
Setelah mobil yang mereka tumpangi berhenti,Alex pun langsung turun dan meninggalkan Misya yang masih berada didalam mobil.
Misya menghembuskan nafasnya kasar,apa yang akan diperbuatnya setelah ini ia pun tidak tau, rasanya hidupnya kini telah hancur dan sebentar lagi Alex pun akan menceraikannya,begitulah pikiran Misya saat ini.
''Loh Ki,kamu kok sendiri Misya nya mana?''tanya Rina yang saat ini berada diruang tv.
''Ada dibelakang,saya keatas dulu mah.''ucap Alex sambil berlalu.
Rina menatap heran pada putranya yang satu itu.Tak lama terlihat Misya melangkah kearahnya.
''Misya kenapa dengan Kia?kok dia langsung naik?''tanya Rina.
Misya yang ditanya menatap pintu kamar mereka yang baru ditutup oleh Alex.
''Tadi sih mas Kia bilangnya kebelet mah.''jawab Misya asal.
''Oh,,terus jadi gimana hasil pemeriksaannya??''tanya Rina tidak sabaran.
''A aku hamil mah,usia kandungannya sudah jalan tiga minggu kata dokter.''jawab Misya sedikit gugup.
''Tapi kamu kok seperti tidak bersemangat gitu sih? seharusnya kamu senang dengan berita ini,mama lihat Kia juga tadi gk ada wajah-wajah bahagianya.''ucap Rina merasa aneh.
''Gk kok mah,tentu saja kami senang karna sebentar lagi kami akan jadi orangtua.''jawab Misya,mematahkan kecurigaan mertuanya.
''Baiklah,sebaiknya kamu istirahat besok pagi kita umunkan berita bahagia ini keseluruh anggota keluarga,soalnya kalau sekarang papa dan juga Kinara belum pulang.''ucap Rina.
''Baiklah mah,kalau gitu aku keatas dulu.''jawab Misya,yang diangguki oleh Rina.
Perlahan Misya memutar knop pintu kamar,kemudian Misya pun melangkah kan kakinya memasuki kamar tersebut.Matanya menyapu seluruh ruangan kamar,sambil mencari sosok suaminya,hingga matanya tertuju pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Misya menghembuskan nafas kasar berkali-kali saat teringat kejadian dirumah sakit tadi siang saat dokter mengatakan bahwa dirinya dinyatakan hamil oleh dokter tersebut,Misya melihat reaksi Alex saat itu yang tidak menampakan keterkejutan sama sekali,bahkan laki-laki itu terlihat biasa saja.
''Aku bingung,apa yang harus ku perbuat,haruskah aku jujur saja pada semua orang? tapi aku juga tidak siap jika harus kehilangan mas Kia.''
Ucap batin Misya.
__ADS_1
Ceklek,, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka,hingga menampakan sosok Alex sari balik pintu kamar mandi.
''Bersihkanlah tubuhmu,lalu turun untuk makan malam!'' ucap Alex datar.Dan berlalu meninggalkan Misya yang masih mematung disana.
''Ternyata mas Kia masih perduli padaku.''gumam Misya sambil mengembangkan senyumnya.
***
Pagi harinya, setelah sarapan pagi,,semua orang sudah berkumpul diruang tamu,termasuk Jonathan yang belum diberi ijin oleh istrinya untuk berangkat kekantor sebelum pengumumannya selesai.
''Ada apa sih mah,kami semua disuruh berkumpul disini?''ucap Kinara yang baru datang dari arah dapur.
''Duduk dulu dong sayang! mama mengumpulkan kalian semua disini ingin menyampaikan berita bahagia.''ucap Rina semangat.
''Oya apa itu mah?mamah dapat undian ya?''ucap Jo asal.
''Ck,papah ada-ada aja deh, mama itu ngumpulin kalian disini itu mau menyampaikan berita bahagia dari Kiano dan Misya karna sebentar lagi mereka akan memiliki momongan.''ungkap Rina sambil melebarkan senyumnya.
''Oya,benarkah Misya?selamat ya?! ucap Kirana sambil memeluk adik iparnya itu.
''Selamat untuk ya nak,sebentar lagi kalian berdua akan menjadi orangtua,papa senang mendengarnya.''ucap Jo.
Kinara menatap sang adik yang saat itu hanya memperlihatkan wajah datarnya.
''Kamu kok kayaknya gk senang tentang kehamilannya Misya Ki?''ucap Kinara karna melihat sang adik sepertinya terlihat acuh.
''Iya nih,dari semalam kamu kok datar amat mukanya?seharusnya kamu senang sayang,karna sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah,dan mama dan papa akan menjadi se orang oma dan opa, bener gk pah?.''ucap Rina antusias.
''Iya, oya sya,kamu harus jaga kandunganmu baik-baik jika butuh sesuatu bilang pada Alex atau pun pada orang yang ada dirumah ini ok?''ucap Jo.
''Iya pah,terimakasih sebelumnya karna kalian begitu baik padaku.''ucap Misya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
''Kenapa bilang seperti itu,kamu adalah istri Kiano,tentunya kamu juga sudah menjadi bagian keluarga ini.Jadi mama harap kamu jangan bicara seperti itu lagi ya?''ucap Rina,yang diangguki oleh Misya.
''Yasudah kalau gitu papa berangkat kerja dulu ya.''pamit Jo pada semuanya.
__ADS_1
''Aku juga.''sambung Kinara.
Sedangkan Alex masih duduk sambil memainkan ponselnya,Misya melirik Alex yang sejak tadi hanya diam,entah apa yang dipikirkan pemuda itu saat ini.
''Mas kia ak...,''
Belum sempat Misya menuylesaikan ucapannya Alex sudah menyelanya.
''Mah saya juga sebaiknya berangkat sekarang,sya saya berangkat!" ucap Alex pamit kepada Rina dan Misya.kemudian berlalu begitu saja.
Rina memperhatikan anak dan menantunya itu sedang tidak dalam baik-baik saja.Rina yang memang tipe orang yang keingintahuannya besar langsung saja bertanya pada sang menantu yang saat ini masih ada dihadapannya.
''Kalian lagi ada masalah?''tanya Rina yang membuat Mista menarap kearah sang ibu mertua.
''Ti tidak kok mah,jawab Misya sambil tersenyum paksa.
''Kamu yakin?''tanya Rina lagi memastikan.
''Iya mah.''jawabnya lagi.
''Yasudah sebaiknya kamu kabari mba Yanti tentang kehamilan kamu ini,ibumu pasti belum tau kan?''tanya Rina.
''Iya mah,aku akan memberikabar pada mama,kalau gitu aku keatas dulu ya?''ucap Misya yang diangguki oleh Rina.
Ditempat lain,tepatnya di sebuah cafe terlihat Gladissa dan yang lainnya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Saat Gladis hendak membuang sampah kedepan tak sengaja telinganya mendengar percakapan seseorang yang juga sedang berada diluar.
''Kamu serius sayang?Misya hamil?duh,,gk nyangka sebentar lagi aku akan jadi uncle,ternyata Alex tokcer juga ya?''ucap orang tersebut yang tak lain adalah Bisma.
Bisma yang memang baru datang ke cafe tiba-tiba mendapat telpon dari sang kekasih,yang mengabarkan saat itu kala adik iparnya sedang mengandung,dan semua itu tak luput dari pendengaran Gladissa yang saat itu posisinya berdiri disamping mobil Bisma.
Tiba-tiba saja sampah yang akan ia buang terlepas dari tangannya,entah kenapa berita yang tak sengaja ia dengar membuat tubuhnya melemas seperti tak bertulang.
Bisma yang memang tidak mengetahui keberadaan Gladis yang terhalang mobil,,langsung masuk kedalam cafe.Sedangkan Gladis masih terpaku ditempat entah apa yang ada dipikiran gadis itu sekarang,yang pasti dirinya kini tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
Seharusnya dia senang kan? akhirnya Alex bisa hidup berbagia bersama Misya apa lagi sebentar lagi akan ada bayi ditengah-tengah mereka,tapi kenapa Gladis seperti merasa tidak rela,andai saja kalau saat ini di posisi Misya adalah dirinya pasti ia akan sangat bahagia.
NEXT