
Gladissa bernafas lega saat Alex mengijinkannya bekeja,dan tidak menyuruhnya pulang,karna biasanya karyawan yang datang terlambat pasti akan langsung disuruh pulang oleh Alex,namun berbeda dengan Bisma,ia akan tetap menyuruh karyawannya untuk tetap masuk bekerja walaupun terlambat.
Namun berbeda dengan Alex,jika Alex yang terlebih dahulu sampai dari pada pegawainya maka ia akan langsung menyuruhnya pulang,karna jika menyangkut pekerjaan Alex sangat lah disiplin,maka dari itu beruntunglah Gladissa karna Alex tak menyuruhnya pulang saat itu.
Sebenarnya Alex sama sekali tidak mempermasalahkan keterlambatan Gladissa,namun yang jadi masalah sebenarnya adalah saat ia melihat Gladissa datang bersama Desta,jujur saja Alex sangat tidak suka dengan kedekatan mereka berdua,ada rasa sesak di da da nya saat ia melihat wanita pujaan hatinya tersenyum dengan laki-laki lain.
Saat dibelakang para pegawai menatap heran pada Gladissa,pasalnya saat ini Gladissa bisa diijinkan masuk kerja walaupun dia datang terlambat.
''Dis kok loe bisa masuk sih? emangnya pak Alex gk ada ya didepan?''tanya Vega.
''Ada kok, bahkan tadi dia lihat saya datang.''jelas Gladissa lagi.
''Kok bisa? ini hampir jam sebelas lho, sedangkan aku kemarin aja telat sepuluh menit langsung disuruhnya pulang,ini kamu yang hampir satu jam telat kok enggak ya?!" ucap Vega heran.
''Udah gk usah mikir yang aneh-aneh,,mungkin suasana hatinya sedang bahagia makanya dia memperbolehkan Gladissa untuk tetap bekerja walaupun dia terlambat.''ucap seorang pegawai lain yang lebih senior.
''Bener tuh apa yang dibilang kak Maya,mungkin suasana hati bos kita itu sedang bahagia.''sambung Gladissa yang tak ingin membuat kecurigaan pada Vega.
Namun sebenarnya ada rasa sedih dihati Gladissa saat melihat sikap Alex yang seperti itu padanya,namun sejak awal ini lah yang ia inginkan,Gladissa yang meminta Alex agar melupakannya.
Sebenarnya ia pernah berpikir mau berhenti dari cafe tersebut,namun ia bingung jika ia memaksa untuk resign maka dia harus mencari pekerjaan lain,sedangkan mencari pekerjaan dijaman sekarang sangatlah susah, dan tidak mungkin juga baginya untuk balik kekampung halamannya saat ini,apa yang akan dia katakan pada ibunya nanti,lagi pula Gladissa juga ingin mrmbuat ibunya itu bangga padanya jika dirinya bisa sukses suatu saat nanti.
***
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,kini saatnya para pegawai yang masuk disiang hari berbenah diri,begitupun dengan Gladissa saat ini dirinya sedang berganti pakaian karna akan segera pulang,karna sebentar lagi Desta akan menjemputnya.
Saat tadi siang Desta mengantarkan Gladissa ke cafe,Desta kembali menawarkan pada nya untuk pulang bersama,awalnya Gladissa menolak,karna merasa tidak enak,namun Desta terus memaksanya,dan akhirnya Gladissa pun mengiakannya.
Gladissa melangkah melewati ruangan Alex yang kebetulan saat itu Alex juga sedang keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Sesaat mereka sempat saling menatap,namun Gladissa dengan cepat memutuskan pandangannya,lalu kembali ingin melangkah,namun betapa terkejutnya Gladissa saat Alex tiba-tiba menarik tangannya dan langsung membawanya kembali masuk kedalam ruangan bosnya itu.
''Kak Alex apa-apan sih? minggir aku mau keluar!" ucap Gladissa sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Alex dari lengannya.
''Kak lepas dong! gimana nanti kalau ada yang lihat.''ucapnya lagi saat Alex masih tak bereaksi dengan ucapannya.
Alex seketika menatap Gladissa dengan tajam,saat ia terus berusaha memberontak.
''Ka kak Alex apa yang ingin kau lakukan?''ucap Gladissa panik saat Alex mulai mendekatkan wajahnya pada Gladissa.
Replek Gladissa menutup matanya saat wajah Alex hanya berada satu jengkal dari wajahnya,hingga ia dapat merasakan hembusan nafas Alex yang menerpa wajahnya.
Tiba-tiba..
Tok-tok-tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar,
''Tunggulah disini,aku akan melihat siapa yang datang.''ucap nya sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.
Gladissa menghembuskan nafas lega,saat Alex sudah menjauh darinya,sepertinya dia harus berterimakasih dengan orang yang tiba-tiba mengetuk pintu tersebut.
''Ada apa?''tanya Alex setelah mengetahui siapa yang datang.
''Jutek sekali,saya datang kesini hanya ingin menjemput pegawaimu yang bernama Gladis.''ucap Desta,yang membuat Alex seketika melirik kearah wanita yang dimaksud Desta.
''Dia sudah pulang.''ucap Alex
''Yakin kamu Lex? kalau Gladis sudah pulang?''tanya Desta lagi memastikan.
__ADS_1
''Untuk apa saya bohong,memangnya kamu tidak lihat didepan tadi,kalau semua pegawai yang masuk siang sudah pada pulang semua?''ucap Alex,terdengar ada nada kekesalan disana.
''Kok Gladis gk kasih kabar ya?''gumam Desta yang masih bisa terdengar oleh dua orang yang ada diruangan itu.
Seketika Alex melototkan matanya pada Gladissa saat ia hendak keluar dari persembunyiannya,dan akhirnya Gladissa pun pasrah.
Setelah memastikan Desta pergi,Gladissa pun akhirnya keluar dari persembunyiannya,tadinya bisa saja ia keluar namun Gladissa takut Desta akan menganggap dirinya wanita gampangan karna berduaan dengan bosnya yang sudah menikah itu dalam satu ruangan.
''Kamu apa-apaan sih kak,kok pake acara bohongi kak Desta segala.''ucap Gladissa protes.
''Kenapa? tidak suka?''tanya Alex enteng.
''Yaialah aku tidak suka! aku tidak suka dengan cara kakak mencampuri kehidupanku,dengar ya ?aku dan kamu itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,jadi kamu tidak berhak untuk mengaturku dengan siapa aku harus berteman.''ucap Gladissa sungguh-sungguh.
Alex melangkah mendekati Gladissa,lalu menatap lekat netra hitam itu.
''Bisa kah kamu tetap disisiku Sa, aku masih sangat mrncintaimu,dan aku merasa cemburu bila kamu dekat dengan laki-laki lain.''ucap Alex jujur.
Seketika hati Gladissa menghangat saat mendengar ungkapan hati Alex,ingin rasanya hatinya berkata ia, karna dilubuk hatinya yang paling dalam sesungguhnya cinta itu masih ada untuk Alex,namun logikanya mengatakan kalau semua itu tidak mungkin,sebab sudah ada Misya yang kini mengisi dikehidupan Alex ,dan tidak mungkin baginya untuk merebut Alex dari Misya.
Gladissa menghembuskan nafas berat.
''Kak Alex bukankah aku sudah pernah bilang padamu,bahwa hubungan kita ini sudah berakhir semenjak kamu memutuskan untuk menikahi Misya, dan aku akan mulai mengikhlaskan itu, aku juga akan berusaha untuk melupakan mu dan semua tentang kita,jadi ku harap kamu juga melakukan hal yang sama.''ucap Gladissa.
''Tolong jangan katakan itu Sa,aku gk bisa tanpa kamu,''
''Benarkah? lalu kenapa kamu bisa menikahi Misya jika kamu memang tidak bisa tanpaku kak?''tanya Gladissa sambil menatap Alex dengan sinis.
''Dengar?? mulai sekarang sebaiknya kak Alex jangan campuri lagi urusan pribadiku, sekarang status kita hanya antara atasan dan karyawan saja tidak lebih,jadi ku harap kamu bisa lebih profesional.'' jelas Gladissa sambil melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Alex, namun ucapan Alex seketika membuat langkahnya terhenti.
__ADS_1
NEXT