
Alex terus meyakinkan Gladis,kalau dirinya tak mungkin mengulangi kesalahan yang sama,dan kali ini dirinya akan benar-benar berjuang.
Sebenarnya sebelum memutuskan untuk menyetujui pernikahan itu Gladissa sempat berpikir untuk menolaknya, tapi walaupun ia menolak Alex dan menerima Desta nantinya,itu sama saja artinya dia membohongi dirinya sendiri karna sebenarnya dirinya memang tidak ada cinta untuk Desta, selama ini yang ia rasakan pada Desta hanyalah rasa kagum, atau mungkin hanya sekedar rasa kasihan.
Saat ini keduanya tengah asik mengobrol bahkan sesekali diselingi canda tawa,mereka tidak tau saja kalau saat ini tak jauh dari mereka duduk,ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka.Rahangnya mengeras dengan tangan terkepal kuat.
Dia adalah Desta.Desta yang awalnya ingin menuju rumah kediaman keluarga ALEXANDER tiba-tiba mengurungkan niat nya saat tak sengaja matanya melihat sang kekasih sedang bersama saudara sepupunya.
''Aku tidak akan pernah membiarkan kejadian lalu terulang kembali.Dan kali ini aku akan mempertahankan apa yang telah menjadi milikku.''gumam Desta,sambil melangkahkan kakinya menuju cafe yang saat ini sedang Alex dan Gladis singgahi.
Langkah Desta semangkin cepat saat ia melihat Alex menggenggam tangan Gladissa.
Dan tiba-tiba setelah sampai
BUK BUK....
Dua pukulan bertubi menghantam wajah tampan Alex hingga membuat nya nyaris tersungkur kelantai, karna posisi mereka saat ini ada diluar cafe,tepatnya kursi yang ada diluar ruangan.
''Kak Alex,''pekik Gladis sambil membantu Alex berdiri,namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh Desta,membuat gadis itu menatap kearahnya.
''Kak Desta,''ucap Gladis lirih.
''Ayo kita pulang!" ucap Desta sambil menarik tangan Gladis cukup keras hingga membuat gadis itu meringis.
''Sasa,''gumam Alex sambil terduduk dilantai.
Untung saja suasana cafe saat itu cukup sepi ,kalau tidak pasti mereka akan jadi bahan tontonan.
Sepanjang perjalanan Desta hanya diam,bahkan berulang kali Gladis mencoba berbicara pada nya Desta masih diam.Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sampai dihalaman rumah.Dahi Gladis berkerut saat melihat rumah yang ada dihadapannya saat ini,rumah yang dulu pernah ia tempati sebelum Gladis memutuskan untuk pindah di cafe milik Alex.
''Untuk apa kita kesini kak?''tanya Gladis sambil kembali menatap rumah tersebut.
''Aku mau mulai sekarang kamu kembali tinggal disini!" ucap Desta yang lebih terdengar seperti perintah.
''Tapi kenapa kak?''
''Kamu tanya kenapa Dis? ku rasa kamu sudah tau sendiri jawabannya tanpa harus ku jelaskan.Intinya aku tidak mau melihatmu dekat dengan Alex, sekarang turunlah! aku sudah sediakan beberapa baju ganti untukmu didalam.''jelas Desta
__ADS_1
Sebenarnya sangat banyak yang ingin ia tanyakan pada Gladissa,namun ia takut jawaban yang diberikan oleh Gladis nanti membuat hatinya terluka,maka dari itu Desta memilih untuk diam.
Melihat Desta yang masih diam,akhirnya Gladis pun mengalah,percuma rasanya kalau berdebat saat ini dengan Desta, karna pasti laki-laki itu tidak akan mendengarkannya.
Sedangkan Kini Alex juga sudah sampai dikediamannya.Setelah memarkirkan mobilnya Alex pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya,namun sebelum ia menaiki anak tangga,terdengar suara seseorang memanggilnya siapa lagi kalau bukan Rina.
''Tumben cepat pulang biasanya ka....,,loh Kia wajah kamu kenapa? kok memar gini.''ucap Rina sambil memperhatikan wajah anaknya yang babak belur.
''Sekarang kamu katakan! siapa yang bikin wajah tampan anak mama jadi seperti ini? biar mama bukin pelajaran padanya.''ucap Rina,namun sepertinya Alex sama sekali tak berniat untuk menjawab.
''Kok diam? jawab Kia!" desak Rina.
''Sudahlah mah,saya bisa menyelesaikannya sendiri,mama tidak perlu memikirkannya.''ucap Alex sambil berlalu meninggalkan Rina yang masih berdiri ditempat.
''Sepertinya aku harus menanyakan ini pada Gladis,pasti dia tau.''gumam Rina.
Keesokan harinya Alex sengaja datang lebih awal ke cafe,namun saat sudah sampai di tempat ia tak menemukan keberadaan gadis itu, padahal biasanya di jam segini Gladis sudah beraktivitas.
''Pak Alex, pagi pak! tumben datang cepat,''ucap seseorang yang ternyata adalah Vega simulut lemes.
''hem,,''jawab Alex tanpa ingin mengeluarkan suaranya.Setelah itu ia masuk kedalam cafe diikuti oleh Vega dibelakangnya.
Tak lama terdengar suara dari arah pintu masuk cafe,sepertinya para pegawai sudah mulai berdatangan.Saat Alex hendak memutar knop pintu ia mendengar suara seseorang memanggil nama Gladissa.
''Kok kamu datangnya dari luar?ku kira kamu masih didalam kamarmu,''ucap orang itu yang tak lain adalah Vega.
Gladis hanya tersenyum menanggapi ucapan temannya itu.
Alex terus memperhatikan Gladissa hingga gadis itu sekarang berada dihadapannya di susul oleh temannya yang lain.
''Masuklah keruangan saya ada yang ingin saya bicarakan!" ucap Alex datar,setelah itu ia membuka pintu ruangan tersebut lalu menutupnya.
Ketiga wanita itu saling pandang,penuh tanda tanya.
''Pak Alex nyuruh siapa sih? apa dia nyuruh kita semua masuk keruangannya.''ucap Maya.
''Eh terus itu kenapa ya wajah bos kita memar kayak gitu?''sambungnya lagi.
__ADS_1
''Kurasa bukan kita, tapi Gladissa dan mengenai wajah pak Alex nanti kita juga tau dari Gladis.''ucap Vega sambil melirik Gladissa.
Kompak semua temannya menatap kearah Gladis.Yang ditatap hanya tersenyum canggung.Saat Vega akan kembali bersuara dengan cepat Gladis memotongnya.
''Saya masuk dulu ya.''ucapnya sambil membuka pintu ruangan Alex lalu menutupnya perlahan.
''Kamu hutang penjelasan sama aku Dis.''gumam Vega pelan.
Saat ini Gladis sudah duduk didepan meja kerja Alex,
''Wajah kaka gpp kan?apa masih sakit?''tanya Gladis sedikit khawatir.
''Aku gpp, sekarang katakan Sasa,apa Desta mengatakan sesuatu padamu ?''tanya Alex
''Kak Desta gk ada bicara apapun sama aku kak,hanya saja...,,
''Hanya apa??''tanya Alex penasaran.
''Hanya saja kak Desta menyuruh ku untuk kembali tinggal dirumah kontrakanku yang lama.''jelas Gladis.
Terlihat Alex menghela nafas dalam.
''Kak,sepertinya kak Desta sangat marah,sampai-sampai saat aku coba untuk menjelaskan ia sama sekali tidak menghiraukannya.''ucap Gladissa lagi.
''Memangnya apa yang ingin kamu jelaskan padanya Sasa,memangnya kamu mau bilang kalau kita tidak ada hubungan apapun?atau kamu mau bilang kalau sebentar lagi kita akan dinikahkan oleh kakek?''ucap Alex panjang lebar,membuat Gladis memghembuskan nafas berat.
Sedangkan dikediaman Desta,tepatnya diapartemen miliknya pemuda itu terlihat membanting seluruh barang yang ada didalam kamarnya,hingga membuat tangannya terkena pecahan kaca vas bunga.
''Kenapa semua yang ku inginkan selalu kau rebut Lex,dulu Mawar sekarang Gladis kenapa? tapi kali ini aku tidak akan mengalah padamu,aku akan tetap mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku bagai manapun caranya. monolognya.
Siang menjelang..
''Bik saya pergi sebentar ya,jaga rumah baik-baik!" pesan Rina pada Art.
''Baik buk.''jawabnya.
Kini Rina sudah dalam perjalanan menuju cafe milik Alex sambil membawakan makan siang untuk Alex, Bisma dan juga calon menantunya siapa lagi kalau bukan Gladissa.Sekaligus dia akan bertanya tentang masalah yang menimpa Alex kemarin.
__ADS_1
NEXT