Tunanganmu Adalah Kekasihku

Tunanganmu Adalah Kekasihku
Maafkan Aku!


__ADS_3

HAPPY READING..


Gladis menatap wajah Alex yang hanya berada satu jengkal dari wajahnya,


''Boleh kah?tanya Alex dengan suara lirih.


''Lakukanlah,jika ini bisa membuatmu puas kak,silahkan ambil semua yang aku punya, lalu setelah ini ambillah juga nyawaku.''ucap Gladis,yang membuat jantung Alex seketika berdenyut nyeri saat mendengarnya.


Alex sadar,wanita yang saat ini ada dibawah kukungannya telah putus asa, Alex menarik diri dari Gladis, lalu duduk diatas tempat tidur,sambil mengusap wajahnya kasar,,ia baru menyadari kebodohannya sekarang, kenapa dirinya bisa sangat egois seperti ini,selama ini ia tak bisa memberikan kebahagiaan pada wanita yang ia cintai,bahkan selalu kesedihan yang dilihatnya dimata Gladis,lalu sekarang apa? apakah dirinya juga mau mengambil harta satu-satunya milik Gladis,jika benar sungguh dia akan menyesalinya seumur hidup,karna nantinya akan menambah penderitaan Gladis.


''Bangkitlah!! pinta Alex pada Gladis yang saat itu masih,tergeletak diatas tempat tidur.


Gladissa segera bangkit dari tidurnya,lalu mendekat kepada Alex.


''Maaf kan Aku Sasa, aku tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini,aku takut aku akan kehilanganmu jika aku tidak melakukannya.''jelas Alex sambil memeluk Gladis.


''Lalu apa kamu pikir aku akan tetap berada di sisimu karna kamu sudah mendapat kan semuanya dariku? kalau begitu cara berpikirmu kamu salah besar kak, justru aku akan semangkin membencimu jika kamu melakukan semua itu padaku.''ucap Gladis sambil menatap mata Alex.


Alex membuang pandangannya dari Gladis,rasanya ia tak sanggup menatap netra itu yang selalu dipenuhi dengan kesedihan


''Tidurlah,ini masih terlalu pagi untuk beraktivitas!" ucap Alex sambil beranjak dari tempat tidur.


Namun tiba-tiba tangan Gladis menahan tangan Alex,hingga membuat Alex menatap kearahnya.


''Tidurlah denganku disini!" pinta Gladis sambil menatap wajah Alex.


Kemudian Alex pun mengangguk,dan segera masuk kedalam selimut yang sama dengan Gladis,dan akhirnya mereka pun tertidur hingga pagi menjelang tanpa melakukan apapun.


Tepat jam delapan Gladis terbangun dari tidurnya,ia meraba sisi tempat tidurnya dengan mata yang masih terpejam, namun ia tak mendapati sosok yang ia cari,akhirnya Gladis pun membuka matanya.


''Kak Alex mana?''gumam Gladis.


Gladis turun dari tempat tidurnya,dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya,karna semenjak perbuatan yang Alex lakukan tadi malam,ia tidur hanya menggunakan pakaian dalamnya saja,begitupun dengan Alex.


Gladis menghembuskan nafasnya berat,setelah tak menemukan Alex dimanapun, lalu ia kembali duduk disisi ranjangnya sambil mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Alex baru sampai dikediamannya,setelah sebelumnya tadi ia sempat berganti pakaian,Alex hampir lupa kalau didalam mobilnya ia selalu menyiapkan satu set pakaian untuk jaga-jaga,jika terjadi sesuatu seperti contoh tadi malam.

__ADS_1


Kinara yang saat itu kebetulan sedang berada diruang tamu melihat kedatangan Alex,dengan wajah yang sedikit lesu.


''Kamu kenapa Kia?kok wajahmu lesu gitu ada masalah ya di cafe?oya, terus kamu tidur dimana tadi malam?''tanya kinara.


''Tidak ada mba hanya lelah saja, dan tadi malam saya memang tidur dicafe,''bohong Alex,karna tak mungkin juga baginya untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


''Ya sudah sebaiknya kamu istirahat saja dikamar! sepertinya kamu sangat lelah.''ucap Kinara.


''Saya keatas dulu mba.''ucap Alex sambil berlalu.


Alex langsung membuka pintu kamarnya,dan mendapati Misya yang sedang duduk di kursi meja riasnya.


''Kia,dari mana saja kamu?kenapa kamu tidak pulang semalaman,dihubungi nomornya juga gk aktif.''ucap Misya.


Alex tidak menjawab,namun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


''Kia ! kia kamu kok gk jawab sih?''ucap Misya sambil menggedor pintu kamar mandi.


Didalam kamar mandi Alex mengguyur tubuhnya dengan air dingin, ia kembali mengingat kejadian tadi malam, yang hampir saja ia kembali melakulan kesalahan untuk kedua kalinya pada Gladis.


''Apakah aku akan benar-benar harus melepaskan kamu Sa,rasanya aku tidak rela,seandainya suatu saat aku melihatmu bersama pria lain.''gumam Alex.


***


Tak lama gojek yang ia pesan pun tiba, dan segera melangkah menuju dimana saat ini sang gojek berhenti.


Dua puluh lima menit kemudian,Gladis pun sampai ditempat tujuan.


Setelah membayar ongkos,Gladis segera memasuki cafe tersebut.


''Haii Dis,baru nyampek?''tanya Vega.


''Seperti yang kamu lihat,''jawab Gladis.


''Yang lain mana Ve?kok gk keliatan?''tanya Gladis,sambil matanya mencari sosok teman-temannya.


''Dibelakang sedang ganti baju,''jelas Vega.


''Oh, yasudah saya kebelakang dulu ya,''ucap Gladis sambil berlalu meninggalkan Vega.

__ADS_1


Jam dinding di cafe tersebut sudah menunjukan pukul sebelas siang,namun belum ada tanda-tanda Alex akan datang.


''Apa kak Alex tidak masuk kerja,''


Ucap batin Gladis.


''Woyy kok bengong? lagi melamunin apa sih?''tanya Vega kepo.


''Ck, kamu ini siapa coba yang lagi melamun,''cetus Gladis.


''Terus apa namanya kalau gk melamun? bengong?


''Kepo!" ucap Gladis yang langsung meninggalkan Vega.


''Iihh,, ngeselin banget sih ni anak,awas kamu ya Dis,entar kubalas kamu!" seru Vega.


Sedangkan Gladis hanya tersenyum saat menanggapi ancaman Vega yang menurutnya hanya gurauan saja.


***


Saat ini Alex sedang duduk bersantai di halaman belakang sambil memberi makan ikan mas peliharaan papanya.


Beberapa saat kemudian Misya datang mendekati Alex.


''Kia kamu belum jawab pertanyaanku dari mana saja kamu semalam?''tanya Misya yang masih belum mendapat jawaban dari Alex.


''Saya berada di cafe,karna hujan makanya saya tidak pulang.''jelas Alex.


Namun entah kenapa jawaban yang Alex berikan tidak membuat hati Misya puas.


''Kamu gk sedang bohongi aku kan Ki?


''Ya kalau kamu memang tidak percaya ya sudah,toh saya juga gk bisa maksa kamu untuk mempercayai saya kan?!" jelas Alex yang kembali melempar makanan ikan mas tersebut.


Misya mendengus sebel,dengan ucapan cetus yang selalu keluar dari bibir Alex.


''Kia,bisa gk sih kamu lembut sedikit saat bicara sama aku?aku ini istri kamu loh,aku juga mau seperti pasangan pada umumnya yang selalu terlihat mesra dengan suami atau istri mereka.''jelas Misya yang sudah mulai mengeluarkan unek-uneknya.


''Misya dengar?? dari awal saya sudah bilangkan agar jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini.''ucap Alex yang kini sudah menatap kearahnya

__ADS_1


''Iya aku tau,tapi bisakah kamu mencoba pelan-pelan untuk membuka hatimu untukku Ki?,kita ini sudah jadi suami istri,walaupun kamu belum mencintai aku,tapi setidaknya kamu harus memperlakukan aku layaknya istri kamu,bukan hanya pajangan saja!!


NEXT


__ADS_2