
Masih didalam kamar pengantin,saat ini didalam kamar hati Gladissa terasa berdebar-debar ia merasa gelisah,pasalnya sebelum Alex masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,ia berkata pada Gladis untuk menyuruhnya bersiap-siap karna setelah ia keluar dari kamar mandi akan ada perperangan diantara mereka,Gladis yang paham maksud arah pembicaraan suaminya itu merasa salah tingkah,dan wajahnya tiba-tiba saja memerah,Alex terkekeh pelan saat ia berhasil menggoda istrinya itu.
Lima belas menit kemudian Alex keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi belalai miliknya.Alex mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil yang baru ia ambil dari dalam lemari.Terlihat Gladis menatap suaminya tanpa berkedip.
''Duuh,,kenapa suamiku ini sek*si selaki sih,dada bidangnya sangat menggoda,dan dibalik layar putih itu pasti lebih menggoda lagi.
Batin Gladis,namun sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya cepat untuk mengusir pikiran kotornya itu.
''Kamu kenapa sayang hem??''tanya Alex yang entah sejak kapan sudah berada didepan Gladissa.
''Wangi aroma mint yang keluar dari mulut Alex membuat perasaan Gladis semangkin tak karuan,entah kenapa rasanya dia begitu gugup saat ini,apa lagi suaminya itu semangkin mengikis jarak diantara mereka,rasanya jantungnya seperti akan meledak.
''Mas kok kamu gk pakai baju sih?pakai dong! ntar kamu bisa masuk angin loh.'' ucap Gladis sambil menetralkan degup jantungnya.
''Mas sudah biasa kalau tidur hanya menggunakan boxer sayang,jadi tidak akan masuk angin.''jawab Alex santai kini ia bersandar dikepala tempat tidur sambil meletakkan kedua tangannya dibelakang kepalanya hingga terlihatlah bulu ketiak hitam milik Alex namun tidak terlalu tebal.Gladis yang melihat itu entah kenapa tiba-tiba merasa bergairah.Dimatanya suaminya itu sangat sek*si dan menggoda.
''Kemarilah!" ucap Alex sambil menepuk sisi tempat tidur disebelahnya.Dan dengan senang hati Gladis pun mendekati suaminya.
Alex memeluk tubuh istrinya dari samping,dan menyandarkan kepala istrinya di dada bidang miliknya hingga membuat Gladis bisa menghirup aroma tubuh suaminya.
''Mas Alex,panggilnya dengan suara pelan.Kini mata keduanya saling tatap.Alex dapat melihat kerinduan dimata istrinya itu.
__ADS_1
Alex mendekatkan wajahnya,kemudian menempelkan bibirnya pada bibir pink alami milik Gladis,ciu*man berlangsung cukup lama,yang awalnya hanya ******* dan sesapan kini ciu*man itu semangkin liar dan menuntut,tangan Alex pun mulai bergerilya kesetiap lekuk tubuh sang istri,kini tangan Alex mulai masuk kedalam pakaian milik Gladis, tangannya mencari-cari sesuatu yang selama ini ia rindukan.Alex yang merasa terganggu dengan pakaian yang masih menempel ditubuh istrinya langsung ia lepaskan,hingga memperlihatkan dua aset milik sang istri yang masih terbungkus selembar kain berwarna hitam.
Alex pun kembali melepaskan kain tersebut dengan cara membuka pengait di belakang tubuh Gladis,setelah kain itu terlepas kini terpampanglah dua gunung dengan ukuran yang lumayan besar dengan bulatan kecil berwarna merah kecoklatan diujungnya.
Alex yang sudah tidak sabar langsung melahap dua gundukan tersebut,satu mulutnya ia gunakan untuk menyesap ujung puncak gunung tersebut,dan satu tangannya memijat pelan gundukan yang satunya,Gladis menikmati setiap perlakuan yang diberikan suaminya,bahkan tanpa sadar ia berdesis saat merasakan nikmat yang diciptakan suaminya.
Kini keduanya sudah sama-sama dalam keadaan polos,wajah Alex menyusuri seluruh tubuh istrinya hingga kini wajahnya tepat berada didepan anak gunung yang selalu mati-matian dia jaga kesuciannya hingga waktunya tiba, dan kini saatnya ia akan merasakan nya.
''Akhirnya saatnya tiba sayang,kini aku bisa merasakan mu sekarang,dan aku akan melahapmu hingga majikanmu merintih nikmat.''ucap Alex yang saat ini sedang berbicara pada anak gunung milik Gladissa,membuat sang istri merasa geli sendiri mendengarnya.
''Aku adalah milikmu sekarang,kamu boleh memakanku kapanpun kamu mau.''ucap Gladis menjawab ucapan suaminya.
Alex tersenyum,sambil memandang sang istri dari bawah sana,kemudian pandangan Alex kembali ia arahkan pada anak gunung yang ditumbuhi rerumputan hitam namun tipis,Alex mulai membelai rambut ikal nan hitam tersebut hingga sampai pada belahan daging tersebut,Alex melebarkan sedikit kaki istrinya hingga ia dapat melihat warna kemerahan dibelahan daging tembem tersebut, membuat Alex menelan kasar ludahnya sendiri.
Alex berulang kali menghirup aroma tersebut,kemudian ia mengeluarkan lidahnya dan mulai bermain disana dengan benjolan kecil sebesar kacang yang ada ditengah-tengah daging tembem tersebut.
Lidahnya terus menyapu keseluruh permukaan kulit si tembem,hingga membuat Gladissa mengerang nikmat,tak lama tubuh Gladis bergetar hebat seperti ada sesuatu yang akan meledak.Hingga mulut Alex yang saat itu masih menempel disana tiba-tiba merasakan ada cairan hangat yang keluar dari lubang kecil yang sejak tadi ia mainkan.Alex tersenyum,ia tau kalau saat ini sang istri telah sampai pada puncak pertamanya,tapa rasa jijik Alex menjilat habis cairan tersebut hingga tak tersisa,setelah itu ia merangkak keatas untuk mensejejerkan wajah mereka.
''Gimana sayang?enak ??''tanya Alex.
''Iya mas,enak banget.''jawab Gladis kini wajahnya memerah karna merasa malu dengan ucapannya sendiri,Alex terkekeh pelan dimatanya wajah sang istri begitu menggemaskan.
__ADS_1
''Itu belum seberapa sayang,setelah ini kamu akan merasakan yang lebih nikmat lagi, bahkan berkali-kali lipat.''ucap Alex
''Kita mulai ya.''
Kini belalai miliknya sudah ia posisikan dilubang goa kenikmatan milik Gladis,perlahan namun pasti Alex mulai memasukan belalai panjang miliknya setelah sebelumnya ia menggesekannya dibagian daging tembem tersebut.Gladis meringis menahan perih saat belalai panjang milik suaminya mulai masuk kedalam sana,Alex melihat wajah istrinya yang seperti menahan sakit,hampir lima menit Alex mencoba memasukan belalai miliknya namun belum berhasil juga.
''Kok susah sekali sih yang,lubangnya kok bisa kecil banget gitu sih,atau jangan punya kamu gk ada lubangnya ya?.''ucap Alex asal.
''Itu yang namanya masih original mas.''jawab Gladis.Dan Alex hanya tersenyum menanggapi ucapan sang istri.
''Kita mulai lagi ya,''ucap Alex sambil kembali memposisikan miliknya pada lubang goa tersebut.
Perlahan namun pasti akhirnya belalai miliknya bisa masuk kedalam lubang goa tersebut walau dengan bantuan sedikit pelumas.
''Aw aw aw,,mas,, sakit! perih banget ini.''rengek Gladis.
''Nanggung ini yang udah masuk setengah gk mungkin aku cabut lagi,kamu tahan sedikit ya!
NEXT
***MERASA KEGANTUNG YA BACANYA 🤭
__ADS_1
AUTROR NYA PANAS DINGIN SAAT NULIS DIBAB INI LOH 😁
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS KARYA AUTROR YA! DENGAN CARA LIKE, KOMEN VOTE AND PAVORIT 💟 MUNGKIN DIBAB BERIKUTNYA KITA AKAN SAMPAI PADA ENDINGNYA***..