
Setelah Yanti mamanya Misya pulang dari kediaman ALEXANDER, Misya pun memutuskan untuk pergi kebutik ikut bersama Kinara.
''Loh,katanya mau istirahat dulu untuk beberapa saat gk jadi nih ceritanya?''ucap Kinara saat Misya meminta untuk ikut bersamanya kebutik.
''Aku bosan Kin,boleh ya?''bujuk Misya lagi.
''Yaudah yuk!" ajak Kinara sambil masuk kedalam mobil miliknya.
Sebenarnya itu hanya alasan Misya saja untuk menghindari Alex,entah kenapa semenjak Misya dinyatakan positif hamil rasa bersalah selalu menghantui Misya,bahkan untuk sekedar menyapa Alex saja ia merasa malu.
Sedangkan saat ini dilantai dua,tepatnya dikamar milik Alex dan Misya sudah ada Rina, ia sengaja datang kekamar putranya untuk membicarakan tentang sikap Alex yang selalu saja dingin terhadap istrinya.
Terlihat saat ini Rina dan Alex sedang berada dibalkon kamar Alex.Mereka duduk disebuah kursi yang memang disediakan untuk bersantai dibalkon tersebut.
''Mama ingin bicara apa dengan saya?''tanya Alex langsung.
''Kia,bisakah kau bersikap lebih lembut dan perhatian pada Misya? dia itu adalah istrimu,apa lagi sekarang dia sedang mengandung anakmu.Kia walaupun kamu tidak mencintai Misya,,tapi setidaknya kamu lakukan itu demi anakmu! mama hanya tidak ingin kamu di bilang suami yang tidak bertanggung jawab.''jelas Rina.
''Saya mengerti mah.''jawab Alex,hanya itu yang keluar dari mulut laki-laki itu.
''Yasudah,kalau kamu memang sudah mengerti maksud ucapan mama,,kalau gitu mama keluar dulu,mama harap kamu tidak akan mengecewakan mama nak.''ucap Rina sambil melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Alex.
Sebenarnya tadi bisa saja Alex memberitahukan yang sebenarnya pada Rina kalau yang dikandung Misya bukanlah anaknya,namun ia tak setega itu, ia tak ingin Misya menanggung malu,walaupun sebenarnya Misya memang pantas mendapatkannya.Biarlah Misya sendiri nanti yang mengakui semuanya,pikir Alex.
Saat ini Brayen sedang dalam perjalanan menuju butik,sesampainya disana Brayen langsung memarkirkan mobilnya,lalu masuk menuju butik.Matanya mengedar keseluruh ruangan yang terdapat banyak pakaian yang tergantung dan asesoris yang tersusun rapi di dalam estalase.
''Maaf pak,ada yang bisa saya bantu?''tanya Lina.
''Oh begini mba,saya ingin lihat-lihat baju,tapi saya ingin ibu Misya sendiri yang melayani saya,ibu Misya nya ada kan?''tanya Brayen.
''Ada pak,sebentar saya panggil kan dulu.''ucap Lina sambil beranjak menuju ruangan Misya dan Kinara.
Tok! tok! tok!
''Masuk!''sahut seseorang dari dalam.
Setelah mendengar jawaban dari dalam,Lina pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
''Iya,ada apa Lin?''tanya Kinara.
__ADS_1
Sesaat Lina melirik Misya yang saat ini sedang memainkan ponselnya.
''Begini buk,diluar ada customer ingin memilih-milih pakaian,tapi dia mau mba Misya sendiri yang melayaninya.''ucap Lina
Misya yang tadinya asik bermain game di ponselnya seketika menatap kearah Lina.
''Aku? memangnya orang itu mengenalku?''tanya Misya penasaran.
Kinara yang juga penasaran langsung bertanya pada Lina.
''Perempuan?''tanya Kinara.
''Laki-laki buk,eem..seorang bule.''jawab Lina.
Seketika Kinara dan Misya saling pandang?
''Bule?apa jangan-jangan yang dimaksud Lina adalah Brayen?untuk apa sih dia datang!"
Batin Misya.
''Sya kira-kira siapa ya?kamu tau gk?''tanya Kinara yang masih penasara.
''Duuhh,,aku harus jawab apa nih?entar Kinara curiga lagi.''
Saat ini Misya tengah menatap seseorang yang saat ini sedang asik memilih-milih pakaian,sangkin asiknya hingga pemuda itu tak menyadari kedatangan Misya.
''Ekhem,,''terdengar suara orang berdehem hingga membuat Brayen menoleh kesumber suara.
''Misya, haii...''sapa pemuda itu sambil mengembangkan senyumnya.
Namun dibalas tatapan sinis oleh Misya.
''Ngapain kamu kesini?aku kan sudah bilang sama kamu,kamu itu gk usah lagi gangguin hidup aku.''ucap Misya geram.
''Aku cuma kangen sama kamu dan bayi kita.''ucap Brayen,yang berhasih membuat Misya menatapnya horor.
Degar ya Brayen! aku kan udah bilang jangan pernah gangguin hidup aku,aku tidak mau nantinya orang salah faham sama kamu.''ucap Misya kesal.
''Lebih baik kamu pergi deh!''usir Misya pelan.
__ADS_1
''Loh sya,kenapa kamu usir pelanggan kita?''tanya Kinara yang tiba-tiba datang dari arah samping.
''Hah? Kinara,i itu tadi....''
''Maaf tadi saya mungkin terlalu lama memilih-milih bajunya jadi membuat Misya kesal.''potong Brayen.
''Ternya bule yang di bilang tadi kamu Bray?''
Terlihat Kinara tersenyum pada Brayen,ada rasa tidak enak kala perlakuan Misya barusan yang bersikap tidak sopan pada pelanggan mereka.Seketika Kinara menarik Misya sedikit menjauh dari Brayen.
''Sya, kamu kok bersikap seperti itu pada pelanggan kita,walau pun dia banyak maunya atau pun banyak protes,tapi tidak seharusnya kamu bersikap tidak sopan seperti itu,walau bagai mana pun Brayen adalah customer kita,jadi kita harus melayani nya sebaik mungkin,emang kamu mau image butik kita jadi jelek? sebaiknya sekarang kamu sabar aja ya? oya,,terus apa Brayen ini kaka dari teman kamu ya? tapi setau ku Brayen anak tunggal loh.''ucap Kinara.
''Maaf aku salah,kukira tadi kaka dari temanku,jawab Misya tersenyum canggung.
''Yasudah sebaiknya kamu kembali layani Brayen! Bray aku tinggal dulu ya? biar Misya yang bantuin kamu milih-milih pakaiannya santai aja ya.''ucap Kinara,lalu ia kembali keruangannya.
Misya mendengus kesal,apa yang dikatakan Kinara memang ada benarnya,tapi rasanya dia sangat malas,melayani laki-laki yang ada didepannya ini.
''Yasudah,kembali gih layani dia! ingat ya harus bisa harus sabar.''ucap Kinara kembali mengingatkan.
Dan mau tak mau akhirnya Misya kembali melangkahkan kakinya menuju Brayen yang saat ini sedang duduk sambil tersenyum manis menatapnya.
Sejenak Misya terkesima dengan senyum yang ditampilkan Brayen,namun sedetik kemudian ia kembali menggelengkan kepalanya cepat.
''Kenapa kamu?''tanya Brayen.
''Bukan urusan kamu.''awab Misya ketus.
''Cepatlah! baju seperti apa yang kami inginkan?aku sedang banyak urusan,dan tidak punya banyak waktu untuk melayanimu.''ucap Misya yang masih bernada pedas.
''Misya dengar! sebenarnya maksud kedatanganku kesini ingin membicarakan kembali tentang hubungan kita.Dan aku mau kamu juga memberikanku kesempatan untuk bisa bertanggung jawab pada kalian berdua,memangnya kamu tega membiarkan Alex yang menanggung semua ini,sementara aku sendiri bersedia untuk bertanggung jawab atas kamu dan bayi yang ada dalam perutmu ini, karna bayi yang ada dalam kandunganmu ini adalah bayi ku.''ucap Brayen.
''Dengar! aku ti...''
''MISYA..!! apa aku tidak salah dengar??''tanya seseorang yang tiba-tiba menyela ucapan Misya,yang ternyata adalah Kinara.Saat ini ia menatap tajam pada adik iparnya itu.
''Kin kinara? a aku bisa jelasin, aku...''
''PLAAKK...!!!
__ADS_1
Tiba-tiba saja Kinara melayangkan sebuah tamparan pada Misya, Kinara sama sekali tidak pernah menyangka kalau Misya akan setega itu,mengkhianati Alex hingga hamil seperti ini.
NEXT