Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Membuatnya Cemburu


__ADS_3

Setengah jam kemudian terdengar suara ribut-ribut para pegawai cafe yang baru sampai.


Sebab mereka tau di jam segini pasti belum ada orang di cafe,makanya mereka berani mengeraskan suara mereka.


''Ada apa diluar sana kenapa berisik sekali,''gumam Alex yang merasa terganggu.


Alex segera melangkah kan kakinya untuk melihat yang terjadi diluar, Alex berdiri tepat didepan para pegawai yang baru datang itu.


Mereka yang tadinya ribut,kini semuanya bungkam saat melihat bos mereka berdiri tepat dihadapan,dengan tatapannya yang tajam.


''Kalian pikir ini pasar?bisa berteriak seenaknya!''ucap Alex,dengan tatapan yang belum teralihkan.


''Ma maaf pak Alex,kami pikir bapak belum datang,''jawab salah satu pegawai.


''Oo..jadi ternyata ini sudah biasa kalian lakukan?, apa setiap kali datang ke cafe , kalian selalu berbicara dengan berteriak seperti itu? iya? kalian tau itu sangat mengganggu kenyamanan orang lain.''tegurnya lagi.


''Maaf pak,kami tidak akan mengulanginya lagi,''sambung pegawai tersebut yang diangguki oleh yang lain.


''Baiklah,kalian boleh kebelakang!" ucap Alex dan ia pun kembali keruangannya.


***


Sedangkan diruang ganti karyawan mereka sedang membicarakan kejadian yang baru saja mereka alami.


''Kok tumben ya pak Alex cepat datang.'' ucap pegawai 1


''Iya aku sampai kaget tadi,tiba-tiba dia udah muncul aja didepan kita.''jawab pegawai 2


''Makanya,lain kali kita harus hati-hati jangan ulangi lagi hal seperti itu,untung gk kena pecat,''ucap pegawai 3 yang diangguki oleh ke 2 pegawai lainnya.


Tepat jam sepuluh,Gladissa sampai di cafe,,disusul oleh Vega dibelakangnya.


''Tumben sepi,pasarnya sedang tutup ya?seloroh Vega,pada ke tiga temannya yang sudah datang.


''Iya tutup sementara,karna digusur satpol PP.'' jawab salah satu diantara mereka.


Vega mengerutkan kening saat mendengar ucapan temannya itu.


''Maksud loe?''tanya Vega langsung.


''Saat kami masuk tadi,tiba-tiba pak Alex udah berdiri aja depan kami.''jawabnya lagi.


''Hah? seriusan?tumben dia cepat datang.''ucap Vega.


''Udah jagan ngobrol lagi,ini sudah waktunya kerja.''ucap pegawai 3 menengahi.


Dan mereka pun kini segera memulai aktivitas seperti biasa.


Tak terasa jam sudah menunjukan waktu makan siang,dan saat ini diruangan Alex sudah ada Misya yang sedang sedang duduk diatas meja kerja Alex.

__ADS_1


''Ayolah Kia,nanti saja dilanjutkan! sebaiknya kita makan dulu ya?''bujuk Misya.


''Baiklah ayo!" ajak Alex,yang sudah berdiri dari kursi kebesarannya.


Saat ini Alex dan Misya terlihat sedang menikmati makan siang bersama.


''Duuhh bener-bener iri aku liat kemesraan pak Alex dan istrinya,''ucap Vega,yang membuat Gladissa seketika menatap ke arah Vega.


''Noh liat!" ucap Vega sambil memonyongkan bibirnya kearah Alex dan Misya.


Gladissa segera mengikuti arah pandang Vega, dan kini matanya sudah tertuju pada mereka berdua,saat Gladissa menatap keduanya,kebetulan Alex juga menatap kearahnya.


Tiba-tiba Alex punya ide,untuk membuat mantan kekasihnya itu merasa gerah.


''Misya ada saos dibibir kamu.''ucap Alex sambil mengelap sisa saos yang menembel dibibir Misya dengan jempolnya,membuat Gladissa langsung mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Misya,merasa sangat senang dengan perhatian yang Alex berikan,sangat manis pikirnya.


Dia tidak tau saja,niat Alex sebenarnya hanya ingin membuat Gladissa cemburu.


Dan benar saja,setelah melihat kejadian tadi, seketika mood Gladissa jadi buruk.


''Kamu kenapa Dis?kok keliatannya bette gitu?''tanya Vega.


''Gpp!" jawabnya singkat.


Saat Gladissa sedang mengantarkan pesanan pelanggan,lagi-lagi dia melihat kemesraan Alex dan Misya,yang memang sengaja ditunjukan Alex untuk memanas-manasi Gladissa.


''Apaan sih dia,sengaja banget nunjukin kemesraannya depan aku,dia pikir aku bakal cemburu apa?!" gumam Gladissa sambil menggerutu.


Sedangkan disisi lain Alex tersenyum tipis,karna aksinya membuat Gladissa cemburu telah berhasil.


''Sasa-sasa, kamu itu tidak bisa menyembunyikan perasaanmu dari ku.''


Batin Alex, yang masih setia dengan senyumannya.


Misya terpana melihat senyum yang Alex tunjukan,yang ia pikir itu adalah senyuman untuknya.


Padahal jelas-jelas saat itu pandangan Alex bukan tertuju padanya.


Ditempat lain..


Saat ini Kinara dan Bisma sedang berada disebuah restoran,setelah sempat menikmati makan siang,kini mereka sedang berbincang disela istirahatnya.


''Nara gimana kalau kita pakai ide kakek saja?''tanya Bisma,sambil menyuruput jus jeruk miliknya.


''Maksud kamu kita langsung nikah tanpa tunangan dulu?''ucap Kinara memastikan.


''Iya benar,gimana kamu maukan?atau kalau gk kita kawin aja dulu,setelah itu baru nikah.''bisik Bisma sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Ucapan Bisma tentu saja membuat Kinara melebarkan matanya.


''BISMAAA!!!


''Apaan sih.''ucap Kinara menatap Bisma sebal.


Bisma tergelak saat melihat reaksi yang ditunjukan Kinara,ia tau Kinara bukanlah wanita yang ingin menyerahkan kesuciannya begitu saja sebelum menikah.


Kinara memiliki pendirian yang tetap,dan ia juga tak suka gaya berpacaran yang terlalu berlebihan,seperti yang dilakukan kebanyakan muda-mudi jaman sekarang,,maka dari itu Bisma sangat menghargai kekasihnya ini.


''Kalau aku sih setuju saja,tapi sebaiknya nanti kita bicarakan dulu sama kedua orang tua aku,''jelas Kinara lagi.


''Lebih cepat lebih baik sayang.''ucap Bisma, sambil tersenyum mesum.


Kinara yang melihatnya sampai bergidik ngeri.


''Sudah jam satu nih,yuk balik!'' ajak Kinara.


''Yasudah yuk,''ucap Bisma sambil beranjak dari tempat duduknya.


***


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat,saat ini Gladissa dan kawan-kawan sedang bersiap untuk pulang.


''Dis,kamu pulang sama siapa?''tanya Vega.


''Sendiri,tadi saya sudah pesan gojek kok.''jawab Gladissa.


''Oh,kalau gitu kami diluan ya,''ucap teman-temannya yang lain.


''Ok,hati-hati kalian.''


Setelah berganti pakaian Gladissa segera keluar dari ruangan tersebut,namun saat melangkah melewati ruangan Alex,samar-samar Gladissa mendengar suara orang sedang berbicara,tadinya ia tak mau ambil pusing,namun ucapan yang sempat terdengar ditelinganya membuat ia akhirnya menghentikan langkahnya.


''Kia,aku mau kamu menciumku,sebagai bukti kalau kamu memang tidak pernah lagi berhubungan dengannya.''ucap sang wanita yang tak lain adalah Misya.


''Apa perlu sampai seperti itu? saya rasa tidakkan?!''ucap Alex,dengan muka datarnya.


''Tapi aku maunya kamu membuktikan nya dengan cara itu.''desak Misya.


Sekilas Alex melihat bayangan seseorang dibalik pintu ruangannya,karna pintu ruangan Alex memang tidak tertutup dengan rapat,


Alex tersenyum saat mengetahui siapa orang yang ada dibalik pintu tersebut,lalu perlahan ia melangkah mendekati pintu itu.


''Kamu mau buktikan?''tanya nya pada Misya,dan langsung diangguki oleh Misya.


''Kemarilah!" pinta Alex.


Mendengar itu Misya sangat bahagia,lalu ia segera mendekati Alex.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2