
Suara lenguhan kembali terdengar dari bibir tipis Gladissa,saat Alex meremas gundukan kenyal miliknya.
Alex terus bermain disana dengan lidahnya,setelah merasa cukup puas bermain diatas ,Alex lalu menjatuhkan pandangannya di gundukan anak gunung yang sangat indah,karna ditumbuhi oleh hutan yang tak terlalu lebat.
Alex berjongkok dan memposisikan wajahnya, pas pada anak gunung milik Gladissa,lalu perlahan Alex menyibak hutan yang menutupi jalan untuk masuk ke goa kenikmatan milik Gladissa.
''Aakkhh,, desah Gladissa saat Alex bermain dengan benjolan kecil yang berada ditengah-tengah goa tersebut dengan jarinya.
Merasa belum puas,kemudian Alex membenamkan wajahnya di goa merah milik Gladissa
Tubuh Gladiss menegang saat merasakan sapuan hangat lidah Alex di area sensitifnya
''Gimana sayang,enak kan hukuman yang aku kasih buat kamu?''ucap Alex sambil tersenyum mesum.
Gladissa mengangguk malu,ia tak menyangka akan melakukan hal seperti ini sebelum ia menikah,namun rasa nikmat yang diberikan oleh Alex membuat Gladissa tak kuasa menolaknya,akhirnya ia pun terhanyut dalam lembah dosa.
''Kak aku mau pipis,aakkhh...''racau Gladissa.
''Keluarkan saja sayang!" ucap Alex uang masih bermain dibawah sana dengan lidahnya.
Beberapa saat kemudian,terdengar suara desah*n panjang dari bibir tipis Gladissa.
''Aahhh...'' enak banget kak!" racau Gladissa saat sudah mencapai klimaksnya.
Sedangkan Alex masih sibuk menjilat sisa-sisa cairan yang keluar dari bawah sana,tanpa rasa jijik.
Alex tersenyum saat menatap wajah Gladisaa yang menurutya semangkin s*ksi dengan rambut yang berantakan.
''Sekarang giliran kamu sayang!" ucap Alex sambil mengeluarkan belalai panjang miliknya.
Gladissa membulatkan matanya saat melihat batangan Alex yang begitu besar dan panjang.
''Kak kok punya kamu bisa gede begitu sih?''ucap Gladissa.
Alex hanya tersenyum saat mendengar ucapan kekasihnya itu.
''Sayang,aku tidak akan melakukan yang lebih dari ini sebelum kita menikah!" ucap Alex.
Dan setelah sama-sama terpuaskan akhirnya Gladissa dan Alex tertidur dengan saling berpelukan.
Pagi-pagi sekali Alex sudah kembali kekamar miliknya,tanpa sepengetahuan Gladissa,karna jika tidak ia kawatir akan kepergok oleh penghuni rumah yang ada disana.
Tanpa ia sadari,ada sepasang mata yang melihatnya keluar dari kamar tamu.
***
Saat ini jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, dan Gladissa sedang berkutat didapur sedang membuat sarapan nasi goreng yang dibantu oleh bibik.
__ADS_1
''Wanginya sedap sekali,bibik masak apa?''tanya asal suara yang tak lain adalah Rina.
Kedua wanita yang berada didapur otomatis menoleh keasal suara tersebut.
Rina terpaku saat melihat sosok gadis cantik yang saat ini sedang menata makanan di atas meja.
Begitu juga Gladissa ia terkejut saat melihat Rina yang tiba-tiba ada didepannya,namun sedetik kemudian Gladissa tersenyum.
Ini buk,saya sedang membantu non Gladissa membuat nasi goreng untuk semuanya.''jelas bibik.
Setelah mendengarkan penjelasan bibi Rina kembali menatap wajah Gladissa.
''Kamu bukannya temannya Misya ya?''tanya Rina.
''Iya,tante saya Gladissa,''ucapnya sambil mencium tangan Rina.
''Tante kapan pulang?bukannya Mba Kinara bilang tante dan om lagi diluar kota?''tanya Gladissa.
''Tadi malam,awalnya penerbangan kami ditunda,namun setelah cuaca kembali membaik,tante dan om memutuskan untuk pulang tadi malam.''jelas Rina
Gladissa mengangguk paham.
''Loh mama sudah pulang?''ucap Kinara yang baru saja datang.
Rina tersenyum menanggapi ucapan anaknya tersebut.
''Tadi malam,mama sengaja gk kasih tau kalian,soanya mama pikir pasti sudah pada tidur.''jelas Rina.
''Kia belum bangun?''tanya Rina.
''Mama seperti gk tau Kia saja,oya terus papa mana ma? dia tidak ikut pulang?''
''Papamu masih tidur,sepertinya dia sangat lelah,mama gk tega banguninnya.''ucap Rina,yang kini sudah duduk disamping Kinara.
''Sebaiknya kita sarapan diluan saja,mama udah gk sabar rasanya untuk mencicipi masakan Gladis,soalnya aroma nasi gorengnya membuat mama laper,''ucap Rina,sambil tersenyum.
Dan akhirnya ketiga wanita beda usia itu pun makan dengan sesekali diselingi dengan candaan.
Setelah selesai sarapan Gladissa membereskan semua piring dan dan membawanya ke westafel.
''Gladis biarin saja piring kotor itu,biar bibik nanti yang beresin!" ucap Rina saat melihat Gladissa sibuk mengangkat piring sisa makan mereka.
''Tidak apa-apa tante,saya sudah terbiasa jika dirumah.''jelas Gladissa sambil terus mengerjakan aktivitasnya.
''Gladis itu,keras kepala mah,aku udah sering memberitahunya agar tidak mengerjakan itu jika sedang dirumah kita,tapi dia hanya tersenyum saja.''ucap Kinara sambil matanya melirik Gladissa.
Sedang Gladissa hanya tersenyum menanggapi ucapan bosnya itu.
__ADS_1
Rina tersenyum sambil terus memperhatikan punggung Gladissa yang saat ini sangat cekatan membilas piring kotor tersebut.
''Dis,tadi malam kamu tidur dimana? apa dikamar Kinara?''tanya Rina.
''Dikamar tamu tan,''jawab Gladissa.
''Kamar tamu,''guman Rina mengulang ucapan Gladissa.
''Terus Kia?''tanya Rina lagi.
''Ya tentu saja dia tidur dikamarnya ma, masa dikamar Gladis.''ucap Kinara asal.
''Tante Rina kenapa tiba-tiba bisa bertanya seperti itu ya,apa dia tau kalau kak Alex tadi malam tidur dikamar ku.''
Batin Gladissa sedikit cemas.
''Ya sudah,kalau gitu mama mau keatas dulu ya,mau liat papa apa dia sudah bangun atau belum, tante ke atas dulu ya Gladis.''ucap Rina.
''Iya tan,
''Dis,mba juga mau keatas dulu ya,ada sedikit kerjaan yang mau mba selesaikan,gpp kan kalau mba tinggal dulu?''ucap Kinara.
''Iya gpp kok mba.''jawab Gladissa.
Beberapa saat kemudian Alex turun dengan wajah yang sudah segar,matanya menyapu seluruh ruangan untuk mencari sosok wanita yang selalu membuatnya bahagia.
Samar-samar Alex mendengar ada suara orang bernyanyi ditaman belakang, Alex tersenyum saat menyadari bahwa suara itu adalah suara wanita yang tadi malam bisa membuatnya tidur dengan nyenyak.
''Hhmm,,''ucap Alex yang membuat Gladissa terjengkit kaget.
''Iihh,kak Alex ngagetin aja.''ucap Gladissa mencebik.
''Kamu sedang apa?''
''Gk ada, hanya lagi liatin bunga-bunga ini saja.''jelas Gladissa.
''Kak Alex mau sarapan? yuk biar aku buatin!" ucap Gladissa.
''Aku mau nya makan kamu saja boleh?''bisik Alex ditelinga Gladissa,membuat nya seketika mengingat kejadian tadi malam.
''Kamu kenapa sayang?kok wajahnya merona seperti itu?''goda Alex.
''Kakak iih, jangan di ingat lagi dong,aku kan malu.''ucap Gladissa.
''Tapi sayangnya itu akan selalu ada di ingantan aku Sa,, kamu tau? aku sangat mencintaimu dan aku tidak mau sampai kamu pergi dariku walau sedetikpun!" ucap Alex sambil menatap wajah kekasihnya dengan lekat.
NEXT
__ADS_1