
Kini Kirana dan yang lainnya sedang berada didalam mobil yang mereka sewa.
''Benar yang ini jalannya?'' tanya Bisma, sambil terus fokus kedepan.
''Iya bener, kan udah di sharelock sama Gladis,'' ucap Misya sambil terus memainkan Ponselnya
Tiga puluh menit kemudian mobil yang ditumpangi Kinara dan yang lainnya telah sampai ditempat tinggal kediaman Gladis.
Tin-tin..
Terdengar suara klakson mobil dari luar, Gladis langsung keluar dari kamarnya menuju pintu depan untuk melihatnya.
Sebelum membuka pintu, Gladis mengintip dari kaca jendela rumahnya.
''Ternyata memang mereka,'' gumamnya sambil membuka pintu rumahnya.
''Hay.. Dis, apa kabar?'' tanya Misya setelah keluar dari mobil diiringi Kirana dan Bisma.
''Hay semua, kabarku Alhamdilillah baik,kalian gimana?'' tanya Gladis lagi.
''Ya,, seperti yang kamu lihat Dis,
''Hay cewe ,imut tambah imut aja kamu!'' goda Bisma.
Gladis hanya tersenyum menanggapi godaan Bisma.
''Hay juga kak ,, Ayo masuk!'' ajak Gladis dan diangguki oleh mereka.
''Sebentar ya aku tinggal kebelakang dulu.'' ucap Gladis.
Kirana mengamati setiap sudut ruangan rumah Gladis.
''Rumahnya cukup sederhana tapi sangat nyaman,'' ucap Kirana yang mendapat anggukan dari keduanya.
Tiba-tiba seorang ibu paruh baya datang sambil membawakan minuman,dan disusul oleh Gladis yang juga terlihat membawa cemilan.
''Duh jadi gk enak merepotkan ibu dan juga Gladis?'' ucap Misya.
''Gpp kok nak, kalian kan datang dari jauh, tapi ya,, cuma ini yang bisa ibu suguhkan.'' ucap ibunya Gladis.
''Oya Bu, ini kami ada sedikit oleh-oleh untuk Ibu dan juga Gladis, semoga bermanfaat,'' ucap Kinara.
''Duuh,, terimakasih banyak nak, ibu jadi gk enak dibawain hadiah segala.'' ucap ibu diah.
Skip..
__ADS_1
***
Saat ini Gladis,Misya,Kirana dan Bisma sedang berada didalam mobil, mereka rencananya akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada dikota S.
Dan tujuan awal mereka adalah Museum BATIK DANAR HADI yang terletak di Jl. Slamet Riyadi.
Karna Memang Kirana sangat tertarik dengan batik-batik yang berada dikota tersebut.
Saat ini mobil yang mereka tumpangi sedang melewati jalanan menuju rumah Gladis yang dulu, semua kenangannya bersama ibunya ada disini ditempat ini.
''Kia,'' gumam Misya.
''Kin, sepertinya tadi gue liat Kiano deh,'' ucap Misya, pada Kinara.
''Mana mungkin, emang kamu liat dimana?''tanya Kinara.
''Itu dekat taman yang ada pohon cemaranya tadi.'' ucap Misya
''Hallu kamu itu Sya,mentang-mentang dia gk ikut jadi kamu merasa dia ada dimana-mana.'' ucap Bisma mengejek.
''Iihh,,yaudah kalau kalian gk percaya.'' ucap Misya Ngambek.
Gladis hanya menyimak pembicaraan mereka karna dia juga tidak tau siapa yang sedang mereka bicarakan.
''Oya Dis, sebenarnya kami datang kesini tuh berempat, bersama adik ku Namanya adalah Kiano, cuma dia lagi ada urusan makanya dia gk bisa ikut.'' jelas Kinara.
Bisma melihat Misya dari kaca spion depan, ia mengulum senyum saat melihat wajah kusut Misya.
Tiga puluh menit kemudian mereka telah sampai ditempat tujuan, setelah memarkirkan mobil, mereka langsung turun dengan antusias Kinara segera mengajak mereka masuk kedalam museum tersebut.
DITEMPAT LAIN..
Alex sedang duduk dibangku taman, tempat kenangannya bersama Gladissa, seorang gadis kecil yang mampu membuat hari-harinya terasa indah.
''Sasa dimana kamu sekarang? aku sudah mencarimu selama ini, tapi tetap saja aku gk bisa menemukanmu.'' ucap Alex sendu.
***
Setelah puas berkeliling beberapa tempat bersejarah, kini mereka memutuskan untuk segera pulang, dan akan melanjutkan keesokan harinya.
''Batik-batik dimuseum tadi sangat indah ya?'' ucap Kinara yang sangat mengagumi batik-batik dikota S.
''Besok Rencananya kita kemana lagi? tanya Bisma, yang masih setia menjadi supir pribadi ketiga gadis tersebut.
''Kita kan sudah berkeliling untuk liat-liat gedung bersejarah, besok kita waktunya nyicipi makanan khas kota ini gimana??'' tanya Misya pada teman-temannya.
__ADS_1
''Iya boleh tuh, kamu taukan Dis makanan legendaris yang ada dikota ini?'' tanya Bisma.
''Tau kak,'' ucap Gladis singkat.
''Oya Kin, bukannya ini juga tempat kelahiran loe, pasti loe juga banyak taukan tentang kota ini?'' tanya Misya.
''Memang sih,, ini tempat kelahiranku juga, tapi sayang sejak kecil aku lebih suka tinggal bersama kakek, dan hanya diakhir pekan saja baru kesini, jadi ya,, tidak terlalu tau sih, hanya Kia yang sejak kecil hingga remaja tinggal dikota ini '' jelas Kinara.
Gladissa sebenarnya sangat penasaran dengan adik dari Kinara yang bernama Kiano itu, seperti apa ya kira-kira tampang si Kiano yang kata Misya sangat cuek dan irit bicara itu.
''Oya Dis, gimana kalau kamu nginep aja malam ini disini? besok pagi-pagi baru kami antar gimana mau kan?'' tanya Misya.
''Kayaknya gk bisa Sya, soalnya besok pagi aku harus kerja,'' jelas Gladis yang merasa tidak enak karena menolak temannya itu.
''Kamu tenang aja Dis, aku udah minta izin sama Mba Sari agar kamu bisa cuti untuk beberapa hari, karena akan menemani kami berkeliling selama dikota ini.''jelas Kinara.
''Benarkah, baiklah kalau gitu tapi sebelum itu aku harus menghubungi ibu dulu untuk minta izin,'' ucap Gladis.
Jam delapan malam akhirnya mereka sampai dirumah yang mereka sewa, setelah sebelumnya tadi mereka sempat singgah untuk makan malam.
''Bu apakah Kia sudah pulang?'' tanya Kinara pada bu Ningsih, saat sudah berada dirumah.
''Belum Neng Kinara,'' ucap Bu Ningsih
''Oya Neng Ibu mau kebelakang dulu ya pengen nyiapain makan malam,'' ucap Bu Ningsih.
''Tidak perlu Bu, soalnya tadi kami sudah makan tadi diluar.'' jelas Kinara lagi.
''Oh, baiklah kalau begitu ibu kebelakang dulu ya Neng, kalau perlu sesuatu panggil saja.'' ucap Bu Ningsih yang diangguki oleh mereka.
''Kemana anak itu jam segini belum balik,dasar Kia,'' gerutu Kinara.
''Udahlah biarin aja, mungkin sekarang dia lagi nostalgia bersama cinta pertamanya, lagi pula diakan cowo pasti dia bisa jaga diri.'' terang Bisma.
''Ck, hoby banget ya loe nyakitin hati gue kak?'' ucap Misya cemberut.
''Bukan gue yang hoby nyakitin loe, tapi noh,, adeknya si Nara tuh,,'' ucap Bisma sambil terkekeh.
Setelah cukup lama ngobrol diruang tamu, akhirnya mereka kembali kekamar masing-masih setelah tadi sebelumnya mereka sudah membersihkan diri.
Rumah yang mereka tempati memang lumayan besar, dan memiliki empat kamar, dan saat ini Gladis berada dalam satu kamar bersama Misya.
Jam menunjukan pukul sebelas malam, tiba-tiba Gladis terbangun karena merasa haus, ia melihat Misya yang sudah tertidur dengan lelap.
Gladissa segera keluar dari kamarnya dan menuju dapur,untuk mengambil air minum, namun saat dirinya membuka pintu kamar, ia melihat sosok seorang lelaki yang baru saja memasuki kamarnya.
__ADS_1
''Siapa dia? apa dia adiknya Mba Kinara,'' gumam Gladis, yang hanya melihat lelaki itu dari punggungnya saja.