
Lima belas menit kemudian,Alex turun dan langsung menuju ruang makan,karna saat ini keluarganya sudah berkumpul disana untuk sarapan,termasuk Misya.
Misya menundukan pandangannya saat Alex menatapnya sekilas,sungguh dirinya masih merasa sangat malu atas kelakuan konyol yang tadi diperbuatnya.
''Kia marah gk ya sama aku? duuh,,, malu banget rasanya, ini gara-gara ide gila mama sih,tapi sepertinya dia biasa aja, itu berarti Kia gk marah dong sama aku? apa jangan-jangan yang mama bilang itu benar,kalau laki-laki itu lebih suka dengan wanita yang agresif.''
Batin Misya.
''Misya kamu kenapa?kok melamun?''tanya Rina karna sejak tadi melihat Misya hanya mengaduk makanannya.
Alex meliriknya sekilas,
''Hah, oh.. gk kok tan aku hanya lagi mikirin butik, iya butik.''ucap Misya beralasan.
Namun justru alasan yang Misya ucapkan malah terdengar lucu ditelinga mereka.
''Kalau cari alasan yang masuk akal dikit napa.''sindir Kinara.
Misya yang mendengar melototkan matanya pada Kinara,sedangkan kedua orang tua Alex hanya menggelengkan kepala mereka.
Misya melirik Alex yang hanya diam saja sejak tadi,ia sedang memakan makanan nya dengan hikmat.
Setelah berpamitan pada kedua orang tua Alex Misya dan Kinara lalu segera berangkat menuju Butik,sedangkan Alex segera menuju cafe miliknya.
''Huuhh,,''ucap Misya sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Kinara melirik Misya sebentar lalu kembali fokus pada stir mobilnya,mereka memutuskan untuk pergi dengan mobil yang sama karna nanti malam Misya berencana ingin menginap dirumah Kinara,tentunya sebelumnya ia sudah meminta ijin pada Rina.
Selain karna Misya merindukan Alex, ia juga ingin membicarakan sesuatu pada Alex tentang masalah pernikahan mereka,seperti yang disarankan oleh Yanti ibunya.
Setelah sampai didalam butik,tak sengaja Misya melihat Gladissa sedang melayani customer sambil mencocokan pakaian ketubuh pelanggan butik.
''Ada apa?''tanya Kinara saat memasuki butik dan tiba-tiba melihat Misya berhenti ditengah jalan.
''Gpp kok yuk,''ajak Misya sambil melanglah menuju ruangan mereka.
Sebelum memasuki ruangan mereka,Kinara sempat melirik Gladissa yang sedang melayani pembeli.
***
Tak terasa hari sudah menjelang sore, saatnya bagi para pegawai untuk pulang ke hunian mereka masing-masing.
Saat ini Gladissa sedang menunggu kedatangan Alex,yang sebentar lagi akan sampai,rasanya ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasih hatinya itu.
Satu jam yang lalu Alex menghubunginya untuk bertemu dengannya setelah pulang kerja.
__ADS_1
Namun hingga jam delapan malam Alex masih juga belum datang untuk menemui Gladissa.
Ditempat lain..
Saat ini Alex sedang makan malam bersama keluarganya,setelah pulang dari cafe tadi,Rina memintanya untuk cepat pulang karna mereka akan makan malam bersama, hingga membuat Alex melupakan janjinya pada Gladissa.
Setelah makan malam Alex hendak bergegas naik keatas kamarnya,namun tiba-tiba suara Misya menghentikan langkahnya.
''Kia aku ingin bicara sama kamu bisa?''
''Baiklah,sebaiknya kita bicara diruang tamu,''ucap Alex sambil melangkah menuju tempat yang ia maksud.
Saat ini mereka duduk saling berhadapan.
''Ada apa?''tanya Alex.
Misya meremas jari-jari tangannya, rasanya entah kenapa dirinya merasa sangat gugup,saat berhadapan dengan Alex saat ini.
''Kia sebenarnya aku mau membicarakan tentang pernikahan kita,aku berniat ingin memajukan nya,''ucap Misya,yang membuat Alex seketika menatap kearahnya.
''Maaf Misya sepertinya masalah ini kita bicarakan nanti saja!
''Kenapa Kia? bukannya kamu sudah memutuskan untuk bertunangan dengan ku?itu artinya sekarang atau nanti sama saja kan?''ucap Misya sambil menatap bola mata Alex.
''Saya tau,tapi untuk saat ini saya belum memikirkannya biarlah seperti ini dulu saja, dan saya harap kamu mengerti! kalau gitu saya keatas dulu,''ucap Alex sambil berlalu.
''Aku akan melakukan apa saja,agar kamu mau menikahiku secepatnya!" gumam Misya.
Kini tubuh Alex sudah terlihat segar setelah mandi, Alex mengambil handuk kecil kemudian meletakkannya diatas kepala untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah,Alex menatap jam dinding dikamarnya yang sudah menunjukan pukul sembilan malam, Alex berpikir seperti ada yang terlupakan,tapi apa?
''Oh, astagaa, aku lupa ada janji sama Sasa,''ucap Alex sambil tergesa-gesa memakai pakaiannya,setelah itu ia menyambar kunci mobilnya,dan segera melesat pergi.
SEMENTARA DIKEDIAMAN GLADISSA..
Saat ini Gladissa sedang nonton acara kesukaannya,namun dengan hati yang gondok,karna Alex telah mengingkari janji mereka,bahkan menelpon saja tidak,sungguh hal ini membuat Gladissa menggeram.
Tak lama terdengar suara deru mobil,yang berhenti didepan rumahnya,Gladissa cepat-cepat mengintip dari balik gorden.
''Untuk apa dia datang sudah selarut ini.''gerutu Galdissa.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu,awalnya Gladissa tak berniat membukakannya pintu,tapi ia merasa kasihan juga,dan akhirnya Gladissa pun membukakan pintu tersebut untuk Alex.
Gladissa menatap Alex dengan tatapan datarnya sedangkan Alex harus memutar otaknya untuk mencari cara bagai mana supaya kekasihnya ini tidak marah lagi padanya.
''Sasa aku minta maaf karna terlambat datang,?
__ADS_1
''Alasannya?'' tanya Gladissa langsung
''Aku lupa, sebab tadi sepulang dari cafe tiba-tiba mama menyuruh ku untuk pulang dan makan malam dirumah.''jujur Alex.
Mata Gladissa mencari kebohongan di mata Alex namun ia tak menemuknnya.
''Yakin,kamu tidak sedang membohongiku??''
''Aku tidak sedang berbohong sayang,''
''Baiklah,akan aku maafkan, sebaik kak Alex pulang,ini sudah malam!"
''Tukaan,,kamu masih marah,''ucap Alex sedih.
''Aku gk marah kok,''jawabnya.
''Kalau gk marah,kenapa kamu menyuruh aku untuk pulang?
''Yakan karna memang sudah malam.''
''Kalau memang kamu sudah tidak marah lagi sama aku,biarin aku masuk kedalam,''ucap Alex.
''Hhuuff,,baiklah...''ucap nya pasrah.
Alex tersenyum samar,saat Gladissa tak bisa menolaknya.
''Kamu sudah makan?''tanya Alex
''Sudah,tadi kebetulan Uut beli nasi goreng didepan,jadi sekslian aja aku nitip,''ucap Gladissa.
''Maafin aku ya,''ucap Alex yang merasa sangat tidak enak karna sudah membuat Gladissa menunggu lama.
''Gpp kok nanti juga akan terbiasa,''ucap Gladissa sarkas.
Alex yang mendengar jawaban Gladissa seketika merasakan sesak di d*d* nya.
''Sasa ku mohon jangan berkata seperti itu,karna bagiku kamu adalah satu-satunya dihati ku,''ucap Alex berusaha meyakinkan kekasihnya itu.
Sebenarnya hati Gldissa sangat senang mendengar hal tersebut,hanya saja dia masih berpura ngambek untuk memberi pelajaran sedikit pada Alex.
Kini mereka berdua sudah duduk diruang tamu yang berukuran kecil itu.
''Sasa dengar!! kamu boleh menghukum ku,tapi jangan diamkan aku seperti ini.'' ucap Alex prustasi karna sejak tadi Gladissa hanya diam dan memperlihatkan wajah datarnya.
Sebenarnya dalam hati Gladissa ingin sekali tertawa,melihat wajah Alex seperti itu,tapi sepertinya dia masih mau mengerjai kekasihnya itu,karna sudah membuat nya menunggu lama.
__ADS_1
NEXT