
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Misya dan juga kedua orangtuanya,dan saat ini Misya sedang didandani oleh penata rias.
''Selesai!!!'' ucap penata rias tersebut sambil memandang hasil karya.
''Anda sangat cantik nona.''puji wanita paruh baya tersebut.
Misya menatap penampilannya dari pantulan cermin.
''Anda benar, saya sangat terlihat cantik.''ucapnya pada diri sendiri.
''Misya kamu sudah siap nak?tanya Yanti.
''Aku sudah siap ma,gimana penampilanku?cantikan?''ucap Misya sambil memutar tubuhnya sendiri.
''Pasti dong...anak mama kan memang selalu cantik,pasti Kia terpesona melihatmu nanti.''ucap Yanti.
''Yasudah yuk,yang lain sudah pada ngumpul,pak penghulu juga sudah datang,''jelas Yanti.
''Terus Kia?apa dia juga sudah siap?''tanya Misya yang seketika membuat Yanti terdiam.
''Eemm,,sebaiknya kamu turun saja dulu,tante Rina juga sedang memanggil Kiano dikamarnya.''ucap Yanti.
DITEMPAT LAIN
Tok-tok-tok..
''Kiano kamu sudah siap?''tanya Rina dari luar kamar.
Karna tidak ada jawaban Rina pun berinisiatif untuk masuk kedalam.
''Kia mama masuk ya,''ucap Rina sambil memutar knop pintu.
''Kia,kenapa kamu belum ganti baju?para tamu sudah pada nunggu lho,pak penghulunya juga sudah datang.''ucap Rina sambil mendekati putranya yang saat ini sedang duduk ditepi ranjang.
''Sayang kamu baik-baik saja kan?''tanya Rina sambil memegang pundak Alex.
''Kamu sedang memikirkan apa sayang?''tanya Rina lagi ,yang sebenarnya sangat tidak tega melihat putranya harus menikah karna terpaksa.
Alex bergeming, rasanya ia sangat tidak ingin bicara dengan siapapun saat ini,namun Rina tetap mengajaknya bicara.
''Nak,sebenarnya apa yang terjadi malam itu?apa benar kamu melakukan itu pada Misya?katakan saja pada mama! karna sebenarnya mama juga gk yakin kamu akan melakukan perbuatan seperti itu pada Misya.''ucap Rina yang merasa Alex memang tidak melakukan apapun.
''Sudahlah mah,terlepas benar atau tidak,toh saya akan tetap menikah dengan Misya,sebaiknya mama keluar saja dulu,dan bilang oada mereka bahwa sebentar lagi saya akan turun.''ucap Alex.
__ADS_1
''Baiklah kalau begitu.''ucap Rina sambil beranjak menuju pintu kamar.
***
Saat ini para tamu sudah berkumpul dari dua puluh menit yang lalu,namun sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Alex akan keluar dari kamarnya.
''Tante kenapa Kia masih belum keluar? bukankah tadi tante sudah memanggilnya?''ucap Misya yang mulai gelisah.
''Ma,sebaiknya kamu cepat bawa anak itu turun,jangan sampai dia membuat papa malu.''bisik Jonathan sambil menahan geram.
''Baiklah mama akan memanggilnya lagi.''ucap Rina yang hendak berdiri.
Namun ia kembali duduk ditempatnya saat melihat Alex sudah menuruni anak tangga.
Kini Alex sudah duduk disamping Misya tepat didepan pak penghulu.
Setelah beberapa saat terdengar kata SAH dari saksi dan juga tamu undangan yang menyaksikannya.
Semua tamu yang menyaksikan tersenyum bahagia,namun tidak pada seorang tamu undangan yang saat ini duduk di kursi paling belakang,tidak ada kebahagiannya diwajahnya,tapi justru sebaliknya dimatanya tersirat suatu kebencian saat melihat kedua pengantin yang sekarang masih duduk didepan penghulu.
''Setelah kata Sah itu terdengar ditelingaku,, maka sekarang kamu benar-benar bukan lagi milikku kak, dan aku akan mencoba untuk menghapusmu dari hatiku.''
Batin Gladissa sambil beranjak dari tempat duduknya.
Gladissa melangkah kan kakinya menuju jalan raya,meninggalkan keramaian dan juga kebahagiaan yang saat ini sedang dirasakan hampir semua tamu yang hadir,namun langkahnya terhenti,saat tiba-tiba Gladissa mendengar seseorang memanggil namanya.
Gladissa membalikan tubuhnya,untuk mencari tau siapa orang yang sudah menghentikan langkahnya.
''Gladis,''ucap Rina sambil melangkah mendekati wanita yang dicintai oleh putranya itu.
''Gladissa tersenyum saat melihat Rina memanggilnya.
''Kamu mau kemana sayang?''tanya Rina,sambil menatap lekat sepasang netra hitam yang saat ini ada didepannya.
''Saya mau pulang tante,lagi pula saya tadi juga sudah mnjadi saksi atas pernikahan mereka.''ucap Gladissa yang masih dengan senyumannya, namun Rina bisa melihat dibalik senyum yang terukir diwajah Gladissa tersimpat kesedihan yang dalam.
Rina yang saat itu juga ikut merasakan kesedihan hati Gladissa,tiba-tiba saja replek memeluk tubuh ramping gadis tersebut.
Gladissa yang awalnya kaget,kini ia malah membalas pelukan Rina dan mengusapnya sedikit.
''Maafkan anak tante Dis, maaf karna dia belum bisa menepati janjinya sama kamu.''sesal Rina.
''Tante tidak salah, lalu kenapa tante harus minta maaf.''ucap Gadissa.
__ADS_1
''Tapi Kia?''ucap Rina terhenti,karna tak ingin menambah rasa sakit dihati Gladissa.
''Yang salah itu anak tante,jadi jika ada yang saat ini meminta maaf bukanlah tante tapi dia.''ucap Gladissa,sambil menekan kata dia.
Dari ucapan yang dilontarkan Gladissa Rina bisa menilai bahwa gadis yang sedang berdiri didepannya ini sangat tersakiti oleh perbuatan Alex.
''Baiklah tante,kalau gitu saya permisi dulu.''ucap Gladissa sambil terus melangkah kan kakinya.
***
Tak terasa sudah tiga hari Alex dan Misya menjadi pasangan suami istri,namun Alex masih bersikap dingin pada Misya.
Seperti saat malam ini,Misya sedang mencoba menggoda Alex dengan pakaian s* ksi miliknya.
''Sayang,''panggil Misya dengan suara yang dibuat mendayu-dayu.
Namun justru Alex malah memejamkan matanya,tak ingin menanggapi godaan wanita yang baru tiga hari menjadi istrinya itu.
Misya mencebik, saat merasa dicuekin oleh suaminya itu,namun bukan Misya namanya kalau ia belum mendapatkan yang dia inginkan.
Misya menyibak selimut yang digunakan Alex untuk menutupi tubuhnya.
''Misya apa yang kau lakukan?!'' ucap Alex sambil menatap tajam pada Misya.
Namun bukannya takut,Misya malah tersenyum menanggapi ucapan Alex.
''Kamu bertanya apa yang aku lakukan? tentu saja aku akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.''ucap Misya,yang membuat Alex merasa jengah mendengarnya.
''Dengar ya Kia,aku sudah menahannya selama tiga hari,dan aku sudah tak sanggup untuk menahannya lebih lama lagi.''ucap Misya dengan tidak tau malunya.
Memang selama tiga hari mereka menikah,tak sekalipun Alex menyentuh Misya,walau pun mereka tidur satu ranjang namun Alex selalu tidur dengan memunggungi Misya.
Kini Misya sudah duduk diatas tubuh Alex,tepat dibagian belalai miliknya.
Alex mendes*s tertahan,saat Misya mulai mengesekan bagian intinya yang masih terbungkus itu di atas belalai panjang miliknya.
''Jangan ditahan sayang,aku ingin mendengar suara s*ksi yang keluar dari bibirmu,''ucap Misya dengan nada sensualnya.
Alex yang memang kala itu hanya memakai boxer sangat menguntungkan bagi Misya,hanya dengan sekali tarik kedua kain itu sudah terlepas secara bersamaan.
Misya menatap tubuh Alex dengan penuh damba.
NEXT
__ADS_1
JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA!! AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA 🤗😘