
''kak Alex kok masih disini sih?sana keluar aku mau pakai baju!" ucap Gladissa sambil sedikit meninggikan suaranya.
''Kenapa??kamu malu? kan tadi aku sudah melihat semuanya lalu kenapa kamu harus malu hmm?''ucap Alex sambil melangkah menuju Gladissa.
''Kakak iih,, bahasanya vulgar banget,udah sana cepetan keluar aku mau pakai baju!" ucap Gladissa lagi.
''Iya,''ucap Alex singkat sambil melangkah kan kakinya menuju pintu.
''Huuhh,dasar mesum,''gumam Gladissa setelah Alex keluar.
Setelah berpakaian lengkap,Gladissa segera keluar dari kamarnya.
''Kemana dia?''gumam Gladissa karna tidak melihat keberadaan Alex dirumahnya.
''Dasar kak Alex,seenaknya saja datang dan pergi dari sini!" gerutu Gladissa.
Saat ini Alex sedang berada di dalam taksi,setelah mendapatkan telpon dari sang Papa, Alex langsung pulang kekediamannya, karna terburu-buru Alex sampai lupa memberitahu pada Gladissa tentang kepulangannya.
Kini taksi yang ditumpangi Alex sudah berada dihalaman rumah nya,setelah membayar Alex langsung masuk menuju rumah.
''Dari mana saja kamu Kiano? kenapa tidak pulang kerumah!" ucap suara bariton yang tak lain adalah Jonathan.
''Papa, Kia kan baru pulang masa udah dimarahin,lagian diakan anak laki-laki ,mama yakin bahwa Kia bisa menjaga dirinya,''ucap Rina.
''Ma,kamu selalu saja membela anakmu ini,''protes Jo.
''Anak papa juga,''ucap Rina.
Alex yang mendengar memutar matanya jengah,saat menyaksikan drama kedua orangtuanya.
''Ada apa papa menyuruhku pulang?'' tanya Alex datar.
''Kiano bisa gk sih kamu ngomongnya lembut sedikit?''ucap Rina yang selalu melihat anaknya yang satu ini selalu bicara pada intinya saja.
''Duduklah!" perintah Jo.
Alex pun segera duduk dihadapan orangtuanya.
''Kia,papa ingin kamu ikut andil dalam mengurus perusahaan kakek!" ucap Jo sambil menatap Alex.
''Saya tidak berminat,''jawab Alex singkat jelas dan padat.
''Tapi papa ingin kamu yang menggantikan posisi Direktur,''jelas Jonathan.
''Serahkan saja pada Desta,bukankah sekarang dia akan segera bekerja diperusahaan.''ucap Alex.
''Mana mungkin papa akan membiarkan Desta mengambil alih posisi itu,dia hanyalah cucu angkat kakek.''ucap Jo.
''Mas,''panggil Rina saat Jo sudah mulai emosi.
__ADS_1
''Tapi dia lebih berpengalaman dariku,dan yang pasti dia juga sama-sama cucu kakek.''ucap Alex sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
''Kiano!!! papa belum selesai bicara!" dasar anak itu selalu saja seperti itu jika diajak bicara.gerutu Jo.
''Sudah lah pa,biarin saja jika memang Kia tidak mau masuk perusahaan,lagi pula kalau kita terus memaksanya mama kawatir dia akan pergi dari rumah,''ucap Rina.
Jonathan menghela nafas berat,lalu ia juga segera melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya.
''Dasar,anak sama papa sama-sama keras kepala,''ucap Rina sambil menggelengkan kepalanya.
Saat ini Alex sedang berada dibawah guyuran shower,tanpa menggunakan sehelai benangpun,tiba-tiba Alex kembali teringat adegan panas yang ia lakukan pada Gladissa.
''Untung saja aku bisa mengontrol pusakaku tadi,kalau tidak mungkin aku sudah menghabisi gadis itu, ingin sekali rasanya aku memasuki goa merah itu,''gumam Alex lagi.
Karna membayangkan gundukan merah milik Gladissa membuat batangan Alex tiba-tiba saja menegang,akhirnya mau tak mau Alex harus kembali menjinakannya dengan bermain solo,tentu saja dengan membayangkan tubuh mulus pujaan hatinya itu.
***
Ditempat lain saat ini Gladissa juga sedang membayangkan kembali saat Alex bermain-main dengan tubuhnya.
''Heeyy,,Dis kamu melamun ya?''tanya Uut,karna sejak tadi ia memanggil Gladissa namun tak dihiraukan.
''Hah,,oh maaf,''seru Gladissa.
''Aku kenapa sih,kok bisa-bisanya aku mengingat kejadian tadi pagi,sepertinya otakku sudah terkontaminasi oleh otak mesumnya kak Alex.''
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN..
''Gladis,bisa kamu keruangan saya sebentar?'' ucap Kinara dari pintu ruangannya.
''Baik Mba.''ucap Gladissa sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan Kinara.
Setelah menutup kembali pintu ruangan tersebut Gladissa segera melangkah menuju sofa yang dimana saat ini Kinara sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
''Ada apa Mba?''tanya Gladissa setelah berada didepan Kinara.
''Dis bisakah nanti malam kamu menginap dirumahku? soalnya papa dan mama akan pergi keluar kota sore nanti,aku merasa sedikit kesepian,Kiano juga akhir-akhir ini jarang pulang entah tidur dimana anak itu.''gerutu Kinara saat mengingat kelakuan adiknya yang satu itu.
''Mba gk tau aja,kalau tadi malam adik kesayanganmu itu tidur kamarku.'' gumam Gladissa pelan.
''Kamu bilang apa barusan?''tanya Kinara yang seperti mendengar Gladissa sedang bicara.
''Ah,tidak kok Mba,aku gk ngomong apa-apa.''elak Gladissa.
''Oh saya kira kamu bicara sesuatu, jadi gimana kamu mau kan kalau malam ini tidur dirumah?''tanya Kinara lagi.
''Kalau Gladis tidak mau biar aku saja yang nemenin kamu dirumah.''sambung Misya yang tiba-tiba saja datang.
''Eh kamu Sya,tumben lama?''tanya Kinara.
__ADS_1
'' Biasa habis ngapelin adik kamu dulu tadi,''ucap Misya sambil melirik Gladissa.
Kinara yang mendengar hanya tersenyum acuh.
Sedangkan Gladissa merasa jengah mendengar candaan yang menurutnya garing.
''Memannya tante Rina dan om Jo kemana Kin?''tanya Misya sambil duduk disamping Kinara.
''Mereka sedang ada perjalanan bisnis keluar kota.''jelas Kinara.
''Mba kalau gitu saya permisi dulu ya soalnya masih ada kerjaan diluar.''ucap Gladissa
''Baiklah,tapi nanti jadi kan?''tanya Kinara lagi memastikan.
Gladissa melirik Misya yang ternyata saat ini juga sedang menatapnya.
''Sepertinya lain kali aja ya Mba Kinara, lagi pula kan sudah ada Misya,biar dia saja yang nemenin Mba Kinara.''ucap Gladissa yang merasa sedikit tidak nyaman karna tatapan Misya.
''Iya Kin, kan sudah ada aku,''sambung Misya lagi.
''Baiklah kalau gitu.''
Setelah mengatakan itu, Gladissa keluar dari ruangan mereka,dengan wajah yang sedikit tak bersemangat.
''Kamu kenapa lesu begitu? memangnya bu Kinara bicara apa sama kamu hingga buat kamu jadi kek gini?''tanya Lastri penasaran.
''Gk ada hal penting kok,yaudah yuk kerja lagi!" ucap Gladissa yang tak ingin membahas itu lagi.
***
Saat ini Misya dan Kinara sudah sampai dikediaman keluarga Alexander.
''Kia mana Kin,kok gk kelihatan?''tanya Misya sambil matanya mencari keberadaan Alex.
''Ya mana saya tau Sya,kan saya juga baru nyampe sama kamu,''ucap Kinara.
''Hehe,,lupa!" ucap Misya sambil nyengir kuda.
''Bik apa Kiano ada dirumah?''tanya Misya pada seorang Art.
''Tadi siang den Kia pergi dan sampai sekarang belum pulang non Misya,'' ucap Art tersebut.
Misya hanya menggangguk paham.
Saat ini Kinara dan Misya sedang makan malam bersama,bertepatan saat itu Alex pun pulang.
''Kia,sapa Misya senang saat melihat kedatangan Alex.
NEXT
__ADS_1