The Strongest Knight

The Strongest Knight
Ch. 104 - Saatnya Keluar, Menuju Gres (Arc - 2)


__ADS_3

Suara gemuruh pertarungan terdengar riuh, di sebuah benteng yang telah runtuh sejak lama. Benteng yang berada di sebuah daratan luas yang bernama Gres, tanah para dewa.


Kini setelah ratusan tahun berlalu, tanah suci yang di anggap tanah para dewa tersebut telah menjadi daratan mencekam yang penuh dengan monster dan iblis sejak invasi telah berlangsung.


Bangggg.. Ledakan terjadi, di dalam benteng kosong. Pertarungan itu terjadi antara para kesatria suci dengan beberapa iblis kelas demon yang menghuni benteng tersebut.


"Hadeuh... Merepotkan saja." Smits mencabut tombak sucinya dari tubuh iblis yang telah ia bunuh.


Sedangkan Ivy terlihat melayang di udara, ia bertarung dengan iblis bersayap. Sebuah pertarungan yang cukup atau sangat mudah bagi Ivy, dengan ayunan tongkat berimperium angin, semua iblis berhasil di jatuhkan.


Di dalam benteng, Pege mengamuk sendiri dengan menebas semua iblis yang ia temukan. Di sampingnya Rebecca terlihat sedang mengunyah buah apel, ia bersandar santai di dinding ruangan menikmati pertarungan Pege dengan para iblis atau lebih tepatnya pembantaian yang dilakukan Pege terhadap iblis-iblis yang berada di dalam benteng.


Sedangkan Gildarts sedang berada di dapur, ia memasak makanan untuk semua rekan-rekannya.


Sudah sebulan sejak mereka berpisah menjadi dua kelompok. Saat ini kelompok yang dipimpin oleh Smits berada di daratan luas bernama Gres dan tak ada satupun kehidupan di daratan ini karena daratan ini sudah jatuh dalam kehancuran sejak invasi klan iblis.


Mereka baru saja menemukan benteng tua yang telah lama ditinggalkan oleh penghuninya. Mungkin sudah berumur ratusan tahun, karena kondisinya memang telah dipenuhi akar dan semak belukar. Saat mereka masuk, ternyata benteng itu penuh dengan iblis


Itulah mengapa mereka terlibat pertarungan di benteng ini, walaupun mereka tidak terlihat serius sama sekali karena iblis yang berada di benteng adalah iblis kelas demon, bukanlah lawan yang sepadan bagi mereka. Saking mudahnya, Gildarts sampai tak ikut bertarung membasmi para iblis dan malah menyiapkan makan siang untuk mereka semua.


Mereka berlima memutuskan untuk beristirahat di benteng ini, itulah mengapa mereka semua masuk ke dalam benteng.


Jika kelompok yang dipimpin Smits telah berada di daratan Gres maka kelompok yang dipimpin Arthur masih berada di wilayah kerajaan Celestial. Arthur, Rinto, Diana dan Leo membantu para prajurit dan kesatria yang terlibat dalam perang melawan klan Iblis di berbagai wilayah kerajaan Celestial.


Selama sebulan, mereka semua telah melalui berbagai perang dan telah melawan berbagai musuh hanya saja mereka belum berhadapan dengan 6 dosa besar untuk menguji kekuatan mereka sekarang. Jadi mereka belum pernah serius menggunakan kekuatan baru dari segel yang telah mereka dapatkan sebelumnya.


Kembali ke tempat dimana percakapan serius sedang berlangsung. Kota Lister, distrik 3 bekas tambang parak wilayah kerajaan Inggram.


Seorang pria ras shed yang memiliki gen serigala sedang duduk di atas batu besar, di samping sebuah gua bekas tambang perak. Di depannya berdiri seorang wanita bernama Oana dan topik pembicaraan mereka saat ini adalah Richard.


"Sebelum itu.. Kau bisa memanggilku Woli." Ucapnya.


"Aku tidak perlukan tahu namamu.. Aku hanya ingin tahu hubunganmu dengan Richard." Oana bersikap jutek pada laki-laki ras shed dengan gen serigala bernama Woli.


"Hei ayolah.. Aku sudah memperkenalkan diriku."


"Ch.. Panggil saja aku penyihir!" Sepertinya Oana belum bisa bersikap ramah karena bagaimanapun mereka baru saja bertemu.

__ADS_1


"Baiklah.. Kalau kau tidak mau memperkenalkan diri." Woli menyerah tapi ia tetap penasaran dengan Oana karena baru kali ini dia bisa membicarakan Richard dengan orang lain.


"Jadi.. Kau tadi bilang jika Richard tidak memperkenalkan dirinya padamu, lalu bagaimana kau bisa tahu jika lelaki yang menolong mu 1 tahun yang lalu adalah Richard?"


"Ya.. Karena setelah dia memerdekakan aku sebagai budak, aku memutuskan untuk mencarinya dan aku berhasil menemukan informasi jika dia adalah Richard... Berdasarkan informasi dari para prajurit kerajaan dan ciri-ciri orang yang mereka katakan, itu sama persis dengan laki-laki yang menolong dan memerdekakan aku.." Woli berdiri, ia tersenyum berseri mengingat kembali momen singkat itu. Momen yang membuat dia mengagumi sosok Richard. Lalu Woli menambahkan. "Sejak aku mengetahui identitasnya sebagai kesatria suci, aku jadi semakin kagum padanya.. Lalu aku mulai mencari informasi lebih tentang kesatuan suci Richard dan..." Woli yang tadi tersenyum kini terlihat merajuk.


"Lalu aku juga mendengar rumor buruk tentangnya.. Aku dengar dia adalah kesatria mesum, aku juga dengar dia adalah kesatria terlemah dari para kesatria suci, apa lagi dia sama sekali tidak bisa mengendalikan kekuatannya. Aku hanya mendengar hal-hal buruk tentangnya.. Tapi, aku tidak percaya. " Woli melanjutkan, ia mengingat momen saat kepalanya di elus oleh Richard, ia juga mengingat keramahan Richard padanya.


"Orang seperti Richard.. Tidak mungkin seperti itu. Itu hanya rumor palsu. Termasuk kematiannya yang aku dengar.. Aku juga tidak percaya akan hal itu, aku yakin dia masih hidup, tuanku pasti masih hidup." Woli menegaskan perasaannya.


"Hm.. Kau sangat percaya padanya meskipun kau hanya bertemu dan berinteraksi dengannya sekali itupun hanya berlangsung selama 1 hari." Oana berpendapat.


"Hm.. Kau harus tahu jika ras shed manusia serigala tidak akan pernah salah jika mengikuti instingnya. Meski hanya sehari tapi.. Instingku mengatakan jika Tuan Richard adalah orang yang baik, kuat dan dia pasti masih hidup.. Wkwkwkwwkwk, makanya aku tertarik padamu karena kau juga sedang mengumpulkan informasi tentang Richard." Woli melompat dan turun dari batu besar ia duduki sejak tadi.


"Sayang sekali.. Aku memang mencari informasi tentangnya tapi aku sendiri tidak yakin jika dia benar-benar masih hidup atau tidak." Oana gelang kepala.


"Kau bilang orang yang mengatakan Richard masih hidup adalah orang hebat.. Jika orang itu memang sehebat yang kau katakan maka percayalah pada orang itu.. Wkwkwkw." Woli mengarahkan jempolnya Oana.


Oana menengok ke langit. "Nyonya Parthe." Benaknya.


Oana berbalik, ia membelakangi Woli. "Hei.. Kau mau kemana?" Woli bertanya saat Oana berbalik.


Woli tersenyum.. Ia cukup senang mendengar hal itu dari Oana.


Oana berjalan perlahan, tujuannya saat ini adalah kota sihir Lockdown. Ia baru saja mengingat sesuatu tentang sihir yang bisa menemukan apa saja di dunia ini. Sebuah sihir yang bisa diwujudkan dengan menggunakan Item sihir bola cermin dan hanya ada satu penyihir hebat yang menyimpan item tersebut. Penyihir hebat itu saat ini berada dan tinggal di kota Lockdown sebagai mentor atau guru bagi para penyihir muda yang sedang menempuh pendidikan di sekolah sihir.


Penyihir itu adalah Aliyah Justifina. Penyihir yang terkenal dengan tubuh seksi dan pakaian nyentriknya. Bagaimana tidak, di setiap kesempatan ia sangat jarang menggunakan pakaian. Ia lebih suka memakai celana panjang ketat dan bra untuk menonjolkan payudara besarnya.


Itulah orang yang akan ditemui oleh Oana, walaupun ia pernah berjanji pada Parthe jika ia tidak akan pernah lagi masuk dan berkunjung ke kota Lockdown. Oana tak punya pilihan lain, ia harus bertemu dengan Aliyah jika ingin menemukan keberadaan Richard.


Lalu..


Di kedalaman paling dalam labirin... Kastil Ifrit


Orang yang saat ini sedang dicari oleh Oana..


Richard sang kesatria ignis, susah menentukan kemana ia harus pergi setelahnya membaca buku tengah ras dewa..

__ADS_1


"Terima kasih Ifrit.. Kau telah berbuat baik padaku selama ini." Kata Richard yang mengenakan sebuah setelan jubah yang ia dapatkan dari Ifrit.


Ia tak ingin lagi mengenakan zirah baja, ia memilih memakai sebuah jubah lengkapnya dengan pakaian yang serba hitam.


Ia mempersiapkan semuanya, termasuk telah mengasah senjata pisaunya dengan baik. Sebilah pisau dari taring tajam seekor monster kuat yang ia kalahkan dalam labirin. Ia juga membawa beberapa perlengkapan dan menyimpan perlengkapan itu ke dalam tas sihir yang juga telah diberikan oleh Ifrit padanya.


Sambil mengenakan dan mengencangkan Tali sepatu abad pertengahan yang ia kenakan, ia berkata lad Ifrit. "Sudah saatnya aku keluar ke permukaan.."


"Baiklah.. semoga beruntung ignis.." Ifrit tersenyum, ia sudah bersiap untuk menjentikkan jarinya. Hanyalah sejak jentikkan jari maka Richard akan keluar dari tempat ini.


"Baiklah.. Tujuanku selanjutnya adalah.. Daratan Gres, tanah para dewa." Tegasnya.


Bersamaan dengan itu, Ifrit menjentikkan jari. "Semoga beruntung Ignis!" Ucapnya dan Richard menghilang di hadapan Ifrit, dengan hanya satu jentik jari saja.


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'


'

__ADS_1


-Bersambung-


Arc 2 dimulai!!


__ADS_2