Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Acara Pertunangan Misya 1


__ADS_3

Alex menatap Gladissa yang kini sedang duduk disampingnya.


Saat ini Gladissa hanya memakai pakaian tidur berbahan satin, hingga Alex bisa melihat samar-samar br* berwarna hitam milik kekasihnya itu.


Tiba-tiba Alex menghembuskan nafas panjang, yang membuat Gladissa mengerutkan dahi.


"Kamu kenapa Kak? kok menghela nafas sampe kayak gitu sih?tanya Gladissa.


''Gpp kok,oya apa kamu tinggal sendirian disini?''tanya Alex sambil memperhatikan tempat tinggal Gladissa


''Iya,tapi disebelah ada teman-teman satu kerjaan kok!'' jelas Gladis yang mengerti maksud ucapan Alex,karna Gladissa tinggal sendiri disitu.


''Oya Sa,gimana kabar ibumu?''tanya Alex lagi.


''Baik kak, kemarin malam aku habis nelpon ibu,dia bilang sekarang dia tinggal bersama bibikku ,karna kebetukan bibik juga tinggal sendiri,jadi ibu menyuruh bibik untuk tinggal bersamanya biar gk terlalu kesepian kata ibu.''jelas Gladissa.


Alex mengangguk paham.


''Baguslah,jadi mereka bisa saling menjaga,dan kamu juga bisa lebih tenang!" ucap Alex.


''Iya kak Alex benar, aku tidak perlu terlalu khawatir sekarang,karna ada bibik yang jagain ibu sekarang.''ucap Gladissa lagi.


Alex menatap wajah kekasihnya sambil menggenggam kedua tangannya.


''Sasa,kamu taukan kalau aku sangat mencintaimu?''ucap Alex.


Dan Gladissa menggangguk sebagai jawaban.


''Jika nanti aku melakukan sebuah kesalahan apa kamu mau memaafkan aku?''tanya Alex lagi.


''Tentu saja, lagi pula semua orang pasti akan melakukan kesalahan,mau itu sengaja ataupun tidak disengaja,kak,, intinya tidak ada seorang manusiapun yang luput dari kesalahan termasuk aku!" ucap Gladissa sambil membalas genggaman tangan Alex.


''Sasa maukah kamu berjanji satu hal sama aku?''ucap Alex.


''Apa???''tanya Gladissa singkat.


''Apa pun yang terjadi nanti, dan jika aku melakukan kesalahan padamu ku harap kamu tidak membenciku? dan yang terpenting kamu harus tau ,kalau aku sangat mencintaimu sasa, dan hanya kamu yang akan selalu ada dihati ku dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun.''ucap Alex sambil menatap mata Gladissa.


Gladissa membalas tatapan mata Alex,disana ia melihat kegelisahan,dan juga ada kesedihan yang terpancar dimatanya.


''Apa kak Alex ada masalah?''tanya Gladissa.

__ADS_1


Alex menggeleng cepat sebagai jawaban.


''Aku hanya ingin kamu berjanji Sa?''tanya ulang Alex.


''Iya, tentu saja kak, aku akan memaafkan kesalahanmu jika nanti kelak kamu melakukan kesalahan, tentu saja karna aku juga sangat mencintaimu,''ucap Gladissa sambil membelai wajah Alex.


''Terimakasih!"ucap Alex sambil membawa Gladissa kedalam pelukannya.


''Meskipun aku tau,kamu tidak akan mungkin memaafkan ku Sa!''


Batin Alex,sambil memeluk erat kekasihnya tersebut.


''Apa yang terjadi pada kak Alex? kenapa dia jadi melow seperti ini apa telah terjadi sesuatu padanya?''


Batin Gladissa.


''Kak,kalau kak Alex ada masalah cerita aja sama aku,sapa tau aku bisa bantu kamu!" ucap Gladissa.


''Gimana aku mau cerita sama kami Sa,sedangkan masalahnya adalah aku yang harus bertungan dengan Misya,aku tidak mau sampai tante Yanti menyusahkanmu nanti, apa ladi sampai melukaimu!"


Batin Alex.


''Yasudah kalau gitu aku pulang ya,sudah larut malam,kamu juga pasti capek kan?''ucap Alex,sambil melerai pelukan mereka.


''Kak, tapi aku masih kangen sama kamu,sebentar lagi ya pulangnya gpp kan? mau ya?''tanya Gladissa manja.


Alex mencubit gemes hidung mancung Gladissa, saat melihat tingkah manja kekasihnya itu.


''Baiklah,''ucap Alex sambil merangkul tubuh Gladissa.


''Kak, kakak jangan pernah tinggalin aku ya?aku sangat mencintai kak Alex, dan aku tidak tau jika kak Alex sampai pergi ninggalin aku,mungkin aku akan mati!" ucap Gladissa,yang membayangkan kemungkinan terburuk jika Alex sampai meninggalkannya.


''Kamu tidak boleh bicara seperti itu Sa,ingat ya ,,lain kali aku tidak mau mendengar kamu bicara sembarangan seperti itu lagi!" ucap Alex yang sudah memengang kedua bahu Gladissa.


''Tapi kak Alex harus janji dulu sama aku, kalau kakak gk akan pernah tinggalin aku! ucap Gladissa,sambil mengajukan jari kelingkingnya pada Alex.


''Apa harus seperti ini?''tanya Alex sambil menatap jari kelingking Gladissa.


''Harus dong! ini adalah sebagai janji bahwa kak Alex tidak boleh pergi meninggalkanku apaun yang terjadi, dan begitu juga denganku,aku tidak akan pernah meninggalkan kak Alex apaun masalahnya.''ucap Gladissa mantap.


''Ayo kak, apa kakak ragu? atau jangan-jangan kak Alex ada niat untuk meninggalkan aku iya?''ucap Gladissa sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


''Tidak, baiklah kakak berjanji!" ucap Alex sambil memaksakan tersenyumnya.


''Yasudah,kalau gitu ayo, mana jari kelingking kakak?'' tanya Gladissa.


Dengan ragu Alex mengangkat jari kelingkingnya keatas.


''Iihh,,lama banget sih kak!" protes Gladissa yang langsung menarik tangan Alex,lalu segera menyatukan jari kelingking mereka.


''Janji ya,kak Alex tidak akan pernah ninggalin aku apapun yang terjadi?''ucap Gladissa sambil menggoyangkan sedikit jari mereka yang masih menempel.


''I-iya,aku janji!" ucap Alex gugup.


''Nah gitu dong,''ucap Gladissa sambil tersenyum.


''Maafin aku Sa, mungkin kamu akan membenciku setelah ini!


SEBULAN KEMUDIAN ..


Malam hari ini dikediaman Misya sedang ramai dkkunjungi para tamu undangan,karna malam ini adalah malam pertunangan Misya dan juga Alex.


Di lantai atas,tepatnya dikamar milik Misya,Gladissa sedang membantu Misya untuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pertunangan Misya.


Dari membeli gaun,cincin dan lainnya,karna memang Alex menyerahkan semuanya pada Misya.


Awalnya Gladissa menolak,namun Misya terus memaksanya untuk menemaninya waktu itu,dan akhirnya Gladissa pun menyetujuinya.


''Oya acaranya mulai jam berapa Sya?''tanya Gladissa.


''Jam delapan Dis, kamu cepetan ganti juga sama gaun yang aku pilihkan kemarin buat kamu!" ucap Misya.


''Gk ah Sya, itu terlalu bagus buat aku,aku pakai baju ini saja!" ucap Gladissa sambil menunjuk baju yang ia gunakan.


''Jangan dong, kamu itu kan pendamping aku nanti diacara itu,pokonya kamu harus pakai ini! udah sana ganti! aku tunggu disini.''ucap Misya sambil mendorong tubuh Gladissa kekamar mandi sambil menyerahkan gaunnya.


Saat mereka berbelanja kemarin di Mall, Misya memang membelikan sebuah gaun untuk Gladissa,sebagai tanda terimakasih darinya,karna Gladissa sudah mau menemaninya selama tiga hari ini.


Awalnya Gladissa menolak,karna memang harga gaun itu cukup mahal baginya.


Sedangkan Misya sendiri memilih gaun dari hasil rancangan calon kakak iparnya sendiri yaitu Kinara.


Gladissa keluar dari kamar mandi dengan gaun yang sudah melekat indah ditubuh nya.

__ADS_1


''waahh,,kamu cantik banget Dis,, tukan ku bilang juga apa? kamu itu pasti cantik saat menggunakan gaun ini.''ucap Misya tersenyum.


__ADS_2