
Saat ini Alex dan Gladis sedang menikmati makanan mereka,namun tiba-tiba mata Gladis kembali melihat sosok pria yang sama,pria yang ia lihat tadi saat ditoilet yang tak lain adalah Desta.
''Mas itu kan kak Desta.''tunjuk Gladis saat sosok yang di maksud berjalan tak jauh dari meja mereka.
''Itukan wanita yang kemarin datang kerumah mas Alex kan?''tanya Gladis lagi sambil memperhatikan keduanya.
''Apa mereka sedang menjalin hubungan,''sambungnya lagi,membuat Alex mengerutkan dahi saat mendengar perkataan Gladis.
''Kamu cemburu?''tanya Alex datar,sambil menyeruput es teh miliknya.
''Apa cemburu?ya enggak lah kak.Aku hanya penasaran aja,kok bisa tiba-tiba kak Desta dekat dengan dia,apa mereka sebelumnya saling mengenal,''ucapnya
''Bisa jadi,om Gusti kan farner kerja diperusahaan papa,sedangkan Desta juga bekerja diperusahaan yang sama,bisa saja om Gusti mengenalkan mereka berdua.''jelas Alex,membuat Gladis mengangguk paham.
''Tadi aku sempat ketemu kak Desta waktu ditoilet,kupikir dia sendiri tadi.''ucap Gladis membuat Alex seketika menatap kearahnya.
''Kenapa tidak bilang?''tanya Alex.
''Hehe,,lupa mas!" jawab Gladis sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
''Kita samperin atau gimana mas?''
''Sepertinya kamu kangen banget ya dengan laki-laki itu?''tanya Alex yang mulai sedikit geram dengan Gladissa.
''Kok kak Alex ngomongnya sewot gitu,aku kan hanya tanya,''ucap Gladis yang kini tidak bernafsu lagi untuk melanjutkan makanannya.
Terlihat Alex menghela nafasnya kasar.Sepertinya gadis yang ada dihadapannya saat ini sedang ngambek,terbukti panggilannya terhadap Alex kembali berubah.
''Mas minya maaf,mas hanya tidak suka jika kamu terus membicarakannya,mas cemburu.''jelas Alex dengan suara yang pelan diakhir kalimatnya.
''Kak,emangnya kak Alex masih meragukan cintaku? apa kakak gk percaya dengan perasaanku sama kak Alex,makanya kakak sampai bicara seperti itu.''ucap Gladis sedih.
''Sayang hey dengar mas ya! mas itu gk pernah meragukan perasaan kamu sama mas.Mas tau kamu mencintai mas,begitu juga sebaliknya,yasudah mas minta maaf ya kalau perkataan mas buat kamu sedih.''ucap Alex
''Iya mas,aku juga minta maaf sama kakak,kalau secara tidak langsung udah buat kak Alex cemburu.Sesal Gladis
__ADS_1
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Kinara sedang berada didalam butik miliknya,hari ini dibutik mereka sedang ramai oleh pengunjung,apa lagi setelah Kinara sempat memposting setelan pakaian terbaik miliknya disosmed,tentu saja membuat para customer semangkin membludak.Hingga Kinara juga ikut turun tangan melayani pembeli.
Jam sudah menunjukan waktunya makan siang,namun terlihat pelanggan belum berkurang sedikitpun.
''Lina,sebaiknya kamu beli makan siang diluar untuk kita semua,sepertinya hari ini kita akan makan siang didalam toko deh.''ucap Kinara sambil memperhatikan pelanggan yang masih sibuk memilih-milih barang ditokonya.
''Baik buk.''ucap Lina setelah menerima dua lembar uang berwarna merah dari Kinara.
Sedangkan Kinara kembali melayani customer,jam satu lewat lima belas menit baru mereka semua bisa istirahat untuk makan siang.
''Rame banget pelanggan kira hari ini ya teman-teman,''ujar Uut yang diangguki oleh yang lainnya.
''Eh guys,kalian tau gk?hari minggu besok Gladis nikah lho,''ucap Lina,yang membuat kedua temannya menatap kearahnya termasuk Reni.
''Serius kamu Lina? kok Gladis gk kasih tau aku ya.''ucap Lastri sedikit kecewa.
''Udah gpp,yang pentingkan kita semua kan diundang.''ucap Lina,yang diangguki semuanya.
''Gk tau,dia juga gk ada cerita apa-apa sama gue tadi malam,dia cuma bilang kalau hari minggu kita disuruh datang untuk menghadiri pernikahannya,kalau gk salah acaranya diadakan di perumahan Resident yang ada dijalan xxx.''jelas Lina
''Loh bukannya itu perumahan elit ya?itukan perumahan dekat tempat tinggal buk Kinara.''jelas Uut.
''Waah,sepertinya teman kita yang satu itu dapat suami orkay''ucap Uut sengaja menyindir Reni,yang kala itu memasang telinga lebar-lebar.
Sedangkan diruangan Kinara,wanita itu sedang menatap layar ponsel miliknya.Ia memandang poto pernikahannya yang dijadikan walpaper dilayar persegi panjang itu.
''Kamu sedang apa mas?apa kamu sebegitu marahnya sama aku,hingga sampai saat ini kamu tidak memberi kabar sama aku.''gumam Kinara lirih.Kinara yang tadinya begitu lapar,entah kenapa tiba-tiba tidak berselera makan, saat kembali teringat permasalahan antara dirinya dan Bisma.
Sementara itu Gladis dan Alex sedang berada disebuah toko perhiasan,kebetulan pemilik toko tersebut adalah tempat langganan keluarga mereka.
''Selamat datang mas dan mba nya,ada yang bisa saya bantu?''ucap pegawai toko perhiasan tersebut ramah,,bahkan matanya menatap Alex tak berkedip,Gladis yang kebetulan melihat itu berdecak kesal.
''Ekhem,,mba kami kesini mau pesan cincin pernikahan untuk saya dan calon suami saya,yang sekarang orangnya ada disamping saya!" ucap Gladis penuh penekanan disetiap kata-katanya.
__ADS_1
''Oh,i-iya mba mari silahkan sebelah sini.''ucap pegawai tersebut,ia merasa malu karna sudah tertangkap basah memandangi calon suami orang.
Sedangkan Alex nampak mengulum senyun,saat mengetahui calon istrinya ini sedang merasa cemburu.
Disaat Gladis asik memilih cincin,tiba-tiba datang seorang lelaki paruh baya dari arah dalam ruangan sambil membawa sebuah kotak persegi panjang.
''Mas Alex apa kabar? maaf sudah menunggu lama.''ujar pria tersebut.
''Tidak apa-apa pak Pelix kami juga baru sampai.''jawabnya.
''Oya ini pesanan yang anda minta,''ucap pria paruh baya tersebut sambil menyerahkan kotak yang tadi sempat ia bawa.
Namun nampaknya Gladissa belum menyadari itu,karna sepertinya gadis itu masih asik memilih-milih cincin yang ada dihadapannya saat ini,hingga matanya terlihat berbinar saat memandang sepasang cincin yang nampak sederhana namun terkesan mewah.Yang disalah satu cincinnya terdapat permata berwarna biru muda.
''Mas Alex lihat deh, indah banget,aku mau yang ini aja boleh mas?''tanya Gladis,sambil matanya tak lepas dari sepasang cincin tersebut.
''Tentu saja ! mba,tolong dibungkus yang itu!" ucap Alex.
''Baik mas.''jawab pegawai toko tersebut,namun saat wanita itu hendak membawa sepasang cincin tersebut tiba-tiba Gladis mencegahnya.
''Mba! mba,sebentar!" ucap nya tiba-tiba,membuat Alex mengerutkan dahi.
''Ia mba,''ucap pegawai wanita tersebut.
''Eem,gini itu saya mau tanya, kira-kira harga cincinnya berapa ya?''tanya Gladis pelan.
''Sepasang cincin ini harganya tiga ratus sembilan puluh lima juta mba.''jawab wanita tersebut,membuat Gladis membuka lebar mulutnya,namun segera ia tutup dengan cepat menggunakan kedua tangannya.
''Mahal sekali,kalau gitu gk jadi deh mba.''ucap cepat Gladis.
''Mba gpp bungkus saja!" ucap Alex tiba-tiba.
''Mas tapi itu mahal banget loh...
NEXT
__ADS_1