membuka sedikit matanya.


"Rusa ku.. Maaf ya, saat ini waktunya bermain dengan kelinci ku.. Jadi.." Grobogan mendekat, ia membuka pintu tahanan besi dan masuk ke dalam penjara itu. Ia mendekati gadis rusa dan membelai wajahnya lalu mencium gadis bibir gadis rusa itu, seketika gadis rusa itu kesakitan dan berontak.


Saat Grobogan menjauhkan bibirnya, mulutnya terlihat berdarah. Ia lalu meludah dan mengatakan pada gadis rusa agar jangan menganggu waktunya sekarang.


Sementara itu gadis rusa yang terlihat kesakitan tapi lagi bisa menangis sebab air matanya telah mengering dan darah yang ada di mulut Grobogan adalah darah dari bibir gadis rusa yang di gigit oleh Grobogan sampai sedikit daging bibirnya lepas.


Grobogan keluar dari penjara besi itu, ia tersenyum dengan darah yang masih memenuhi mulutnya. Ia menatap Irish dengan tatapan mengerikan sekali lagi , saat ini Grobogan bahkan lebih menyeramkan dari pada iblis dengan darah yang memenuhi bibirnya.


Sementara itu, di ruangan lain. Tempat dimana Ibu dari Grobogan berada. Ruangan yang menjadi kamar sekaligus penjara baginya. "Ahh.. Inggrid, kau masih saja tetap cantik meski usiamu tak lagi muda. Kikikiki.."


"Diam kau iblis brengsek, keluar dari ruangan ku!" Inggrid, istri dari Gorgon sekaligus Ibu dari Grobogan membentak Igena yang membawa tongkat.


"Kau telah menghancurkan keluargaku.. Kau!, kau akan menerima akibatnya!" Inggrid terlihat sangat marah pada penasehat keluarga Snifooler tersebut. Saking marahnya ia terus mengatakan jika Igena adalah iblis.


"Ayolah Nyonya, tidak kah aku terlihat tampan!" Saat mengatakan hal itu, tiba-tiba saja Igena berubah menjadi sosok pria yang dicintai oleh Inggrid. Igena menjelma menjadi Gorgon Snifooler tapi sayang bukannya di puji oleh Inggrid ia malah semakin di caci dan di maki layaknya sampah.


"Tch.. Dasar wanita tak berguna." Igena mendekat dan menampar Inggrid hingga tersungkur ke lantai. "Seharusnya kau bersyukur aku tidak membunuhmu sama seperti aku membunuh Suamimu. "Tegasnya membentak.


Igena kembali berubah.. Kali ini ia tidak menjelma menjadi siapa-siapa.. Igena menampakkan sosok aslinya, ia adalah iblis bernama Luca salah satu Iblis kuat yang bernaung di bawah perintah Rever Block yang bergelar 6 besar.


Ia telah berada di kota Lister dan menyamar menjadi penasehat keluarga Snifooler sejak 15 tahun yang lalu atau lebih tepatnya sejak berlalunya perang besar yang hampir saja dimenangkan oleh para kesatria suci.


Pasukan iblis kala itu kocak kacir, jika saja kesatria Ignis generasi sebelumnya tidak berkhianat. Salah satu Iblis yang kabur dari perang besar saat pasukan iblis terpojok saat itu adalah Luca Crollo, sebagai iblis yang tidak unggul dalam pertarungan. Ia memilih kabur meninggal medan pertempuran saat pasukan iblis terdesak, ia terluka dan kabur menggunakan portal yang terbuka. Tanpa ia sadari, ia melewati portal dan berakhir di wilayah kerajaan Inggram.


Luca Crollo terluka parah, ia hampir saja mati jika ia tidak di tolong oleh manusia dermawan bernama Gorgon Snifooler. Luca Crollo yang berhasil mengelabui Gorgon dengan menjelma menjadi manusia di tolong oleh Gorgon bahkan saking baiknya Gorgon membiarkan Luca tinggal di kastilnya selama Luca yang menjelma dan mengubah namanya menjadi Igena terluka.


Iblis Luca yang cerdik kemudian menggunakan kemampuannya untuk bisa menetap dan tinggal di kastil Snifooler, Gorgon berhasil ia kelabui dengan sikap bijak dan perkataan puitisnya. Hingga Gorgon tak segan mengangkat Luca sebagai penasehat menggantikan penasehat sebelumnya yang mati karena di bunuh oleh Luca sendiri tapi Gorgon tak tahu akan hal itu.


Selama 10 tahun, Luca menjadi penasehat dan mencoba terus menerus menghasut Gorgon tapi ia tak selalu berhasil. Kedermawanan dan kebaikan Gorgon membuat hasut dan langkah kejahatan yang ia bisikkan pada Gorgon sangat jarang berhasil. Kebaikan Gorgon melindungi dia dari kejahatan dan kegelapan yang coba di tumbuhkan oleh Luca di lubuk hati Gorgon.


Hingga Luca melihat sebuah potensi kejahatan dan kegelapan hati dari anak kedua Gorgon yaitu Grobogan.


Sejak saat itulah Luca mendekati Grobogan dan menanamkan kegelapan jiwa dan kejahatan hingga membuat Grobogan memiliki hati layaknya iblis, Grobogan berubah menjadi sosok psikopat yang suka menyiksa hewan di masa remaja dan akhirnya membunuh kakak kandungnya sendiri untuk merebut tahta milik kakaknya setelah sebelumnya Ayahnya mati dibunuh oleh Luca Crollo, semua orang mengira jika Gorgon mati karena insiden kecelakaan padahal yang membunuh Gorgon adalah Luca Crollo.


Inggrid yang merupakan ibu dari Grobogan tidak di bunuh oleh Luca karena dia jatuh hati dengan paras cantik Inggrid. Sampai hari ini, Luca masih terus mengagumi paras Inggrid dan mengurung Inggrid di ruangannya sendiri. Inggrid tak bisa berbuat apa-apa begitu mengetahui kebenaran yang terjadi, ia bahkan di acuhkan oleh Grobogan anaknya sendiri karena Grobogan telah sepenuhnya berada dalam kendali Luca Crollo. Pun dengan para prajurit dan kesatria yang mengabdi pada keluarga Snifooler, semuanya telah terpedaya oleh sihir manipulasi Luca Crollo.


Luca Crollo berhasil menguasai keluarga Snifooler tanpa ada satupun yang tahu bahkan prajurit dan kesatria yang mengabdi pada keluarga Snifooler tidak tahu sama sekali jika penasehat Igena adalah iblis dan mereka juga tak tahu jika tuan mereka Grobogan telah di kuasai oleh kegelapan yang disematkan Luca Crollo padanya.


"Khikhikhi... Aku cukup senang tuan Rever tetap memerintahkan aku berada di sini.. Aku bisa berenang-senang denganmu dan anakmu itu." Luca Crollo mengangkat kedua tangannya, ia merasa puas setelah berhasil mengendalikan kota Lister dari bayang-bayang.

__ADS_1


Inggrid yang masih tersungkur tertawa.. Ia tertawa terbahak-bahak. "Heh.. Kenapa kau tertawa? Apa kau sudah gila Inggrid?" Luca heran, baru kali ini ia melihat Inggrid tertawa seperti itu.


Inggrid.. Mentalnya telah lemah semenjak ia kehilangan suami dan juga anak pertamanya. Apa lagi setelah mengetahui jika anak keduanya merupakan orang yang sangat bejat, anak keduanya itu bahkan tak segan memukul dirinya sampai bersimbah darah.


Jika bukan karena Luca, Inggrid mungkin sudah mati dibunuh oleh anak keduanya yang sangat suka melihat darah dan suara tangis dari rasa frusasi. Apa lagi jika suara frustasi minta tolong itu berasal dari gadis ras shed yang memiliki telinga dan ekor layaknya hewan. Kebiasaan Luca Crollo yang suka menyiksa hewan berlanjut hingga saat ini, objek siksaannya bukan lagi hewan tapi shed yang memiliki ciri seperti hewan.


Inggrid tambah syok kala Luca memperlihatkan sosok aslinya sebagai Iblis dan menceritakan padanya tentang rentetan kejadian yang menimpa keluarganya, termasuk apa yang telah terjadi dengan Grobogan. Inggrid syok sekaligus mengalami gangguan jiwa ringan sejak saat itu, ia bahkan menjadi pemuas nafsu Luca Crollo selama lebih dari 5 tahun ini.


Dan penderitaan wanita paruh baya itu berlangsung sampai hari ini. Ia menjadi satu-satunya orang yang tahu tentang keberadaan Luca Crollo, iblis bejat yang menghancurkan keluarganya.


Luca Crollo kembali melihat Inggrid tertawa kegirangan. "Khikhikhi.. Sepertinya kau benar-benar sudah gila, tapi aku tidak peduli.. Yang penting aku bisa melihat paras cantik dan menikmati tubuhmu. Khikhikhi.."


Satu hal yang tidak diketahui oleh Luca Crollo, Inggrid tertawa karena beberapa hari yang lalu ia berhasil menulis sebuah surat atau lebih tepatnya pesan pendek yang menandakan jika keluarga Snifooler berada dalam bahaya. Inggrid tidak punya banyak waktu mengirim sebuah surat dengan penjelasan panjang lebar, karena bisa saja ia ketahuan oleh Iblis yang telah menghancurkan keluarganya itu. Oleh Karenanya, sebuah pesan singkat dirasa sudah sangat cukup.


Dan karena surat itu...


Saat ini di depan gerbang kastil, sebuah kereta mewah berhenti dan meminta izin untuk masuk ke dalam halaman kastil. Orang yang ada di dalam kereta tersebut adalah Kane Lancester, kesatria besar yang merupakan salah satu tangan kanan dari kesatria agung kerajaan Inggram. Posisi Kane Lancester sama dengan posisi Eros Lopnika, mereka berdua adalah kesatria besar elit yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.


Kane Lancester datang ke kastil keluarga Snifooler atas perintah kerajaan atas respon pesan singkat yang dikirim oleh Inggrid beberapa hari yang lalu. Kane Lancester mendapatkan tugas untuk menyelidiki maksud dari pesan singkat dengan tanda 'keluarga Snifooler dalam bahaya' itu.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2