
''Misya sebenarnya Saya dan Gladissa sudah menjalin hubungan sebelum kita bertunangan.''ucap Alex,dengan nada yang pelan.
Pengakuan yang keluar dari mulut Alex seketika membuat Misya membeku, hatinya terasa nyeri saat mendengar ucapan Alex,sungguh saat ini dirinya merasa dipermainkan oleh pria yang saat ini ada dihadapannya.
Namun belum hilang rasa keterkejutannya pada ucapan Alex,kini ia harus mendengar lagi ucapan yang tak kalah menusuk jantungnya,saat mendengar pengakuan yang membuat Misya benar-benar syok dibuatnya.
''Misya,sebenarnya Gladisaa itu adalah orang yang selama ini saya cari selama empat tahun terakhir,apa kah menurutmu setelah saya berhasil menemukannya saya akan melepasnya begitu saja?''
Misya terdiam saat mendengar ucapan Alex, rasanya lidahnya kelu,sungguh saat ini Misya benar-benar down.
''Jika memang kamu sudah menjalin hubungan dengannya sebelum kita bertunangan,kenapa kamu tidak menolak saat kedua orang tuaku memintamu untuk bertunangan dengan ku?''ucapnya lirih tanpa menatap Alex.
Seketika Alex terdiam,tidak mungkin rasanya ia mengatakan kalau pertunangan itu ada karna sebuah ancaman, yang ibunya lakukan pada Alex, pasti itu akan lebih menyakitkan lagi untuk Misya.
''Maafkan saya Misya.''
Hanya itu yang bisa Alex ucapkan saat ini pada nya.
Sejenak Misya memejamkan matanya,berharap semua ini hanya mimpi baginya,tapi itu hanya harapan yang tidak mungkin terjadi,sebab tidak mungkin juga kalau Alex akan mengarang cerita seperti ini.
''Pulanglah,aku butuh waktu sendiri!" ucap Misya.
Dan tanpa berkata lagi Alex pun segera keluar dari kamar Misya.
Diruang tamu,terlihat Kedua orang tua Misya sedang duduk bersantai,dan Alex yang melihat segera menyapa mereka.
''Siang tante, om,sapa Alex ketika sudah berada didepan mereka.
''Eh, Kiano ternyata benar kamu,habis ketemu Misya ya?''ucap Bagas.
''Iya om, kalau gitu saya permisi dulu om tante.''pamit Alex.
__ADS_1
''Kenapa cepat sekali mau pulang,kalian lagi baik-bail saja kan?''tanya Yanti menatap Alex penuh selidik.
''Kita baik-baik saja kok mah.''sambung Misya yang tiba-tiba turun dari kamarnya.
Alex terus menatap wajah Misya,wajah yang sangat berbeda saat didalam kamar tadi,apa kah saat ini Misya sedang menyembunyikan kesedihannya,pikir Alex.
''Aku akan mengantar Kia kedepan mah,pah.''ucap Misya sambil melangkah mendahului Alex.
Permisi om, tante, pamit Alex sekali lagi.
Kini mereka sudah berada diteras rumah Misya.
''Aku tidak akan menyerah, aku akan tetap memperjuangkan cinta kamu Kia,aku yakin suatu saat kamu akan menerima cintaku, dan aku juga tidak akan menyuruhmu untuk menjauh dari wanita itu,tapi aku juga minta kamu tidak akan memintaku untuk membatalkan pertunangan kita.''ucap Misya sambil menatap mata Alex dengan serius.
Sebenarnya Alex merasa sedikit keberatan, awalnya ia ingin Misya menyerah dan membatalkan pertunganngan ini setelah mengetahui kebenarannya, namun ternyata ia tetap keukuh ingin mempertahankan hubungan yang menurut Alex tidak sehat ini, namun Alex juga tidak tega untuk menyakiti perasaan Misya lebih dalam lagi.
''Saya pulang.''ucap Alex,tanpa menjawab ucapan Misya.
''Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan mu Kia, dan aku akan melakukan apa saja agar bisa memilikimu,termasuk menyingkirkan Gladis dari sisimu.''
Kini Alex memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya,rasanya pikirannya saat ini sedikit tak tenang,apa lagi saat Misya mengtakan bahwa dirinya tetap akn mrmperjuangkan cintanya,itu berarti tidak mungkin bagi Misya untuk membatalkan pertunangan ini.
Setelah sampai dirumah,Alex langsung menuju sofa,dan meyenderkan punggungnya disandaran sofa.
''Kia kamu kenapa?''tanya Kinara yang juga baru pulang.
Alex yang mendengar suara Kinara langsung menatap kearahnya.
''Mba Kinara kenapa tidak memberi tahu saya kalau Sasa dipecat dari sana?''ucap Alex sambil menatap wajah Kakaknya itu.
''Maaf, Mba juga tidak tau kalau Misya sudah memecat Gladis,saat itu mba juga kaget dan marah pada Misya,karna sudah memecat Gladis tanpa sepengetahuan mba, namun setelah Misya menjelaskan alasannya mba gk bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin juga bagi mba membela Gladis,sedangkan posisinya saat itu Gladis lah yang salah, maaf Kia bukan berati mba juga membenci Gladis,tapi jika posisi mba ada pada Misya pasti mba juga akan melakukan hal yang sama.''jelas Kinara,untuk memberi pengertian pada adiknya itu.
__ADS_1
''Awalnya mba juga cemas tentang Gladis,karna disini dia tidak mempunyai siapa-siapa,namun mba lega saat waktu itu tak sengaja mba melihat Gladis bersama Desta,mba yakin Desta bisa menjaga nya.''ucap Kinara tanpa sadar.
''Maksud mba Kinara,mba setuju kalau mereka berdua menjalin hubungan? begitu?''tanya Alex sambil menatap Kinara tajam.
Kinara yang merasa salah bicara memukul mulutnya pelan.
''Maksud mba,setidaknya Desta bisa mencarikan rumah sewa untuk Gladis tinggalin untuk sementara waktu.''jelas Kinara,yang tak ingin membuat adiknya itu salah paham.
Kinara bukannya tidak setuju tentang hubungan Alex dan Gladissa,hanya saja menurutnya hubungan mereka sangat rumit,apa lagi setelah Alex memutuskan untuk bertunangan dengan Misya pasti akan bertambah sulit bagi mereka untuk bersama,karna Kinara tau betul ,bagai mana sifat Misya,pasti dia tidak akan membiarkan miliknya direbut oleh orang lain apa lagi dia adalah Kiano,laki-laki yang sangat ia cintai sedari dulu.
Satu minggu sudah semenjak kejadian itu,Misya tak pernah datang menemui Alex yang seperti sering ia lakukan dulu.
Saat ini Gladissa sedang berada diruangan Alex,sambil menemani kekasihnya itu makan siang.
''Kamu beneran gk mau makan?''ucap Alex yang melihat Gladissa hanya duduk sambil memainkan ponsel miliknya.
''Aku masih kenyang kak,tadikan udah makan cake,''jelas Gladissa lagi.
***
DITEMPAT LAIN..
Saat ini terlihat Misya sedang berada disebuah salon kecantikan ternama dikotanya,selama seminggu ini Misya lebih sering menghabiskan waktunya disalon,dan juga berbelanja di mall.
Seperti saat ini Misya sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran yang terdapat didalam mall tersebut.
''Misya,''sapa seorang wanita yang berpenampilan s*ksi.
''Bella,ini kamu?''ucap Misya yang hampir tak percaya melihat perubahan dari temannya itu.
Setau Misya,dulu Bella adalah wanita yang selalu berpenampilan tertutup.
__ADS_1
''Kamu kok bisa berpenampilan seperti ini sekarang Bel?''ucap Misya sambil terus menatap kearah Bella.
''Aku merubah penampilanku seperti ini karna disekeliling suamiku banyak sekali pelakor,dan parahnya suamiku kemarin sempat menjalin hubungan dengan pelakor tersebut,tentu saja aku sebagai seorang istri merasa terhina karna didepan mataku sendiri aku melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain,makanya sejak saat itu aku bertekat untuk merebut kembali suamiku yang sudah menjadi hak ku ,ya... tentunya dengan merubah penampilanku jadi lebih menarik dimata suamiku, dan ternyata usahaku gk sia-sia,karna sejak aku merubah penampilanku,suamiku tidak pernah lagi terlihat dengan pelakor itu,bahkan sekarang dia lebih betah berada dirumah sekang.''jelas Bella panjang kali lebar.