
Gladissa yang saat itu mengetahui kalau cincin yang ia inginkan harganya begitu mahal, dengan cepat ia mengatakan pada pegawai tersebut bahwa ia tak jadi mengambilnya.Namun Alex tetap menyuruh wanita itu untuk membungkusnya,bahkan setelah Gladis mengatakan kalau ia tak menginginkannya lagi,namun Alex tau Gladis hanya tidak ingin ia membuang uangnya hanya untuk membeli cincin tersebut.Namun Gladissa juga tidak tau,kalau selama ini sebenarnya semua yang Alex cari hanya untuk wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Gladissa tersenyum samar,,saat cincin itu sudah ada dihadapannya dan juga sudah terbungkus dengan rapi,Alex yang melihat itu juga terlihat menarik sudut bibirnya.
Setelah selesai membeli cincin dan juga pelengkapan yang lainnya,kini mereka memutuskan untuk segera pulang.
Saat ini mereka sudah betada didalam mobil.
''Kamu gk lagi bohongi aku kan?''tanya Alex lagi untuk kesekian kalinya.Rasanya ia belum percaya saat Gladis bilang bahwa kekasihnya itu tinggal bersama dengannya, tepatnya dirumah orangtuanya yang juga jadi tempat tinggalnya selama ini.
''Ya gk lah mas,tadinya akunya gk mau,, kan gk enak sama orang-orang kalau tau aku tinggal dirumah mas Alex,sedangkan kita belum resmi,tapi karna mama bilang itu atas perintah papa,jadi mau tak mau aku terpaksa menyetujuinya,karna aku juga tidak ingin membuat papa kecewa.''jelas Gladis.
Terlihat Alex tersenyum samar,sebenarnya awalnya dia lah yang meminta kepada Rina,agar mamanya itu mau menyuruh Gladis untuk tinggal bersama mereka,karna Alex khawatir membiarkan wanita yang ia cintai tinggal sendirian dirumah itu.Dan kini akhirnya Rina juga menyetujui saran yang diberikan Alex,tentunya juga setelah mendapat persetujuan dari Jonathan.
*
*
*
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat,terlihat matahari sudah berada diperaduannya,langitpun sudah mulai berubah warna jingga,yang tandanya sebentar lagi siang akan berganti menjadi malam.
__ADS_1
Sedangkan dibutik miliknya Kinara dan para pegawainya terpaksa lembur,karna masih ada kegiatan yang belum terselesaikan,apa lagi barang yang tadi sore baru datang dari kota S,membuat semua terpaksa harus lembur,karna mungkin kalau diselesaikan besok tidak akan sempat,karna banyaknya pesanan yang juga harus mereka kirim.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul delapan malam,Kinara menepuk jidatnya Kinara lupa memberitahu pada Bisma kalau hari ini ia lembur,walaupun mereka ada masalah,namun sebisa mungkin Kinara akan tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri,dan Kinara juga sebisa mungkin menyelesaikan masalah diantara mereka,ia tak ingin masalah itu sampai berkepanjangan,dan tentunya pasti akan mempengaruhi hubungan mereka sebagai suami istri.
Kinara segera merogoh ponsel didalam tas miliknya yang ada diatas meja ruangannya.Ia menatap layar persegi panjang tersebut, ia berpikir kalau suaminya itu pasti akan berulang kali menelponnya, atau pun bertanya bagai mana keadaannya,namun ternyata itu hanyalah angan-angannya saja.Kinara menghela nafas kasar,lalu kembali ia meletakankan ponselnya diatas meja,dan melupakan niatnya yang tadinya hendak memberi kabar pada Bisma,, Kinara sedikit kecewa.Jangan kan menelpon,bahkan mengirim pesan saja tidak.
Kinara meletakkan kepalanya diatas meja kerjanya dengan bertumpukan oleh kedua tangannya.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
''Masuk!" jawab Kinara.
Tak lama,terlihat pintu terbuka,dan munculah sosok Lina dibalik pintu tersebut.
''Iya baiklah,nanti kamu matikan saja lampu tengahnya ya Lin,saya mau disini dulu sebentar.''ucap Kinara.
''Baik bu,kalau begitu saya pamit pulang.''ucap Lina lagi yang diangguki oleh Kinara.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini di cafe juga terlihat kesibukan yang sama,tepatnya diruangan Bisma.Laki-laki itu sedang menerima tamu dari luar kota dari sore tadi hingga berlanjut sampai malam,karna ini adalah tamu penting jadi Bisma mau tak mau harus melayani langsung,awalnya tamunya itu maunya Alex langsung yang melayani nya,namun setelah Bisma menjelaskan kalau bosnya itu sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan akhirnya mau tak mau ia pun menyetujuinya.
__ADS_1
Tepat jam sembilan akhirnya tamunya itu pulang,dan Bisma pun bisa bernafas lega.
''Huuhh..akhirnya pulang juga!" ucapnya,sambil menyandarkan tubuhnya disandaran sofa.
Bisma yang memang sengaja mematikan ponselnya dari siang,kini mengaktifkan kembali.Ia memang sengaja mematikan ponsel miliknya,karna tamu mereka memang tidak suka saat mereka sedang berbicara penting tiba-tiba ada ponsel yang berbunyi,dan akhirnya Bisma pun mau tak mau mematikan ponsel miliknya.
Setelah ponsel di aktifkan banyak sekali notifikasi yang masuk,namun dari sekian banyaknya panggilan dan pesan yang masuk, tidak ada satu pun pesan atau pun panggilan tersebut dari istrinya.
Dengan perasaan sedikit kesal,akhirnya Bisma memutuskan untuk segera pulang kerumah mereka.Sepanjang jalan Bisma terus berpikir,apakah ia bersikap terlalu berlebihan pada Kinara, tentang masalah kemarin.Hingga membuat Kinara juga bersikap tak acuh padanya sekarang.Bisma terus melajukan mobil yang ia tumpangi, dengan sedikit menambah kecepatannya.
Tak lama mobil yang Bisma tumpangi sampai dikediaman mereka, Bisma melihat mobil sang istri sudah terparkir didepan rumah mereka,Setelah membuka pintu rumah,Bisma langsung menuju lantai atas.Setelah sampai didepan pintu kamar, Bisma memutar knop pintu tersebut secara perlahan.Matanya menyapu seluruh ruangan,namun Bisma tak menemukan istrinya didalam kamar,lalu matanya beralih pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat,Bisma bisa mendengar suara gemercik air dari balik pintu kamar mandi.
''Kenapa dia mandi selarut ini?apa dia juga baru pulang.
Ucap batin Bisma.
Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka,Kinara sedikit kaget saat melihat suaminya tiba-tiba berdiri didepannya.
''Kamu baru pulang mas?''tanya Kinara,sambil melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian.
''Hem,''jawab Bisma tanpa mengeluarkan suara,ia masih memperhatikan kegiatan istrinya yang sedang memakai pakaian nya,didepan Bisma tanpa rasa canggung.
__ADS_1
Namun perbuatan tanpa sengaja Kinara mampu membuat perasaan Bisma gelisah.Semenjak menikah,Kinara memang sudah terbiasa menggunakan pakaian didalam kamar,dan juga didepan suaminya tanpa ada rasa malu sedikitpun,toh udah halal juga pikirnya.Namun tidak bagi Bisma,setiap dirinya melihat sang istri berpakaian didepan matanya, ia selalu tidak bisa menahan sesuatu didalam sana,dan akhirnya mau tak mau Kinara pasti akan mandi untuk yang kedua kalinya,bahkan Kinara sering menggerutu atas kelakuan suaminya tersebut yang selalu membuatnya harus mandi berulang kali.Namun kali ini,Bisma terpaksa harus menahan gejolak tersebut,bahkan ia terpaksa harus menelan ludahnya sendiri kala menyaksikan sang istri seperti sedang menggoda nya.
BERSAMBUNG..