Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Dengan sedikit ragu,Gladissa melangkah mendekati ruangan Alex,samar-samar Gladissa mendengar pembicaraan keduanya,dan karna rasa penasarannya akhirnya Gladissa mengintip dari balik pintu yang memang tidak tertutup rapat itu.


Saat ini Misya berdiri tepat disamping Alex,yang kini sedang fokus pada layar leptopnya.


''Kia kamu kok cuek sih, padahal tadi malam kamu sangat buas diatas ranjang,''ucap Misya dengan berani.


''Apa maksud ucapan Misya, buas?? diatas ranjang?? apa mereka sudah melakukannya....


Mulut Gladissa ternganga akibat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Misya.


''Misya apa yang kau bicarakan!!" bentak Alex sambil menatap Misya dengan tajam.


''Loh,kok kamu marah sih, memangnya kamu gk bisa liat dibagian leherku ini masih ada bekas tanda cinta kamu tadi malam.''ucap Misya lagi sambil memperlihatkan tanda kemerahan yang memang masih terlihat jelas disana,bahkan Gladissa pun bisa melihatnya.


''Jadi benar mereka telah....'' rasanya Gladissa tidak sanggup membayangkannya.


Dengan tubuh yang lemas,Gladissa berbalik dan hendak pergi dari sana,namun saat ia ingin melangkah tidak sengaja ia menabrak teman satu kerjaannya.


''Gladis apa yang kamu lakukan?sakit tau ditabrak.''omel pelayan yang bernama tag Vina.


''Maaf saya gk sengaja,''ucap Gladissa yang kembali melirik kedalam ruangan,, dan kebetulan Alex juga melihat kearahnya.


''Sasa,''gumam Alex kaget.


''Apa tadi Sasa mendengar pembicaraan kami?!"


Batin Alex yang mulai gelisah.


Sadar Alex telah melihatnya, Gladissa cepat-cepat pergi dari sana,sedangkan Alex yang mulai merasa kawatir langsung mengejar Gladissa.


''Sebentar lagi akan ada perang.''ucap Misya tersenyum sinis,


Karna sebenarnya sejak awal ia sudah tau, kalau Gladissa sedang berada dibalik pintu,makanya Misya dengan sengaja membahas kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam.


Gladissa terus berlari keluar dari cafe,dengan bercucuran air mata,rasanya benar-benar sakit,lebih sakit dari apapun.


Saat ini Gladissa sedang berdiri dipinggir jalan untuk menyetop taksi, ia segera melambaikan tangannya saat melihat ada taksi yang lewat dihadapannya, namun saat hendak masuk kedalam taksi,tangannya ditarik dengan kuat oleh seseorang yang tak lain adalah Alex.


Sangkin kuatnya tarikan yang Alex lakukan hingga membuat Gladissa menabrak d*d* bidangnya.


''Maaf pak dia tidak jadi naik.''ucap Alex pada sang sopir.

__ADS_1


Setelah taksi berlalu,pandangan Alex tertuju pada wanita yang saat ini sedang berontak dalam pelukannya.


''Lepasin aku! ucap Gladissa yang masih berusaha melepaskan pelukan Alex.


''Tidak sebelum kamu dengerin dulu penjelasan aku!" ucap Alex yang kini sudah memegang bahu Gladissa.


''Penjelasan? penjelasan apa kak? aku rasa semuanya sudah dijelaslan oleh Misya tadi,jadi untuk apa lagi kak Alex harus susah-susah menjelaskannya padaku lagi hah?? bukankah kakak juga gk pernah mau mendengar penjelasan dariku.''ucap Gladissa,penuh tekatan disetiap kata-katanya.


''Sekarang aku tanya sama kamu apa yang dikatakan Misya tadi benar? dan ku harap kak Alex berkata jujur pada ku!" ucap Gladissa sambil memandang lekat wajah Alex.


''Maaf Sasa,aku gk bermaksud melukaimu,aku khilaf.''ucap Alex dengan suara lirih.


Gladissa memejamkan matanya sejenak, sambil mencerna kata khilaf yang keluar dari mulut Alex.


''Khilaf?? benarkah hanya suatu kekhilafan??lalu apa kah kak Alex merasa puas?''tanya Gladissa lagi,,,entah kenapa pertanyan itu meluncur begitu saja dari mulutnya,sejujurnya ia juga ingin tau.


Hati Gladissa berdebar saat menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Alex,sebenarnya ia masih berharap kalau jawabannya adalah tidak.


''Tentu saja tidak Sa, bahkan aku belum sempat melakukannya dengan Misya,percayalah,kumohon.''ucap Alex memelas.


''Beri aku waktu untuk berpikir, aku mau pulang sekarang,dan ku harap untuk sementara kak Alex tidak usah datang kerumahku!" ucap Gladissa yang kini sudah masuk kedalam taksi yang ia stop.


Tak terasa taksi yang ditumpangi Gladissa sudah sampai dikediamannya,setelah membayar Gladissa segera masuk menuju rumahnya,dengan langkah gontai, ia menaiki anak tangga menuju kamarnya.


***


Saat ini Alex kembali menuju ruangannya,setelah masuk Alex menutup pintu sambil membantingnya dengan keras,hingga membuat Misya berlonjak kaget.


''Kia kamu kok banting pintu nya?''ucap Misya sambil melangkah mendekati Alex.


''Katakan pada saya?sebenarnya kamu sudah tau kan kalau sebenarnya Sasa ada disana?dan kamu sengaja menceritakan semua itu agar Sasa bisa mendengar semuanya?''ucap Alex menatap tajam pada Misya.


''Kamu bicara apa Kia,mana mungkin aku menyebarkan aib kita,ya walaupun itu memang benar adanya.''bohong Misya.


''Kau,, aaarrhh....''ucap Alex marah sambil menghambur kan barang-barang yang ada diatas mejakerjanya.


Misya yang melihat sedikit merasa takut,namun Misya masih berusaha untuk bersikap biasa.


''Sebaiknya kamu keluar dari sini!" ucap Alex dingin.


Misya yang tak ingin menambah masalah akhirnya menuruti keinginan Alex,saat ia keluar dari ruangan Alex Misya bertemu dengan Bisma.

__ADS_1


''Ada apa?kenapa aku mendengar suara teriakan Alex didalam?''tanya Bisma penasaran.


Sepertinya dia ada sedikit masalah,sudahlah kak,sebaiknya kamu gk usah ganggu dia dulu!" ucap Misya sambil berlalu begitu saja.


''Memangnya dia ada masalah apa sampai berteriak seperti itu?''tanya Bisma yang masih penasaran.


Namun Misya hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.


''Ck,,kamu ini kebiasaan,ditanya malah mengangkat bahu.''gerutu Bisma.


***


Kini Misya sudah berada dalam kamarnya,merenahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk.


''Setelah ini,ku harap hubungan mereka segera berakhir.''gumam Misya tersenyum senang.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Desta sedang mengendarai mobilnya menuju butik milik Kinara,rasa penasarannya terhadap hubungan Alex dan Gladissa begitu kuat hingga ia memutuskan untuk mencari tahunya lewat Kinara, ia berpikir mungkin Kinara tau tentang hubungan antara Alex dan Gladissa.


Setelah sampai, Desta segera memarkirkan mobil miliknya dia area parkir yang memang sudah disediakan.


Desta melangkah menuju butik,setelah masuk,ia langsung menuju ruangan Kinara.


Tok-tok-tok...


Desta mengetuk pintu ruangan Kinara dengan sedikit tidak sabar.


''Masuk!!'' jawab Kinara.


Setelah mendapat persetujuan Desta pun segera masuk keruangan tersebut.


''Desta?? tumben kamu datang sepagi ini?''ucap Kinara yang merasa sedikit heran.


''Sebenarnya ada sesuatu hal yang membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak tadi malam,dan saya rasa kamu bisa sedikit menbantu saya.''ucap Desta.


Kinara mengerutkan dahi,ia sama sekali tak mengerti apa yang Desta ucapkan saat ini.


''Kamu ini bicara apa sih?aku gk ngerti ?''tanya Kinara lagi.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2