The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 88 - Tangisan Histeris


__ADS_3

Selain item-item sihir langka, di dunia ini juga terdapat senjata langka yang menyimpan kekuatan besar dan dapat membuat penggunanya menjadi lebih kuat ketika menggunakan senjata langka itu. Salah satu senjata langka itu kini digunakan oleh raja Jolang untuk menghadapi Lucifer.


Sebuah belati yang di sebut sebagai keris ciung wanara, senjata turun temurun yang diwariskan oleh raja sebelumnya ke raja selanjutnya. Keris itu menyimpan perwujudan semangat dan kekuatan para raja terdahulu dan yang bisa menggunakan kekuatan itu adalah orang yang dianggap pantas menjadi raja, seperti Jolang saat ini.


Jolang yang menyerang dengan serangan jarak jauh dari kerisnya berhasil di tepis oleh Lucifer, bersamaan serangan itu, ketiga kesatria yang memberikan asisst pada Jolang terus menyerang dengan serangan jarak jauh sambil menjaga jarak agar mereka tidak terkena serangan dari Lucifer.


Sementara ketiga kesatria besar itu menyerang, raja Jolang dengan keris saktinya mencoba mendekat saat Lucifer tengah disibukkan dengan serangan dari ketiga kesatria yang menyerang dia secara bersama-sama. Tapi Lucifer dengan kemampuan yang ia meliki masih bisa mengelak cukup mudah bahkan saat ia dihujani serangan oleh 4 orang sekaligus.


Melihat celah itu, Galang serta permaisuri dan Gayatri berlari menjauh dari ruangan tahta, mereka masuk ke dalam lorong yang ada di sebelah kanan ruangan itu. Galang mengetahui bahwa, di lorong itu ada celah untuk keluar, meski celah itu harus dibobol terlebih dahulu menggunakan kekuatannya.


"Ayahanda!!" Gayatri bergumam, air mata membasahi pipinya sembari berlari meninggalkan ayahnya yang bertaruh nyawa.


"Gayatri kuatkan dirimu.." Ujar Ibunya.


Sesaat kemudian mereka sampai di depan reruntuhan yang Galang maksudkan. Dengan pedang miliknya, ia menghempaskan reruntuhan itu hingga mereka bertiga bisa melewatinya.


Kembali ke tempat raja Jolang yang saat ini sedang bersemangat melayangkan serangan. Lucifer yang sedari tadi berdiri tak bergerak berhasil menangkis dan mementalkan semua serangan raja Jolang dan ketiga kesatria itu.


Sama seperti di awal serangan, pola yang cukup sederhana. Ketiga kesatria menyerang dengan serangan jarak jauh dan raja Jolang bergerak mendekat untuk menyerang saat Lucifer lengah dengan serangan ketiga kesatria itu. Tapi sedari tadi, raja Jolang belum mendapatkan momentum untuk melukai Lucifer.


Raja Jolang menyerang sambil menjauh, ia cukup lincah di usianya yang sudah menginjak 60 tahunan. Ia mendekat dan mengarahkan keris saktinya pada Lucifer, saat Lucifer mampu menghindar dan mulai menyerang balik ke arah Jolang maka ketiga kesatria itu akan menyerang Lucifer agar raja Jolang bisa menjauh secepatnya.


Pola itu terus berulang, strategi yang cukup efektif membuat ia tidak terluka dan juga mampu membuat Lucifer kebingungan dibuatnya.


Keris yang ia pegang itu memiliki gelombang kejut luar biasa. Olehnya itu, raja Jolang hanya membutuhkan satu tusukan agar ia bisa meraih kemenangan. Hanya satu tusukan makan gelombang kejut itu akan aktif dan melukai organ dalam tubuh Lucifer.


Dari arah kiri Lucifer, saat sebelumnya ia berhasil menghindar kini kembali menyerang dengan sekuat tenaga. Raja Jolang menunduk dan mengarahkan keris itu ke pinggang kiri Lucifer tapi Lucifer dengan jeli menghindar ke sebelah kanan, lalu dengan tangan kirinya ia mencoba meraih leher dari raja Jolang dan ketiga kesatria yang berada tak jauh dari tempat itu kembali menyerang Lucifer hingga konsentrasi Lucifer menjadi buyar, berkat hal itu Jolang kembali mundur menjauh dari jangkauan Lucifer


Raja Jolang tersenyum melihat Lucifer terdesak, ia tersenyum penuh percaya diri. "Bagaimanapun.. Sepertinya aku cukup bisa menghiburmu." Ucapnya, keringat terlihat mengalir dari wajahnya.


"Hooamm." Lucifer menguap tanpa ekspresi.


"Hah!? Tidak mungkin.. Ada apa dengannya, iblis ini bahkan tidak serius menangkis semua seranganku." Senyum di wajah Jolang pudar saat ia melihat Lucifer yang tidak berekspresi.


"Ayolah.. Berhenti main-main." Ucap Lucifer.


"Kampret.. Mati kau!!" Hanya karena ucapan itu, salah satu kesatria besar yang sedari tadi menjaga jarak mendekat dan melayangkan pedangnya ke arah Lucifer.


Tepat di depan Lucifer kesatria itu mengayunkan pedang dari kiri ke kanan untuk memotong lehernya. Tapi Lucifer menunduk, lalu dengan tinju super kerasnya ia bangkit dan melayangkan pukulan ke atas tepat di dagu kesatria itu.


Pukulan keras itu membuat kepalanya lepas dari leher dan darah pun bercucuran keluar dari leher kesatria itu. Kepala yang lepas dari tubuhnya itu terbang dan terjatuh tepat di kaki raja Jolang.


Melihat hal itu membuat raja Jolang gentar, seketika tangan kirinya yang memegang keris gemetar tak terkendali. Ia mencoba menahan tangan kirinya yang gemetar dengan tangan kanannya, tapi getaran kuat itu masih terasa.


"Sial.. Sial.." Umpatnya.


Saat raja Jolang sibuk dengan hal itu, Lucifer berjalan ke arahnya. "Kau seperti badut yang gagal menghiburku.. Sayang sekali tapi pertunjukan badut mu harus selesai sampai sini!"


Lucifer ternyata menganggap bahwa teknik bertarung raja Jolang yang ia gunakan untuk menyerang dirinya tidak lebih dari sekedar pertunjukan badut. Itu hal wajar mengingat kekuatan Lucifer jauh berada di atas raja Jolang.


Meski raja, tapi nyatanya Jolang bukanlah petarung yang hebat. Ia menjadi raja murni karena darah biru yang mengalir dalam dirinya, murni karena ia adalah keturunan Ingalaga. Keturunan yang telah memimpin kerajaan Nusantara sejak pertama kali didirikan.


Lucifer kembali mendekati raja Jolang berjalan, sedangkan raja Jolang semakin panik saat ia tidak bisa mengendalikan tangan kirinya yang bergetar hebat karena ketakutan. Saat hampir mendekati Jolang, kedua kesatria besar yang masih hidup menyerang Lucifer bersamaan.


"Baginda.."


"Baginda.. Pergi dari tempat ini."


Teriak kedua kesatria besar yang berlari ke arah Lucifer untuk menghadangnya mendekat ke arah raja Jolang.


Di tempat lain, Galang yang menuntun permaisuri dan putri Gayatri telah berlari cukup jauh mencari jalan keluar dari istana yang sudah porak-poranda ini. Jika saja mereka bisa terbang mungkin mereka akan lebih mudah keluar dari istana karena atap dan tiang istana yang runtuh membuat beberapa ruangan istana terbuka sama seperti yang mereka lewati saat ini.


Mereka cukup sulit menemukan jalan keluar karena reruntuhan atap dan tiang membuat istana terasa asing bagi mereka bertiga sehingga sulit untuk menentukan jalan mana yang akan mereka tempuh.


Gayatri berlari masih memikirkan keadaan ayahnya, ia terlihat begitu khawatir sedangkan permaisuri jelas telah mengetahui jika tatapan mata dari suaminya sebelum mereka berpisah merupakan tanda perpisahan mereka untuk selamanya. Ia menguatkan hatinya sambil terus menerus memegang tangan putrinya sambil berlari menjauh dari laki-laki yang telah ia nikahi lebih dari 40 tahun lamanya.


"Ah!? Sial.. Jalan buntu." Galang berhenti kala kembali dihadapkan pada reruntuhan bangunan yang kembali menutupi ruangan istana kerajaan.


"Kita harus mencari jalan lain!" Ujar permaisuri.


Mereka bertiga kemudian berbalik dan kembali untuk mencari jalan alternatif lain karena reruntuhan yang menghadang mereka kali ini tidak bisa dijebol dengan kekuatan Galang.


Saat mereka berlari, tiba-tiba saja sebuah tombak mengarah tepat ke arah Gayatri. Galang yang sadar akan hal itu langsung menebas tombak itu dengan pedangnya.


"Tuan putri.. Kau baik-baik saja!"


Gayatri yang terkejut dengan serangan itu terjatuh kebelakang, tombak itu tidak sampai melukai Gayatri berkat Galang yang menangkisnya. Saat mereka sadar, kini iblis yang mengarahkan tombak itu pada Gayatri muncul di depan mereka.


"Iblis..." Ucap permaisuri.


Iblis yang berada di depan mereka saat ini adalah T'roy, iblis yang menusuk kesatria besar Ihsan dengan tombaknya.

__ADS_1


"Kalian tidak akan kemana-mana.. Keluarga kerajaan harus mati di tempat ini!" Ujar T'roy mengangkat kembali tombaknya.


Tak jauh dari tempat itu, di ruang tahta.


Kedua kesatria yang menghadang Lucifer telah mati, mereka bahkan tidak sempat memberi celah sedetikpun bagi raja Jolang untuk kabur dari ruangan ini. Kedua kesatria itu mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Lucifer mendekat ke arah Jolang yang sudah terdesak, ternyata kekuatan yang membuatnya percaya diri sejak awal untuk menghadapi Lucifer sama sekali tidak berguna dihadapan Lucifer, bahkan keris yang ia pegang saat ini tidak memberikan peningkatan kekuatan yang signifikan untuk raja Jolang.


Saat Lucifer berada tepat di depan raja Jolang, ia tersenyum menyeramkan. Raja Jolang yang panik langsung mengarahkan keris yang ia pegang ke leher Lucifer tapi di tangkis dengan mudah oleh Lucifer menggunakan tangan kirinya. Ia memegang erat tangan Lucifer lalu...


Kreekkkkkk


"Aaaaahhhhhhhrrrgggggg!!" Suara teriakan Jolang terdengar nyaring di ruangan terbuka itu.


Tangan kirinya dipatahkan oleh Lucifer, keris yang ia pegang terjatuh. Lucifer yang melihat senjata itu kemudian menendang senjata itu dari hadapannya.


"Tch.. Apanya yang senjata langka.. Bagiku itu hanya mainan." Ucapnya


Raja Jolang yang mengeram kesakitan berlutut sambil memegang lengan kirinya yang patah dengan tangan kanannya.


Di tengah penyiksaan itu, Samhong muncul melapor pada para Lucifer tentang situasi dan kondisi ibu kota saat ini. "Tuanku!" Ucapnya sembari berlutut.


"Bagaimana keadaan diluar sana?"


"Aku dan T'roy berhasil membunuh semua prajurit dan kesatria kerajaan yang tersisa di ibu kota kerajaan. Sesuai dengan prediksiku tuan.. Tidak ada satupun kesatria kuat yang tinggal di ibu kota, mereka semua berada di pulau Cebes saat ini."


Raja Jolang yang memegang tangan kirinya yang patah melirik ke arah Samhong. Ia merintih sambil bertekuk lutut dihadapan Lucifer.


"Bagus!!.. Apa kau dengar wahai raja.. Salah satu raja terhormat yang menjadi pendiri aliansi meja bundar untuk melawan raja iblis.." Lucifer melirik raja Jolang dengan tatapan rendah.


"Biar aku katakan satu hal.. Kalian manusia terlalu tamak akan kekuasaan. Sedikit hasutan sudah membuat kalian gegabah.. Lihatlah sekarang, aku berhasil menjatuhkan kerajaanmu!! Huahahahaha." Lucifer membentangkan kedua tangannya dan tertawa akan kemenangan yang ia dapatkan.


"Cuih... Selama anggota kerajaan masih hidup.. Kerajaan ini belum kalah." Raja Jolang meludah ke arah Lucifer.


Lucifer yang tertawa langsung memasang muka masamnya saat ia melihat raja Jolang melakukan itu. Ia mengangkat tangan kanannya lalu dengan keras ia memukul raja Jolang..


Punchhhhhh..


"Sampah.." Pukulan pertama.


"Sampah.." Pukulan kedua.


"sampah.." Pukulan ketiga.


4 pukulan beruntun membuat wajah Jolang babak belur. Itu adalah Pukulan biasa, Lucifer tidak terlalu mengerahkan tenaganya untuk memukul karena jika ia serius maka wajah raja Jolang sudah pasti hancur saat ini. Sepertinya Lucifer belum mau membunuh raja Jolang, ia masih ingin sedikit bermain-main dengan raja Jolang.


"Tenang saja tuanku.. T'roy sedang memburu ratu dan putri raja." Ucapan yang keluar dari mulut Samhong sudah cukup membuat raja Jolang menjerit dan mencoba bangkit tapi sekali lagi pukulan keras mengarah tepat di wajahnya.


Darah keluar tidak hanya di hidung dan mulunya tapi juga di bagian pelipis matanya. Ditambah dengan luka lebam yang mulai membengkak membuat wajah raja Jolang tidak hanya babak belur tapi juga tak bisa dikenali lagi.


"Kau dengar.. Sebentar lagi anak dan istrimu akan kembali ke tempat ini." Kata Lucifer kepada raja Jolang yang sudah setengah sadar.


Baru beberapa saat perkataan itu keluar, Istri dan anaknya terhempas dan terjatuh tepat di samping raja Jolang karena T'roy berhasil menyeret mereka berdua setelah T'roy terlibat pertarungan dengan Galang.


Gayatri dan permaisuri yang melihat raja Jolang histeris bukan main karena mereka melihat keadaan raja Jolang yang sangat memprihatinkan dengan wajah yang sudah tidak berbentuk dan lengan kiri yang terlihat patah hingga tulangnya terlihat jelas.


"Ayahanda.. Ayahanda.." Gayatri menangis histeris dan memeluk ayahnya.


Hal sama dilakukan oleh permaisuri, mereka bertiga kini berada di hadapan Lucifer.


"Tuanku.. boleh kah aku meminta sesuatu!" kata Samhong menunduk.


"Katakanlah!?"


"Bolehkah perempuan itu menjadi budak ku!" Samhong menunjuk ke arah Gayatri yang masih histeris melihat keadaan ayahnya.


"Tentu saja.. Lagi pula kau telah membuat rencana yang sempurna. Anggap saja itu sebagai hadiahku untukmu." Kata Lucifer.


"Terima kasih tuan!" Samhong tersenyum lebar, matanya terus menatap Gayatri.


"Ayahanda.. Bangunlah.." Teriak Gayatri


"Iblis.. Keparat. Kalian akan menerima akibatnya.. Kalian akan mati, kalian keparat.." Permaisuri menatap Lucifer dengan tatapan dendam yang amat dalam sambil mengumpat dengan kata-kata kasar untuk meluapkan emosi kemarahan dalam dirinya.


Samhong yang telah mendapatkan izin dari Lucifer untuk menjadikan Gayatri budak kemudian mendekat ke arah Gayatri yang masih memeluk Ayahnya yang sudah tak bisa bergerak banyak karena luka yang ayahnya derita.


Sementara itu, di lorong tempat dimana Gayatri dan permaisuri di hadang oleh T'roy sesaat sebelumnya. Pada dinding lorong itu, Galang terlihat bersandar penuh luka, darah terlihat memenuhi mulutnya. Zirah yang ia kenakan terlihat bolong bersama dengan tubuhnya. Terdapat 3 lobang di tubuhnya akibat tusukan tombak dari T'roy saat mereka bertarung.


Sebenarnya Galang bisa mengimbangi T'roy akan tetapi dengan adanya Gayatri dan permaisuri di dekatnya membuat fokus Galang terbagi menjadi 3 yaitu fokus untuk menyerang dan melindungi Gayatri serta permaisuri. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh T'roy dan akhirnya berhasil melukai Galang dengan tombak miliknya.


Galang tergeletak sambil bersandar pada dinding lorong, saat ini ia sedang dalam masa sekarat. Darah masih terus keluar dari mulutnya, beberapa saat setelahnya. Seseorang mendekat menghampiri Galang, orang itu terlihat berantakan dan baunya busuk. Galang yang masih sadar menengok melihat wajah orang itu, ia langsung mengenali orang itu saat melihat wajahnya.

__ADS_1


Orang itu adalah Wira..


Wira melihat Galang tergeletak hampir mati, ia mendekat dan memegang pundak dan menekan luka di perutnya.


"Ka-ka-kau.." Kata Galang.


"Tenang.. Tenanglah aku akan meminta bantuan." Wira tampak berusaha untuk menekan luka di perut Galang.


"Tidak.. Ti-dak." Galang memaksa dirinya untuk berbicara meski tengah sesak.


"Kau.. Kau harus men-menyela-matkan Gayatri.. Pergi.. Pe-rgilah." Galang memberikan pedangnya pada Wira sambil menunjuk sebuah ruangan dimana Gayatri berada saat ini.


Wira yang menerima pedang dari Galang bergegas pergi setalah ia memastikan bahwa Galang telah mati akibat luka tusuk yang dideritanya.


Tempat tujuan Wira.. Dimana Gayatri saat ini berada.


"Ayahanda.. Ibunda.." Teriak Gayatri yang saat ini diseret oleh Samhong menjauh dari ayah dan Ibunya.


Samhong menarik rambut panjang Gayatri hingga Gayatri terseret kesakitan sambil mencoba melepaskan genggaman Samhong dari rambutnya. Ia histeris, menangis dan berteriak dengan keras.


"Lepaskan anakku.. Iblis. Kalian akan mati.. Kalian akan mati" Permaisuri yang masih berada di dekat Jolang terus mengumpat karena cuma hal itu yang bisa dia lakukan sekarang.


"Ghayhathi." Raja Jolang yang membuka mata mencoba mengucapkan sepatah kata.


Melihat hal itu, Gayatri tambah histeris. "Ayahanda.. Ayahanda.." Ucapnya.


Lucifer yang sudah muak menarik permaisuri dan mencekik lehernya dengan tangan kanannya. Permaisuri yang tercekik mencoba berontak dan melawan tapi sia-sia, bahkan saat ini kedua kakinya tidak lagi menyentuh tanah.


"Thdhk.. lhphshkhn. Akhu mhhon... Akhu mohon." Raja Jolang yang melihat istrinya diperlakukan seperti itu meneteskan air mata dan memohon kepada Lucifer meski ia sulit untuk berbicara dengan kondisi wajah yang babak belur. Ia histeris dan terus memohon sekuat yang ia bisa.


"Ibu.. Ibunda.. Lepaskan Ibuku. Lepaskan Ibuku!! Tidak.. Lepaskan." Gayatri berontak.


Bersamaan dengan hal itu, permaisuri Sri Wisnhuwardani mati di tangan Lucifer. Tubuhnya kaku dan tidak bergerak lagi, Lucifer yang mencekik permaisuri mengayunkan tangannya dan melempar permaisuri jauh dari tempat ia berdiri.


"Tidak.. Tidak. Ti-dak.." Gayatri kembali berurai air mata melihat hal itu.


Plakkkkkkkkk.. Suara tampan keras.


"Diam kau.. Tidak usah bersedih. Sekarang kau adalah milikku." Ucap Samhong.


Raja Jolang dengan kondisinya saat ini mencoba untuk bangkit tapi ia tak bisa bergerak sama sekali. Ia hanya bisa menangis dan memohon agar Lucifer memberikan ampun pada mereka.


"Kau adalah contoh bagi semua kerajaan yang menantang raja iblis." Ucap Lucifer pada raja Jolang.


Dari arah atas, tanpa mereka sadari ada sesuatu yang mendekat. Sesuatu yang mendekat dengan cepat itu mengarah ke arah Samhong yang sedang berdiri menampar Gayatri terus menerus agar Gayatri diam dan tak histeris.


"SAMHONG!!" Lucifer berteriak dengan keras untuk memperingatkan Samhong akan datangnya sebuah serangan tiba-tiba.


Tapi Samhong yang sedang asyik menyiksa Gayatri terlambat menyadari serangan tiba-tiba itu hingga salah satu lengannya putus bersimbah darah.. Samhong terkejut, melihat lengan kanannya putus terkena serangan itu..


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2