The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 8 - Sampah


__ADS_3

*Lanjutan flashback


Di sebuah ruangan besar dalam istana kerajaan Inggram. Para kesatria suci dan kesatria besar Eros Lopnika berkumpul sambil mendiskusikan latihan lanjutan yang akan dilakukan dalam 3 hari yang akan datang.


Target mereka kali ini adalah monster yang bernama Salamander yang mendiami level 35 dalam labirin. Level terdalam yang pernah di capai oleh kesatria seantero daratan Neverland.


Kali ini mereka sedang mendiskusikan strategi dan formasi serangan yang akan mereka lakukan terhadap monster yang ukurannya cukup besar itu. Perbincangan serius tersebut terusik dengan tingkah aneh dari Richard yang sepertinya mengganggu diskusi mereka.


"Apa yang salah Tuan Richard?" Eros yang bertanya tiba-tiba membuat para kesatria suci berbalik melihat Richard.


"Eh, tidak.. Aku hanya. Mohon maaf.. Silahkan lanjutkan."


"Sampah sebaiknya tidak usah berada disini." kata Rinto melihat Richard dengan tatapan rendah.


"Rinto.." Arthur mencoba menenangkan ketegangan yang terjadi.


"Maafkan aku semuanya.. Gara-gara salahku, kalian jadi terhambat." Richard membungkuk.


"Huff,, sebenarnya aku malas membahas ini tapi.. Jika kau benar-benar bernafsu seperti itu, sebaiknya kau mendatangi rumah bordil." Ucap Smits mencoba memberikan solusi atas insiden yang telah terjadi.


"Tidak,.. Aku tidak melakukan hal itu." Tegas Richard membela dirinya.


Rinto yang sangat membenci Richard hanya karena dia lemah, kini semakin membencinya setelah insiden pemerkosaan yang terjadi. Mendengar Richard yang masih tidak mengaku setelah dipergoki olehnya membuat Rinto naik pitam.


Rinto berjalan mendekat. "Apa katamu? Kau masih saja tidak memgakui perbuatan bejatmu." Ucapnya sambil memegang kerah pakaian Richard dan mengangkatnya.

__ADS_1


"Tidak.. Aku tidak melakukan itu." Sekali lagi tegas Richard.


Bersmaan dengan kedipan mata Richard, sebuah pukulan keras tiba-tiba mendarat di wajahnya. Richard tergeletak di tanah karena pukulan telak dari Rinto tepat mengenai wajah hingga meninggalkan memar dan sedikit darah, Richard tergelatak sambil memegang pipinya dan melihat kearah Rinto.


"Oi, ada apa dengan tatapan itu hah! Kau ingin membalas pukulanku."


Richard membalikkan pandangan dan melihat kearah kesatria suci yang lain, tapi kali ini tak ada yang membela dirinya. Jangankan membela, menatap kearah Richard saja tidak ada. Mereka semua membuang pandangannya dan tak mau melihat wajah Richard.


Sekali lagi dengan wajah bingung dia melihat ke arah Ivy, tapi sama seperti yang lainnya. Ivy membuang wajahnya saat Richard melihat kearahnya.


Melihat hal itu Richard menunduk, dia mengigit bibirnya sampai berdarah untuk menahan luka di hatinya dan sekaligus agar dia tidak menangis di depan mereka semua.


Sikap para kesatria suci terhadap Richard berubah setelah insiden yang terjadi seminggu yang lalu. Saat Richard ditemukan tidur bersama dengan Teresia salah satu pelayan di istana ini.


Saat itu di depan semua kesatria suci, Richard tak bisa berbicara banyak, sementara Teresia terus mengaku diperkosa oleh Richard. Sangat sulit dipercaya, tentu saja karena terlebih Richard yang mereka kenal hanyalah kesatria lemah yang bahkan tidak bisa membunuh hewan.


Saat itu Rinto yang tersulut emosinya langsung menghajar Richard hingga babak belur di atas kasur bahkan sebelum dia mengenakan pakaiannya. Tak lama setelah kejadian itu, rumor mengenai seorang kesatria suci memperkosa pelayan kerajaan tersebar luas bahkan sampai keluar istana.


Tak ada yang menghalangi Rinto untuk terus melayangkan pukulan pada Richard saat ini, tidak ada bahkan Ivy yang selama ini bersikap baik pada Richard. Begitupun Arthur, yang menjadi pemimpin dalam kelompok mereka.


Arthur bahkan menahan Gildarts yang saat itu ingin menghentikan Rinto dan berkata bahwa Richard pantas mendapatnya.


Dengan kondisi babak belur, Richard lalu di bawah kehadapan Raja kerajaan Inggram. Bersamaan dengan para saksi yang memberatkan Richard atas kesalahannya, termasuk para kesatria suci sekalipun tak ada yang membela Richard.


Hingga Richard dijatuhi hukuman, cukup ringan sebenarnya tapi dia diadili di depan masyarakat Inggram. Tepatnya di alun-alun Ibu kota kerajaan, dia di ikat dan di lempari oleh masyarakat dengan tomat busuk selama seharian penuh sebagai hukuman atas tindak asusilanya. Selain itu kepingin emas yang seharusnya diterima oleh para kesatria suci sebagai upah untuk bertahan hidup di dunia ini malah di potong sampai 80% oleh pihak kerajaan.

__ADS_1


Hukuman ringan tersebut dijatuhkan karena mengingat Richard sebagai kesatria suci punya peran penting untuk mengalahkan klan Iblis.


Meski hanya hukuman itu yang diterima olehnya, tapi tatapan teman-teman dan orang-orang terhadapnya berubah. Richard tidak lagi dilihat sebagai seorang kesatria suci, tapi sekarang bagi orang-orang yang mengetahui kasus ini. Richard tidak lebih dari seorang pemerkosa, persis seperti sampah yang harus disingkirkan.


"Kau membuatku muak." Ucap Rinto yg masih mencoba ingin memukulnya.


Saat Rinto mendekat, Gildarts menghalangi. "Cukup.. Hentikan, dia sudah mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan." Ucap Gildarts berusaha memegang Rinto.


"Cih.."


"Baiklah, bisa kita lanjutkan." Eros Lopnika kembali memberi instruksi sementara Richard masih tergeletak di tanah sambil merenungi dirinya sendiri.


"Maaf.. Aku tidak melakukan hal itu. Aku bukan pemerkosa." Tegas Richard yang masih yakin dengan kebenarannya.


Arthur menghela nafas dan menatap Richard. "Pemerkosa atau tidak itu bukan masalah, tapi yang jauh lebih buruk adalah orang yang tak mengakui kejahatannya meski bukti sudah terkuak."


Richard yang masih tersungkur mengangkat pandangannya dan melihat kearah Arthur. "Arthur.. Apakah kau tidak mempercayaiku?"


Karena merasa banyak membuang waktu, kesatria besar Eros Lopnika menghampiri Richard. Dia merendahkan dirinya dan berbisik kepada Richard. "Tuan Richard.. Kau adalah sampah yang harus disingkirkan, jika saja kau bukan kesatria suci mungkin paduka Raja sudah menjatuhkan hukuman mati.. Dan mungkin saja aku sendiri yang akan memotong lehermu jika itu sampai terjadi."


Richard terkejut dengan perkataan Eros, dia berbalik sambil menganga menatap Eros.


"Jadi.. Sekarang jika kau sekali lagi mengganggu diskusi penting ini, sebaiknya kau pergi dan istirahatlah diruanganmu." ucap Eros sambil berdiri.


Richard tak bisa lagi menahan rasa pedih dihatinya. Mentalnya yg lemah semakin membuat dia terpuruk mendengar perkataan dari teman-temannya. "Di dunia ini dan di duniaku sebelumnya sama saja, sekali sampah tetap menjadi sampah." gumam Richard sambil berdiri memegang lebam di pipinya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2