
Keesokan harinya Misya terbangun dari tidur nya, ia menatap sekelilingnya yang terasa asing baginya.
''Aku dimana?''gumam Misya.
Lalu pandangan Misya tertuju pada sosok pria yang sedang tidur disebelahnya.
Misya melihat dirinya sendiri yang masih terbungkus selimut yang sama dengan pria asing yang ada disebelahnya.
''Apa yang terjadi?kenapa aku tidak memakai apapun,apa aku telah melakukannya dengan pria asing ini?!
...Batin Misya,sambil memijit pelipisnya yang masih terasa pusing, sejenak Misya memperhatikan wajah pria tampan yang telah merenggut mahkotanya itu,,yang masih setia dalam tidurnya....
''Aku harus pergi dari sini,sebelum dia bangun.''gumam Misya,sambil memakai semua pakaiannya.
flashback and
Saat ini Misya masih menatap wajah datar Alex.
''Kia kamu percayakan dengan apa yang ku katakan? benar kok aku gk bohong.''ucapnya lirih.
''Sudahlah,sebaiknya kamu istrirahat!'' ucap Alex sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Misya hanya menatap punggung Alex yang kini sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Alex menyiram seluruh tubuhnya dengan air shower,lalu menggosok seluruh tubuh dengan sabun.
''Sasa maaf, karna sudah mengingkari janji yang telah kubuat sendiri.''
Batin Alex,ada rasa sesal dihatinya karna sudah melalukn ini semua,walaupun sebenarnya tidak ada yang salah dengan yang mereka lakukan,namun dihati Alex rasa bersalah itu akan tetap ada.
***
Dikamar Misya masih menunggu Alex yang entah kapan akan keluar dari kamar mandi,ia terus menatap pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka,padahal ini sudah dua puluh menit Alex berada didalam.
''Kenapa dia lama sekali?sebaiknya aku cek saja.''gumam Misya sambil beranjak turun dari tempat tidur.
Saat Misya akan mengetuk pintu tersebut,Alex lebih dulu membukanya dari dalam.
__ADS_1
Alex melangkah keluar melewati Misya begitu saja,lalu ia segera menuju kearah pintu kamar.
''Kia kamu mau kemana?''tanya Misya,yang melihat Alex hendak membuka pintu kamarnya.
''Saya mau kebawah,kamu tidurlah diluan!" setelah mengatakan itu Alex segera keluar dari kamarnya.
Misya menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur,walaupun ia sudah mendapatkan Alex seutuhnya,tetapai tetap saja ia merasa belum puas,Misya meremas sprei tempat tidurnya,dengan tatapan lurus kedepan.
''Kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini Ki,kenapa kamu gk pernah mencoba untuk belajar menerima pernikahan kita? bahkan disaat bercinta dengan ku,kau menganggapku sebagai Gladis bukan aku istrimu.''gumam Misya lirih.
***
Jam dinding sudah menunjukan pukul dua dini hari,Alex yang merasa sudah mengantuk memutuskan untuk kembali kekamarnya,saat masuk mata Alex langsung tertuju pada sosok istrinya yang saat itu tengah tertidur sambil meringkuk memegang lututnya bak anak bayi yang baru lahir.
Alex melangkah mendekati Misya,lalu membenahi posisinya lalu menutup tubuhnya dengan selimut sampai sebatas lehernya.
Alex memandangi wajah Misya yang sedang tertidur.
''Maafkan saya Misya,karna belum bisa mencintaimu dan juga belum bisa jadi suami yang baik untukmu.''gumam Alex pelan.
Kemudian ia membaringkan tubuhnya disebelah Misya,dan memunggungingnya.
Misya berbalik memunggungi Alex,tak terasa air matanya mengalir begitu saja,saat mendengar pengakuan Alex,yang membuat da*danya terasa sesak.
Pagi menjelang...
Saat ini Gladis sedang bersiap untuk berangkat ke cafe,namun sebelum itu ia memutuskan untuk membeli sarapan yang ada disebarng jalan.
Saat hendak menyebrang jalan,Gladis melihat kanan dan kekiri,setelah memastikan tidak ada kendaraan yang lewat,Gladis pun mulai melangkahkan kakinya,menuju warung bubur ayam yang ada disebrang jalan.
Namun baru beberapa langkah,tiba-tiba..
Braakk...
''Eh lihat ada yang kecelakaan!!'' ucap seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.
Warga yang kebetulan berada disekitar situ pun mulai berlarian untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Terlihat didalam kerumunan warga seorang gadis yang sedang meringis kesakitan.
''Anda tidak apa-apa nona?''tanya salah satu warga tersebut.
''Tidak pak, cuma kaki saya saja yang sedikit sakit." jawab Gladis, sambil meringis menahan sakit.
Sebelumnya saat Gladis hendak menyebrang jalan ,tiba- tiba entah dari mana datangnya seorang pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi, padahal sebelumnya Gladis tidak melihat kendaraan tersebut saat ingin menyebrang, untung nya ia cepat menghindar, namun malang kakinya tersandung oleh pembatas jalan hingga membuat kakinya cidera, sedangkan pengendara tersebut mengalami luka yang cukup serius hingga harus dibawa kerumah sakit.
Gladis pulang kerumahnya diantar salah satu warga yang masih berada disana saat itu.
"Apa anda butuh sesuatu nona?" tanya warga tersebut yang ternyata adalah seorang wanita.
" Tidak mba, makasih ya mba karna sudah mau bantu saya?!" ucap Gladis
" Iya mba sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu." ucap warga tersebut sambil berlalu.
Gladis mengambil ponselnya yang ia tarus didalam tas kecil miliknya, kemudian mencari nomor kontak Vega,lalu ia mengirimkan pesan untuknya, memberitahu kalau hari ini dirinya tidak dapat masuk kerja dicafe karna barusan ia mengalami musibah, Gladis juga berpesan agar Vega memberitahu pada Bisma kalau hari ini dia ijin tidak masuk kerja.
Vega yang baru saja mendapat pesan dari Gladis langsung heboh, dan mengatakan pada semua teman- temannya kalau Gladis pagi ini kecelakaan saat akan menyebrang jalan.
Tentu saja sebagian temannya merasa kasihan dan ada juga terlihat panik, dan mereka juga sepakat kalau sepulang dari cafe mereka akan melihat keadaan Gladis.
Sedangkan Vega saat ini sedang menuju keruangan Bisma, untuk miminta ijin cuti kerja untuk Gladis, dan kebetulan saat itu Bisma juga sedang ada diruangannya.
Setelah mengetuk pintu,dan juga mendapat jawaban dari dalam, Vega pun segera melangkah mendekati Bisma.
" Ada apa Vega?" tanya Bisma setelah melihat Vega masuk keruangannya.
Gini pak, saya hanya menyampaikan pesan Gladis kalau hari ini dia tidak bisa masuk kerja, karna tadi saat akan berangkat kerja Gladis mengalami kecelakaan ,dia ditabrak oleh sepeda motor pak." jelas Vega.
"Ditabrak?? terus keadaannya bagai mana? dan apa sudah dibawa kerumah sakit?" tanya Bisma sedikit panik.
Vega menatap Bisma dengan kening yang berkerut, karna merasa kalau tanggapan Bisma berlebihan, ya meskipun wajar kalau seorang atasan mencemaskan keadaan karyawannya tapi menurutnya ini terlalu berlebihan.
"Vega! kamu dengarkan? saya bertanya sama kamu loh, kok malah bengong sih?" ucap Bisma.
"Ah.. i iya pak, keadaan Gladis pastinya saya juga tidak tau, tapi tadi dia bilang hanya kakinya saja yang lecet, dan rencananya sepulang kerja nanti kami juga akan melihat keadaannya." jelas Vega.
__ADS_1
NEXT