Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Misya Yang Agresif


__ADS_3

Setelah kepergian Bella,Misya juga sudah merencanakan sesuatu di dalam otaknya, ia yang awalnya tadi hendak pulang setelah makan siang tiba-tiba mengurungkan niatnya,karna Misya akan kembali berbelanja untuk membeli beberapa pakaian lagi,setelah puas berkeliling akhirnya Misya pun akan berniat pulang dengan belanjaan yang cukup banyak ditangannya.


Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit akhirnya Misya sampai dikediamannya.


''Bik,tolong bawakan barang-barang saya yang ada di jok belakang mobil ya!" perintah Misya.


''Baik non,''ucap Art sambil melangkah menuju mobil Misya.


Sedangkan Misya,langsung naik kekamarnya untuk beristirahat,rasanya tubuhnya sangat lelah,karna hampir seharian dirinya menghabiskan waktunya untuk memanjakan diri dan berbelanja di mall.


''Non ini barangnya,mau ditaruh dimana?''ucap Art.


''Letakin saja di atas sofa bik!" ucap Misya yang diangguki oleh Art tersebut.


Setelah sang Art keluar,Misya pun segera beristirahat diatas ranjangnya,baru beberapa menit saja ia memejamkan matanya, kini Misya sudah terlelap,mungkin karna pengaruh lelah karna seharian jalan-jalan.


***


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,dan saat ini Gladissa dan Alex sedang menikmati makan malam bersama disebuah restoran.


''Kak Misya gimana kabarnya?apa kak Alex belum bertemu dengannya?''tanya Gladissa sambil mengelap bibirnya dengan tisu setelah selesai makan.


''Belum,''jawab Alex singkat.


''Aku kok merasa resah ya? apa Misya sedang merencanakan sesuatu untuk memisahkan aku dan kak Alex.''


Batin Gladissa,karna sangat aneh baginya kalau Misya tidak melakukan apa-apa sedangkan waktu itu sangat terlihat jelas dimata Misya akan kebenciannya terhadap Gladissa.


'' Bagus dong,, kalau Misya tidak melakukan apapun, kenapa kamu malahan kawatir jangan seuzhon,''gumamnya pada diri sendiri.


''Apa kamu mengatakan sesuatu?''tanya Alex karna sepertinya dia mendengar Gladissa sedang berbicara.


''Ah.. tidak kak,aku gk bicara apa-apa.''elak Gladissa.


''Yasudah yuk,sudah selesai kan?


''Iya sudah kak,''ucap Gladissa sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian..


Kini mereka telah sampai dikediaman Gladissa.


''Mampir dulu kak?''ucap Gladissa


''Lain kali aja ya,rasanya badan ku lelah pingin cepat istirahat dirumah.''jelas Alex.


''Baiklah kak Alex hati-hati ya!" ucap Gladissa yang diangguki oleh Alex.


Kini mobil Alex sudah sampai dikediamannya,saat ia hendak turun matanya tertuju pada sebuah mobil yang sangat ia kenal siapa pemiliknya.


Alex melangkah memasuki rumahnya yang memang tidak terkunci, saat melewati ruang tamu tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok wanita yang berpenampilan yang terlihat sangat s*ksi dimatanya.


''Misya,''gumamnya pelan.


Saat ini Misya sedang duduk bersama dengan Kinara.


Misya tersenyum kala menatap wajah Alex, wajah yang selama satu minggu ini sangat ia rindukan.


''Haaii Kia,''sapa Misya sambil terus mengembangkan senyum termanisnya.


Saya keatas dulu,''ucap Alex sambil berlalu menuju lantai atas.


Setelah masuk kedalam kamarnya Alex langsung menuju kamar mandi,untuk membersikan tubuhnya yang sudah terasa lengket.


Saat Alex, mengguyur tubuh polos miliknya tiba-tiba saja bayangan Misya terlintas dipikirannya.


''Kenapa aku bisa kepikiran Misya?apa karna aku melihatnya hari ini berpenampilan lebih s*ksi.''gumam Alex yang langsung menngelenkan kepalanya, untuk menghapus pikiran kotor dikepalanya.


Setelah lima belas menit,Alex pun keluar dengan keadaan handuk yang masih melilit dipinggangnya hingga memperlihatkan tubuh kotak-kotak miliknya.


''Huuhh,kenapa rasanya sangat lelah sekali,''gumam Alex sambil merebahkan tubuhnya tanpa memakai baju terlebih dahulu.


Baru sebentar Alex membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur,kini ia sudah mengeluarkan suara dengkuran halus,mungkin karna ia merasa sangat lelah hari ini.


Alex merasa sangat damai dalam tidurnya,rasanya begitu sejuk dan ....

__ADS_1


Oh.. rasanya ini sangat nyaman,seperti ada yang sedang memanjakan tubuhnya saat ini dan Alex juga merasakan ada yang sedang memijat-mijat bagian tubuh atasnya saat ini, dan lama-kelamaan Alex merasa kini pijatan tersebut sudah berada di area yang dimana tempat belalai panjangnya bersemayam.


''Aakkhh,, Alex melenguh saat belalai miliknya merasakan kehangatan,dan juga ia merasa belalai miliknya digelitik oleh sesuatu.


Karna merasa ada yang aneh,Alex pun akhirnya mencoba membuka matanya,walaupun sebenarnya ia masih sangat mengantuk.


Samar-samar mata Alex terbuka,walaupun masih sedikit kabur ,namun Alex dapat melihat ada seseorang yang sedang memainkan belalainya dibawah sana.


Mata Alex tiba-tiba membola saat melihat Misya sedang mengulum kembali belalai miliknya.


Tidak dipungkiri bahwa Misya sangat ahli dalam memainkan belalai miliknya,hingga membuatnya bereaksi, Alex adalah lelaki normal,dan sebenarnya Alex juga sangat mudah dirangs*ng, namun Alex selalu bisa mengatasinya, walaupun sebenarnya ia juga sangat tersiksa kalau tidak tersalurkan.


Sialnya sekarang Misya sudah tau itu,makanya Misya selalu gencar untuk selalu melakukan interaksi fisik pada Alex,karna ia ingin membuat Alex tidak bisa melupakannya.


''Aarrhhh....Misya apa ya ng kau laku kan..?''ucap Alex terbata sambil merasakan belalainya terus dimainkan oleh Misya.


Misya tersenyum,lalu melepaskan milik Alex dari mulutnya,cepat-cepat Alex menyambar handuk yang tergeletak dilantai dan segera melilitkannya dibagian area pribadinya.


Alex menatap Misya yang masih setia dengan senyuman menggodanya,yang entah sejak kapan kini Misya sudah berada disampinya, kini Alex sangat dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafas yang keluar dari hidung Misya.


''Misya ma mau apa kamu?''ucap Alex,sedikit gugup.


Entah mengapa saat ini Alex merasa Misya sangat berbeda dari sebelumnya,kini ia terlihat lebih agresif dan menggoda dimatanya hingga sepertinya akan mampu membuat iman Alex goyah,jika ia terus bersama dengan wanita ini lebih lama lagi.


Namu Alex tetap harus bisa bertahan,dan harus bisa melawan godaan yang ada didepan matanya saat ini.


Saat Misya akan mencium bibir Alex,dengan cepat Alex menghindarinya dan segera bangkit dari posisinya saat itu.


''Misya,kenapa sekarang kamu sungguh berani seperti ini?''tanya Alex sambil menatap tajam kearah Misya.


Namun dengan mudahnya Misya mengatakan kalau ia menginginkannya.


''Kia,aku wanita dewasa,dan aku juga ingin mencobanya,mereka bilang itu sangat nikmat, apa kamu mau mencobanya dengan ku,''pinta Misya dengan tatapan mesumnya.


''Gila,jangan pernah lakukan itu sebelum kau menikah!" ucap Alex.


''Tidak akan selain denganmu,karna aku hanya akan melakukannya denganmu,karna aku sangat ingin merasakan ini bersarang di goa bas*h milikku pasti rasanya akan sangat nikmat,''bisik Misya sambil meraba belalai Alex yang terbungkus handuk itu.

__ADS_1


Alex memejamkan matanya saat mendengan ucapan vulgar dari mulut Misya,dan ia sedang menetralkan pikiran nakalnya,agar tak terpengaruh.


NEXT


__ADS_2