
Tanpa mereka sadari, ada sosok Rina yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
''Apa-apaan mereka?jadi tadi malam memang aku tidak salah lihat,jika tadi malam yang keluar dari kamar tamu adalah Kiano. tapi kenapa saat bersama gadis itu Kiano bisa selepas itu,dan ia juga bisa tersenyum bersama gadis itu,tapi ketika saat bersama dengan Misya, Kia begitu dingin dan acuh,apakah ini membuktikan kalau sebenarnya kebahagian Kiano ada pada Gladis,tapi tetap saja yang mereka lakukan itu salah,karna saat ini Kia adalah tunangan Misya.''
Batin Rina.
Memang sejak seminggu yang lalu Gladissa memutuskan untuk kembali menerima cinta Alex,walau pun sebenarnya ia tau, bahwa Alex sudah bertunangan,dan Gladissa pun sadar sebenarnya keputusan yang ia ambil adalah keputusan yang salah,yang nantinya akan membuatnya sakit hati,dan tentunya juga akan membuat orang disekelilingnya menjadi benci padanya termasuk Misya,orang yang selama ini selalu berbaik hati padanya.
Namun Gladissa juga tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, kalau ia masih sangat mencintai Alex dan tak mau kehilangan cintanya itu lagi.
Katakan lah dirinya egois, tapi apalah daya,dan Gladissa juga sudah memantapkan dirinya untuk melangkah kedepan dan tidak mungkin lagi baginya untuk mundur. dan jika suatu hari nanti dirinya benar-benar sudah tak sanggup untuk melanjutkan hubungan ini,mungkin ia akan menyerah dan melepaskan semuanya,termasuk cintanya pada Alex.
***
Dikediaman keluarga Misya,saat ini Misya dan kedua orang tuanya sedang makan siang bersama disuatu restoran.
''Oya sayang,gimana hubunganmu dengan Kiano?''tanya Yanti,disela-sela makannya.
''Biasa aja mah,''ucap Misya malas.
Yanti melihat anaknya yang tiba-tiba tak bersemangat saat ia menanyakan hubungannya dengan Alex.
''Kamu kenapa sayang?apa Kia menyakitimu?''tanya Yanti lagi.
Bagas yang saat ini sedang berada diantara istri dan putrinya itu hanya menjadi pendengar tanpa ingin mengomentarin mereka,atau pun ikut campur.karna dari awal Bagas memang tidak setuju akan pertunangan ini karna ia tau kalau Alex tak pernah mencintai putrinya itu,namun sang istri terus memaksa,dengan alasan untuk kebahagiaan anak mereka,dan akhirnya mau tak mau Bagas pun menyetujuinya.
***
Setelah pulang dari mengantarkan Gladissa pulang kerumahnya,Alex juga langsung pulang menuju kediaman orang tuanya.
Alex melangkahkan kakinya sambil bersenandung ria,dan itu tak luput dari perhatian Rina,yang sejak tadi memang sedang menunggu kedatangan Alex.
Saat Alex hendak menuju kamarnya tiba-tiba suara Rina menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Kia bisa kita bicara?''ucap Rina yang saat itu lagi duduk diruang keluarga.
Kia mengangguk kemudian melanglah mendekati ibunya.
Rina menatap wajah putranya lekat hingga membuat Alex mengkerutkan keningnya.
''Apa ada yang aneh dengan wajah saya?''tanya Alex yang kembali dengan mode datarnya.
Rina menghela nafas berat.
''Sayang bisa kah kamu memperlakukan mama seperti kamu memperlakukan Gladis?''ucap Rina.
''Maksud mama?''tanya Alex yang kini sudah menatap wajah ibunya.
''Mama ingin kamu juga bersikap mabis pada mamamu ini, mama tau ,,saat ini kamu sedang menjalin hubungan sama Gladis kan?''tambah Rina lagi.
''Dengar sayang, sebenarnya mama sangat bahagia jika putra mama sudah menemukan pujaan hati yang bisa membuatmu bahagia,tapi kamu juga harus ingat posisimu sekarang ini adalah tunangan Misya ,mama gk mau kalau anak mama jadi orang yang jahat, dengan mematahkan hati dari kedua gadis itu,karna salah satunya pasti akan ada yang tersakiti,baik itu Misya atau pun Gladis.
''Sebaiknya kamu pikirkan baik-baik,dan memilih siapa gadis yang akan mendampingimu kelak,jikalau pun kamu memilih Gladis,mama tidak akan keberatan biar nanti mama yang bicara pada tante Yanti dan juga Misya,agar mereka mau mengerti dan jika kamu memilih Misya,sebaiknya kamu lepaskan Gladis,''ucap Rina bijaksana.
''Saya kekamar dulu mah,''ucap Alex yang tadi hanya menyimak ucapan ibunya tanpa menjawab atau pun menyela ucapan Rina.
Rina hanya bisa berharap,semoga Alex bisa memutuskan yang terbaik untuk hidupnya.
Didalam kamar,Alex memikirkan ucapan mamanya Rina,bagai mana pun yang dikatakan ibunya itu ada benarnya,tidak mungkin dirinya terus menjalin hubungan pada kedua gadis tersebut,ia harus memilih salah satu dari mereka.
''Aarrgghh...''ucap Alex mengacak rambutnya prustasi.
''Apa yang harus aku lakukan.''gumam Alex yang merasa putus asa.
KEESOKAN HARINYA..
Gladissa dan teman-temannya sedang melakukan aktivitas seperti biasa,namun tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya datang kebutik mereka.
__ADS_1
Dan Gladissa ternyata juga mengenal wanita itu,Gladissa tersenyum saat wanita itu menatap kearahnya.
''Siang tante,''sapa Gladissa ramah.
''Apa kamu sibuk? ada sesuatu yang ingin saya bicarakan sama kamu.''ucap wanita itu langsung.
Gladissa menatap Lastri sebentar,kalu pandangannya kembali pada wanita itu.
''Maaf memangnya tante ingin bicara apa ya?''tanya Gladissa penasaran.
''Bagai mana kalau kita bicara diluar saja.''
''Baiklah,tapi saya tidak bisa terlalu lama ya tante,soalnya saya masih ada pekerjaan,''
''Hhmm,,''ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah Yanti,ibu dari Misya.
Ketiga temannya hanya saling pandang,saat Gladissa pergi dengan wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu.
Kecuali Reni,yang merasa tidak perduli sama sekali,karna baginya Gladissa bukan temannya,karna Reni sangat tidak menyukainya,maka apapun yang berhubungan dengan Gladissa Reni tidak akan perduli sama sekali.
''Itu bukannya mamanya mba Misya ya?'' ucap Lastri
''Masa sih,untuk apa dia bertemu dengan Gladis?''ucap Uut yang mulai kepo.
''Iya,bener kamu Las,aku juga pernah melihat nya waktu dia datang kesini bersama mba Misya,''sambung Lina.
Kini Gladissa dan ibunya Misya sudah berada di cafe yang ada diseberang butik tempatnya bekerja.
''Sebenarnya ada apa ya tante?apa ada hal yang penting?''tanya Gladissa langsung,karna ia juga merasalan penasaran.
Yanti tersenyum sinis,saat Gladissa menanyakan tentang keinginannya bertemu dengan Gladissa.
''Baiklah langsung saja,saya ingin kamu menjauhi tunangan anak saya Misya, kamu ini temannya kan??? tapi kenapa ya,, kamu sampai tega menusuk Misya dari belakang?!' ucap Yanti, yang seketika membuat hati Gladissa terasa nyeri,
__ADS_1
''Dengar??? jangan kamu pikir saya tidak tau kelakuan kamu dibelakang anak saya Misya, saya tau kamu berhubungan kan dengan Kiano?Hhehh..saya tidak menyangka dibalik wajahmu yang polos ternyata kamu adalah seorang pelakor.''ucap Yanti sambil menekankan kata pelakor.