
Kini Gladissa sedang dalam perjalanan menuju cafe,didalam taksi Gladis terus mengembangkan senyumnya,ia tidak pernah menyangka bahwa akhirnya dirinya bisa menikah dengan sang pujaaan hati,walau pun bukan yang pertama,namun ia selalu bersyukur dengan apa yang dirinya dapatkan saat ini.
Tak terasa taksi yang ditumpanginya tiba di tempat ditujuan,setelah keluar dan membayar,Gladis segera masuk menuju cafe.Hari ini cafe terlihat ramai mungkin karna waktunya jam makan siang.
Saat Gladis ingin menuju ruangan Alex tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
''Gladis,''panggil orang tersebut yang ternyata adalah Vega.
''Oh, hai Ve,''sapa Gladis.
''Dis maaf ya kemarin aku gk bisa hadir saat kamu nikahan,soalnya ada urusan mendadak yang tidak bisa aku tinggalin saat itu.''sesalnya.
''Iya gpp kok.jawab Gladis
''Tapi kamu sedang apa disini?apa kamu masih bekerja disini lagi emang suami kamu tidak marah?''tanya Vega yang belum mengetahui kalau bosnya adalah suami Gladissa.
''Tidak,saya kesini hanya ingin mengantarkan makan siang untuk suamiku.''jelasnya.
''Oya,jadi suami kamu bekerja disini?siapa sih orangnya?aku kenal gk?''tanya Vega beruntun.
Saat Gladis ingin menjawab,tiba-tiba suara seseorang mengalihkan perhatian keduanya.
''Sayang kok kamu gk langsung masuk,aku sudah nungguin lho sejak tadi.''ucap Alex,yang membuat Vega menatapnya tanpa berkedip saat ini,bukan karna merasa kagum dengan ketampananya,walaupun ia tau bosnya itu memang tampan,,tapi Vega bengong karna ucapan yang tak biasa dari mulut bos dinginnya itu.
Alex yang biasanya selalu bicara datar tanpa ekspresi,kini sudah seperti orang bucin.Namun sedetik kemudian dia menyadari sesuatu.
''Dis,jadi maksud kamu suami mu itu adalah pak Alex?''tanya Vega yang masih belum percaya.
''Iya,''jawab Gladis singkat padat dan jelas.
''Pantas saja, aku merasa sebelum-sebelumnya kalian itu seperti ada hubungan gitu,awalnya aku tidak yakin, karna setau aku kan pak Alex sudah meni...,,''Dis jangan bilang kalau sekarang ini kamu jadi istri keduanya pak Alex?''tanya Vega heboh.
''Ceritanya panjang Ve,lain kali kalau ada waktu saya ceritain ya,sekarang saya mau antar ini dulu kedalam.''ucapnya yang tak ingin temannya itu bertanya pada nya lebih jauh lagi.Gladis sadar sebagai istri kedua akan ada pro dan kontra, dan bahkan sebagian orang yang tak tau masalah yang sebenarnya, akan mengira dirinya lah yang menggoda sang pria beristri tersebut,namun karna Alex dan keluarganya selalu mendukung dan menyemangatinya makanya ia tak terlalu ambil pusing jika ada yang membicarakan itu dibelakangnya,selagi dirinya tak mendengar ia rasa tidak masalah,percuma juga jika dijelaskan mereka tidak akan mau mengerti,karna mungkin pada dasarnya mengibah adalah hoby sebagian dari mereka.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat.Kini lima bulan sudah berlalu, Misya juga sudah melahirkan sejak dua minggu yang lalu,,,rencananya pagi ini Alex dan keluarga akan datang kepengadilan untuk mendengar keputusan hakim atas persidangan gugatan cerai yang dilakukan Misya padanya.Karna memang Misyalah yang menggugat.
Sementara dikediaman keluarga Desta sedang dilakukan pemasangan tenda untuk pesta pernikahannya dengan Naomi,setelah acara pertunangan empat bulan yang lalu mereka memutuskan untuk segera menikah karna memang sudah sama-sama merasa yakin dengan perasaan masing-masing, jadi untuk apa lagi menunggu lama.
__ADS_1
Kembali pada Alex
Setelah mendengar ketukan palu hakim yang mengatakan bahwa dirinya dan Misya telah resmi berpisah akhirnya semuanya bisa benafas lega.
Misya yang saat itu didampingi Brayen berjalan mendekati Alex dan keluarganya.
''Mas Kiano, kini status kita adalah mantan, dan ku harap setelah ini kita masih bisa berteman,dan aku juga minta maaf pada kalian semua atas kesalahanku selama ini.''ucap Misya sambil mencoba memaksakan senyumnya.
''''Iya saya juga minta maaf jika selama ini selalu membuatmu merasa tidak nyaman .''ucap Alex,dan Misya hanya mengangguk sebagai jawaban.
''Mah,pah aku minta maaf,jika selama jadi menantu kalian aku selalu berbuat salah.''ucap Misya.
''Iya mama dan papa sudah memaafkan,sekarang tata lah hidupmu bersama Brayen! mama harap kalian bisa hidup bahagai.''ucap Rina.
***
Kini semuanya sedang dalam perjalanan pulang,sesampainya dirumah,Alex langsung dikejutkan dengan pesta kecil-kecilan yang dilakukan sang istri kakek Arya, bu Diah dan kaka nya Kinara,untuk menyamput hari baru tanpa beban lagi,karna memang perceraiannya sudah selesai.
Kinara yang saat itu sedang mengandung empat bulan sedang duduk sambil menikmati kue lapis buatan bu Diah,sedangkan kakek Arya dan Gladis tentu saja mereka sedang menyambut kepulangan mereka.
''Waah,ternyata semua sudah berkumpul.''ucap Rina sambil melangkah menuju dimana saat ini Kinara berada.
''Gimana lancar kan semuanya?''tanya kakek Arya pada Jonathan.
''Alhamdulillah Lancar pa.''jawabnya.
''Mas Alex papa ,mama dan kakek ada yang ingin aku sampaikan pada kalian.''ucap Gladis yang terus mengembangkan senyum sejak tadi.
Alex,Rina dan yang lainnya saling pandang,sedangkan Kinara dan bu Diah sudah tersenyum,membuat yang lain semangkin penasaran.
''Ada apa sayang?''tanya Alex.
''Iya nak,ada apa? jangan buat kami penasaran dong.''ucap Rina.
''Aku ingin mengatakan kalau saat ini aku sedang hamil.''jelas Gladis,membuat semua orang yang ada disana merasa senang.
''Alhamdulillah,,akhirnya cucu kita akan nambah lagi nih pah,''ucap Rina pada suaminya.
__ADS_1
''Waah, cicit kakek juga nambah dong.''sambung kakek Arya membuat semua orang tertawa mendengarnya.
AND
INI BONUS VISUAL YANG SUDAH AUTHOR JANJIKAN SEMOGA KALIAN SUKA.
KIANO ALEXANDER
GLADISSA ANINDIRA
BRAYEN
MISYA
BISMA
KINARA
DESTA
__ADS_1
NAOMI