
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam,telihat saat ini Desta sedang duduk disalah satu kursi yang ada dicafe tersebut, sebenarnya ia sedang menunggu kedatangan Gladis,namun sampai sekarang gadis itu belum juga datang.
Beberapa saat kemudian...
''Kak Desta,maaf sudah menunggu lama,''ucap Gladis yang merasa tidak enak.
''Gpp kok Dis,aku juga baru nyampek kok.''jawab Desta.
Alex yang tadinya hendak pulang,mengurungkan niatnya saat tiba-tiba matanya melihat sosok perempuan yang selalu mengisi hatinya saat ini sedang bersendau gurau dengan sepupunya itu.
Tak sengaja mata Gladis melihat sosok Alex yang tak jauh dari mereka, Gladis tau saat ini Alex sedang memperhatikan mereka,
''Kak Desta,apa kaka masih menyukaiku?..tanya Gladis yang pelan diakhir kalimatnya.
''Tentu saja, bahkan sekarang aku semakin menyukaimu.''terang Desta yang membuat Gladis tersipu mendengarnya.
''Ada apa Dis? apa sekarang aku sudah kamu ijinkan untuk memiliki hatimu?maksudku apa kamu sudah mulai membuka hatimu untuk menerimaku?''tanya Desta antusias.
''Iya kak,saya ingin memulai lagi hubungan yang baru,dan saya harap kak Desta bisa membuatku melupakan semua masa lalu ku yang buruk.''ucap Gladis yang sengaja berbicara sedikit keras agar Alex bisa mendengarnya.
''Jadi Sasa tidak main-main dengan ucapannya, ternyata ia berniat untuk mengganti posisiku dengan Desta,Sasa kamu tidak akan bisa menggantikan posisiku dengan Desta dihatimu,karna aku tau kalau dihatimu masih ada aku,dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun, tak kan ada yang bisa menggantikan posisi itu dari hatimu.''
Batin Alex yakin.Setelah itu ia memutuskan untuk pergi dari cafe.
Gladis melihat Alex yang langsung pergi begitu saja dari cafe.
''Gladis,jadi status kita sekarang pacaran?''tanya Desta.
''HAH?? kenapa kak?''tanya nya
''Kamu kenapa heem? apa ada masalah,katakanlah padaku! mungkin aku bisa bantu.''ucap Desta.
''Gk kok kak,saya gk punya masalah apapun.''jawab Gladis.
''Ok baiklah, jadi apakah sekarang status kita pacaran?''tanya Desta lagi memastikan.
''I iya,kak!" jawab Gladis,yang sebenarnya masih belum yakin dengan keputusannya sendiri.
''Dis,terima kasih ya,kamu sudah mau memberiku kesempatan untuk mencintaimu,aku tidak akan menjanjikan apa pun padamu, karna aku takut suatu saat aku tidak bisa memenuhi janji itu, dan pastinya akan membuatmu kecewa padaku,, tapi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu bahagia saat berada disisiku Dis.''ucap Desta,meyakinkan.
''Terima kasih kak Desta.''ucap Gladis.
__ADS_1
Sebenarnya niat awal Gladis menerima Desta hanya agar Alex tidak lagi mengganggunya dan juga tidak berharap apa pun lagi dari hubungan mereka yang memang sekarang sudah berakhir.
''Maafkan aku kak Desta,maaf karna sudah memanfaatkanmu.''
Ucap batin Gladissa.
Gladis berharap,dengan dirinya menerima Desta, semua akan jauh lebih baik untuk dirinya dan juga Alex,Gladissa tidak tau saja, kalau Alex akan menggila setelah ini.
***
Saat ini Alex sedang dalam perjalanan pulang,pikirannya sangat kacau sekarang apa lagi saat mengingat ucapan yang keluar dari bibir Gladissa,yang mengatakan bahwa dia ingin memberi kesempatan untuk Desta,itu membuatnya benar-benar frustasi.
Alex yang tadi awalnya ingin pulang,sekarang malah berbalik arah menuju club milik Brayen.
Kini mobil Alex sudah terparkir didepan club tersebut, namun sepertinya belum ada tanda-tanda kehidupan disana,, jelas saja, karna jam masih menunjukan pukul tujuh malam,biasanya club akan ramai di jam-jam sembilan keatas.
''Maaf pak,cari siapa?,soalnya didalam belum ada tamu yang datang.''jelas satpam tersebut,yang mengira Alex sedang mencari seseorang.
''Saya mencari Brayen,apa dia ada?''tanya Alex.
''Oh pak Brayen belum datang pak,biasanya dia akan datang pukul delapan malam.''ucap satpam lagi.
Walaupun sedikit ragu,namun satpam itu akhirnya mengannguk,dan mempersilahkan Alex masuk kedalam.
Alex duduk disebuah sofa yang ada dipojok ruangan,ia memperhatikan ruangan yang memang belum ada tamu lain selain dirinya,hanya ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan ruangan tersebut,dan mengelap meja-meja bar tersebut.
''Eeh,lihat tuh ada cowo cakep.''ucap salah satu pelayan tersebut pada temannya.
''Iya, cakep banget malah,tapi sepertinya dia lagi galau tuh.''tebak pelayan yang lain.
''Kamu benar,wajah nya kelihatan sangat kusut,eeh mending kamu deketin gih mana tau nyantol, loe kan cantik montok lagi.''ucap pelayan tersebut memberi ide pada temannya.
''Gue sih mau-mau aja, tapi takut kena semprot,biasanya yang kayak gitu, tidak mungkin mau digoda.''ucap nya.
''Iya sih,gue masih ingat dulu,ada cowo yang kayak dia ini gue deketin,niat hati sih ingin menghibur,eehh,,malah kena usir.''jelas pegawai itu,saat mengingat kejadian yang menimpanya.
Tepat jam delapan Brayen pun sampai di club miliknya,setelah memarkirkan mobilnya ia segera melangkahkan kakinya menuju club tersebut.
Saat hendak masuk,tiba-tiba,seorang satpam memanggilnya.
''Pak didalam ada yang menunggu bapak,''jelas satpam itu.
__ADS_1
''Siapa?wanita?''tanya Brayen lagi.
''Bukan pak,dia laki-laki dan dia sudah datang dari satu jam yang lalu,''jelas satpam itu lagi.
''Siapa ya?!" gumam Brayen.
''Yasudah pak kalau gitu saya masuk dulu.''ucap Brayen yang diangguki pak satpam itu.
Mata Brayen menyapu seluruh ruangan yang masih terlihat sepi,hanya ada beberapa pengunjung saja yang baru datang.
''Alex,''gumam Brayen saat melihat temannya itu sedang duduk sambil meneguk minuman beralkohol.
Brayen melangkah mendekati temannya tersebut.
''Lex,apa masalah apa?tumben jam segini loe sudah mabuk?''tanya Brayen yang kini sudah mendudukan tubuhnya disambil Alex.
''Sasa Bray,''ucap Alex.
''Sasa kenapa?apa terjadi sesuatu pada nya?''tanya Brayen.
''Iya,sesuatu yang membuat hati saya sakit.''jelas Alex.
Brayen mengerenyitkan dahi saat mendengar ucapan Alex,yang masih belum dapat ia cerna.
''Sasa,dia tadi sudah resmi menjadi kekasih Desta.''ucap Alex dengan tatapan sendu.
''Loe yakin?saat ini mereka sudah resmi jadian?''tanya Brayen memastikan.
''Iya,bahkan saya dengar sendiri dari mulutnya,saat dia berkata ingin jadi kekasih Desta.''ucap Alex lagi.
Entah kenapa,hari ini Alex begitu banyak bicara,tidak seperti biasa yang sangat irit bicara, mungkinkah karna pengaruh alkohol yang diminumnya?
''Sudahlah,sebaik loe terima saja! lagi pula kalau kalian memang berjodoh pasti tetap akan bersama apa pun halangannya.''ucap Brayen menasehati.
Brayen melihat minuman yang berada diatas meja.
''Apa dia yang meminum ini semua?!" gumam Brayen,saat melihat tiga botol ukuran kecil sudah habis dan berserakan di atas meja.
''Lex,loe sudah terlalu banyak minum, sebaiknya gw antar pulang.
TBC
__ADS_1