
Rina terus berusaha membujuk suaminya agar tak terlalu bersikap keras pada Alex,meskipun sebenarnya Rina merasa ada sesuatu yang disembunyikan Alex pada keluarganya.
Sedangkan Alex,setelah masuk kekamarnya ia langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya.
''Apa yang harus aku lakukan sekarang?kenapa aku bisa begitu ceroboh,bagai mana aku akan menghadapi Sasa nanti jika dia bertanya tentang ini,jika memang benar aku telah melakukannya dengan Misya,aku harus tetap bertanggung jawab padanya.''
Batin Alex.
Walau pun Alex tidak mencintai Misya,namun jika memang ia telah melakukan hal yang dikatakan oleh Misya, maka ia akan tetap bertanggung jawab,walau bagai man pun Alex bukan tipe laki-laki yang suka mempermainkan wanita jika ia berani melakukan sesuatu maka ia akan mempertanggung jawabkannya.
***
Saat ini Gladissa sudah bersiap-siap,karna hari ini ia memutuskan untuk kembali bekerja di cafe,sekalian ia juga ingin mengetahui kabar Alex,karna sejak semalam ia selalu gelisah memikirkan pujaan hatinya itu dan takut terjadi sesuatu pada nya.
Setelah mengunci pintu rumahnya Gladissa segera berjalan kedepan untuk mencari taksi,karna memang rumah yang ia tempati kira-kira seratus meter dari jalan raya.
Setelah berada dipinggir jalan,Gladissa langsung menyetop taksi, sepanjang perjalanan Gladissa terus melamun,entah apa yang ada dipikiran gadis itu sekarang,yang pasti ia merasa bahwa hatinya saat ini sangat gelisah.
Tak terasa taksi yang membawanya kini sudah sampai di tempat tujuan,dan berhenti tak jauh dari pintu utama cafe.
Sang supir merasa heran,sebab penumpang taksinya tak kunjung turun,hingga saat ia menoleh kebelakang ternyata pak sopir melihat bahwa penumpangnya itu sedang melamun.
''Neng! maaf neng kita sudah sampai.''ucap pak sopir,yang seketika membuat Gladissa tersadar dari lamunannya.
''Hah..kita sudah sampai ya pak,kenapa bapak tidak bilang sama saya,''ucap Gladisaa.
''Saya pikir eneng sudah tau tadi,eehh ternyata pas saya liat tadi nengnya melamun.''jelas pak supir tersebut.
''Iya pak,maaf ya pak.''ucap Gladisaa yang merasa tidak enak.?
''Iya neng tidak apa-apa.''ucap sang supir.
__ADS_1
Setelah membayar Gladissa pun segera turun dari taksi tesebut,dan langsung masuk menuju cafe.
Dari jauh Bisma melihat kedatangan Gladissa, ia pun segera melangkah menuju gadis itu.
''Gladis,''sapa Bisma dengan senyum khasnya.
''Haii kak Bisma apa kabar?''tanya Gladissa.
''Baik,kamu apa kabar ?dan selama seminggu ini kemana kok gk masuk kerja?''tanya Bisma.
''Iya kak,kebetulan saya beberapa hari ini memang tidak enak badan,makanya tidak bisa kerja.''ucap Gladissa,sedikit beralasan.
''Oh,tapi sekarang sudah sehat kan?
''Seperti yang kak Bisma lihat.''jawab Gladisaa sambil tersenyum.
''Yasudah kak,saya kebelakang dulu ya mau ganti baju,''ucap Gladissa yang diangguki oleh Bisma.
Tak terasa hari sudah menjelang sore,namun tak ada tanda-tanda Alex akan datang ke cafe,Gladissa juga disetiap ada kesempatan selalu melihat kearah pintu utama cafe,berharap Alex akan datang dan masuk menuju pintu itu,namun sampai saat ini tidak ada tanda kedatangannya. ada sedikit rasa penyesalan dihati Gladissa karna sudah berkata keras pada Alex, tetapi ia memang harus melakukan itu,agar Alex bisa cepat mengambil keputusan.
''Kak Bisma saya pulang dulu ya,''pamit Gladissa.
''Ok,hati-hati ya Dis,maaf gk bisa antar.''ucap Bisma.
''Iya gk masalah kak,lagi pula saya sudah pesan taksi online tadi.''jelas Gladissa.
Skip..
***
Sudah empat hari Gladissa kembali bekerja di cafe,namun sudah empat hari pula Alex tak pernah datang ke cafe miliknya tersebut,
__ADS_1
''Sebenarnya apa yang terjadi pada kak Alex,kenapa sudah empat hari ini dia tidak datang kesini, bahkan waktu tiga hari yang ku berikan pada nya juga dia tak menghiraukannya, apa jangan-jangan dia sakit.''
Batin Gladissa khawatir.
***
Saat ini dirumah kediaman Alex sudah berkumpul antara dua keluarga, Misya dan kedua orangtuanya sengaja datang untuk membicarakan tentang pernikahan Alex dan Misya,karna dua hari setelah kejadian dihotel kemarin Yanti dan suaminya datang kerumah untuk memberitahu masalah yang terjadi.
Yanti ingin Alex secepatnya segera bertanggung jawab atas perbuatannya pada Misya,kebetulan pada saat itu hanya ada Rina, sedangkan Jonathan sedang berada diluar kota saat itu, dan baru akan kembali dua hari lagi.Rina sangat kaget saat mengetahui bahwa putranya Alex bisa melakukan perbuatan rendah seperti itu, dan tentu saja Rina tidak percaya begitu saja,, karna ia mengenal Alex,, putranya itu tidak akan melakukan hal-hal yang bisa membuat keluarganya malu.
Namun setelah Rina bertanya dan mendengarkan langsung dari mulut Alex,barulah ia percaya , Rina sungguh tak menyangka bahwa Alex akan melakukan hal memalukan itu, sebagai seorang ibu,ia benar-benar kecewa pada putranya saat itu.
Pantas saja beberapa hari ini Rina merasa ada sesuatu yang disembunyikan Alex,ternyata ini masalahnya.
***
Dan sekarang disini lah kedua keluarga itu berkumpul untuk membicarakan masalah kedua anak mereka.
Saat ini Jhonatan terlihat sangat marah pada Alex, baru saja ia pulang dari luar kota untuk mengurus masalah disana,dan sekarang saat ia kembali kerumah Jo harus kembali dihadapkan tentang masalah baru lagi,bahkan masalah yang bisa dikatakan sudah mencoreng nama baik keluarganya.
''Kamu memang anak yang tidak bisa menjaga nama baik keluarga Alex,papa selalu memperingatkan mu,sebagai putra pewaris keluarga ALEXANDER kamu harus bisa menjaga nama baik keluarga kita,tapi apa sekarang yang kamu lakukan? bisa-bisanya kamu menodai tunanganmu sendiri,''ucap Jo berang.
''Om tolong jangan marah sama Kia, disini Misya juga salah,om Jo juga bisa marahi Misya.''ucap Misya.
''KALIAN ...!!!
''Baik lah kalau kalian berdua memang sudah tidak sabar, papa akan putuskan sekarang kalau minggu depan kalian berdua akan papa nikahkan!" jelas Jonathan tegas dan tak bisa dibantah.
Misya dan ibunya tersenyum senang, mendengar keputusan dari Jonathan karna sejak awal ini lah yang mereka inginkan.
Namun berbeda dengan Rina,ia sangat terkejut dengan keputusan yang diambil oleh suaminya,karna ia merasa minggu depan terlalu cepat, bukan karna dirinya tak menginginkan pernikahan itu,tapi karna Rina masih belum siap untuk berpisah dengan putranya Alex.
__ADS_1
Sedangkan Alex sendiri setelah mendengar keputusan papanya masih bergeming ia sama sekali tak menolak atau pun mengiakan karna ia tau cepat atau lambat ini akan terjadi.
Bagi Alex sekarang adalah bagai mana cara ia harus menghadapi kemarahan Gladissa nanti,ia benar-banar tak bisa membayangkan bagai mana hancurnya hati Gladissa saat mengetahui berita ini nanti.