
Saat ini Alex sedang mrngendarai mobilnya menuju cafe,sepanjang jalan ia terus tersenyum,akhirnya setelah sekian lama,,semua beban yang selalu ia pikul akhirnya lepas sudah,dan ternyata kesabarannya membuahkan hasil.
Beban yang dimaksud adalah tentang, dirinya yang menjadi tersangka utama,dalam permainan Yanti, yang akhirnya dengan terpaksa harus bertanggung jawab atas perbuatan yang sama sekali tak pernah ia lakukan.Selain ia sama sekali tidak mencinyai Misya, Alex juga tidak yakin akan bisa membuat Misya bahagia saat hidup bersama dengannya,,dan semua itu sangat menjadi beban untuknya.
Setelah memarkirkan mobilnya Alex langsung melangkah menuju cafe,namun saat dia memasuki cafe matanya tak sengaja melihat Desta sedang makan siang bersama Gladis, kebetulan jam memang sudah menunjukan pukul dua belas siang.
Dengan santainya,Alex melangkah melewati mereka begitu saja,jujur saja rasanya hatinya tak rela saat melihat kedekatan mereka.Apa lagi saat melihat Gladissa tersenyum pada pria itu.
''Alex,''sapa Desta saat melihat sepupunya itu melewati mereka begitu saja.
Dengan malas Alex membalikan tubuhnya untuk melihat orang yang sudah menyapanya.
''Lama tidak bertemu,bagai mana kalau kita ngobrol sebentar,kebetulan ada yang ingin saya bicarakan denganmu.''ucap Desta.
Sebenarnya Alex sangat malas bergabung dengan mereka,apa lagi Desta pasti akan membuatnya cemburu,namun karna ada yang ingin Desta bicarakan akhirnya mau tak mau Alex menetujuinya.
Gladis yang melihat Alex melangkah menuju meja mereka sedikit canggung.
''Sasa,'' sapa Alex lalu duduk dihadapan gadis itu,sedangkan Desta posisinya duduk disamping Gladissa.
''Eem,kak Alex sudah makan siang?''tanya Gladis untuk mencairkan sedikit suasana.
''Belum lapar,mungkin sebentar lagi.''ucap Alex.
''Tapi ini sudah waktunya makan siang lho kak,tunggu ya biar aku ambilkan untuk kaka.''ucap Gladis kemudian beranjak dari duduknya.
Terlihat Alex menghembuskan nafas berat.Sedangkan Desta sejak tadi hanya melihat interaksi keduanya.
''Sepertinya Gladis masih sangat perduli sama kamu Lex!'' ucap Desta sambil menyeruput jus jeruk miliknya.
Namun Alex tak menjawab ucapan Desta.
''Apa yang akan kau bicarakan dengan saya Desta?''tanya Alex langsung.
''Sepertinya kamu sangat tidak betah duduk berlama-lama dengan saya Lex? baiklah saya akan langsung ke intinya saja.Minggu depan saya berencana akan melamar Gladis.''ucap Desta,sambil pandangannya tak lepas dari Alex,ia ingin melihat bagai mana reaksi nya saat mendengar berita yang ia sampaikan.
Sebenarnya Alex merasa sangat terkejut,namun Alex begitu pintar untuk menutupi keterkejutannya.
''Apa kau sedang meminta restu pada saya Desta??''tanya Alex sinis.
Desta terkekeh pelan mendengar ucapan Alex.
''Lex, saya hanya sekedar memberitahumu saja,dan sekaligus memperingatkanmu, jika kamu masih ingat,kalau Gladissa itu adalah kekasih saya,dan saya tidak akan pernh melepaskannya.''ucap Desta serius.
''Apa kamu sudah membicarakan hal ini pada Gladis?''tanya Alex datar.
__ADS_1
''Sebenar nya belum,mungkin setelah ini saya akan mengatakannya.''jelas Desta.
Alex hanya mengangguk pelan.Namun sebenarnya dalam hatinya merasa panas saat Desta berencana ingin meresmikan tentang hubungan mereka.Tak lama Gladissa datang dengan membawa nampan berisi makanan kesukaan Alex.
''Ini kak,makan lah!
''Kok ada dua?''tanya Alex bingung.
''Yang satunya punya aku kak,''jawab Gladis sambil mengambil makanan miliknya.
''Kak Desta mau makan lagi?''tanya Gladis sambil menyocol kentang goreng miliknya kedalam sambal lalu memasukannya kemulutnya.
''Gk Sa,aku sudah kenyang.''jawab Desta.
''Ternyata lambung kamu besar juga ya?padahal baru saja makan cemilan tadi.''ucap Desta sambil terkekeh.
Gladissa hanya tersenyum menanggapi ucapan Desta.
''Dia memang seperti itu, memangnya kamu tidak tau,kalau dia ini makannya banyak,tapi entah kenapa tubuhnya gk besar-besar,tetep saja segitu.''ucap Alex asal.
Gladis yang mendengar ucapan Alex hampir saja menyemburkan kembali minuman yang baru ia minum,untung saja ia cepat-cepat menelannya.
''Kak Alex apa-apaan sih,buka kartu aja aku kan malu.''ucap Gladis mencebik,sedangkan Alex hanya terkekeh pelan saat mendengar protes dari Gladis.
''Ada saus dibibir kamu,''ucap Alex sambil membersihkan nya dengan ibu jarinya.''
''Kebiasaan!" ucap Alex sambil kembali memakan makanan miliknya.
Sedangkan Gladissa hanya tersenyum malu.
''Kok berasa aku ya yang jadi kambing congek disini,padahal kan disini aku yang pacarnya Gladis,tapi kok terkesan aku yang menjadi obat nyamuk disini.''
Ucap batin Desta.
''Oya Dis,nanti malam setelah pulang kerja aku mau ajak kamu kesuatu tempat apa kamu bisa?''tanya Desta
''Eemm,, liat nanti ya kak,nanti kalau bisa pasti aku kabari.''jawab Gladis.
''Baiklah,sepertinya aku harus pergi,nanti malam kabari aku ya!'' ucap Desta lagi mengingatkan.
***
Ditempat lain,tepatnya disebuah kamar,terlihat seorang wanita yang sedang duduk termenung didepan jendela,entah apa yang saat ini sedang dipikirkan wanita itu.
__ADS_1
Tok! tok ! tok!
Terdengar suara pintu diketuk dari luar,namun wanita yang berada didalam seolah tuli,ia sama sekali tidak perduli dengan suara orang yang mengetuk pintu kamarnya berulang kali.
''Ada apa bik?''tanya seorang wanita paruh baya pada Art nya.
''Ini nyah,non Misya tidak mau membuka pintunya.''adu Art tersebut sambil memegangi nampan yang berisikan nasi serta teman-temannya.
''Anak ini,entah mau sampai kapan dia akan bersikap seperti ini.''gerutu Yanti yang mulai kesal akan tingkah putrinya ini.
Tok! tok! tok !
''Misya sayang,ini mama nak cepat buka pintunya!" ucap Yanti yang masih menggedor pintu kamar putrinya.
''Ih,bener-bener ya anak ini,bikin orang tua khawatir aja.''gerutu Yanti.
''Bik tolong kamu ambilin kunci serep yang ada didalam laci!'' perintah Yanti.
''Baik nyah.''
Setelah Art menyerahkan kunci tersebut,Yanti langsung membuka pintu kamar Misya.
''Astaga Misya,,sejak tadi mama panggilin kamu malah enak-enaknya melamun disini.''ucap Yanti ysng merasa kesal pada putrinya.
''Ada apa mah? datang-datang udah marah aja.''ucap Misya,sambil melepaskan headset dari telinganya.
''Ya ampun Misya pantas saja dipanggilin sejak tadi gk denger, ternyata ini biangnya.''ucap Yanti sambil menarik wayar putih yang ada ditangan Misya.
''Sejak tadi bibik teriak-teriak panggilin kamu untuk ngantarin makan siang ,eh.. kamu nya malah asik-asik dengerin musik.''gerutu Yanti.
''Bibik atau mama yang teriak tadi?''sindir Misya.
''Sudah lah,ini kamu makan dulu sudah siang juga, ingat ya Misya! kamu itu sedang hamil, jadi kamu harus bisa menjaga kesehatanmu dan juga bayimu.''ucap Yanti.
''Oya,tadi Brayen nelpon mama,katanya nanti sore dia mau kesini,untuk ajak kamu jalan-jalan.''jelas Yanti.
Misya mengerenyit kan keningnya,dia merasa heran dengan perubahan mamanya,bukannya kemarin dia sangat marah dan menentang Brayen untuk dekat dengannya,lalu kenapa sekarang tiba-tiba saja mama nya ini bisa berubah seperti ini.Pikirnya!
''Kenapa liatin mama seperti itu?''tanya Yanti yang merasa heran,lantaran Misya menatapnya seperti itu.
''Bukannya mama tidak suka Brayen ya?terus kenapa sekarang mama bersikap seolah mama sudah menerimanya?''tanya Misya.
''Itu,,ya gpp sya, mama berubah pikiran, mungkin Brayen memang lebih baik dari pada mantan suamimu itu.''ucap Yanti.
''Mah,,mas Kiano itu masih suami aku loh,,,jujur aku tuh masih sangat mencintainya,dan sebenarnya aku gk mau sampai harus berpisah darinya,''ucap Misya sedih.
__ADS_1
TOLONG TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA..🤗😘